
Kematian Jenderal Goblin Uraka membuat pasukan monster menjadi semakin kacau. Sebagian dari mereka berlari tak tentu arah untuk melarikan diri. Sebagian yang lain nekat terus merangsek pasukan pengawal.
Pasukan pengawal yang didukung Battle Tank dan APC Tank dengan tenang menghadapi serangan pasukan monster yang nekat. Satu demi satu monster tumbang terkena tembakan senapan dan meriam energi dari pasukan pengawal.
Pasukan pengawal mengandalkan serangan jarak jauh berupa tembakan senapan dan meriam energi untuk menghadapi serangan pasukan monster.
Sementara anggota Pringgodani Skuat berdiri dibelakang pasukan pengawalan bersiap untuk melakukan pertempuran jarak dekat seandainya ada monster yang berhasil lolos dari tembakan senapan dan meriam dari pasukan pengawal. Namun sampai sejauh ini belum ada satupun monster yang berhasil lolos dari hujan tembakan senapan dan meriam energi pasukan pengawal.
Komandan pasukan pengawal tampak sedang mendiskusikan sesuatu dengan Guru Pendamping.
"Murid-murid anda benar benar hebat pak" kata Komandan Pasukan Pengawal dengan tulus
"Ya aku juga tidak mengira jika mereka sehebat ini" kata Guru Pendamping jujur
"Saya mewakili seluruh pasukan mengucapkan terima kasih, seandainya saja tidak ada anda dan murid murid anda yang hebat itu tentunya hasil pertempuran ini akan menjadi sangat berbeda" kata Komandan Pasukan Pengawalan
"Komandan terlalu memuji, ini semua karena kerjasama yang baik dari semuanya" kata Guru Pendamping
"Melihat potensi yang mereka miliki aku yakin kita akan mampu mengusir semua monster itu" kata Komandan Pasukan Pengawalan
"Aku akan pastikan kalau pasukan militer akan mendukung anak anak ini habis-habisan, paling tidak aku dan pasukanku" lanjutnya
"Ya tidak hanya pihak militer, semua pihak seharusnya sudah pasti memberikan dukungan, karena mereka adalah harapan kita semua" kata Guru Pendamping
"Ya anda benar" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Oh ya siapa sebenarnya anak yang bernama Arya itu, darimana dia berasal" tanya Komandan Pasukan Pengawalan
"Arya itu murid langsung dari tiga Guru Besar Akademi Garuda Sakti, dia juga sangat dekat dengan para Profesor Ahli dari lembaga penelitian" kata Guru Pendamping menerangkan tentang Arya
"Dia berasal dari sebuah daerah bernama Benteng Kecil didistrik Wonosobo, putra tunggal dari pemimpin Benteng Kecil" lanjutnya menerangkan
"Benteng Kecil" gumam Komandan Pasukan Pengawal
"Ah aku ingat, Benteng Kecil itu dihuni oleh warga sipil biasa namun memiliki pertahanan yang sangat kuat" kata Komandan Pasukan Pengawal
__ADS_1
"Sudah beberapa kali mereka berhasil menggagalkan serangan monster yang menyerang tempat mereka" lanjutnya
"Aku pernah mendengar kalau Benteng Kecil dipimpin oleh seorang yang sangat hebat, padahal dia bukan seorang kultivator dan juga tidak memiliki latar belakang militer tapi orang itu mampu mengatur dan memimpin warga Benteng Kecil bertahan dan menghadapi monster"
"Itu benar benar sesuatu yang sangat luar biasa" kata Komandan Pasukan Pengawal tulus memuji ayah Arya
"Dan Arya adalah anak dari pemimpin Benteng Kecil" tanya Komandan Pasukan Pengawal memastikan
"Ya komandan anda benar" jawab Guru Pendamping
"Ah orang hebat menurunkan anak hebat" Komandan Pasukan Pengawal kagum
"Keberadaan dan sepak terjang Benteng Kecil dalam melindungi warga sipil serta kemampuan bertahannya sudah menjadi pembahasan kami dimiliter" lanjutnya
"Benteng Kecil benar benar sangat membantu membuat daerah disekitarnya menjadi sedikit lebih aman dari gangguan monster"
"Aku pernah mendengar bahkan petinggi petinggi militer memberikan perhatian penting kepada Benteng Kecil, beberapa kali Benteng Kecil mendapat bantuan persenjataan dan perlengkapan tempur" kata Komandan Pasukan Pengawalan
Beberapa saat kemudian pertempuran telah berhenti. Pasukan monster yang tersisa semuanya mati terbunuh. Monster yang selamat adalah mereka yang berhasil melarikan diri sebelumnya.
