Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Kerjasama


__ADS_3

Setelah rapat selesai lima Profesor Ahli tidak langsung pergi dari Akademi Garuda Sakti. Malahan mereka meminta izin untuk tinggal di akademi selama beberapa hari. Mereka tertarik untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para Guru Besar Akademi Garuda Sakti.


Guru Besar Mahesa pun menyambut baik keinginan para Profesor tersebut. Jarang sekali ada kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan mereka yang memang sudah sangat diakui keahliannya. Para Profesor itu juga sudah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam peperangan melawan monster melalui penelitian yang telah mereka kerjakan.


Dari penelitian mereka lah kemudian dibuat senjata jenis baru, senjata energi yang dapat digunakan oleh orang biasa yang bukan kultivator.


Guru Besar Mahesa segera mengatur tempat untuk para Profesor berikut asisten mereka selama berada di akademi. Mereka ditempatkan dipenginapan khusus tamu.


Guru Besar Mahesa juga telah mengatur jadwal kegiatan untuk beberapa hari dimulai dari besok. Karena hari ini sudah cukup lelah setelah mengikuti rapat juga karena perjalanan jauh yang mereka tempuh untuk sampai di akademi.


Menteri Pertahanan tiba di distrik Magelang dengan menggunakan helikopter militer dengan pengawalan dua skuadron helikopter tempur.


Helikopter saat ini sedikit berbeda dengan helikopter biasa. Helikopter saat ini menggunakan batu kristal energi sebagai bahan bakarnya. Memiliki dua baling baling utama yang terletak pada sayap kiri dan kanan serta dua baling baling yang berukuran lebih kecil pada ekor.


Helikopter dipilih sebagai alat transportasi udara karena lebih praktis dan efisien. Helikopter bisa mendarat dimana saja berbeda dengan pesawat yang membutuhkan landasan pacu.


Dari tiga matra angkatan udara menderita kerugian paling besar sejak era monster dimulai. Banyak pesawat tempur dan landasan pacu yang hancur akibat perang. Belum lagi biaya operasional yang tinggi membuat negara kesulitan untuk membiayai operasionalnya. Ditambah dengan makin sulitnya mencari suku cadang pesawat membuat penggunaan pesawat untuk sementara dihentikan.


Untuk menggantikan pesawat kini Angkatan Udara lebih banyak mengoperasikan helikopter yang lebih efisien. Apalagi sejak ditemukan teknologi baru yang menjadikan batu kristal energi sebagai bahan bakar serta desain baru helikopter yang mampu menambah performanya membuat pilihan menggunakan helikopter menjadi lebih rasional.


Berbeda dengan Menteri Pertahanan yang datang ke distrik Magelang dengan helikopter maka para Profesor beserta asistennya datang ke distrik Magelang menggunakan kendaraan APC dengan pengawalan satu kompi satuan kaveleri lapis baja.


Mereka sebelumnya berada di distrik Yogyakarta karena laboratorium penelitian meraka berada di distrik itu. Untuk sampai di distrik Magelang mereka harus menempuh perjalanan beberapa jam dan harus menghadapi serangan monster beberapa kali.


Jangan dibayangkan kalau jalan penghubung antar kota saat ini mulus. Sejak era monster ditambah dengan ledakan senjata nuklir dan aneka bencana alam membuat sebagian besar infrastruktur transportasi hancur.


Bangkai mobil, bus dan truck berserakan sepanjang jalan adalah pemandangan yang biasa ditemui. Gedung gedung kosong dan hancur. Bukannya pemerintah tidak ingin membangun tapi karena memang tidak bisa dilakukan. Bagaimana mau membangun jika sewaktu waktu monster akan datang menyerang.

__ADS_1


Yang sekarang terpenting dilakukan adalah bagaimana bertahan hidup dan mengumpulkan kekuatan untuk melenyapkan monster itu selamanya.


Malam ini diadakan acara jamuan makan malam untuk menyambut para Profesor Ahli dan asistennya. Acara ini diadakan di dalam aula akademi. Seluruh guru dan staf akademi diundang dalam acara ini termasuk juga perwakilan siswa dari masing masing angkatan. Arya sudah barang tentu termasuk yang diundang mengikuti acara tersebut karena dirinya menyandang status murid langsung Guru Besar Isnu. Status yang cukup mentereng di dalam akademi.


Acara berjalan lancar dalam suasana yang santai penuh keakraban. Tidak ada pembicaraan berat dan serius melainkan obrolan ringan yang sesekali diselipi candaan. Menjelang tengah malam acara berakhir.


Arya bangun pagi seperti biasa. Setelah berolahraga ringan Arya mandi dan kemudian segera berkemas. Ada banyak kegiatannya pada hari ini. Arya telah meminta izin kepada Guru Dira untuk tidak masuk kelas selama beberapa hari kedepan karena menjalankan tugas dari Guru Besar Isnu.


Arya memandang kedua teman sekamarnya yang masih nyenyak tidur. Bagi Arya keduanya bukan sekedar teman tapi juga sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.


Arya keluar dari kamar dan menuju ruang makan siswa untuk sarapan. Arya mendapati kalau dirinya adalah orang yang pertama datang untuk sarapan hari ini. Setelah mengambil menu sarapan Arya makan dengan tenang dan tidak terburu buru.


Selesai sarapan Arya menuju ke Paviliun Obat dimana dirinya memiliki ruangan kerja khusus. Ruangan kerja itu diberikan oleh akademi atas rekomendasi Guru Besar Isnu. Tadinya Arya bermaksud menyewa atau meminjam ruangan dari akademi agar dirinya dapat dengan tenang membuat obat. Tapi saat Arya menyampaikan keinginannya kepada Guru Besar Isnu malah dia diberikan sebuah ruangan kerja tanpa perlu membayar.


