
Tahun ke sepuluh era monster.
Di suatu tempat dalam distrik Wonosobo Propinsi Jawa Tengah Negara Indonesia ada sebuah benteng kecil yang dibangun oleh sekelompok warga. (Kabupaten dan kota disebut distrik dalam novel ini)
Sebelum era monster ada beberapa desa di dekat benteng kecil itu. Tapi sekarang desa desa itu telah hancur lenyap rata dengan tanah akibat serangan monster dan efek senjata nuklir serta bencana alam.
Pada awalnya sekelompok warga membuat tempat perlindungan didalam gua yang ditemukan di salah bukit. Letak gua cukup tersembunyi, dengan ruangan didalam gua yang cukup luas dan terdapat sumber air alami. Di areal depan mulut gua warga membangun tembok batu yang dibuat seadanya.
Beberapa jebakan dibuat disekitar gua. Warga juga melengkapi diri dengan senjata seadanya sebagai alat pertahanan.
Ada panah, tombak kayu dan bom molotov yang dibuat secara sederhana dari botol kaca yang diisi minyak dan diberi sumbu.
Ada juga beberapa pucuk senjata api dan senapan mesin otomatis yang tidak sengaja ditemukan warga berikut amunisinya. Senapan mesin otomatis dengan kaliber sedang didapat warga dari kendaraan militer yang rusak akibat pertempuran melawan monster.
Awalnya sekelompok warga ini berjumlah delapan puluh tiga orang dengan dua puluh satu orang diantaranya adalah wanita dan empat belas orang anak anak.
Kelompok warga ini di pimpin oleh seorang pria berusia tiga puluh dua tahunan bernama Sena. Meski usianya masih cukup pemuda tapi Sena mampu memimpin kelompok warga dengan baik.
Kelompok yang dipimpin Sena bertambah dengan bergabungnya warga dari desa desa sekitar yang berhasil selamat. Kini jumlah total anggota kelompok Sena adalah seratus enam orang.
Sena memilih sebuah areal yang memiliki permukaan tanah rata dengan luas kurang lebih delapan belas hektar. Areal baru yang dipilihnya berada tidak jauh dari lokasi gua tempatnya tinggal saat ini. Lokasi itu juga berada didekat sumber air berupa kali kecil yang mengalir dari arah pegunungan. Tempat ini juga berada di dataran yang lebih tinggi dari sekitarnya sehingga dapat memantau wilayah sekitarnya dengan jelas.
Sena berencana membangun tembok perlindungan menjadi dua area. Area pertama direncanakan sebagai tempat untuk bertani dan beternak. Sedangkan area kedua adalah area utama tempat warga tinggal.
Untuk Area pertama akan dibangun tembok setinggi tiga meter dan tebal dua meter sebagai pertahanan terluar, dibangun juga empat menara pengamatan setinggi lima meter di keempat sudutnya. Satu menara komando dibangun tepat diatas pintu gerbang berada.
Kemudian didalamnya yang juga sebagai batas antara area pertama dan area kedua dibangun tembok setinggi lima meter dengan tebal tiga meter sebagai pertahanan. Pada tembok kedua ini juga dibangun juga menara sebanyak enam buah, empat menara disetiap sudut dan dua buah menara di dua pintu masuk
Area kedua yang merupakan area tempat tinggal rencananya akan mampu menampung sampai dengan enam ratusan orang.
Dengan bergotong royong dan bantuan beberapa peralatan modern yang berhasil mereka temukan benteng tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tujuh belas bulan.
Anggota kelompok Sena pun kini bertambah menjadi tiga ratus delapan puluh empat orang.
Mereka menamakan tempat tinggal mereka sekarang dengan nama Benteng Kecil.
__ADS_1
Dengan area pertanian yang terlindungi mereka dapat menanam beberapa tanaman pangan dengan lebih aman. Mereka juga memelihara beberapa jenis hewan ternak.
Dengan demikian kebutuhan pangan anggota kelompok Sena tercukupi bahkan berlebih. Kelebihan bahan pangan mereka awetkan dan simpan sebagai persiapan untuk saat saat tidak terduga.
Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik mereka menggunakan teknologi yang termasuk kuno. Sumber pembangkit energi listrik berasal dari generator mesin uap yang berbahan bakar kayu.
Bahan bakar minyak menjadi barang yang cukup langka dan sulit didapat. Banyak pertambangan dan pusat pusat penyulingan minyak bumi yang hancur akibat peperangan dengan monster dan bencana alam. Yang menyebabkan bahan bakar minyak menjadi langka dan sulit didapat.
Hampir sebagian besar pusat industri hancur. Perkembangan teknologi mengalami kemunduran. Dampak yang dirasakan oleh manusia selama perang melawan monster berkali kali lipat lebih buruk dari dampak perang dunia kesatu dan kedua yang digabungkan.
Tapi harapan tetap ada. Terbatasnya sumber energi yang selama ini menjadi pilihan utama digantikan pemanfaatan sumber energi baru yang lebih ramah lingkungan.
Sumber energi baru itu berasal dari batu kristal energi yang berada di dalam perut bumi. Dan inti kristal yang berasal dari tubuh monster.
Awalnya kedua jenis kristal energi ini hanya dapat digunakan oleh kultivator untuk meningkatkan level kekuatannya. Namun setelah beberapa tahun melakukan penelitian manusia biasa yang bukan kultivator juga bisa memanfaatkan sumber energi baru ini meski berbeda cara dan kegunaannya dengan kultivator.
Jika kultivator dapat menggunakan langsung batu kristal energi dan inti monster dengan cara menyerap langsung kandungan energi yang tersimpan didalamnya, maka manusia biasa tidak bisa menggunakan cara itu.