Secara kasar ada sekitar seribu lima ratusan monster yang mati, seandainya saja ada seribu monster yang memiliki inti monster didalam tubuhnya ini sudah seperti panen yang besar.
Arya menghadap Komandan Pasukan Pengawal, ada juga Guru Pendamping disisi Komandan Pasukan Pengawal.
"Saya Arya, mohon izin menghadap komandan dan Guru" kata Arya
"Ya" jawab Komandan Pasukan Pengawal singkat, sementara Guru Pendamping mengangguk dan tersenyum
"Komandan dan Guru yang terhormat, saya bermaksud menyerahkan ini" kata Arya sambil menunjukan sebuah kristal energi bewarna kehijauan
"Ini inti monster" kata Guru Pendamping
"Ya benar Guru, ini inti monster Jenderal Goblin yang berhasil murid bunuh" jawab Arya
"Ini akan saya serahkan kepada Komandan Pasukan Pengawal sebagai penanggung jawab pasukan" kata Arya
__ADS_1
"Guru Besar Mahesa mengajarkan kepada saya untuk selalu taat dan menghormati pemimpin, dan karena saya adalah bagian dari pasukan yang dipimpin oleh Komandan maka sudah seharusnya saya menyerahkan inti monster ini kepada Komandan" lanjut Arya
Komandan Pasukan Pengawal memandang Arya dan Guru Pendamping bergantian.
"Ha ha ha ha, Akademi Garuda Sakti, aku akui kalian telah mendidik anak anak ini dengan sangat baik" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Prajurit Arya inti monster ini aku serahkan kepadamu, karena kamu yang memiliki andil paling besar saat membunuh Jederal Goblin" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Tapi aku tidak melakukannya sendirian, ada Guru dan Petugas Pendamping serta rekan rekanku yang lain yang membantuku, tanpa mereka aku tidak akan membunuh Jenderal Goblin itu sendirian" kata Arya dan kemudian memandang Guru Pendamping
"Ha ha ha aku suka sekali anak ini, tidak hanya memiliki kekuatan yang hebat tapi juga memiliki etika dan sifat yang baik" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Prajurit Arya aku tidak akan pernah menarik kata kataku" lanjutnya
"Ya komandan benar, inti monster itu milikmu karena memang seharusnya begitu" kata Guru Pendamping sambil tersenyum
Dalam hatinya Guru Pendamping benar benar merasa bangga dengan Arya.
"Baiklah kalau begitu inti monster ini saya terima, terima kasih Komandan, terima kasih Guru Pendamping" kata Arya lalu kemudian undur diri kembali berkumpul bersama teman temannya.
"Lihatlah itu Guru, kalian benar benar beruntung" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Bukan kami saja, kita semua beruntung memiliki Arya dan anak anak yang lainnya" kata Guru Pendamping
"Ya ya anda benar Guru, aku sangat setuju" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Setelah ini aku akan melapor kepada para petinggi untuk lebih melindungi anak anak itu, karena mereka adalah aset terpenting bagi kita semua" kata Komandan Pasukan Pengawal
"Ya tentu saja, bahkan aku sendiri rela mati demi untuk melindungi anak anak itu" kata Guru Pendamping
Setelah membereskan sisa sisa pertempuran, Komandan Pasukan Pengawal meminta semua pasukannya untuk beristirahat.
Pertempuran hari ini benar benar sangat melelahkan. Ada beberapa orang anggota pasukan yang gugur dan terluka. Jatuhnya korban adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam sebuah pertempuran. Korban yang jatuh pada pertempuran kali ini terhitung sedikit jika dilihat dari jumlah dan kekuatan monster yang menyerang. Keberadaan Pringgodani Skuat dalam pasukan pengawal memberikan kontribusi yang luar biasa.
Mereka juga berhasil mengumpulkan lebih dari seribu inti monster. Belum lagi aneka senjata dan armour serta bagian tubuh monster yang bermanfaat. Hasil rampasan itu sudah cukup banyak untuk mengganti biaya kerugian dari pertempuran.
__ADS_1
Bangkai tubuh monster dikumpulkan dibeberapa tempat lalu kemudian dibakar agar tidak menimbulkan penyakit.