
"Untuk itulah pada kesempatan pertemuan ini kami mengharap jika ada siswa siswa potensial yang tertarik mendalami teknik mesin dari Akademi Garuda Sakti yang mau bergabung dengan divisi yang saya pimpin" kata Profesor Ahli Mesin
"Ditambah lagi mereka adalah seorang kultivator yang membuat semua pekerjaan ini menjadi sedikit lebih mudah, karena semua yang kami buat berbeda dengan persenjataan dan peralatan militer konvensional, persenjataan dan peralatan militer yang kami buat saat ini berbasis konsep energi qi" lanjut Profesor Ahli Mesin
"Ya ya saya sangat memahami hal itu" kata Guru Besar Mahesa menanggapi Profesor Ahli Mesin
"Kami disini juga membuat aneka jenis senjata dengan konsep energi qi bedanya senjata yang kami buat disini hanya diperuntukan bagi mereka yang dapat berkultivasi saja tidak untuk orang biasa"
"Sesuai dengan tujuan pendirian Akademi Garuda Sakti yaitu untuk mendidik anak anak yang beruntung mendapatkan berkah kebangkitan menjadi seorang kultivator kuat yang akan menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan monster"
"Meskipun kami kultivator tapi kami juga seorang prajurit, jadi untuk permintaan Profesor kami dengan senang hati menyambutnya"
"Segera akan kami kirimkan siswa siswa yang berbakat dibidang penempaan untuk bekerjasama dengan divisi yang Profesor pimpin" kata Guru Besar Mahesa
"Ha ha ha saya sangat senang mendengar hal ini, pertemuan kali ini sangat berarti dan segera saya akan laporkan kepada pimpinan tertinggi" kata Menteri Pertahanan
"Sebelum pertemuan ini ditutup apakah ada hal lain yang perlu dibahas" Menteri Pertahanan bertanya kepada peserta rapat
"Ada yang saya ingin sampaikan" kata Profesor Ahli Kesehatan
"Bidang kesehatan kita juga mengalami dampak buruk akibat perang melawan monster"
"Banyak fasilitas kesehatan yang hancur berikut fasilitas industri obat"
"Cadangan obat obatan yang kita miliki saat ini berada pada titik terendah, bahkan untuk obat luka saja persediaan yang kita miliki sangat terbatas"
"Kendala terbesar yang dihadapi industri obat modern adalah kelangkaan bahan baku, tidak tersedianya fasilitas industri obat modern yang layak serta tenaga ahli dan terampil banyak yang tewas ataupun hilang"
"Kami mendengar dan menyaksikan sendiri kalau ada obat obatan yang dibuat oleh kultivator yang sebenarnya ditujukan untuk sesama kultivator ternyata juga dapat digunakan oleh orang biasa dengan hasil yang bahkan berkali lipat dari obat modern"
"Sebelumnya saya juga telah membicarakan hal ini dengan Menteri Kesehatan dan beliau setuju dan memberikan izin kepada saya untuk melakukan kerjasama dengan kultivator dalam hal pengembangan obat, bersama saya juga ada Profesor Ahli Kimia yang sepakat untuk bekerja bersama" kata Profesor Ahli Kesehatan panjang lebar
"Ya ya saya juga sependapat mengenai hal itu, bagaimana dengan Guru Besar Mahesa" tanya Menteri Pertahanan
"Mungkin Guru Besar Isnu yang lebih tepat untuk menjelaskan hal ini, karena beliau adalah seorang alchemist" kata Guru Besar Mahesa
"Saya sependapat dengan Profesor, sebenarnya kami juga sudah berencana untuk mendiskusikan hal ini dengan pihak kementerian kesehatan" kata Guru Besar Isnu memulai pembicaraan
"Selama beberapa tahun terakhir kami telah melakukan penelitian tentang pembuatan obat obatan yang dibutuhkan oleh seorang kultivator dalam latihan kultivasi mereka berdasarkan referensi dari kitab kitab kuno yang berhasil kami terjemahkan"
"Ternyata ada sebagian dari obat obatan itu juga dapat digunakan oleh orang biasa"
"Obat obatan itu dibuat dari bahan bahan alami khusus yang memiliki kandungan energi didalamnya dan metode pembuatannya pun bisa dibilang jauh lebih sederhana dari pembuatan obat modern"
"Yang membedakan adalah dalam pembuatan obat kami memasukan energi qi pada setiap proses pembuatannya sehingga obat yang dihasilkan akan memiliki energi qi didalamnya"
