
"Terima kasih Komandan Wira telah membawa anak anak berbakat ini" kata Guru Besar Mahesa berterima kasih
"Sebelas anak yang mendapat berkah kebangkitan dalam satu komunitas kecil, benar benar luar biasa" lanjutnya memuji
"Ya anda benar Guru Besar" jawab Komandan Wira
"Benteng Kecil dan warga yang tinggal didalamnya memang benar benar luar biasa" lanjut Komandan Wira
"Mereka mampu melawan serangan monster dengan kekuatan yang cukup besar untuk mereka hadapi" kata Komandan Wira
"Dengan gagah berani mereka bertempur bertaruh nyawa menghadapi monster dengan persenjataan dan peralatan tempur apa adanya"
"Mereka tidak takut kehilangan nyawa untuk melindungi orang orang yang mereka sayangi, benar benar mental pahlawan sejati"
Guru Besar Mahesa merasa takjub dengan cerita Komandan Wira.
"Sekali lagi terima kasih Komandan Wira" kata Guru Besar Mahesa
Komandan Wira menjawab dengan anggukan kepala.
Kesebelas anak anak itu kemudian diatur dalam barisan terpisah dari barisan pasukan Komandan Wira. Dengan ramah ketiga Guru Besar menghampiri barisan anak anak itu.
"Anak anak sekalian selamat datang di Akademi Garuda Sakti" kata Guru Besar Mahesa mengawali sambutan
"Perkenalkan saya Guru Besar Mahesa Kepala Akademi Garuda Sakti" lanjut Guru Besar Mahesa memperkenalkan diri.
Kemudian Guru Besar Mahesa mengenalkan satu persatu orang orang disisinya. Selanjutnya Guru Besar Mahesa sedikit menceritakan tentang Akademi Garuda Sakti dari sejarah sampai tujuan pendiriannya.
"Selanjutnya nanti Guru Ireng yang akan mengurus dan mengatur penempatan kalian" kata Guru Besar Mahesa setelah selesai memberi penjelasan
Setelah menandatangani beberapa dokumen sebagai bukti telah menyelesaikan tugas, Komandan Wira bersama pasukannya undur diri kembali ke markas mereka yang terletak di area kedua.
Sementara Arya dan anak anak lainnya mengikuti Guru Ireng menuju gedung utama akademi. Tiga orang guru besar dan dua orang guru lainnya kembali ke tempat mereka masing masing.
Didalam sebuah ruangan Arya dan sepuluh anak lainnya sedang didata oleh dua orang staf bawahan Guru Ireng. Mereka mencatat data diri anak anak tersebut seperti nama, usia, nama orang tua dan jenis kelamin.
__ADS_1
Selanjutnya masing masing anak diukur tinggi dan berat badan serta diambil sample darah untuk diketahui jenis golongan darah.
Sidik jari dan retina mata dari anak anak itupun direkam dan kemudian diinput kedalam basis data.
Sekitar tiga puluh menit proses pendataan selesai. Kemudian Guru Ireng membawa anak anak itu menuju asrama siswa. Asrama siswa berada dibagian belakang dari gedung utama dengan bangunan gedung terpisah dari bangunan gedung utama.
Bangunan gedung asrama siswa terdiri dari tiga tingkat. Asrama siswa perempuan terpisah dari asrama laki laki.
Guru Ireng membawa tujuh orang anak laki laki menuju keasrama siswa khusus anak laki laki. Sedangkan empat orang anak perempuan mengikuti Guru Irene menuju asrama khusus anak perempuan.
Guru Irene adalah salah satu guru perempuan yang mengajar di Akademi Garuda Sakti.
Guru Irene seorang praktisi beladiri yang menguasai beberapa teknik beladiri dan olah tenaga dalam. Guru Irene termasuk seorang yang jenius dalam beladiri. Dengan memodifikasi teknik pengolahan tenaga dalam yang dikuasainya Guru Irene mampu menciptakan teknik untuk menyerap qi.
Meskipun seorang perempuan Guru Irene termasuk lima besar orang terkuat di akademi dan perempuan terkuat diakademi.
Guru Ireng membawa anak anak itu kelantai dasar yang merupakan tempat tinggal untuk siswa akademi tahun pertama.
Siswa tahun kedua akan tinggal di lantai kedua dan siswa tahun ketiga akan tinggal dilantai ketiga.
Setelah tahun keempat mereka dinyatakan telah menyelesaikan pendidikan dan diperbolehkan untuk memilih bergabung dengan kesatuan militer atau bergabung dengan guild pemburu dibawah naungan asosiasi pemburu.
