Princess Nightmare

Princess Nightmare
Bertemu


__ADS_3

Hari mulai agak sore, Gerbang sekolah dibuka perlahan siswa guide keluar. Suasana sekitar mulai agak sepi, terlihat tiga orang siswa menuju ke lapangan parkir yang sudah agak sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang ada.


Siswa yang berjalan paling depan, terlihat sibuk sendiri. Ditatapnya kertas yang ia bawa, takut ada yang tertinggal atau kurang.


GECHEN LUTHER


Sering dipanggil Xiao Chen oleh Kelaien, jabatan di guide sebagai ketua osis guide dan leader club anggar. Bertampang dingin dan paling patuh akan peraturan. Dia selalu berpenampilan rapi setiap hari, rambutnya berwarna cream. Memiliki ambisi untuk menjadi yang terbaik sejak kematian adiknya. Ia paling ahli dalam bermain pedang. Ayahnya adalah hakim disana, ibunya sudah lama meninggal saat melahirkan adiknya.


KELAIEN JUDITH


Teman masa kecil Gechen. Selalu menganggap dirinya cantik daripada anak perempuan. Kelaien memiliki rambut panjang yang ia buat mengelombang dan diikat satu, berwarna coklat. Ia mengubah namanya yang sebelumnya Laien menjadi sekarang Kelaien. saat sekolah dasar ia bersekolah di sekolah yang berbeda dengan gechen dan baru bertemu lagi dengan Gechen di guide. Ia ahli dalam dua bidang, musik dan anggar sama dengan Gechen. Ibunya seorang model terkenal sehingga selalu berpergian. Ia memiliki sebuah boneka barbie dirumahnya. Namun, saat ia serius, sikapnya berubah drastis dan tidak segan-segan melukai orang. Jabatan disekolah wakil ketua osis.


FRASER SEO


teman dekat Gechen. Ia dan Gechen mulai berteman sejak sekolah dasar. ia berpenampilan berambut orange dengan bibir lebar. Dia berada di club gulat. Keluarganya selalu menjabat menjadi mentri dalam negeri selama tujuh turunan. Jabatan fraser disekolah sebagai bendahara osis.


"Xiao Chen, kau mau ikut kami tidak?" tanya Kelaien sambil berkaca melihat dirinya.


"apa kalian akan ke mall, laien?" tanya Gechen balik sambil menatap Kelaien malas.


"KENAPA, KAU MASIH MEMANGGIL KU DENGAN NAMA ITU?!" Kelaien mulai kesal dan sifatnya pun mulai berubah.


"Sudah Kelaien, nanti cantikmu hilang" kata Fraser menenangkan Kelaien yang sudah mengeluarkan pedang jenis degen dari sarungnya.


"kami bukan ingin ke mall, tapi pergi ke casino"


"Casino? kenapa tiba-tiba kau ingin kesana?"


"Aku dengar ada promo khusus buat pelajar, jadi aku tertarik untuk kesana" jelas Kelaien dengan mata yang berbinar. Gechen hanya menarik napas panjang.


"sekalian saja aku pergi fotokopi tugas dari guru" batin Gechen berbicara.


"Ok, ayo" Gechen masuk kedalam mobilnya Begitu juga dengan kedua temanya. Mereka menuju ketempat Casino yang dimaksud Kelaien. Dengan kecepatan rata-rata mereka melajukan mobilnya.


***

__ADS_1


Kota Kasa memiliki Casino yang cukup terkenal yaitu 'Casino Zero' begitulah nama yang sering diucapkan setiap orang. Casino itu bukan hanya sebatas tempat judi tapi juga tempat penyelundupan narkotika. Ada begitu banyak orang yang datang ke sana sekedar untuk bersenang-senang.


Fanluojia masih asik berjudi, dengan mudahnya ia mengalahkan semua orang yang berada di sana. Orang-orang hanya bisa melongo melihat kemenangan Fan. Lama kelamaan Fanluojia mulai bosan.


