Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Kematian Sang Jenderal


__ADS_3

Tenaga Jenderal Goblin Uraka benar benar terkuras menghabiskan stamina miliknya. Gerakannya sudah tidak secepat sebelumnya begitu juga dengan kekuatan serangannya tidak lagi sekuat sebelumnya.


Strategi yang digunakan Arya benar benar efektif. Kerjasama Arya dan Andika sangat kompak. Disela sela serangan pedang dan serangan jarak jauh energi qi, Arya juga menyerang dengan menggunakan bom energi yang dibawanya. Arya menggunakan tiga bom energi yang tersisa dengan efektif.


Ledakan bom energi membuat luka pada tubuh Jenderal Goblin Uraka semakin parah.


Melihat pimpinnanya menjadi bulan bulanan, para monster berusaha untuk memberikan bantuan. Tapi pasukan pengawalan tidak membiarkan begitu saja. Mereka menembaki para monster yang berusaha mendekati area pertempuran antara kelompok Arya dengan pimpinan monster.


Guru pendamping yang sudah pulih kembali membantu Arya dan Andika. Ditambah lagi petugas pendamping lain. Saat ini Jenderal Goblin dikeroyok oleh empat orang.


Disisi lain ketiga monster bawahan Jenderal Goblin Uraka mengalami situasi yang tidak jauh berbeda. Meraka harus menghadapi empat orang. Meskipun kekuatan empat orang anggota Pringgodani Skuat jauh dibawah mereka, tapi keempat anggota Pringgodani Skuat mampu bertarung dalam kelompok dengan sangat baik. Sehingga kelemahan dalam kekuatan mampu tertutupi dengan baik oleh kerjasama kelompok.


Strategi yang mereka gunakan sama dengan strategi Arya. Menyerang lalu menghindar secara bergantian. Strategi ini memaksa para monster untuk mengambil posisi bertahan karena tidak ada celah bagi mereka untuk melancarlan serangan.


Begitu monster akan menyerang salah satu dari anggota kelompok maka dua orang lain akan melancarkan serangan. Dengan demikian monster itu harus membatalkan serangannya untuk menangkis atau menghindari serangan mereka.


Anggota kelompok itu juga menyerang dengan bom energi yang mereka bawa secara bergantian.


Pasukan Goblin Pemanah berusaha untuk membantu pimpinan mereka, tapi mereka takut menyerang dengan panah karena takut akan mengenai pimpinan mereka.


Beberapa dari mereka mengganti senjata dengan golok, tombak ataupun pedang. Pasukan Goblin merangsek maju untuk membantu pimpinannya.


Pergerakan pasukan goblin tidak luput dari pengawasan komandan pasukan pengawalan.


"Empat kendaraan APC maju, dua unit bantu disisi kanan didekat regu Sersan Kepala Ratno dan dua unit lagi segera kesisi kiri didekat regu Sersan Kepala Anto" perintah komandan pasukan pengawalan melalui perangkat komunikasi.


"Siap laksanakan" kata suara dari pasukan pengawalan


Beberapa anggota pasukan pengawalan menderita luka, mereka segera diselamatkan dan dibawa ketempat yang lebih aman untuk dilakukan perawatan medis.

__ADS_1


Tiga orang prajurit gugur. Dua orang terkena serangan panah pasukan goblin pemanah dan seorang lagi karena cakaran monster. Jenasah mereka segera diamankan agar tidak dirusak oleh monster.


Pertempuran makin sengit. Pasukan monster berusaha membantu pimpinan mereka yang sedang terdesak tapi gerakan mereka dihalangi pasukan pengawal. Dua regu pasukan pengawal dibantu empat unit kendaraan APC berusaha sekuat tenaga menghalangi pasukan monster mendekati tempat pertempuran kelompok Arya melawan pimpinan pasukan monster.


Melihat pasukan monster yang terus merangsek maju, komandan pasukan pengawal memerintahkan semua pasukannya untuk turun membantu termasuk juga kendaraan APC Tank dan Battle Tank.


Pasukan pengawal membentuk garis pertahanan setengah lingkaran yang mengelilingi tempat dimana kelompok Arya bertarung.


Pasukan monster semakin beringas karena usaha mereka membantu pimpinan pasukan monster terhalang oleh pasukan pengawal.


Dengan dukungan kendaraan APC Tank dan Battle Tank membuat posisi pasukan pengawal lebih diuntungkan.


Jenderal Goblin Uraka menjadi semakin frustasi melihat dia dan tiga monster terkuat lainnya dalam keadaan terkepung.


Arrrrghhhhh


Raungan pilu terdengar dari mulut salah satu monster yang berhasil dibunuh kelompok Arya. Setelah berhasil membunuh monster musuhnya empat anggota kelompok membagi menjadi dua dan segera membantu dua kelompok lainnya.


Sekarang tersisa Jenderal Goblin Uraka sendirian bertarung melawan empat orang.


