
Grrrrrrr
Pemimpin pasukan monster menggeram marah manyaksikan pasukan monsternya mati dibantai oleh kelompok Arya.
Pemimpin pasukan monster kali ini berasal dari kelompok goblin. Level pemimpin pasukan monster ini sangat tinggi, dia memiliki level S-T3.
Meskipun berasal dari kelompok goblin, tubuh pemimpin pasukan monster tidak seperti tubuh goblin yang biasanya. Goblin biasanya memiliki tubuh pendek sekitar seratus sampai seratus dua puluh centimeter dengan kulit berwarna hijau badan gemuk buntal serta rambut gimbal kecoklatan.
Berbeda dengan bentuk tubuh goblin yang biasanya tubuh pemimpin pasukan tinggi tegap dan kekar. Tubuhnya menjulang setinggi hampir dua meter, urat urat bertonjolan disekujur tubuh membuatnya terlihat kekar. Kepalanya botak tidak berambut, hidung besar, kedua matanya juga cukup besar dan bulat dengan pupil berwarna merah. Kulit berwarna hijau gelap.
Pemimpin pasukan juga mengenakan armour pelindung tubuh meski tidak full menutupi tubuh. Ada helm berbahan logam sebagai pelindung kepala, rompi logam pelindung tubuh bagian atas, pelindung lengan tangan kiri dan kanan juga dari bahan logam, pelindung tulang kering kaki dan sepatu bot dari kulit monster dengan tambahan logam.
Pemimpin pasukan monster membawa senjata berbentuk gada besar dengan bagian kepala gada dipenuhi duri duri tajam, senjata itu terbuat dari bahan logam.Penampilan pemimpin pasukan monster benar benar menyeramkan.
Pemimpin pasukan monster itu bernama Uraka. Uraka memiliki status tinggi di kelompok monster goblin. Uraka adalah salah satu jenderal goblin.
Uraka memimpin ribuan pasukan monster. Markas pasukan Uraka tidak jauh dari lokasi penyerangan saat ini. Awalnya pasukan monster akan bergerak menuju sebuah distrik kecil didekat distrik A. Secara tidak sengaja mereka melihat iring iringan rombongan logistik ini. Uraka kemudian memutuskan untuk menyerang rombongan logistik dan merebut logistik yang dibawa.
Uraka tidak mengira kalau rombongan angkutan logistik memiliki tim pengawalan yang kuat.
Uraka mengajak dua monster manusia serigala dan satu monster goblin untuk menyerang kelompok Arya. Ketiga monster itu memiliki level A-T2.
Dengan berteriak lantang Uraka berlari kencang menuju Arya. Pasukan monster minggir dan membuka ruang untuk Uraka beserta tiga monster lewat.
Monster monster yang menyerang kelompok Arta mundur. Pertempuran terhenti sejenak.
"Kak Andika dan Ivan bantu aku melawan pemimpin monster" kata Arya
"Anggota yang lain bentuk tiga kelompok masing masing beranggotakan empat orang untuk menghadapi tiga monster yang bersama pemimpin monster" kata Arya melalui alat komunikasi yang terpasang di helam miliknya
"Siap ketua" jawab anggota Pringgodani Skuat yang segera membentuk tiga kelompok.
"Kalian berdua tetap diatas kendaraan AFC, awasi pertempuran kami dan beri dukungan bagi yang membutuhkan" kata Arya mengatur dua anggota lainnya yang berada diatas kendaraan AFC
Keduanya adalah pengguna senjata panah dan mereka bertugas memberi dukungan jarak jauh lewat serangan panahnya.
Jenderal Goblin Uraka menatap tajam Arya, didahului ruangan keras dia menyerang Arya.
Guru dan petugas pendamping segera menuju kelompok Arya untuk membantu. Mereka berdua tidak menyangka kalau kelompok siswa yang seharusnya mereka lindungi ternyata memiliki kekuatan yang hebat.
__ADS_1
Tadinya mereka bertempur di sisi kanan dan kiri kelompok Arya bersama dengan kelompok pasukan Sersan Kepala Ratno dan Sersan Kepala Anto. Namun setelah melihat Jenderal Goblin pemimpin pasukan monster turun langsung menyerang kelompok Arya mereka berduapun memutuskan turut bergabung dengan kelompok Arya.
Jenderal Goblin Uraka mengayunkan gada besar miliknya kearah Arya. Sebelum gada itu menghantam sesosok bayangan berkelebat menghadang.
Baaaaang
Suara keras terdengar dari benturan dua senjata.
Aahhhh
Bayangan yang sebelumnya menghadang serangan gada Jenderal Goblin Uraka terlempar beberapa meter karena efek benturan. Ternyata bayangan yang terlempar itu adalah Guru pendamping. Kekuatan Guru pendamping masih berada satu tingkat dibawah kekuatan Jenderal Goblin Uraka. Karena kalah kekuatan membuat dirinya harus terlempar jauh sementara Jenderal Goblin Uraka hanya terdorong dua langkah saja.
Guru pendamping memuntahkan segumpal darah, dadanya terguncang cukup keras. Sepertinya Guru pendamping menderita luka dalam akibat menahan serangan Jenderal Goblin Uraka.
Guru pendamping segera meminum potion penyembuh luka dalam dan melakukan meditasi untuk memulihkan tenaganya. Rekan sesama pendamping segera mengambil posisi menjaga Guru pendamping yang sedang memulihkan dirinya.