"orang-orang ini benar-benar payah, aku jadi bosan, buat apa aku menukarkan chip sebanyak ini" batin Fanluojia terus saja menggerutu.


Karena sudah tidak tahan lagi, fan berdiri dan melemparkan semua uang yang ia dapat keatas. Alhasil semua uang itu bertebaran diseluruh Casino.


"Aku sudah bosan, Silakan kalian ambil uang itu, aku mau pulang" kata Fan menuju pintu keluar. Baru saja ia hendak mendorong pintu.


Brukkk....


Fan terjatuh akibat seseorang dari arah uang berbalik dengannya mendobrak pintu. Awalnya mau keren eh, ngak jadi: V


"Astaga, Kelaien kau main dobrak aja, liat apa yang sudah terjadi!?" Seru Fraser, ia menepuk bahu Kelaien agak keras.


"Aduh, maaf aku tidak sengaja" Kelaien mengulurkan tangannya kepada Fanluojia, agar membantunya berdiri.


"Terima kas_" mata Fanluojia membulat sempurna sekarang, didepannya sekarang telah berdiri sepupunya. Gechen sama terkejutnya dengan Fanluojia.


"Hehehe, halo Gechen" Fanluojia tanpa pikir panjang lagi langsung menerobos dan melewati sepupunya itu.


"eh, kau kenal orang itu?"


"tangkap ini!" Gechen melemparkan kertas tugas kepada Kelaien dan berhasil ditangkap sempurna. Gechen mengejar Fanluojia yang melarikan diri darinya. Fanluojia masuk ke mobilnya dan langsung tancap gas.


***


"kurang ajar, dia masih mengejarku_"


"kalo aku tahu jadi seperti ini, aku tidak akan keluar" Fanluojia terus menggerutu, terlihat dari kaca mobil Gechen mengikutinya dari belakang.


Fanluojia melihat Gechen masih belum menyerah mengejarnya, sehingga terjadi balap-balapan dijalan antara saudara sepupu itu. Terlintas ide di pikiran Fanluojia, ia masuk kedalam jalan menuju bukit.


***

__ADS_1


~Mansion Vincent~


Ash membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah wajah cantik Yue jian. Ia merapikan selimut Yue jian, ia lalu pergi meninggalkan kamar Yue jian.


Ash turun dari tangga, hal pertama yang membuatnya heran adalah ia tidak melihat maupun mendengar kegaduhan yang biasanya dibuat oleh Fanluojia.


"kenapa sangat tenang?" tanya batin Ash sambil ia menuju kedapur.


sesampainya di dapur ia hanya menemukan Yisai dan SuoRuixi yang sedang makan cemilan darah. Karena ia tidak melihat Fanluojia disana, ia memutuskan untuk pergi mencari Fanluojia ke tempat lain.


"Ash!" panggil Yisai yang melihat Ash pergi. Ash menoleh dan menghampiri mereka.


"Nih cemilan" SuoRuixi menyondorkan cemilan kepada Ash.


"Terima kasih, tapi aku tidak mau, ngomong-ngomong kalian tahu dimana Fan?" Setelah mendengar itu, Yisai dan SuoRuixi serasa disambar petir saat Ash menanyakan hal itu.


"Uhuk...uhuk...uhuk__" karena kaget Yisai dan SuoRuixi tersedak makanan.


"kalian, kenapa?" tanya Ash yang bingung melihat perilaku Yisai dan SuoRuixi yang aneh. Ash mulai curiga.


"Yisai dimana fan?"


"hm, dia ada di kamarnya"


"sedang apa dia?"


"Tidur"


"kalian berbohong kan?" Ash curiga kalo Fanluojia tidak ada dimension.


" Sebenarnya Ash, Fanluojia, dia pergi dari sini dan dia bilang dia akan segera kembali" jelas SuoRuixi dengan menundukkan kepalanya ke bawah meja.


"APA, lalu kalian biarkan dia pergi begitu saja?" Yisai dan SuoRuixi hanya mengangguk. Ash menghela napas panjang.


"FANLUOJIA"

__ADS_1


__ADS_2