
Betapa terkejutnya yuejian saat ini.
Dihadapannya berdiri seorang gadis dgn wajah yang sama ralat lebih tepatnya sangat mirip dengannya.
'siapa gadis dia?' ucap batin yuejian.
"jahatnya, padahal kita ini Kan satu"
"siapa yang satu denganmu" teriak yuejian.
"Wah...kelihatannya kau sudah lupa siapa jati dirimu yang sebenarnya ya."
"sampai2 kau lupa dirimu yang kotor ini"
"Apa???"
"Tapi tidak apa-apa, aku akan membantumu Mengingat "
"hah, Apa maksudnya membantuku Mengingat?"
Secara tiba-tiba tanah yang dipijak Yuejian runtuh seketika, seketika itu juga yuejian terjatuh kesuatu tempat yang tidak akan pernah Ia Duga.
ΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔ
Yuejian perlahan membuka matanya, dan hal yang pertama ia lihat adalah barisan pintu mengelilinginya.
"dimana ini sekarang?" yuejian melihat ke setiap pintu, terukir nama-nama di setiap pintu.
Tiba-tiba yuejian merasakan kepalanya sakit, ibaratkan di tusuk seribu jarum. Yuejian langsung terjatuh kebawah sambil memegang kepalanya.
"Kasihan, Sakit ya? "
"siapa?! sebenarnya kau itu siapa hah?! " teriak yuejian, dgn geram. Tangannya sudah terkepal kuat.
"aku? siapa?, Heh ha…ha…ha…ha!"
"haha......kau bertanya aku siapa, aku ini dirimu....dikehidupan sebelumnya" ucap gadis yang mirip dgn yuejian itu, sambil mendekat kepadanya.
Mata Yuejian membulat sempurna sekarang, Ia belum bisa mencerna situasi yang sedang terjadi sekarang. gadis itu mengatakan bahwa Ia adalah dirinya dikehidupan sebelumnya.
"di lihat dari ekspresi mu itu, kau masih bingung ya"
"baiklah pertama-tama, coba kau Liat setiap nama yang terukir Diatas pintu itu"
Yuejian yang masih meringgis kesakitan dikepalanya. Berusaha untuk membaca setiap nama yang terukir di setiap pintu.
Yuejian tertuju pada satu nama,
...~Zenith~...
Namanya tertulis tepat di sebuah pintu berukiran burung elang.
"zenith? bukankah nama itu tidak asing?"
"Kenapa namaku ada disana?" Tanya yuejian menatap tajam.
"Namamu? pfft....ha..ha..ha... nama...ha...ha..hah..hah"
"kau mengatakan namamu adalah 'zenith' .
sayangku namamu itu Kan sekarang adalah 'yuejian' . Sedangkan nama 'Zenith' itu kan cuma nama untuk kehidupan sebelumnya."
__ADS_1
"CUKUP!!!, jika tadi aku masih bersabar aku masih bisa menahannya Tapi sekarang ini mulai membuat aku kesal dan kau terus saja berbicara omong kosong. kehidupan sebelumnya? apa maksudmu? dan lagi kau mengatakan bahwa kau adalah diriku, gak masuk akal tau gak?"
Keadaan menjadi hening untuk beberapa saat, Hingga gadis itu merentangkan kedua tangannya dan menatap ke arah yuejian, sambil menyeringai.
"Jika tidak percaya, coba lihat ke sekelilingmu"
Setiap pintu pun terbuka, satu persatu gadis yang berbeda zaman terlihat dari pakaian yang mereka kenakan keluar dari sana. Mereka langsung berdiri dibelakang gadis yang mirip yuejian tadi.
"Jangan bilang kau ingin main keroyokan?"
"Enggak niat Tuh?"
"lalu?……apa maksudnya ini?"
"Mereka semua adalah reinkarnasimu di kehidupan sebelumnya?"
"LAGI-LAGI KAU BICA—
"Kau akan segera ingat" ucapnya sambil resenting.
Tangannya yang dingin Mulai menyentuh wajah yuejian dan ia menyatukan dahinya dgn dahi yuejian. Entah kenapa yuejian tidak melawan, justru ia merasa nyaman.
'Rasanya seperti terlahir kembali'
Sebuah tanda muncul dari dahi yuejian Dan bersinar dgn terangnya.
ΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔ
Dua pria tampan terlihat sedang mengobrol di koridor guide, entah apa yang mereka bicarakan sehingga terlihat begitu serius.
Saking seriusnya mereka tidak menyadari kalo ada orang yang mendekat.
Apalagi saat Lin memperlihatkan senjata khusus kepadanya.
