Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Berlatih Menjadi Alchemist


__ADS_3

Sudah dua minggu Arya bersama Arini dan Guru Rita sebagai pengawasnya menerjemahkan Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara. Sudah hampir sepertiga dari keseluruhan isi kitab yang berhasil diterjemahkan.


Semakin sering digunakan kemampuan misterius Arya yang diperolehnya secara tidak sengaja saat membuka Kitab Sastrajendra menjadi semakin terasah. Dengan kemampuannya itu membuat Arya dengan sangat mudah mempelajari dan memahami aneka jenis aksara dan bahasa kuno.


Aryapun akan sulit jika diminta untuk menjelaskan darimana kemampuannya ini berasal. Hanya lima orang di Akademi yang mengetahui kemampuan Arya ini. Mereka tidak peduli bagaimana Arya mendapatkan kemampuannya. Yang terpenting saat ini adalah melenyapkan monster dari bumi dengan segala daya dan upaya.


Ternyata saat dihadapkan dengan ancaman kepunahan ras manusia yang biasanya sulit untuk disatukan kini dapat dengan mudah bersatu. Tidak ada lagi ditemui konflik antar manusia. Manusia sudah tidak lagi memandang perbedaan asal usul dan latar belakang. Bahkan kekuasaan yang biasanya selalu menjadi rebutan kini tidak lagi.


Manusia saat ini akan menerima siapapun yang dianggap layak dan mampu memimpin mereka melewati masa masa sulit. Tidak ada lagi intrik intrik politik untuk menjatuhkan seseorang dari jabatan yang dipegangnya. Yang ada malah mereka rela melepas kedudukannya jika ada orang yang lebih baik.


Yang manusia pahami pada masa sulit ini percuma saja berkuasa namun pada akhirnya punah.


Meskipun negara masih ada namun batas antar negara menjadi abu abu. Pemerintahan tidak serta merta lenyap tapi justru sangat dibutuhkan dan diperkuat.


Pemerintahan antar negara tidak pernah membahas batas batas wilayah. Pemerintahan setiap negara merasa lebih penting membangun jalinan kerjasama lintas negara. Kerjasama yang meliputi segala bidang.


Saat wilayah suatu negara membutuhkan bantuan maka wilayah terdekat yang meskipun berbeda negara akan segera memberikan bantuan.


Untuk mempermudah segala jenis transaksi penggunaan mata uang berbeda dari setiap negara telah dihapuskan. Yang ada sekarang adalah mata uang global yang dapat diterima dimanapun diseluruh dunia.


Harga harga bahan pokokpun diatur dengan sedemikian ketat agar tidak terjadi lonjakan harga.


Bencana yang terjadi ternyata benar benar membuat manusia menjadi humanis. Rasa Kemanusiaan tumbuh semakin kuat.


Sulit dibayangkan jika manusia yang biasanya dapat saling membunuh berbalik berubah menjadi mahkluk yang paling menyayangi sesamanya.


Setelah dua minggu ini Arya bermaksud menjalankan rencananya untuk berlatih menjadi seorang alchemist. Meskipun dari pekerjaannya sekarang Arya sudah mampu menghasilkan uang yang lumayan besar tapi itu belum cukup untuk meningkatkan kekuatannya dengan cepat.


Untuk meningkatkan kekuatan memang butuh proses. Tidak hanya dengan latihan teknik dan jurus saja juga dibutuhkan asupan ramuan dan obat obatan yang dapat membantu menambah kecepatan kultivasi.


Dan untuk membeli ramuan dan obat obatan membutuhkan biaya yang sangat besar.


Karena dorongan itulah Arya berkeinginan menjadi seorang alchemist. Alasan lainnya obat yang dihasilkan seorang alchemist dapat membantu tidak hanya kultivator tapi juga orang biasa.


Arya menguatkan tekadnya, ia ingin berbicara dengan Guru Rita untuk memberikan bayaran atas pekerjaannya selama dua minggu ini. Uang itu rencananya akan Arya gunakan untuk membeli bahan bahan pembuatan potion dan pil obat.


Setelah pekerjaan menerjemahkannya hari ini selesai Arya memberanikan diri berbicara dengan Guru Rita.


"Guru Rita, mohon maaf sebelumnya" kata Arya memulai pembicaraan


Guru Rita menghentikan pekerjaannya dan menatap wajah Arya.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda" kata Arya


"Ya ya aku mendengarkan, silahkan kamu ceritakan" kata Guru Rita penasaran


"Emmmm, begini Guru Rita ..... bisakah saya mengambil bayaran saya lebih dahulu" kata Arya gugup


"Ha ha ha ha hanya itu aku kira ada apa" kata Guru Rita

__ADS_1


"Kalau boleh aku tahu untuk apa uang itu" tanya Guru Rita


"Tapi kalau kamu tidak ingin menjawabnya juga tidak masalah karena itu memang sudah milikmu"


"Tenang saja sekarang juga aku akan memberikannya" kata Guru Rita


"Aku ingin berlatih membuat obat" kata Arya jujur


"Uang itu nantinya akan aku belikan bahan bahan untuk membuat obat" lanjut Arya


"Kamu ingin membuat obat" tanya Guru Rita terkejut


"Ha ha ha ha kalau begitu kamu tenang saja aku akan sepenuhnya membantumu" kata Guru Rita setelah keterkejutannya hilang


"Anak ini benar benar sesuatu" gumam Guru Rita dalam hati


"Setelah ini aku akan membawa dirimu menemui Guru Besar Isnu" kata Guru Rita


Arya menunggu Guru Rita merapikan kerjaannya. Tidak berapa lama Guru Rita pun selesai.


