Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Bahasa Kuno


__ADS_3

Diruangan Kepala Akademi tampak empat orang yang sedang berbicara serius membahas sesuatu yang penting.


Keempat orang itu adalah Guru Besar Mahesa, Guru Besar Isnu, Guru Besar Tama dan Guru Rita.


Guru Rita setelah mendengar penjelasan dari Arya tentang Kitab Tanpa Aksara alias Kitab Sastrajendra langsung melaporkan temuannya itu kepada Guru Besar Mahesa.


Dan kebetulan saja pada saat Guru Rita menyampaikan laporan ada dua orang Guru Besar lain diruangan Guru Besar Mahesa.


"Apakah yang kamu ceritakan ini benar" tanya Guru Besar Isnu


"Ya ampun bukankah sudah aku katakan kalau aku menyaksikannya sendiri" kata Guru Rita kesal


"Aku juga tidak akan langsung percaya jika tidak melihatnya sendiri" lanjut Guru Rita


"Ya sudah sudah, kalian masih seperti anak kecil saja" kata Guru Besar Mahesa


"Kalau memang benar anak itu memahami bahasa dan aksara kuno, itu adalah sebuah keberuntungan untuk kita" kata Guru Besar Tama


Tiga orang lainnya setuju dengan apa yang Guru Besar Tama katakan


"Banyak dari kitab kitab kuno yang berhasil kita dapatkan belum dapat diterjemahkan isi kandungan didalamnya karena terkendala dengan bahasa dan aksara kuno yang digunakan dalam penulisan kitab kitab kuno itu" kata Guru Besar Isnu


"Sedikit sekali orang yang menguasai bahasa dan aksara kuno dan jika pun ada paling paling hanya menguasai satu atau dua jenis saja dari bahasa dan aksara kuno itu" lanjutnya


"Belum lagi sedikit sekali waktu yang kita miliki untuk meneliti dan mempelajari kitab kitab kuno itu" kata Guru Besar Mahesa


"Dengan adanya anak itu akan sangat membantu kita dalam mempelajari isi kandungan kitab kitab kuno itu" Guru Besar Isnu menimpali


"Anak itu berhasil membuka rahasia Kitab Tanpa Aksara" kata Guru Rita


"Menurut anak itu Kitab Tanpa Aksara itu sebenarnya berjudul Kitab Sastrajendra" lanjut Guru Rita


"Kitab itu berisi ilmu sakti Sembilan Aji" kata Guru Besar Mahesa sedikit terkejut


"Apa Sembilan Aji" kata Guru Besar Isnu dan Guru Besar Tama hampir bersamaan


"Ya Sembilan Aji, apakah Guru Besar mengetahuinya" tanya Guru Rita


"Sembilan Aji menurut yang pernah aku dengar dari salah satu guruku merupakan salah satu ilmu yang melegenda" kata Guru Besar Mahesa


"Jika seseorang menguasai ilmu Sembilan Aji maka orang tersebut akan mampu mengolah berbagai jenis energi yang tersedia di alam" lanjutnya


"Sembilan Aji cocok diterapkan untuk mengolah apapun jenis energi, seperti qi, cakra, tenaga dalam atau yang lainnya"


"Ibaratnya Sembilan Aji ini adalah ilmu yang universal cocok diterapkan dimanapun" kata Guru Besar Mahesa


"Begini saja bagaimana kalau kita panggil saja anak itu" kata Guru Besar Isnu mengusulkan


"Oh ya siapa nama anak itu tadi" tanya Guru Besar Tama

__ADS_1


"Namanya Arya" jawab Guru Rita


"Arya ya" gumam Guru Besar Mahesa


"Saman tolong keruang kerjaku sekarang" kata Guru Besar Mahesa


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan dipintu.


"Ya silahkan masuk" kata Guru Besar Mahesa


"Permisi Guru Besar" kata Saman


"Tolong cari Arya siswa tahun pertama dan bawa anak itu kemari" kata Guru Besar Mahesa memberi perintah


"Baik, segera saya laksanakan"


"Kalau begitu saya mohon undur diri" kata Saman


Tidak beberapa lama Saman yang ditugaskan telah kembali dengan Arya.


