Princess Nightmare

Princess Nightmare
Siapa Red prince


__ADS_3

Izekiel berdiri disampingnya ranjang adiknya,semalam Izekia tiba-tiba pingsan setelah melihat biji dandelion yang terbang di langit malam.Tidak lama ia membuka matanya,izekiel yang melihat adiknya sudah sadar langsung memeluk adiknya itu dan menghujani adiknya dengan pertanyaan.


"kau tidak apa-apa kan? tidak ada masalah? apa terasa pusing? apa kau ingin sesuatu?" tanya izekiel yang khawatir.y


Izekia hanya diam,terlihat matanya memberikan tatapan kosong.Mungkin,bukan hanya mata dan pikirannya yang kosong tapi juga hatinya sudah kosong saat ini.Izekia lebih mirip sebuah boneka yang tidak memiliki apapun.Izekiel terlihat sedih melihat adiknya itu,ingin rasanya ia tetap terus berada disamping adiknya.Tapi jika bukan karena tugas mungkin izekiel akan terus menemani adiknya itu.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka.


"Tuan,tuan Alex sudah datang" kata pelayan itu sambil memberi salam.


"suruh dia masuk!" perintah izekiel sambil memperbaiki selimut adiknya.


"Izekiel aku dengar kalian baru saja bertemu dengan ze__"


"kita bicarakan ditempat lain" kata izekiel yang memotong Alex.


Izekiel membawa Alex keluar dari kamar Izekia dan pergi menuju ruang yang cukup tertutup.


~Ruang Kepsek Academy Rozen~


Yue jian dan Ash sedang menikmati secangkir teh yang disajikan di meja untuk mereka,didepan mereka sudah duduk seorang pria yang cukup berumur.Kepala sekolah academy terlihat membolak-balik kertas.


"jadi kalian adalah murid pilihan dari Korea,yang akan menilai sekolah kami ini?" tanya kepala sekolah.


"ya,dan ini adalah surat dari kepala sekolah kami untuk anda" jawab Yue jian sambil memberikan sebuah surat kepada kepala sekolah.


"baiklah,selamat datang di Academy Rozen" kata kepala sekolah sambil membungkuk.


"terima kasih" jawab Ash dan Yue jian bersamaan.

__ADS_1


"saya akan memanggil orang yang akan memandu kalian jadi kalian tunggu sebentar ya" kepala sekolah langsung keluar dari ruangannya dan meninggalkan mereka berdua.


"Yue jian bagaimana dengan dua jasad dua orang tadi?" tanya Ash sambil menoleh kearah Yue jian.


"kita berikan saja kepada hewan buas di hutan apa susah nya" balas Yue jian sambil meniup teh.


"baik" Ash membungkukkan badan yang tegap dan segera menghilang.


Matahari sudah berada diatas garis khatulistiwa yang menunjukkan pukul dua belas siang.Itu adalah waktu yang tepat untuk makan siang.Terlihat kantin sekolah masih agak sepi.Academy Rozen memang unggul dalam Jurusan Ipa,sudah banyak ilmuwan hebat yang lulus dari Rozen.


Terlihat Ash dan Yue jian duduk di meja paling belakang,dimana meja itu langsung memperlihatkan hamparan mawar biru yang menawan...Sekitar 2 jam mereka duduk di kantin,Ash terus memainkan handphone nya,sedangkan Yue jian terlihat sedang membaca sebuah novel.Tiba-tiba seorang pria tua berpakaian compang camping masuk kedalam kantin sekolah dan melempar bunga mawar yang masih memiliki duri keseluruhan ruang kantin.


"hahahahaaaaa! tersenyum lah selagi bisa,sebentar lagi...sebentar lagi kalian akan mati-mati...mati...matiiiiii, red prince akan bangun dan kalian akan menyesalllll hahahahaaaaa!!!!!" Seru pria tua itu sambil bernyanyi dan menari.


"ahhhhhh!!! dasar pria tua gilaaaaaa" teriak seorang gadis berbando kuning.


"cepat panggil satpam!!" teriak siswa yang lain


Perlahan-lahan waktu berjalan,bel tanda pulang pun berbunyi.Ash dan Yue jian langsung pulang dari Academy dan pergi menuju mansion mereka yang berada di pinggir kota.Sesampainya di mansion Yue jian langsung masuk kedalam kamar nya sedangkan Ash langsung pergi menuju dapur.


"pelayan!,bawakan makanan untuk nona,hari nona dia tidak makan sedikit pun juga " perintah Ash kepada pafra pelayan.


"baik tuan" sahut seluruh pelayan.


~Kamar Yue jian~


Yue jian sedang duduk termenung di balkon kamarnya sambil menatap langit.Ia tersadar dari lamunannya karena mendengar suara ketukan pintu.


"ada apa ?" tanya Yue jian yang mulai mendekat kepada pintu kamar.

__ADS_1


"itu nona,kami mendapatkan perintah dari tuan untuk mengantarkan makanan untuk nona" sahut pelayan dengan hormat.


"letakkan saja didepan" bals Yue jian sambil membalikkan badan.


"baik nona,kami permisi"


Terdengar bahwa para pelayan itu sudah pergi,Yue jian kembali lagi ke balkon.Baru saja ia duduk sebuah tangan menepuk pundaknya dan refleks saja Yue jian langsung terkejut.Ash berdiri dan bingung terhadap Yue jian yang terlihat takut.


"Yue jian ada apa?" tanya Ash penuh perhatian dan duduk di sampingnya.


"tidak" balas Yue jian sambil duduk di paha Ash dan bersandar di dadanya.


"kalo begitu,apa yang kau pungut tadi?" tanya Ash yang menatap Yue jian.


"hanya mawar" balas Yue jian sambil menundukkan kepalanya.


"mawar....tapi kau sudah memiliki banyak mawar disini" balas Ash.


"mawar ini berbeda,mawar yang dilempar oleh pria tua tadi berwarna biru dan aku lihat pria itu tidak gila,dia hanya pura-pura gila juga dia seperti memberikan kita petunjuk " balas Yue jian sambil mengeluarkan setangkai mawar yang ia pungut tadi.


"maksudmu pria itu ingin menyuruh kita untuk menemukan sesuatu?" tanya Ash yang memegang tangan Yue jian.


"mungkin....eh,tunggu bukankah di bilang red prince tadi" seru Yue jian sambil berdiri didepan Ash.


"Pangeran merah?? apa maksudnya?" lanjut Yue jian.


"Ikut aku" Seru Ash tiba-tiba.


Ash membawa Yue jian dengan mobilnya,Yue jian yang bingung ditambah bingung lagi dengan Ash.Sekitar 2 jam mereka sampai di tempat tujuan.Ash membawa Yue jian ke sebuah museum.

__ADS_1


Yue jian tidak mau turun dari mobil dan terus memeluk kursi mobil.Walaupun tubuhnya Yue jian tapi tetap saja jiwa nya tetaplah Zenith yang alergi terhadap museum.Ash yang sudah tahu ini akan terjadi,sudah bersiap-siap dan___


__ADS_2