
"Sekarang aku akan menjelaskan kepadamu tentang peralatan yang dibutuhkan dan cara menggunakannya" kata Guru Besar Isnu
"Tapi perlu diketahui metode pembuatan obat yang akan kita lakukan merupakan paduan dari metode pembuatan obat kuno dengan metode pembuatan obat modern"
"Dengan ini tingkat keberhasilan pembuatan obat menjadi lebih besar" lanjut Guru Besar Isnu menjelaskan
"Dengan menggunakan metode ilmiah modern maka metode pembuatan obat dimulai dari menentukan takaran dari bahan obat, kemudian memurnikan bahan obat, dan langkah terakhir menyatukan esensi dari setiap bahan obat"
"Pertama kita harus menentukan takaran yang tepat dari bahan obat untuk itu kita akan menggunakan alat timbangan ini" kata Guru Besar Isnu sambil menunjukan alat yang dimaksud
"Selanjutnya adalah memurnikan bahan obat, tidak seluruh bahan obat dapat kita gunakan, kita hanya akan mengambil esensi dari bahan obat tersebut yang paling berjumlah lima sampai sepuluh persen dari bahan obat"
"Untuk memurnikan bahan obat kita dapat menggunakan berbagai macam alat, kalau dizaman dulu seorang alchemist akan menggunakan tungku obat untuk membantu memurnikan bahan obat, tapi metode ini mengharuskan alchemist memilki simpanan qi yang sangat besar dan teknik pengendalian jiwa dan pikiran yang kuat"
"Metode itu kurang efisien dan tingkat keberhasilannya juga rendah"
"Dengan menggunakan peralatan modern yang telah sedikit dimodifikasi akan meningkatkan keberhasilan dan juga tidak menghabiskan qi sebanyak metode kuno"
"Cara menggunakan alat ini adalah dengan memasukan bahan obat kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan air murni atau aquades sesuai takaran, selanjutnya letakkan kristal energi pada alat dibawah tabung reaksi, masukan energi qi kedalam alat tersebut, setelahnya akan muncul api yang akan memanaskan bahan obat didalam tabung reaksi"
Air murni atau aquades adalah air yang didapat dari hasil penyulingan air biasa. Aquades tersusun dari Hidrogen dan Oksigen tanpa ada tambahan zat lain. Aquades biasa digunakan dalam laboratorium sebagai bahan pelarut atau pencampur bahan bahan lain.
"Setiap bahan obat memiliki panas yang berbeda untuk dapat membuatnya mencair, ini disebut dengan titik lebur"
"Agar dapat menghasilkan suhu yang sesuai dengan titik lebur yang dibutuhkan bahan obat adalah dengan mengendalikan jumlah qi yang dimasukkan kedalam alat ini, semakin besar qi yang dimasukkan akan semakin tinggi suhu yang dihasilkan"
"Tapi tidak hanya itu saja, dibutuhkan juga kontrol pada jumlah qi yang disalurkan agar tetap stabil, tidak naik dan turun tiba tiba, inilah yang paling sulit dilakukan"
"Bahan obat yang telah mencair akan menguap dan mengalir melalui pipa ini" kata Guru Besar Isnu sambil menunjukkan bagian peralatan yang disebutkannya
"Karena setiap bagian bahan obat memiliki titik cair yang berbeda maka dengan sendirinya kotoran dan esensi bahan obat akan terpisah dan kemudian akan ditampung dalam wadah wadah ini"
"Setelah kita dapatkan esensi dari bahan obat baru kemudian akan kita campur dengan esensi bahan obat lainnya"
"Satu jenis obat itu terdiri dari beberapa esensi bahan obat yang kemudian dijadikan satu"
"Untuk menyatukan esensi bahan obat kita menggunakan alat ini yang disebut tungku penyatuan"
"Cara menggunakannya sama dengan menggunakan alat penyulingan tadi kita hanya perlu memasukkan kristal energi dan kemudian menyalurkan qi kedalam alat ini"
"Suhu yang tepat akan menyatukan beberapa esensi bahan obat menjadi larutan obat yang disebut potion, dan ini sudah dapat kita gunakan"
"Namun jika kita ingin meningkatkan efektifitas larutan obat tadi kita dapat mengubahnya menjadi pil obat"
__ADS_1
"Caranya dengan mengalirkan energi qi langsung kedalam larutan obat untuk membuatnya menjadi padat"
"Jika berhasil maka kita akan mendapatkan beberapa pil obat" kata Guru Besar Isnu
"Sampai disini apakah anaknda sudah mengerti?" tanya Guru Besar Isnu
"Jadi menurut murid yang terpenting dari penjelasan Guru Besar tadi adalah tentang kontrol atau pengendalian qi yang kita salurkan" kata Arya
"Kita harus menjaga agar qi yang kita salurkan tetap stabil selama proses" lanjutnya
"Ya ... ya benar begitu, berarti anaknda sudah memahami inti dari proses ini" kata Guru Besar Isnu
Guru Besar Isnu merasa sangat puas dengan pemahaman Arya padahal ini merupakan pelajaran pertamanya dalam pembuatan obat.
