Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Teman Baru


__ADS_3

Di kamar 105 Arya tinggal bersama dua orang temannya. Mereka adalah Tio dan Ivan, keduanya berusia dua belas tahun. Arya sudah lama mengenal Tio dan Ivan karena keduanya adalah rekan sepermainan Arya di Benteng Kecil.


"Wuih nyaman banget tempat tidurnya" kata Tio


"He eh" jawab Ivan singkat


Ivan dan Arya memilih tempat tidur didekat jendela. Tio memilih tempat tidur disamping Ivan. Dan satu tempat tidur lagi disamping Arya masih kosong.


Pagi ini Arya bersama rekan sekamarnya mengunjungi rekan satu daerah mereka yang berada dikamar lain. Rencananya mereka akan bersama sama ke ruang makan akademi untuk sarapan.


"Lah kalian mau kemana" tanya Andika yang baru keluar dari dalam kamar


"Mau kesini" jawab Ivan singkat


"Rencananya sih mau ngajak kalian sarapan bareng" kata Arya


"Ha ha ha kami juga rencananya begitu" kata Andika


"Baru saja kami mau menjemput kalian dikamar" lanjut Andika


Diantara mereka semua yang berasal dari Benteng Kecil Andika merupakan yang tertua. Usia Andika tiga belas tahun.


"Ya udah kalau begitu tapi mana yang lain" tanya Arya


"Rendy Ricky Opie ayo berangkat" teriak Andika keras memanggil tiga orang temannya yang masih berada didalam kamar


"Yaaa kami segera keluar" jawab suara seseorang dari dalam kamar


Tidak berapa lama muncul tiga orang remaja dari dalam kamar.


Lantai satu tempat mereka tinggal sekarang ada dua puluh kamar. Tapi baru dua kamar saja yang sudah berpenghuni. Jadi wajar kalau lantai ini terlihat sepi.


"Ok siap bos" kata Opie setengah bercanda


"Ouh ada komandan Arya disini" kata Ricky menggoda Arya


"Maaf kalau saya terlambat komandan" kata Rendy lanjut menggoda Arya


"Ha ha ha ha ha" Serempak ketujuh rekan satu daerah itu tertawa


"Sudah sudah ayo kita segera berangkat aku sudah lapar" kata Arya


"Siap laksanakan komandan" jawab enam anak lain serempak


Anak anak yang sebaya Arya di Benteng Kecil sangat dekat dengan Arya. Mereka juga sangat menghormati Arya bukan hanya Arya anak pemimpin mereka tapi juga sifat Arya yang baik dan rendah hati, lucu dan enak diajak main.


Mereka bertujuh berjalan bersama menuju ruang makan. Hari ini mereka mengenakan seragam siswa akademi yang berwarna putih dengan corak merah mirip seragam perguruan beladiri. Mereka juga mengenakan ikat kepala kain yang warnanya senada seragam dengan lempengan logam berukir kepala burung garuda.


Saat berada di lobi asrama mereka bertemu dengan tiga orang siswa tahun kedua yang baru turun dari lantai kedua.


"Eh siswa baru ya" kata salah satu dari siswa tahun kedua


"Maaf selamat pagi" sapa salah satu dari mereka


"Perkenalkan saya Bayu" lanjut siswa tahun kedua itu mengenalkan dirinya dengan sopan

__ADS_1


"Salam kenal saya Arya" jawab Arya ramah


"Oh ya perkenalkan juga ini teman teman sekamar saya, Angga dan Arif" kata Bayu mengenalkan dua orang yang bersamanya


"Salam kenal" kata Angga dan Arif serempak


"Salam kenal senior" balas Arya


"Perkenalkan ini teman teman saya Andika, Rendy, Ricky, Opie, Tio dan Ivan" kata Arya mengenalkan satu persatu teman temannya


"Kami semua berasal dari Distrik Wonosobo" lanjut Arya


"Kalian semua berasal dari satu daerah yang sama" tanya Bayu kagum


"Iya" jawab Arya singkat sambil menganggukan kepala


"Kalau aku dari Distrik Surbaya" kata Bayu


"Kami berdua dari Distrik Palembang kata Angga dan Arif


"Kalian mau kemana" tanya Bayu


"Rencananya kami mau ke ruang makan" jawab Arya


"Kalau begitu tujuan kita sama"kata Bayu


"Ayo kita kesana bareng"ajak Bayu


"Terima kasih senior" jawab Arya


"Ah jangan panggil begitu, usiaku baru tiga belas tahun" jawab Bayu


"Disini pertengkaran antar siswa apapun penyebabnya sangat dilarang dan bagi yang melanggar akan dikenakan hukuman berat" kata Bayu menjelaskan


"Musuh kita adalah monster monster diluar sana bukan sesama siswa" lanjut Bayu


"Justru kita dituntut agar dapat saling melindungi, karena kita adalah harapan umat manusia begitu kata Guru guru akademi"


Arya dan teman temannya mengangguk mendengar penjelasan Bayu. Mereka merasa sangat bangga dalam hatinya karena telah menjadi bagian dari Akademi Garuda Sakti .