"aku dengar kau membunuh istrinya Camila Camila itu ya, Keren"
"Mereka memang pantas mendapatkannya dasar Hunter blood sialan, mereka itu isinya cuma sampah" ucap Fanluojia yang mengejek.
"Benar, mereka semua sampah mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang mereka inginkan walaupun harus mengorbankan apapun"
"sekarang bisa kah kau mengantarku ke tempat kalian?" Tanya Lin yang dibalas dgn anggukan oleh Fanluojia.
"OK ayo kita pergi" ucap Fanluojia penuh semangat.
Alasan aja biar bolos sekulah: V (¬_¬)
Baru saja mereka melangkahkan kaki, sebuah suara langsung membuat Fanluojia membeku.
"kalian berdua mau kemana?" ucap suara itu.
Tanpa pikir lagi Gechen langsung berdiri didepan Fanluojia dan menarik kerah seragamnya Fanluojia.
"apa yang kalian bicarakan hah, kalian baru saja menghina pasukan hunter blood"
"kalian benar-benar tidak tau ya kalo hunter blood bisa saja menghukum kalian atas penghinaan yang kalian katakan" ucap gechen yang masih setia mencengkram kerah Seragam Fanluojia.
"o ya, maaf kami tidak tau…"
"Tapi kami tau lo apa yang bisa membuat mereka ketakutan" Ucap Fanluojia sambil menatap dingin kepada Gechen.
Gechen bungkam perlahan ia melepaskan cengkramannya pada kerah seragam sekolah Fanluojia. Setelah itu Fanluojia merangkul gechen dan berkata.
__ADS_1
"jika kau ingin tau apa yang membuat hunter blood yang kalian puma itu ketakutan maka kau bisa mengikuti aku seperti kemarin malam sepupu?" ucap Fanluojia sambil menekankan kata sepupu.
"baik" balas gechen sambil menepis tangan Fanluojia.
Di Mansion Vincent
————————————
Ash Tengah bersiap-siap untuk pergi mencari senjata khusus, Hingga Yisai berlari kedalam kamarnya.
"Ada apa Yisai? " Tanya Ash sambil melempar jaket kulit hitamnya.
"hunter blood sudah tiba di sini"
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" lanjutnya lagi.
"biarkan mereka dulu, pertama hubungi Fanluojia suruh Dia segera pulang" balas Ash dgn dingin.
"akan kita bantai mereka" lanjutnya lagi
Diwaktu yang bersamaan
___________________________
Di dalam sebuah gereja dipenuhi dgn bercak darah dilantai, terlihat beberapa orang dgn jubah yang menutupi wajah dan tubuh mereka tengah bersantai sambil sesekali menjilat darah di tangan mereka. Mayat yang bergeletakan dikursi gereja sungguh pemandangan yang menyenangkan bagi mereka.
Salah satu dari mereka mendekat ke sebuah peti mati . Orang itu lalu mengeluarkan sebuah
kupu-kupu dari tangannya, kupu-kupu tadu langsung terbang dan masuk ke dalam tubuh orang yang berada di dalam peti tadi.
"saudaraku Bagaimana dgn tubuh baru mu? apakah terasa nyaman?"
Perlahan peti terbuka dan menampakan seseorang yang sudah mati hidup kembali.
Orang itu perlahan melangkahkan kakinya keluar dari sana.
"Sempurna saudaraku?" ucapnya sambil diikuti seringaian yang menampakan taringnya.
ΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔΔ
Yuejian saat ini berada disebuah kamar yang bernuansa merah emas, ia tengah menatap sepasang suami istri yang terlihat sedih. Mereka saat ini meratapi nasib mereka yang belum juga kunjung dikarunai anak.
Yuejian merasa sesak didadanya saat ia melihat mimik wajah sedih Pasangan suami istri itu. Entah kenapa Ia seolah-olah merasakan apa yang dirasakan mereka saat ini.
"Apa kau tau apa hubunganmu dengan mereka?" deep voice itu langsung membuat yuejian menjadi siaga.
"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya yuejian dengan sinis.
"Wah jangan sinis gitu dong, nanti cantiknya hilang lo" Ucap gadis itu sambil bercanda.
"lalu Kenapa aku harus tahu soal masa lalu ku?" Tanya yuejian balik.
"alasannya…kau akan segera tau, ikuti saja alurnya" ucapnya sambil menjentikan jari.
Di Dimensi sayap Uranus
————––—————————
Terlihat seorang pria tengah berdiri di sebuah Padang es, Dibawahnya terdapat tumpukan mayat orang-orang yang juga terperangkap di sana. Pria itu adalah Valac.
"Dia akan segera bangkit"
__ADS_1