Manusia biasa dapat menggunakan batu kristal energi dan inti kristal dengan tidak langsung. Batu kristal energi dan inti kristal monster menjadi amunisi untuk senjata jenis baru. Senjata baru ini berbentuk menyerupai senjata api yang biasa dikenal tapi bedanya tidak menggunakan peluru logam dengan bahan peledak sebagai pemicunya. Senjata ini akan menembakan peluru yang berasal dari energi qi.
Selain untuk persenjataan batu kristal energi dan inti krsital juga digunakan sebagai bahan bakar kendaraan dan pembangkit listrik, meskipun penggunaannya masih sangat terbatas.
Terbatasnya sumber energi fosil membuat mesin mesin dengan teknologi pembakaran dalam seperti mobil, banyak yang tidak dapat beroperasi.
Manusia kembali menggunakan teknologi yang sebelumnya dianggap kuno yaitu teknologi mesin uap dengan menggunakan bahan bakar kayu untuk menghasilkan listrik.
Pembangkit listrik hidrostatis atau tenaga air dan pembangkit listrik tenaga panas bumi menjadi penyuplai energi listrik utama. Disekitar bangunan pembangkit kini dilindungi benteng yang dijaga sepasukan tentara dengan persenjataan lengkap.
Untuk mengurangi kerusakan akibat serangan monster, kabel kabel transmisi listrik yang semula dialirkan pada tower tower tinggi sekarang ditanam didalam tanah.
Jaringan internet benar benar mati total tidak dapat digunakan lagi. Untuk komunikasi jarak jauh kembali menggunakan teknologi analog yang dianggap kuno. Teknologi digital juga hancur tidak dapat digunakan.
Beruntung manusia tidak benar benar kembali ke jaman batu, masih ada beberapa teknologi yang meski kuno tapi masih dapat digunakan.
Fokus utama manusia saat ini adalah bagaimana dapat bertahan dari serangan monster.
__ADS_1
Masalah terbesar lain yang harus dihadapi adalah keterbatasan bahan makanan. Sawah, ladang dan kebun penghasil bahan makanan banyak yang hancur.
Selain itu orang orang tidak dapat dengan bebas bertani di lahan terbuka karena rawan serangan monster.
Lahan pertanian saat ini dilindungi oleh benteng atau pos jaga dengan sepasukan prajurit bersenjata menjaganya.
Banyak kota, wilayah pemukiman, kampung dan desa serta sawah dan perkebunan yang hancur dan tidak terurus bertahun tahun berubah menjadi hutan. Populasi hewan hewan liar meningkat tajam.
Untuk memenuhi kebutuhan akan makanan sebagian orang memburu hewan liar.
Profesi pemburu hewan untuk dikonsumsi menjadi marak dan banyak dijadikan sebagai profesi utama sebagian orang meski memiliki resiko yang sangat besar.
Para pemburu ini bekerja secara berkelompok. Biasanya mereka berburu secara kelompok dengan anggota lebih dari lima orang.
Pemburu hewan berbeda dengan pemburu monster. Jika pemburu hewan adalah orang orang biasa yang berburu binatang liar untuk memenuhi kebutuhan makanan maka pemburu monster biasanya adalah orang orang yang terlatih. Pemburu monster bekerja untuk menjalankan misi membasmi monster.
Perlengkapan dan senjata pemburu monster lebih lengkap dan canggih dibanding pemburu hewan.Pemburu monster juga memiliki sertifikasi keahlian dan pembagian kelas level berdasarkan tingkat kekuatan yang di atur oleh asosiasi pemburu monster resmi.
Sebagian besar pemburu monster tergabung dalam sebuah guild pemburu monster. Namun ada juga pemburu monster solo dan independen yang tidak bergabung dengan guild.
Berbeda dengan para pemburu monster, pemburu binatang liar bergabung didalam sebuah asosiasi pemburu. Tidak ada sistem peringkat disini. Asosiasi hanya mengatur harga pasaran dari daging binatang liar dan membantu mendistribusikan daging daging tersebut kedaerah yang membutuhkan.
Kembali ke kelompok Sena didalam Benteng Kecil. Kelebihan bahan makanan dari hasil panen dan berburu binatang liar sebagian mereka tukar dengan beberapa pucuk senjata energi. Selain menggunakan mata uang transaksi jual beli juga dapat dilakukan dengan cara barter.
Senjata itu berupa senapan energi dan meriam energi. Meskipun senjata energi yang mereka dapat adalah model awal dari senjata energi yang berhasil dibuat manusia itu sudah cukup untuk mereka mempertahankan diri.
Senjata energi buatan manusia terus dikembangkan dan model yang terbaru memiliki damage beberapa kali lebih besar ketimbang model sebelumnya.
Sena dan kelompoknya hanya memiliki beberapa unit senjata energi. Sebagian besar senjata yang mereka miliki adalah senjata tradisional dan ada juga beberapa pucuk senjata konvensional seperti senapan berpeluru.
Untuk menambah damage dari senjata tradisional milik mereka seperti anak panah dan tombak. Sena menggunakan mata panah dan mata tombak yang terbuat dari logam khusus yang mereka temukan tidak jauh dari tempat mereka tinggal.
Mereka tidak tahu nama dan jenis logam itu, yang mereka tahu kalau logam itu jauh lebih keras dan kuat ketimbang besi baja biasa. Dengan keahlian beberapa anggota kelompok dibidang metalurgi, merekapun berhasil membuat mata panah, mata tombak dan beberapa senjata lain dari bahan logam itu.
Dengan tembok tebal dan kokoh serta persenjataan yang lumayan menjadikan Benteng Kecil salah satu tempat yang cukup aman untuk ditinggali.
__ADS_1
Karena alasan inilah warga dari daerah sekitar memilih Benteng Kecil sebagai tempat untuk mereka melanjutkan hidup.