"Ah sudahlah ceritanya kita lanjutkan nanti ayo segera kita berangkat aku sudah lapar" kata Bayu


Selama perjalanan menuju ruang makan Bayu menjelaskan beberapa tempat tempat penting di lingkungan akademi. Bayu menunjukkan lokasi ruang kelas tempat belajar, gedung kesehatan, aula utama dan gedung perpustakaan.


Bayu juga menjelaskan kalau guru guru pengajar dan pegawai akademi tinggal di perumahan khusus pada sisi utara dan selatan komplek akademi.


Sampailah rombongan itu diruang makan siswa. Ruangan makan khusus siswa itu sangat luas, dapat menampung sekitar lima ratus orang sekali waktu.


Meja makan panjang dengan deretan kursi tersusun rapi. Siswa mengambil makanannya sendiri tanpa dilayani. Beberapa jenis makanan tersusun rapi dalam nampan nampan berukuran besar.


Beberapa jenis minuman tersedia disana, mulai dari air mineral biasa, kopi, teh, susu segar dan aneka jus buah.


Pada salah satu meja sudah ada beberapa orang siswa yang sedang menikmati sarapannya.


Suasana ruang makan ini terbilang sepi, karena sekarang adalah waktu libur sebelum masuk tahun ajaran baru. Jadi sebagian besar siswa masih belum kembali.

__ADS_1


Siswa yang masih tinggal di akademi biasanya berasal dari daerah yang jauh atau sudah tidak memiliki sanak saudara lagi apalagi tempat tinggal.


"Hei Yu kami duluan ya" kata salah seorang siswa yang sedang sarapan


Bayu mengangguk sambil tersenyum


"Siswa baru ya" katanya melihat Arya dan kelompoknya


"Selamat bergabung di keluarga besar Garuda Sakti" kata siswa itu ramah


"Ambil dulu sarapannya kemudian gabung sama kita kita " kata siswa lainnya


Arya, Bayu dan temannnya mengambil makanan dengan tertib. Arya memilih bubur ayam kuah kuning dengan susu segar sebagai menu sarapannya kali ini.


Setelah selesai mengambil sarapan mereka duduk ditempat siswa yang menyapa sebelumnya.


"Permisi senior boleh kita gabung" kata Arya sopan


"Jangan sungkan begitu kita ini sekarang satu keluarga" kata siswa itu ramah


"Panggil aku Oji" katanya memperkenalkan diri


"Aku Iwad"


"Kalo aku Jai"


"Kami rekan satu angkatan Bayu, Angga dan Arif" kata Oji


"Bayu sang kapten" tambah Jai


"Kapten" Arya mengulang menyebut kata Kapten karena tidak tahu arti perkataan itu


"Iya, Bayu adalah kapten siswa tahun kedua angkatan kedua" kata Jai menjelaskan


"Oooooooo begitu" kata Arya


"Oh ya perkenalkan saya Arya" kata Arya memperkenalkan diri dan kemudian mengenalkan Andika dan yang lain satu persatu.


"Kami semua berasal dari daerah yang sama Distrik Wonosobo" lanjut Arya


"Masih ada empat orang lagi dan mereka adalah perempuan" kata Arya


"Wow sebelas orang dari satu tempat, kalian benar benar istimewa" kata Oji


"Aku dan si Iwad dari Distrik Jakarta" kata Oji


Iwad yang disebut namanya merespon dengan mengangkat tangan kanan kedekat pelipis seperti akan memberi hormat sambil tersenyum manis.


"Aku dari Distrik Pekanbaru Riau" kata Jai


Karena tidak ada agenda pada hari ini setelah menghabiskan sarapan Arya dan kawan kawan tidak langsung pergi meninggalkan ruang makan. Mereka masih berada disana beberapa waktu mengobrol dengan teman teman barunya.


Mereka saling bercerita tentang asal daerah masing masing. Sesekali terdengar suara tawa dari mereka. Pembicaraan mereka tidak melulu membahas hal yabg serius sesekali juga diselingi candaan.


Arya merasakan kehangatan dari teman teman barunya. Meskipun mereka termasuk senior karena lebih dahulu masuk akademi tidak menjadikan mereka merasa lebih tinggi.

__ADS_1


Biasanya di akademi atau perguruan sering terjadi perundungan siswa baru oleh siswa senior. Tetapi disini itu tidak terjadi, bahkan siswa siswa senior sangat ramah. Jika ada terjadi perundungan maka pihak Akademi akan memberikan hukuman yang sangat berat bagi pelakunya. Sangat ditekankan bahwa musuh mereka adalah monster monster buas bukan sesama manusia, tidak peduli latar belakangnya. Kepada sesama manusia mereka dituntut untuk saling membantu dan melindungi.


Amanat dari guru guru pengajar benar benar mereka terapkan.


__ADS_2