"Ayo kita berangkat menemui Guru Besar Isnu" kata Guru Rita


"Ouh aku hampir saja lupa, ini bayaran yang kamu minta" kata Guru Rita sambil mendekatkan jam tangan miliknya ke jam tangan milik Arya


Setelah keduanya terhubung Guru Rita kemudian memasukan jumlah uang yang akan ditransfer dan dilanjutkan dengan konfirmasi pembayaran. Setelah menekan tombol ya pada layar jam tangan maka uang pun langsung terkirim.


Terdengar dua kali bunyi notifikasi. Satu berasal dari jam tangan milik Guru Rita satunya lagi milik Arya.


"Terima kasih Guru Rita, uangnya sudah masuk" kata Guru Rita


Guru Rita tersenyum dan mengangguk.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai diruangan Guru Besar Isnu


Tok tok tok


"Ya masuk"


Guru Rita dan Arya pun masuk kedalam ruangan kerja.


"Oh ternyata kalian, mari silahkan duduk" kata Guru Besar Isnu


"Terima kasih Guru Besar" jawab Guru Rita dan Arya serempak


"Hmmm bagaimana kabar kalian, sudah beberapa hari ini kita tidak bertemu" kata Guru Besar Isnu


"Kami baik baik saja Guru Besar" jawab Guru Rita sekaligus mewakili Arya


"Kebetulan sekali kalian kemari, aku baru saja pulang dari menjalankan misi di daerah selatan" kata Guru Besar Isnu

__ADS_1


"Tampaknya monster monster itu sedang menyusun kekuatan mereka kembali" lanjut Guru Besar Isnu


"Melihat perkembangan yang ada aku mengira mereka akan sampai dipuncak kekuatannya sekitar empat sampai lima tahun lagi"


"Menurut hasil pengamatan intelejen monster monster yang ada dibumi saat ini sedang mengumpulkan pasukan untuk mengacaukan konsentrasi kita sambil menunggu pasukan utama mereka yang akan datang melalui gerbang dimensi" kata Guru Besar Isnu


"Saat ini Guru Besar Mahesa sedang mengikuti pertemuan dengan para pemimpin seluruh dunia membahas hal tersebut"


"He eh lah kok aku malah yang bercerita ya, maaf maaf" kata Guru Besar Isnu


"Ada keperluan apa Guru Rita dan anaknda Arya menemuiku" tanya Guru Besar Isnu dengan lembut


"Ini mengenai Arya Guru Besar tapi sebaiknya biar Arya saja langsung yang menyampaikannya sendiri" kata Guru Rita


"Ayo Arya sampaikan saja apa yang menjadi tujuanmu kepada Guru Besar" kata Guru Rita kepada Arya


"Ya ya silahkan anaknda aku akan mendengarkannya" kata Guru Besar Isnu sambil mengangguk anggukan kepala


"Begini Guru Besar .......... anaknda ingin berlatih menjadi alchemist" kata Arya langsung ke poin pentingnya


"Ha ha ha ha ha ha" Guru Besar Isnu tertawa senang mendengar apa yang Arya katakan


"Aku tidak menyangka kalau anaknda ingin menjadi alchemist" kata Guru Besar Isnu


"Tentu aku senang mendengarnya" lanjut Guru Besar Isnu


Guru Besar Isnu merasa senang sekali mendengar Arya yang ingin belajar menjadi seorang alchemist. Menurut Guru Besar Isnu Arya adalah seorang anak yang istimewa. Penuh dengan bakat dan potensi masa depan di dunia kultivator yang tak terbatas.


"Tapi sebelumnya aku ingin mendengar langsung apa yang membuatmu ingin belajar alchemist" tanya Guru Besar Isnu


"Anaknda ingin menjadi kuat agar bisa memerangi dan melenyapkan para monster, dan anaknda paham untuk mencapai tujuan itu tidaklah mudah" kata Arya


"Untuk menjadi kuat harus melalui sebuah proses yang sulit tidak hanya cukup dengan pelatihan pelatihan fisik maupun penguasaan berbagai teknik dan metode kultivasi tapi juga membutuhkan sumber daya seperti poison dan pil obat serta bahan lainnya yang tidak sedikit" lanjut Arya


"Untuk itu anaknda ingin menjadi seorang alchemist yang nantinya dapat membuat poison dan pil obat yang tidak hanya bermanfaat bagi diri anaknda sendiri tapi juga dapat bermanfaat bagi yang lain" kata Arya


Guru Besar Isnu mengangguk anggukan kepala sambil tersenyum mendengar jawaban Arya. Guru Besar Isnu tidak menyangka seorang anak berusia sebelas tahun mampu memberikan jawaban seperti itu. Dirinya semakin yakin kalau Arya adalah anak yang istimewa.


"Baiklah aku setuju denganmu anaknda" kata Guru Besar Isnu


"Aku yang akan membimbingmu langsung, meskipun itu tidak setiap hari aku dapat melakukannya"


"Terima kasih Guru Besar, murid memberi hormat" kata Arya yang kemudian langsung berdiri tegak dari duduknya dan kemudian membungkukkan badan memberi hormat


"Aku terima hormatmu, duduklah kembali" kata Guru Besar Isnu


"Terima kasih Guru Besar" kata Arya dengan wajah dipenuhi kesenangan dan kemudian duduk kembali


"Tiga hari dari sekarang temui pukul sembilan pagi aku di paviliun obat" kata Guru Besar Isnu

__ADS_1


__ADS_2