"Kami tentunya sangat mendukung kerjasama ini, memadukan pembuatan obat modern dengan pembuatan obat tradisional mudah mudahan akan menghasilkan sesuatu yang bagus nantinya, sama seperti padawaktu pertama kali senapan energi tercipta" kata Guru Besar Isnu
__ADS_1
"Maaf Guru Besar Isnu saya menyela pembicaraan anda" kata Profesor Ahli Sejarah
"Tadi Guru Besar menyebutkan kalau telah menerjemahkan beberapa kitab kuno, benar begitu" tanya Profesor Ahli Sejarah
"Ya benar kami sudah berhasil menerjemahkan beberapa kitab kuno" jawab Guru Besar Isnu
"Ha ha ha kalau begitu kita juga dapat bekerjasama karena kami juga menemukan beberapa perkamen kuno yang belum bisa kami terjemahkan, dan kami yakin perkamen ini berisi informasi penting tentang monster" kata Profesor Ahli Sejarah
Profesor Ahli Sejarah kemudian meminta Asistennya untuk menampilkan gambar hasil pemindaian perkamen kuno pada layar informasi agar dapat dilihat oleh seluruh peserta rapat.
"Dari hasil uji karbon didapatkan usia perkamen kuno tersebut sekitar delapan ribu tahun" kata Profesor Ahli Sejarah menjelaskan
Arya melihat layar presentasi dimana gambar perkamen kuno ditayangkan. Arya memejamkan matanya sebentar mencoba menemukan informasi mengenai aksara dan bahasa kuno yang digunakan pada perkamen kuno dengan kemampuan misterius miliknya. Beberapa saat kemudian Arya berhasil menemukannya dan Arya perlahan lahan menerjemahkan isi dari perkamen kuno itu dan mencatatnya dalam selembar kertas.
"Guru Besar Isnu" kata Arya memanggil Guru Besar Isnu setengah berbisik
Guru Besar Isnu menoleh kearah Arya dan dengan segera Arya menyerahkan selembar kertas berisi terjemahan perkamen kuno. Guru Besar Isnu mengangguk paham dengan tingkah murid anehnya ini. Sambil tersenyum Guru Besar Isnu menerima lembaran kertas dari tangan Arya dan kemudian membaca tulisan didalamnya.
"Ini ..... " Guru Besar Isnu sedikit terkejut dan kembali menoleh ke Arya, Arya hanya mengangguk dan tersenyum
Tidak ada yang memperhatikan apa yang dilakukan oleh Arya dan Guru Besar Isnu karena semuanya masih fokus melihat gambar perkamen kuno dilayar. Setelah beberapa saat barulah peserta rapat kembali pada pembicaraan.
"Bagaimana Guru Besar Isnu pendapat anda tentang perkamen kuno ini" tanya Profesor Ahli Sejarah
"Ya ya, benar apa yang Profesor katakan tadi kalau usia perkamen kuno ini sangat tua, kalau tidak salah berusia sekitar delapan ribu tahun" kata Guru Besar Isnu
"Ba ... bagaimana Guru Besar tahu" kata Profesor Ahli Sejarah terkejut
"Karena aksara dan bahasa yang digunakan dalam perkamen kuno itu adalah milik dari suku kuno yang pernah mendiami daerah tersebut" jawab Guru Besar Isnu
"Itu jauh lebih tua dari kisah perang besar Bharatayuda di padang kurusetra"
"Dan sepertinya perang besar Bharatayuda juga ada hubungannya dengan monster" lanjutnya
"Kalau tidak salah ada sebagian dari kisah perang tersebut yang menceritakan mahkluk mahkluk berwujud manusia raksasa dan mahkluk mitologi lain, juga ada gambaran pertempuran dengan aneka senjata aneh dengan daya hancur yang mengerikan, mungkinkah kisah itu adalah gambaran pertempuran manusia melawan monster"
"Isi perkamen kuno yang Profesor tampilkan bercerita tentang kemunculan dewa jahat ke alam manusia" kata Guru Besar Isnu menjelaskan
"Dan ini terjemahannya" kata Guru Besar Isnu menunjukkan selembar kertas dari Arya
'Saya yakin perkamen kuno ini terdiri dari beberapa bagian dan yang profesor tampilkan saat ini adalah salah satunya" lanjut Guru Besar Isnu
"Apa....... Guru Besar Isnu sudah menerjemahkan perkamen kuno itu hanya dalam waktu sebentar saja" gumam Profesor Ahli Sejarah kagum
"Maaf Guru Besar bolehkah saya melihatnya" tanya Profesor Ahli Sejarah
"Silahkan" kata Guru Besar Isnu kemudian meminta Arya untuk mengantarkan kertas itu kepada Profesor Ahli Sejarah
__ADS_1
"Mau kan anaknda mengantarkan kertas ini kepada Profesor yang duduk disana" tanya Guru Besar Isnu dengan lembut
"Tentu saja Guru Besar, murid akan melakukan sesuai yang diminta Guru Besar" jawab Arya
Guru Besar Isnu tersenyum bangga dan merasa sangat senang telah mendapatkan murid seperti Arya.