"Agar kamu bisa lebih memahami proses ini maka sebaiknya langsung dipraktekkan"
"Ini adalah resep obat potion energi tingkat dasar, coba anaknda buat" kata Guru Besar Isnu sambil menyerahkan selembar kertas resep obat
Arya menerima resep itu dan kemudian membacanya. Kemudian Arya mengumpulkan bahan bahan obat sesuai dengan catatan resep itu.
Arya mulai mengambil bahan bahan obat dari rak penyimpanan. Setelah semuanya terkumpul Arya menyusun sesuai dengan urutan yang ada diresep. Selanjutnya Arya menimbang bahan bahan obat tersebut untuk mengambil bahan obat sesuai dengan takaran yang telah ditentukan didalam resep.
Kemudian Arya mengambil mangkok khusus yang biasa digunakan untuk menghaluskan obat. Bahan bahan obat itu dihaluskan satu persatu dengan tujuan agar lebih mudah mencair saat dimasukkan kedalam tabung reaksi.
Arya mengambil batu kristal miliknya dan memasukkannya kedalam alat pemanas. Setelah itu Arya bersiap untuk menyalakan alat itu dengan menyalurkan qi miliknya. Arya mengambil nafas dalam beberapa kali dan berusaha menenangkan diri agar lebih fokus.
Perlahan lahan Arya mulai menyalurkan qi miliknya kedalam alat itu. Sedikit demi sedikit Arya menambahkan qi yang disalurkannya. Setelah merasa qi yang dialirkannya cukup, Arya mulai berkonsentrasi untuk menjaga agar qi yang dialirkan tetap stabil.
Air didalam tabung reaksi mulai mendidih dan sedikit demi sedikit mulai menguap. Uap air kemudian mengalir melalui pipa pendingin dan mengembun dalam dua wadah terpisah. Satu wadah berisi bagian bahan obat yang tidak dibutuhkan atau disebut dengan kotoran, satu wadah lagi berisi esensi bahan obat.
Dalam satu kali percobaan Arya berhasil memurnikan bahan obat untuk mendapatkan esensinya. Tubuh Arya dipenuhi keringat karena dia sudah berusaha sangat keras untuk menjaga fokus dan konsentrasinya agar qi yang dialirkan tetap stabil.
Arya merasakan kalau badannya sangat lelah sekali, padahal ini baru bahan yang pertama, masih ada beberapa bahan lagi yang harus dimurnikan.
"Kalau badanmu terasa lelah beristirahatlah dulu baru kemudian lanjutkan" kata Guru Besar Isnu
"Tidak baik memaksakan diri, dan jikapun dipaksakan maka hasilnya akan menjadi kurang sempurna" lanjut Guru Besar Isnu
"Murid mendengarkan" jawab Arya dan kemudian beristirahat
"Hanya satu kali percobaan dan dia sudah berhasil memurnikan bahan obat, anak ini benar benar sesuatu" kata Guru Besar Isnu yang tidak berhenti mengagumi Arya
Setelah beristirahat sebentar Arya melanjutkan memurnikan bahan obat berikutnya. Arya mengulangi langkah langkah pemurnian bahan obat yang sebelumnya, setelah berhasil memurnikan bahan obat itu maka Arya akan beristirahat sebentar. Begitu selanjutnya berulang ulang sampai semua bahan obat berhasil dimurnikan.
