
"Sial...Apa dia tidak mengerti kata menyerah apa?" Gumam Fanluojia yang sedang bersembunyi didalam semak-semak, setelah menyimpan mobilnya di wadah tersembunyi.
Gechen masih setia mencari kesana-sini. Jika Gechen sudah bertekad, jangan harap kau bisa mundur, karena ia adalah orang yang sangat berambisi. Di sisi lain, Fanluojia terus memperhatikan gerak-gerik Gechen. Ia mencoba memutar otaknya, bagaimana ia bisa lepas dari Gechen.
Alasan Kenapa Fanluojia tidak ingin bertemu apalagi berbicara dengannya, Adalah sifat Gechen yang sangat Formal begitu juga dengan nada dan cara bicaranya yang juga formal. Bahkan waktu kecil Gechen pernah menasihati dirinya dengan Formal.
"Apa-apaan ini, jelas-jelas dia masuk kesini? bagaimana dia bisa keluar, jelas-jelas hanya ada satu jalan untuk keluar?" Gechen terus bertanya kepada dirinya.
#Mansion Vincent
Ash menjalankan mobilnya keluar dari Mansion. Ia bergegas mencari Fanluojia yang belum kunjung pulang. Padahal Yisai sudah menelponnya berkali-kali, tapi Fan tidak mengangkatnya.
SuoRuixi melihat keluar jendela, terlihat loreng-loreng oranye menghiasi langit.
Ia lalu menghela napas, sebelum ia menutup gorden jendela.
"Aku sudah telpon dia lagi, tapi tidak ia jawab" kata Yisai yang sedang duduk Di sofa dengan handphone ditangan.
"menurutmu, apa yang sedang dilakukan oleh Fanluojia ya?" tanya SuoRuixi mendekat kepada Yisai.
"huh, dia itu punya banyak ide gila, dia bisa saja melakukan hal diluar dugaan"
Yisai bangun dari sofa dan pergi meninggalkan SuoRuixi seorang diri diruang santai. Yisai tidak memperhatikan jalannya dan hanya memandang handphone yang ia pegang. Akibatnya ia menabrak seorang pelayan wanita.
"Ahhh!!!...tuan maaf, saya tidak sengaja, maaf tuan" kata pelayan itu sambil bersujud meminta maaf kepada Yisai.
"Sudahlah, kau ikut aku"
__ADS_1
Pelayan itu mengikuti Yisai dari belakang, Yisai membawa pelayan itu masuk ke ruang bawah tanah. Tempat ia melakukan percobaan sihir boneka.
#Pusat kota
Ash bertanya kepada orang-orang dikota dan menunjukkan foto Fanluojia 'apakah anda pernah melihat orang ini?'
Namun tidak ada satu orang pun yang pernah melihatnya, mereka hanya menggeleng. Ash yang lelah, memilih untuk istirahat sebentar sebelum kembali mencari Fanluojia.
Ia beristirahat di sebuah Cafe dekat Casino. Ash memilih untuk makan di lantai atas, karena di bawah sudah terlalu berisik. Lantai atas hanya dikhususkan untuk tamu VIP ataupun orang kaya. Sesampainya diatas ternyata hanya ada seorang pria muda yang sedang menyantap makanannya.
Ash memilih duduk di meja yang berada disebelah pria itu. Pelayan cafe datang dan memberikan buku menu kepada Ash. Ia langsung memesan Wine dan steak sapi.Sambil menunggu pesanan ia mencoba menghubungi Fanluojia.
"Tuan Albert, aku masih belum bertemu dengan Zenith(Yue jian) dan vampire yang lain " Ash tertegun sejenak, pria di sebelahnya baru saja mengatakan 'Albert dan Vampire'.
"dia...bagaimana????..."
"Maaf, Apa kau anggota pemburu darah?" Ash tanpa basa-basi lagi langsung to the point.
Terlihat pria itu terkejut akan pertanyaan yang ditanyakan kepadanya itu. Tanpa aba-aba lagi pria itu langsung mengepal tangannya dan hendak mengarahkan pukulannya kepada Ash. Namun Ash berhasil menangkap tangan pria itu dan menahannya.
"Akhh...lepas!!!" Pria itu berusaha melepaskan genggaman Ash, tapi Ash tidak menghiraukan hal itu. Ia tetap memegang tangan pria itu.
"Aku tanya sekali lagi, Kau anggota pemburu darah atau bukan?!" tanya Ash agak berteriak karena kesal.
Terdengar suara langkah kaki yang hendak naik keatas. Karena itu Ash menjadi lengah, pria itu menendang perutnya sehingga ia tersungkur. Para pelayan cafe yang mengantarkan pesanan terkejut melihat Ash yang tersungkur ke Lantai. Pria itu segera melarikan diri, ia sempat menabrak pelayan cafe sehingga pesanan makanannya jatuh. Ash segera bangkit dengan dibantu pelayan cafe yang lain, yang mendengar suara ribut diatas.
"Tuan apa anda tidak apa-apa, kami benar-benar minta maaf atas penyerangan yang terjadi pada anda, kami akan ganti rugi terhadap anda" kata manajer cafe yang ketakutan.
__ADS_1
"tidak apa-apa, kalian tidak perlu ganti rugi, ini dia bayarannya, sampai jumpa" Ash meletakkan Uang cash diatas meja dan segera berlari mengejar pria tadi.
***
Lin Xuanchi seperti baru saja bertemu hantu. Ia berlari keluar dari Cafe dengan napas terengah-engah. Saat ia ingin berlari lagi, tanpa sengaja ia menabrak Kelaien yang sedang bersama Fraser.
Bukkkkhhhhh
"Aduh laien!, hari ini kau hobi sekali membuat orang terjatuh" kata Fraser sambil mengetuk kepala Kelaien.
"Aku juga tidak tahu, apa yang salah dengan ku hari ini" Kelaien mengulurkan tangannya kepada Lin Xuanchi.
"TUNGGU!!!" Ash berteriak dari kejauhan dengan memegang perutnya yang ditendang oleh Lin Xuanchi. Ash semakin mendekat kepadanya.
Lin Xuanchi menarik tangan Kelaien dengan kuat, sehingga Kelaien terjatuh kearah belakang dan menabrak Ash yang sedang mengejar Lin Xuanchi.
"Tiga kali!" Teriak Fraser hanya melihat nasib temanya itu.
"Aduh pinggang ku" gerutu Kelaien yang kesakitan.
"Maaf ya" kata Ash membantu Kelaien berdiri dan langsung pergi kembali mengejar Lin Xuanchi.
"Hari ini, banyak orang yang suka main kejar-kejaran ya?" Fraser terus memperhatikan Ash yang sudah jauh.
" I DON'T KNOW, ini Gechen hilang kemana juga?, masa ngak ada batang hidungnya" Kelaien mulai frustasi sifatnya mulai berubah. Fraser melirik ke berbagai tempat tapi Gechen sama sekali tidak terlihat.
" gara-gara dia nih, kita yang harus fotokopi tugas" Kelaien menghempaskan kaca yang selalu ia gunakan untuk berkaca ke jalan. Sifat mulai menjadi dingin.
__ADS_1
"Udahlah kita tinggalin Gechen" Kelaien berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan Casino Zero. Fraser juga akhirnya memilih untuk pulang.