Arya menyerahkan kertas berisi terjemahan perkamen kuno kepada Profesor Ahli Sejarah yang diterima oleh Profesor Ahli Sejarah dengan hati hati seperti sebuah benda yang tak ternilai.
"Terima kasih" kata Profesor Ahli Sejarah kepada Arya, Arya pun segera kembali ketempat duduknya
Profesor Ahli Sejarah membaca kertas yang berisi terjemahan dari perkamen kuno miliknya.
"Ini ..... ini .... aku tidak akan percaya jika tidak melihatnya langsung" gumam Profesor Ahli Sejarah setelah membaca terjemahan dari perkamen kuno
"Orang itu mampu menerjemahkan perkamen kuno kebahasa kami dengan sangat sempurna" kata Profesor Ahli Sejarah dalam hati
Profesor Ahli Sejarah berdiri dari tempat duduknya dan memberikan penghormatan dengan cara membungkukan sedikit kepala kearah Guru Besar Isnu sebagai bentuk penghargaan atas kemampuan yang dimiliki Guru Besar Isnu.
"Terima kasih Guru Besar" kata Profesor Ahli Sejarah dengan tulus mengucapkan terimakasih
Guru Besar Isnu pun turut berdiri dari tempat duduknya dan melakukan sikap yang sama.
"Jangan terlalu sungkan Profesor saya juga sangat senang bisa membantu" jawab Guru Besar Isnu
"Seharusnya yang menerima penghormatan ini adalah muridku Arya" kata Guru Besar Isnu dalam hati
"Arya maafkan gurumu ini" Guru Besar Isnu mengucap maaf dalam hatinya
"Ha ha ha saya sangat beruntung dan sebuah kehormatan bagi saya dapat bekerja bersama sama dengan orang orang hebat seperti anda semua" kata Menteri Pertahanan
Menteri Pertahanan sangat tersentuh dengan apa yang ditunjukan oleh Guru Besar Isnu dan Profesor Ahli Sejarah. Menteri Pertahanan pun berdiri dari duduknya dan memberikan penghormatan kepada semua peserta rapat.
"Semuanya terima kasih" kata Menteri Pertahanan tulus
Semua peserta rapat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan, mereka tidak menyangka kalau sang Menteri akan melakukan hal seperti itu. Dan satu persatu semua peserta rapat pun berdiri dan membalas penghormatan dari sang Menteri.
"Baiklah baiklah semuanya silahkan duduk kembali" kata Menteri Pertahanan mempersilahkan peserta rapat untuk duduk kembali
"Dalam rapat ini saya dapat nyatakan bahwa Negara kita benar benar sangat beruntung memiliki kalian semua selain hebat juga berdedikasi dan yang terpenting memiliki etika dan moral yang tinggi"
"Dengan keberadaan kalian dan orang orang seperti kalian saya yakin kita akan mampu menghadapi para monster itu" kata Menteri Pertahanan dengan semangat
"Kalau begitu pertemuan ini saya tutup dan segera akan saya laporkan dengan Pemimpin Pemerintahan, dan untuk selanjutnya saya percayakan kepada kalian semuanya"
"Enam bulan dari sekarang kita akan bertemu lagi dan saya akan menghadirkan Kepala Negara dalam pertemuan kita berikutnya" kata Menteri Pertahanan mengakhiri pertemuan
Rapat selesai
__ADS_1