__ADS_1
Arya merasakan badannya sangat lelah sekali. Untuk itu Arya meminta izin kepada Guru Besar Isnu untuk memulihkan dirinya sebentar sekaligus Arya bermaksud menyerap energi qi untuk mengganti energi qi yang telah digunakan.
Arya mengambil tempat di sudut ruangan, kemudian duduk bersila dilantai. Arya mengeluarkan batu kristal miliknya. Selanjutnya Arya menggunakan teknik yang didapat dari Kitab Sastrajendra untuk menyerap energi qi dari kristal energi.
"Apa !!!! ... anak ini sudah mampu menguasai teknik Sembilan Aji meskipun itu hanya bagian pertamanya saja" gumam Guru Besar Isnu terkejut
"Wajar saja kalau levelnya sudah cukup tinggi dibanding anak seusianya"
Setengah jam berlalu, Arya pun selesai menyerap kristal energi. Arya merasa tubuhnya kembali segar dan energi qi dalam dantian sudah terisi kembali.
"Tinggal langkah terakhir, menyatukan semua esensi bahan obat menjadi satu larutan" kata Arya dalam hati
"Murid telah siap Guru Besar" kata Arya
"Ya lakukanlah" kata Guru Besar Isnu sambil menganggukan kepala
Arya mencampur semua esensi bahan obat kedalam satu wadah. Menyalakan kembali alat pemanas dengan mengalirkan energi qi kedalamnya. Arya terus mengalirkan qi hingga mencapai suhu yang ditentukan. Arya tetap menjaga aliran qi agar suhu tetap stabil, selanjutnya Arya mengalirkan qi kedalam larutan esensi obat. Keduanya harus dilakukan bersamaan, membuatnya sulit untuk dilakukan. Butuh fokus dan konsentrasi yang tinggi. Sedikit saja kesalahan maka potion akan gagal terbentuk.
Keringat mulai muncul, Arya berusaha keras menjaga fokus dan konsentrasinya.
"Hah benar benar sulit harus mengendalikan dua aliran qi dalam waktu yang bersamaan" gumam Arya
Larutan obat didalam wadah kaca mulai mendidih dan perlahan berubah warna menjadi agak kebiruan. Dalam suhu yang tinggi perlahan beberapa esensi bahan obat yang berbeda mulai menyatu. Energi qi yang dialirkan kedalamnya diserap oleh esensi bahan obat dan membantu proses pengikatannya.
Energi qi yang dialirkan kedalam qi harus cukup besarannya tidak boleh kurang. Karena kalau kurang proses penyatuan menjadi lebih lama bahkan kemungkinan besar gagal. Dan potion yang dihasilkan berkualitas rendah dengan sedikit kandungan qi.
Setengah jam lagi waktu berlalu dan akhirnya Arya berhasil membuat potion pertamanya. Tampak larutan potion bewarna biru terang dengan sedikit cahaya didalam wadah kaca.
"Ah aku berhasil" kata Arya senang meski merasakan kalau badannya sangat lelah
"Anak ini berhasil membuat potion energi berkualitas tinggi pada percobaan pertamanya" kata Guru Besar Isnu
"Selamat anaknda, ini merupakan awalan yang bagus buat dirimu menapaki jalan menjadi seorang alchemist" puji Guru Besar Isnu
"Terima kasih Guru Besar, semua ini berkat bimbingan dari Guru Besar" kata Arya
"Selanjutnya anaknda perlu melatih lebih banyak dengan membuat beberapa potion jenis lain, baru setelah itu mulai membuat pil obat" kata Guru Besar Isnu
"Jangan terburu buru, perkuat saja pondasinya terlebih dahulu" lanjut Guru Besar Isnu
"Murid mendengarkan Guru Besar" kata Arya
Dari percobaan pertamanya Arya berhasil menghasilkan larutan potion sebanyak lima puluh mililiter yang kemudian dibagi menjadi lima bagian masing masing sepuluh mililiter dan dimasukan kedalam wadah khusus yang terbuat dari kaca.
__ADS_1