Melihat tiga monster terkuat yang menjadi bawahannya mati membuat Jenderal Goblin Uraka menjadi semakin tertekan. Dia tidak menyangka manusia yang sebelumnya dipandang remeh ternyata memiliki kekuatan dan kepintaran yang luar biasa. Jenderal Goblin Uraka merasa menyesal telah memandang remeh musuh dan terjebak dalam emosi.


Yang ada dalam pikiran Jenderal Goblin Uraka sekarang adalah bagaimana caranya agar dirinya dapat lolos dari kepungan dengan selamat. Baginya yang terpenting saat ini adalah mencari cara untuk tetap hidup.


Jenderal Goblin Uraka berusaha keras membuka jalan agar dapat melarikan diri dari kepungan. Tetapi Arya sudah bisa membaca apa yang dipikirkan Jenderal Goblin Uraka.


Karena memikirkan cara untuk melarikan diri membuat Jenderal Goblin Uraka menjadi kurang fokus. Saat dirinya mencoba menahan serangan pedang dari Guru pendamping yang menyasar pinggang kirinya dengan gada yang telah berpindah pada tangan kirinya.


'bang!!'

__ADS_1


Suara benturan logam terdengar keras. Guru pendamping terpental lima langkah kebelakang. Sementara Jenderal Goblin Uraka terjajar satu langkah kekanan. Posisinya masih belum stabil datang sebuah tendangan dari kaki kanan petugas pendamping menyasar kearah perut.


Dalam posisi yang sulit Jenderal Goblin Uraka membungkukkan tubuh dan mengangkat tangan kanan sejajar bahu untuk menahan tendangan, saat dirinya mengangkat tangan bagian bawah lengan yang tidak terlindungi armour menjadi terbuka.


Melihat celah Arya melancarkan serangan jurus Pedang Telunjuk menyasar bagian tubuh Jenderal Goblin Uraka yang terbuka. Selarik sinar bewarna biru keluar dari jari telunjuk Arya seperti tembakan sinar laser.


'Daak'


Jenderal Goblin Uraka berhasil menangkis tendangan petugas pendamping tanpa bergerak dari posisinya. Sementara petugas pendamping merasakan sakit pada kakinya yang digunakan untuk menendang. Petugas pendamping segera melompat mundur dengan kaki sedikit pincang.


'Slash' 'Besh' 'Aaarrghhhh'


Serangan jarak jauh Arya dengan telak mengenai sasaran. Kali ini Arya mengerahkan energi qi sebesar dua puluh ribu douqi dalam jurusnya. Kekuatan sebesar itu setara dengan damage sebesar lima puluh nanqi. Hampir mendekati damage dari tembakan meriam energi Battle Tank yang memiliki damage lima puluh enam nanqi.


Jenderal Goblin Uraka terpental beberapa meter, lengan kanannya hancur terkena serangan Arya. Meskipun terluka sangat parah dan kehilangan tangan kanannya, Jenderal Goblin Uraka masih mampu bertahan. Perlahan dirinya bangkit dengan posisi berlutut ditopang gada ditangan kirinya. Nafasnya tersengal berat.


"Tembak" kata Arya


Sebelumnya melalui alat komunikasi Arya meminta Andika dan lima anggota Pringgodani Skuat lainnya untuk mengambil posisi yang tepat dan bersiap dengan senapan energi. Mereka diminta untuk membidik Jenderal Goblin Uraka dan menembak setelah Arya memberi kode.


Dan Arya sudah memberikan kodenya. Enam larik sinar meluncur dari senapan energi menuju Jenderal Goblin Uraka yang masih dalam keadaan berlutut.


Enam sinar menghantam telak tubuh Jenderal Goblin Uraka. Dia sudah tidak bisa menghindar karena sudah terlalu banyak hilang kekuatannya. Jenderal Goblin Uraka hanya mengangkat gada dengan tangan kiri kedepan wajah untuk melindungi kepalanya. Tapi itu tidak mampu menghentikan laju enam sinar menghantam tubuhnya.


Setelah ledakan keras, tubuh Jenderal Goblin Uraka kembali terpental. Gada miliknya terpental entah kemana. Kondisinya kini sudah benar benar sangat memprihatinkan. Helm pelindung kepalanya terlepas memperlihatkan kepala tanpa rambut. Armour yang dikenakan tampak penyok dibeberapa titik.


Namun serangan dahsyat itu belum juga mampu membuat Jenderal Goblin Uraka mati. Ketahanan fisik jenderal monster ini benar benar luar biasa.


Meski masih hidup Jenderal Goblin Uraka sudah sangat lemah. Bahkan untuk bangkit duduk pun sudah tidak bisa dia lakukan.

__ADS_1


Arya melompat menghampiri Jenderal Goblin Uraka yang terbaring ditanah. Dengan satu ayunan pedang Arya menghabisi Jenderal Goblin Uraka.


__ADS_2