"Saman kamu boleh kembali" kata Guru Besar Mahesa


"Baik Guru Besar saya izin kembali"


"Salam hormat ketiga Guru Besar" kata Arya memberi hormat dengan sedikit menundukan badan


"Salam hormat Guru Rita" lanjut Arya dengan sikap hormat yang sama


"Duduklah" kata Guru Besar Mahesa meminta Arya untuk duduk


"Terima kasih Guru Besar" jawab Arya dan kemudian duduk di kursi yang ada


"Perkenalkan namamu anakku" kata Guru Besar Mahesa meminta Arya memperkenalkan diri meskipun sebenarnya dia sudah tahu


"Saya Arya Sena usia sebelas tahun putra dari Sena "


"Saya berasal dari Benteng Kecil di Distrik Wonosobo" kata Arya memperkenalkan diri


"Benteng Kecil" gumam Guru Besar Mahesa


"Siapa yang mendidik dan melatihmu sebelumnya" tanya Guru Besar Mahesa


"Saya hanya dididik oleh Ibu dan Ayah saja" jawab Arya


"Nak apakah kamu benar benar sudah menemukan rahasia Kitab Tanpa Aksara" tanya Guru Besar Mahesa


"Tidak usah takut tidak ada satu kesalahan pun yang kamu perbuat" lanjut Guru Besar Mahesa


"Kami hanya ingin menyaksikannya langsung seperti yang telah Guru Rita lihat, apakah bisa"

__ADS_1


"Tentu saja Guru Besar" kata Arya


Arya pun mengambil Kitab Tanpa Aksara alias Kitab Sastrajendra dan kemudian menjelaskan bagaimana caranya dia bisa membaca kitab itu.


"Ah mengapa tidak terpikirkan sebelumnya cara itu olehku"


Guru Besar Mahesa melakukan seperti apa yang telah dijelaskan oleh Arya.


"Ouh ini..... ini benar benar hebat" kata Guru Besar Mahesa


Kedua Guru Besar lain menatap Guru Besar Mahesa bersamaan.


"Ah sudahlah kau bisa mencobanya sendiri" kata Guru Besar Mahesa pada dua rekan lainnya


"Aksara yang digunakan pada kitab ini adalah aksara brahmi yang berasal dari era dua ribu tahun sebelum masehi" kata Arya


"Sementara bahasa yang digunakan adalah bahasa Sanksekerta yang usianya juga kurang lebih sama dengan usia Aksara Brahmi" lanjut Arya menjelaskan


"Bagaimana anakda dapat menguasai aksara dan bahasa kuno itu, siapa yang mengajarimu" tanya Guru Besar Mahesa pada Arya


Mendengar pertanyaan Guru Besar Mahesa, Arya menjadi bingung harus menjawab apa. Karena memang kemampuannya dapat membaca akasara dan bahasa kuno tidak diajarkan oleh siapapun tapi datang dengan sendirinya saat dia berhasil membuka Kitab Sastrajendra pertamakali.


"Emmmmm itu........" Arya bingung harus mulai darimana untuk menjelaskan


"Sepertinya anaknda Arya belum mau menceritakannya, tapi tidak masalah" kata Guru Besar Mahesa melihat Arya yang kebingungan


"Anaknda Arya kami ingin memberi sebuah penawaran kepadamu, apakah anaknda mau" tanya Guru Besar Mahesa sambil tersenyum


"Saya siap Guru Besar" jawab Arya


"Kami ingin anaknda Arya menerjemahkan beberapa kitab kuno" kata Guru Besar Mahesa


"Anggap saja ini adalah misi, kami akan memberikan kompensasi yang layak sebagai bayarannya" lanjut Guru Besar Mahesa


"Bagaimana anaknda apakah mau menerima misi ini atau anaknda ada persyaratan" tanya Guru Besar Mahesa


"Apapun persyaratan yang anaknda minta akan kami penuhi" lanjut Guru Besar Mahesa


"Saya akan menjalankan misi ini Guru Besar" jawab Arya


"Dan tidak ada persyaratan apapun yang saya minta" lanjut Arya


Ketiga guru besar mengangguk puas.


"Guru Rita yang nanti akan mengatur tempat khusus untuk anaknda di perpustakaan"


"Anaknda tetap akan mengikuti pelajaran dikelas seperti biasa, anaknda akan mengerjakan misi ini tidak lebih dari satu jam perharinya" kata Guru Besar Mahesa


Guru Besar Mahesa hanya meminta satu jam perhari untuk Arya menjalankan misi menerjemahkan kitab kuno. Karena Guru Besar Mahesa tahu kalau Arya juga perlu berlatih diluar dari jam pelajaran dikelas.

__ADS_1


"Saya siap Guru Besar" jawab Arya tegas


__ADS_2