"Kakak hati hati kekuatan monster ini berada jauh diatas kita" kata Arya kepada Andika
"Kita gunakan bom energi" lanjutnya
Andika mengangguk mengerti.
Bang Bang
Dua serangan Arya berhasil dipatahkan dengan mudah. Arya kembali menyerang dari sisi samping kiri mengincar kearah leher Jenderal Goblin Uraka.
Jenderal Goblin Uraka masih menganggap remeh serangan Arya. Dia hanya menggeser tubuhnya sedikit kekanan, tebasan pedang Arya hanya lewat beberapa centimeter dari kulit lehernya.
"Sekarang" kata Arya
Tanpa disadari oleh Jenderal Goblin Uraka serangan pedang tadi hanyalah pengalihan saja. Arya sudah menyiapkan dua buah bom energi ditangan kirinya, dan melemparkannya dari jarak yang cukup dekat. Segera setelah melempar bom energi Arya menggunakan jurus langkah ajaib untuk menjauh.
Duar Duar
Dua kali suara ledakan terdengar dari bom energi yang meledak. Arya memberi kode kepada Andika untuk melempar bom energi, karena Arya yakin tidak semudah itu membuat Jenderal Goblin Uraka tumbang.
Dengan asap ledakan masih cukup tebal menutupi tempat dimana posisi Jenderal Goblin Uraka berdiri, Andika melemparkan dua bom energi kearah itu.
Duar Duar
__ADS_1
Kembali suara ledakan terdengar. Setelah asap ledakan perlahan menghilang tampak Jenderal Goblin Uraka dengan posisi tubuh terbungkuk ditanah. Tubuhnya dipenuhi luka, dari beberapa luka mengalir darah berwarna hijau kehitaman.
"Sudah kuduga serangan bom energi tidak dapat membunuhnya" gumam Arya
"Tapi luka luka yang dideritanya itu sudah cukup membantuku" lanjut Arya dalam hati
Jenderal Goblin Uraka perlahan bangkit. Empat buah serangan bom energi tidak mampu membuatnya terbunuh. Jenderal Goblin Uraka hanya menderita luka luka saja. Dari sudut bibirnya terlihat mengalir darah berwarna hijau kehitaman. Sepertinya Jenderal Goblin Uraka juga menderita luka dalam.
"Kak hati hati" kata Arya berkomunikasi dengan Andika lewat alat komunikasi yang berada dihelm pelindung
Kekuatan fisik Jenderal Goblin Uraka benar benar luar biasa, dengan tubuh yang dipenuhi luka dia masih mampu mengeluarkan serangan dahsyat dan berbahaya.
Jenderal Goblin Uraka meloncat tinggi kearah Arya dan mengayunkan gada miliknya kearah tubuh Arya. Ayunan Gada yang juga dilambari energi qi menimbulkan suara menyeramkan, gada belum sampai disasaran tapi udara yang bertekanan sudah lebih dulu tiba.
Arya tidak mau menghadapi langsung serangan itu karena Arya menyadari kalau kekuatannya saat ini masih jauh dibawah kekuatan Jenderal Goblin Uraka. Maka Arya memilih menghindar dengan menggunkan juris langkah ajaib.
Duar
Serangan gada hanya menyerang tempat kosong karena Arya sudah lebih dahulu menghindar. Akibat serangan gada membuat sebuah kawah kecil pada tempat dimana sebelumnya Arya berdiri menandakan betapa kuat tenaga Jenderal Goblin Uraka.
Sambil menghindar Arya melancarkan serangan balik. Dua kali tebasan pedang dilancarkan oleh Arya. Jenderal Goblin Uraka dengan sigap menangkis serangan Arya menggunakan gada miliknya.
Belum selesai menangkis dua serangan Arya, Andika menyerang dengan satu tebasan pedang besar miliknya kearah kepala Jenderal Goblin Uraka. Untuk menhindari serangan Andika yang datang tiba tiba Jenderal Goblin Uraka menundukan kepalanya sedikit. Pedang besar Andika lolos beberapa milimeter diatas kepala Jenderal Goblin Uraka.
Ada sedikit celah terbuka pada sisi pertahanan Jenderal Goblin Uraka. Arya memanfaatkan celah yang terbuka itu. Arya kembali menyerang tapi kali ini menggunakan serangan jarak jauh.
Jurus Pedang Telunjuk
Kata Arya menyebut nama jurus yang digunakannya. Jurus Pedang Telunjuk adalah bagian dari Jurus Pedang Jari. Jurus ini mampu mengeluarkan sinar yang merupakan energi qi yang dipadatkan melalui ujung jari tangan.
Dari jari telunjuk tangan kiri Arya keluar selarik sinar menuju bagian bawah ketiak sebelah kiri Jenderal Goblin Uraka. Bagian itu tidak terlindungi armour dan terbuka karena Jenderal Goblin Uraka mengangkat tangan kirinya untuk menyerang Andika.
Slash ..... Jleb
Aarrrrrrrghhhhhh
Serangan Arya tepat mengenai sasaran dan membuat Jenderal Goblin Uraka terluka.
Selanjutnya Arya dan Andika bekerjasama dengan baik menyerang Jenderal Goblin Uraka. Meraka berdua menggunakan strategi serang lalu menghindar secara bergantian dan menyerang bagian tubuh Jenderal Goblin Uraka yang tidak terlindungi. Serangan ini cukup efektif, Jenderal Goblin Uraka menderita luka luka yang cukup banyak. Selain itu serangan keduanya cukup menguras stamina Jenderal Goblin Uraka.
__ADS_1