Ruangan kerja itu tidak terlalu besar hanya berukuran tiga kali tiga meter saja. Tapi bagi Arya itu sudah lebih dari cukup. Tidak banyak perabotan didalamnya, hanya ada satu meja berukuruan satu meter kali satu setengah meter sebuah lemari dan sebuah kursi. Diatas meja ada peralatan penyulingan yang Arya beli. Beberapa peralatan pendukung lain tersusun rapi disebelahnya.


Dilemari beberapa bahan obat tersusun rapi dalam wadah wadah kayu sebagian lagi disimpan dalam botol kaca yang tertutup. Satu kotak batu kristal juga terlihat didalam lemari yang diletakkan pada rak paling bawah. Ada juga dua kotak kayu berisi potion yang berhasil dibuat Arya yang terletak di rak tengah.


Setiap kotak kayu berisi lima puluh botol potion yang masing masing berukuran sepuluh mililiter larutan potion. Sebagian potion itu rencananya akan dijual Arya ke Warung Kultivator dan sebagian lagi akan dia gunakan untuk kebutuhannya sendiri. Arya sudah punya rencana untuk potion potion itu.


Arya melihat jam tangan, masih ada waktu sekitar satu jam lagi sebelum pertemuan. Hari ini Arya diminta Guru Besar Isnu untuk mendampinginya pada pertemuan bersama para Profesor dan Asistennya. Pertemuan ini merupakan kegiatan belajar bersama saling bertukar pengetahuan dan informasi.


Memanfaatkan waktu luang yang meski sebentar, Arya melakukan meditasi untuk menyerap energi qi. Meskipun hanya sebentar itu sudah sangat membantu mengisi energi qi dalam dantian.


Setelah satu jam Arya menghentikan meditasinya. Dia merasakan tubuhnya menjadi lebih segar, ringan dab bertenaga dari sebelumnya. Arya melihat jam tangannya dan segera bersiap menuju tempat pertemuan. Tidak lupa membawa beberapa botol potion yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


Sesampainya diruang pertemuan sudah ada beberapa orang disana. Tapi para profesor dan Guru Besar Isnu belum datang. Arya masuk kedalam ruangan dan menyapa beberapa orang disana dengan ramah lalu kemudian duduk di kursi yang berada disudut ruangan.

__ADS_1


Meja disusun berbentuk letter U mirip dengan susunan meja rapat kemarin. Ada layar presentasi yang berukuran cukup besar pada sisi kosong letter U.


Tidak berapa lama rombongan Profesor dan Guru Besar tiba. Mendampingi para Profesor itu Guru Besar Isnu dan Guru Besar Tama.


Guru Besar Isnu melihat Arya yang duduk disudut ruangan lalu memberi kode agar Arya duduk didekatnya.


Pertemuan dimulai dengan Guru Besar Isnu yang memimpinnya. Pertemuan berjalan dengan santai. Tampak para Profesor sangat bersemangat dan antusias mengajukan pertanyaan. Guru Besar Isnu dan Guru Besar Tama dengan senang hati menjawab semua pertanyaan mereka, dan sebaliknya Guru Besar Isnu dan Guru Besar Tama juga mengajukan beberapa pertanyaan.


Guru Besar Isnu meminta Arya memberikan contoh potion yang dibawanya kepada Profesor Ahli Kesehatan dan sekaligus menjelaskan bahan bahan pembuatnya serta metode yang digunakan juga khasiat dari potion tersebut.


Profesor Ahli Kesehatan menerima potion dari tangan Arya dan kemudian membagi Profesor lainnya satu orang satu potion. Ini bukan pertamakalinya para Profesor itu memegang potion dan pil obat seperti ini. Mereka sebenarnya sudah lama tertarik untuk menelitinya tapi karena kesibukan baru kali ini mereka baru memiliki kesempatan itu.


Para Profesor kagum dengan penjelasan yang disampaikan Arya. Arya dengan detil menjelaskan bahan bahan, metode pembuatan dan khasiat dari potion miliknya.


"Silahkan tuan tuan untuk mencoba potion yang dibuat oleh murid saya" kata Guru Besar Isnu


"Jangan khawatir untuk sampel penelitian sudah kami persiapkan, nanti tuan tuan dapat melihat langsung bagaimana kami membuat potion dan pil obat" lanjut Guru Besar Isnu


"Baiklah kalau begitu kami tidak akan sungkan"kata Profesor Ahli Kesehatan dan langsung meminum potion ditangannya yang diikuti empat profesor lainnya.


Setelah meminum potion buatan Arya para Profesor itu merasakan sesuatu yang hangat dan nyaman dalam perut mereka. Rasa hangat itu perlahan menjalar keseluruh bagian tubuh. Segera para Profesor itu merasakan kalau tubuhnya mereka saat ini terasa lebih segar dari sebelumnya dan lebih bertenaga.


Para Profesor itu benar benar kagum dengan khasiat dari potion buatan Arya.


Diskusi pun berlanjut sampai menjelang tengah hari dan dihentikan sementara untuk makan siang dan beristirahat sebentara. Kegiatan akan dilanjutkan setelahnya.


Kegiatan pertemuan ini berlangsung selama tiga hari. Tidak hanya diskusi tapi juga melihat langsung proses pembuatan potion dan obat, penempaan senjata dan perlengkapan tempur lainnya juga bagaimana para siswa berlatih olah tubuh dan kultivasi.

__ADS_1


Rombongan para Profesor sangat puas dengan kegiatan ini Ada banyak pelajaran penting yang mereka dapatkan. Para Profesor juga banyak memberi masukan kepada Akademi Garuda Sakti.


Pada akhir pertemuan kedua pihak sepakat untuk menjalin kerjasama diberbagai bidang.


__ADS_2