Princess Nightmare

Princess Nightmare
Berpapasan


__ADS_3

Kota Kasa adalah kota metropolitan yang ramai, Guide adalah Academy yang paling hebat disana. Wilayah Kota Kasa adalah wilayah yang netral, kekuatan pemburu darah juga sangatlah lemah disana dan tidak bersifat Publik.


Ash dan ketiga temannya berada di sebuah pulau terisolasi dan mendirikan mansion Vincent di sana. Mereka baru tiba sekitar 30 menit dikota kasa, karena lelah mereka memutuskan untuk pergi tidur.


"Ash!" panggil Fanluojia saat ia melihat Ash yang ingin masuk kedalam kamarnya.


"Fan, ada apa?" tanya Ash yang mulai menguap dan melepas kemejanya.


"begini disini ada sebuah Academy..bisakah kau——"


"kau ingin aku mendaftarkan mu ke sana?" Ash sudah tahu jalan pikiran Fanluojia hanya dengan melihat gerak-geriknya.


"begitulah" jawab Fanluojia dengan santai sambil minum segelas darah.


"OK, tapi kau harus hati-hati disana, bisa saja nanti ada pemburu " kata Ash yang tengah bersandar di dinding.


"kenapa kau malah memberi tahu aku untuk berhati-hati, bukanya Yisai dan SuoRuixi juga akan ikut dengan ku "


"Sebelumnya aku sudah pernah menawarkan kepada Yisai dan SuoRuixi tapi mereka menjawab——"


Beberapa menit sebelumnya*


"Apa!? kau ingin aku sekolah?! tidak- tidak aku tidak mau" Yisai menolak dengan menggelengkan wajahnya beberapa kali.


"Kenapa?"


"kenapa?? kau masih tanya kenapa!? palingan nanti cuma melakukan kebiasaan yang sama..."


"bangun-sekolah-belajar-pulang-makan-belajar-tidur- bangun lagi-sekolah lagi-belajar lagi-pulang lagi-makan lagi-belajar lagi-tidur lagi- bangun lagi, lagi-lagi dan terus lagi"


Saat SuoRuixi


"Se-sekolah....Ti-dak Mau!"


"kenapa tidak mau?" tanya Ash yang bingung.


"Nan-nanti kalo salah alamatnya, ROTAN" kata SuoRuixi yang sudah bersembunyi dibawah meja makan.

__ADS_1


Waktu Sekarang*


Fanluojia tercengang mendengar cerita Ash yang dimana Yisai dan SuoRuixi bersikeras tidak mau sekolah dengan berbagai macam alasan. Ash melirik ke jam tangannya.


"aku pergi mendaftarkan mu dulu, istirahat lah " Ash memakai kemeja yang baru ia lepas tadi dan pergi keluar mansion.


***


Lin Xuanchi tiba di Guide, ia berencana untuk masuk kesana agar ia dapat bersembunyi diantara para siswa Guide. Tidak lama Ash juga tiba dengan mobil Aston Martin Vulcan miliknya.


Pukul tujuh sampai pukul delapan adalah waktu para siswa Guide berdoa/beribadah. Jadi terlihat sepi karena mereka sedang melakukan kegiatan rutin. Ash menghampiri satpam Academy, ia melapor untuk bertemu dengan Kepala Academy.


Lin Xuanchi sudah berada di dalam ruang tes masuk, Guide terkenal hanya menerima murid yang mendapat nilai terbaik. Di waktu bersamaan Ash lewat menuju ruang kepala Academy.


***


Academy Guide dikepalai oleh sentika, wanita tua yang sudah berumur 90 tahun, sekaligus pemilik Academy. Ash meminum teh hijau yang baru saja dibuat oleh Kepala Academy.


"jadi kau ingin mendaftarkan putramu tuan?" tanya sentika, Ash baru saja meneguk teh hijau langsung mengeluarkannya kembali.


"uhuk..uhuk..Kepala Academy anda salah bukan putra ku tapi teman ku" kata Ash sambil mengelap pakaiannya yang terkena sedikit teh hijau.


