Princess Nightmare

Princess Nightmare
Please Forget To me


__ADS_3

Saat ini Izekiel dan kelompok pemburu darah sedang berada di kuil semi,karena bosan izekia berjalan-jalan mengelilingi daerah sekitar kuil.Dibagian paling belakang kuil ada sebuah gubuk kecil.Izekia penasaran terhadap gubuk itu,karena disekitar gubuk dikelilingi oleh kertas segel.Tapi hal itu tidak menyurutkan rasa penasaran nya,akhirnya setelah ia memastikan tidak ada orang,ia mendekat ke gubuk dan menarik kertas segel.


Entah dari mana tiba-tiba sebuah angin bertiup dengan kencang dan membuat semua orang yang berada di kuil kalang kabut.Begitu juga dengan Izekia.Izekiel yang melihat Izekia pergi berdiri di depan gubuk langsung menghampiri nya.Saat Izekiel mendekat tiba-tiba pintu gubuk terbuka dengan sendirinya dan seluruh kelopak bunga sakura berkumpul membentuk sesosok tubuh.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!?" Teriak nenek tua penjaga kuil dari kejauhan.


Tapi sudah terlambat makhluk yang di segel itu sudah keluar dari gubuk.Sekarang Makhluk itu sudah berdiri didepan izekiel dan Izekia,saat makhluk putih itu mengulurkan tangannya.Tiba-tiba sebuah kilatan pedang mengenai tangan makhluk putih tersebut.Tangan makhluk putih tersebut putus tapi sembuh dengan sendirinya, tidak begitu lama perlahan makhluk putih mulai menghilang.


"Castila" gumam makhluk tersebut sebelum menghilang.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya nenek penjaga kuil yang berlari dengan tergesa menuju ke arah mereka berdua.


"Sebenarnya...siapa makhluk putih tadi?" tanya izekiel sambil menenangkan adiknya.


"makhluk itu...adalah....kekuatan yang ingin diwariskan sakura" jawab nenek penjaga kuil dengan nada sedih.


"tadi,kenapa dia memanggil nama tuan Castila?" tanya Izekiel yang bingung.


"karena Castila yang kalian banggakan itu adalah orang yang telah memperkosa sakura,sehingga sakura memilih untuk bunuh diri.Tapi sebelum dia meninggal sakura datang kepada ten seraph"


Izekiel terkejut mendengar hal itu.Sebab yang ia tahu Castila adalah pria yang penuh tanggung jawab dan tidak pernah berbuat hal seperti itu.


"lalu kemana makhluk putih tadi pergi?" tanya Izekia sambil melepaskan pelukan kakaknya.


"Mungkin mencari,calon ratu" jawab nenek penjaga kuil sambil melihat ke atas langit.


~Mansion Vincent~


Pukul 04:17,matahari masih belum menampakkan dirinya.Begitu tenang nya didalam mansion tidak ada suara lain selain suara hewan malam.

__ADS_1


Saat ini di ruang perpus hanya ada Fanluojia dan Yue jian saja.Karena Fanluojia hanya diam,Yue jian mulai membuka pembicaraan.


"kenapa kau tadi..tiba-tiba mencium ku?" tanya Yue jian sambil memandang Fanluojia.


".......kau tidak ingat aku kah?...." tanya Fanluojia balik.


"kau...memang nya kita pernah bertemu apa?" tanya Yue jian heran.


"kau benar-benar tidak ingat" gumam Fanluojia sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"apa!!!...kau bilang apa tadi?" tanya Yue jian sambil mendekat kepada Fanluojia.


Saat Yue jian mendekat,Fanluojia menarik tangan Yue jian,sehingga Yue jian terjatuh di sofa.Fanluojia langsung menindih Yue jian dengan tubuhnya.


"kalo begitu....akan ku paksa kau mengingat ku" kata Fanluojia sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Yue jian.


"Eh...A..Pa...yang...ingin...kau...laku__"


"dia ini kenapa sebenarnya? kenapa dia terus mencium ku?...kalo begini,aku tidak bisa"


Seberkas air terlihat di mengalir di pipi Yue jian.Hal itu langsung berhasil membuat Fanluojia berhenti dan melepaskan Yue jian.


"Yue jian maaf,aku hanya...hanya.." kata Fanluojia sambil berbaring di dada Yue jian.


Fanluojia terdengar seperti ingin menangis.Yue jian yang tahu hal itu,langsung merasa iba dan memeluk Fanluojia dalam dekapan nya.


"Tolong ingat aku.." gumam Fanluojia yang suaranya tidak terdengar,tapi bisa dirasakan oleh Yue jian.


Sekilas ingatan kecil muncul dalam pikiran Yue jian.Itu adalah ingatan Yue jian tentang Fanluojia,dimana tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Fan.

__ADS_1


"ini adalah ingatan gadis kecil"


kata Yue jian dalam benaknya.


Fanluojia mulai merasa nyaman di dalam dekapan Yue jian.Yue jian kemudian membelai rambut Fanluojia dengan lembut dan membisikkan sesuatu kepada Fanluojia.Wajah Fanluojia langsung saja berubah menjadi wajah yang senang.


Pukul 05:07,Yue jian baru saja keluar dari bathtub dan langsung di kejutan kan oleh Yisai yang mengedor-ngedor pintu kamar nya.Yue jian yang masih memakai baju handuk,membuka pintu kamar.Langsung saja Yisai menarik tangan Yue jian dan membawanya ke dalam kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Yisai,terlihat Fanluojia yang terlihat memegang dadanya sambil berkeringat dingin.Ash berdiri di sebelah Fanluojia sambil memegang tabung oksigen untuk Fanluojia.Yue jian langsung naik keatas Ranjang dan memeriksa keadaan Fanluojia.


"ini...tidak mungkin" gumam Yue jian sambil memegang dada Fanluojia.


"apa yang tidak mungkin?" tanya Yisai yang berusaha menahan amarahnya.


"Yue jian jawab" tambah Ash yang mulai khawatir.


"ini.......apa ada rokok?" tanya Yue jian tiba-tiba.


"untuk apa??" tanya Yisai balik.


"Yue jian biasanya orang sakit diberi obat bukan rokok" tambah Ash yang terheran-heran.


"nona ini rokoknya" kata pelayan sambil menyerahkan sebungkus rokok kepada Yue jian.


Yue jian langsung mengambil rokok itu dan membakar rokok itu dengan korek api.Setelah itu Yue jian menghisap rokok itu,kemudian mencium Fanluojia sambil menghembuskan nafas kepada Fanluojia.Yue jian terus melakukan hal itu sampai satu batang rokok itu habis.


"bagaimana mungkin,sebatang rokok bisa menyembuhkan?" tanya Ash yang bingung.


"sebenarnya Fanluojia tidak menderita penyakit jantung tapi karena dia terkena sebuah virus yang bisa memberikan rasa sakit yang sama dengan penyakit jantung tapi tidak berpengaruh kepada jantungnya,dan rokok memiliki komposisi yang sama dengan pemasarannya namun lebih efektif" jelas Yue jian sambil meminum air es.

__ADS_1


"sekarang Fanluojia,kelihatan lebih baik" kata Yisai sambil melihat Fanluojia.


Tiba-tiba seorang pelayan yang ditugaskan untuk mencari tahu siapa yang telah memukuli Fanluojia,datang dan memberitahu orang yang telah memukuli Fanluojia.


__ADS_2