"bukan-bukan tapi teman ku"


"Apa!? Kau akan menikah "


"bukan tapi...."


"jika aku tahu, kepala sekolah ini tuli dan pikun, mana mau aku datang" Gumam batin Ash.


"kepala Academy dengar saya ini masih lajang dan belum menikah ataupun memiliki putra" jelas Ash yang coba membela diri.


"APA!?, hah..kau ini kalo mau curhat masalah rumah tangga jangan disini..."


"saya tahu kadang masalah rumah tangga memang menjadi suatu beban tapi jangan terlalu dipikirkan ya" sentika menepuk pundak Ash, seperti orang yang memberi ketabahan.


"kepala Academy saya sama sekali tidak membahas apapun soal rumah tangga!"

__ADS_1


"Kau ingin bulan madu dengan istrimu"


"Aduh" Ash menepuk jidatnya.


***


Lin Xuanchi baru keluar dari ruang tes masuk, sambil membawa hasil tes ujiannya ia mengikuti sekertaris sekolah. Lin Melihat ke luar jendela, para murid sudah selesai berdoa dan bersiap memulai kegiatan belajar.


Mereka sampai didepan pintu ruang Kepala Academy.


"Permisi, Bu Kepala" panggil Sekertaris sekolah sambil membuka pintu.


"hmm..."


Ash menoleh kearah belakang dan melihat Lin Xuanchi masuk. Ada sesuatu yang membuat Ash tertarik kepada Lin Xuanchi. Saat ia akan berdiri dari kursi untuk melihat Lin lebih dekat, Sentika menghempaskan dokumen.


"Mana Aku tahu kau tanya padaku!?" Teriak Sentika tiba-tiba.


"Bu kepala apa maksud anda?" tanya Sekertaris sekolah.


"Kau mau makan Tempura sekarang?"


"ini nenek-nenek pikunnya minta ampun deh" Ash bergumam dalam batinnya, jika bukan karena Fanluojia yang ingin bersekolah di sana, dia sudah pasti bunuh si kepala Academy Guide itu.


"sabar deh, sabar...demi bisa menyambung hidup " Sekertaris sekolah itu juga bergumam dalam batinnya.


"baik besok putra anda sudah bisa bersekolah di sini" Kata Sentika sambil berjabat tangan dengan Ash.


Ash merasa tidak apa-apa saat berjabat tangan dengan sentika, tapi masalahnya tatapan dua orang yang berada dibelakangnya seperti sedang menuduh.


"kenapa aku seperti penjahat saja" gumam Ash sambil pergi keluar.


Saat ia melewati Lin Xuanchi, tanpa sengaja ia melihat lencana lambang pemburu darah terpasang di saku bajunya. Setelah itu, Ash terus memikirkan lencana yang ada di saku baju Lin. Namun, rasa khawatirnya perlahan menghilang karena ia teringat akan rencana yang akan ia lakukan bersama teman-temannya.


***


~Markas Pemburu Darah~

__ADS_1


Baru dua hari sejak Izekia meninggal dan awan mendung kembali menyelimuti Castila. Istrinya Roxy ditemukan tewas didalam kamarnya. Roxy meninggal karena racun yang ada di kopinya. Castila ingin marah tapi kepada siapa dia harus marah, tidak ada yang tahu siapa yang telah meracuni istrinya.


Beberapa warga mulai bergosip. Bahwa ini semua pasti kutukan dari Zenith yang telah kembali, dan akan segera menghancurkan Kota Internal. Apalagi berita dari beberapa kota yang mengalami hal misterius seperti, pembantaian dikota poska, orang-orang yang berubah menjadi patung es dan setiap harinya ada yang mulai hancur di kota Akshiya, Semua orang dikota Salmier berubah jadi Zombie dan berita terbaru adalah menghilangnya sebagian murid di kota Glory. Semakin hari, warga kota Internal terus di landa ketakutan dan rasa cemas mengingat kembali saat Zenith mengatakan bahwa ia akan kembali dan membalaskan dendam.


__ADS_2