Jika bergabung dengan kesatuan militer mereka akan ditempatkan dalam divisi khusus yang beranggotakan kultivator. Mereka akan mendapat gaji dan pendapatan lain yang cukup besar dari pemerintah. Belum lagi fasilitas lain seperti tempat tinggal, asuransi kesehatan dan banyak lagi.
Pendapatan mereka juga ditentukan tingkatan level kultivasi.
Jika memilih bergabung dengan satu guild sebenarnya tidak begitu berbeda bergabung dengan militer. Hanya saja jika mereka bergabung di guild biasanya mereka akan mendapatkan bayaran yang lebih besar.
Di kesatuan militer para kultivator ini akan mendapatkan pendapatan pasti setiap bulannya dengan tambahan bonus di beberapa waktu. Sementara di guild mereka mendapatkan bayaran setelah selesai menjalankan sebuah misi atau dengan cara memburu monster dan kemudian menjual hasil buruannya ke guild atau asosiasi pemburu atau dapat juga ke asosiasi pedagang, dimana ini tidak diperkenankan jika bergabung dengan militer.
Jika bergabung dengan militer kebutuhan kultivator akan sumber daya untuk meningkatkan kultivasi lebih terjamin jika dibandingkan dengan masuk kedalam guild pemburu.
Tidak banyak jumlah siswa yang dilatih dalam Akademi Garuda Sakti. Selain usia akademi yang baru memasuki tahun ketiga juga sangat sulit menemukan anak yang mendapat berkah kebangkitan.
Disatu daerah paling banyak ditemukan dua atau tiga orang anak saja yang mendapat berkah kebangkitan.
__ADS_1
Ada enam puluh tiga siswa yang berada ditahun ketiga. tujuh puluh delapan siswa ditahun kedua dan baru sebelas siswa yang masuk tahun pertama.
Kelompok kelompok seperti Komandan Wira yang ditugaskan mencari anak anak dengan berkah kebangkitan di beberapa daerah masih belum kembali.
Kebetulan daerah yang menjadi tujuan penugasan Komandan Wira berada tidak terlalu jauh dari Distrik Magelang. Dan anak anak yang ditemukan memecahkan rekor jumlah anak dengan berkah kebangkitan yang dapat ditemukan disatu daerah.
Arya ditempatkan bersama dua orang temannnya dalam satu kamar. Arya ditempatkan di kamar 105.
Ruangan kamar itu cukup luas, kamar mandi dan toilet berada didalam. Ada empat buah tempat tidur, dua disisi kanan dan dua lagi disisi kiri.
Empat buah lemari pakaian terletak disamping masing masing tempat tidur. Satu buah meja panjang dengan empat kursi berada ditengah tengah ruangan membagi kamar menjadi dua, sisi sebelah kiri dan sisi sebelah kanan.
Ada perangkat pengatur suhu ruangan membuat ruangan ini dalam kondisi nyaman. Jendela besar dengan kain horden berwarna abu abu keperakan yang dapat dibuka.
Terdapat pemandangan taman kecil yang tertata rapi diluar jendela.
Disetiap meja terdapat beberapa buku. Dimana salah satunya berisi aturan dan informasi umum akademi. Tiga buah buku tulis beserta pena dan satu buku yang menceritakan sejarah era monster.
Didalam lemari sudah disediakan sepuluh stel pakaian dengan tiga pasang sepatu. Sepuluh stel pakaian itu terdiri dari empat stel pakaian seragam akademi, dua stel pakaian olahraga, dua stel pakaian lapangan dan dua stel pakaian santai.
Tiga pasang sepatu terdiri dari sepasang sepatu olahraga, sepasang sepatu lapangan seperti sepatu bot militer dan sepasang sepatu khusus latihan beladiri.
Ada juga dua ikat kepala kain berwarna putih dengan corak merah dan lempengan logam berukir kepala garuda.
Penjelasan penggunaan pakaian dan perlengkapan lain terdapat dalam buku petunjuk.
Untuk makan setiap siswa diberikan makan tiga kali sehari di ruang makan khusus yang disediakan akademi.
Setiap siswa juga diberikan satu buah jam tangan khusus. Jam tangan ini bukanlah jam tangan biasa, didalamnya telah disematkan system yang terintegrasi dengan system akademi dan internasional.
Jam tangan ini dapat berfungsi sebagai alat pembayaran atau melakukan transaksi keuangan lain. Jam tangan ini juga memiliki alat pelacak dan pendeteksi kehidupan pemiliknya.
Dalam keadaan darurat jam tangan ini dapat memberikan informasi keberadaan tempat dan kondisi pemiliknya.
Secara resmi pelatihan baru akan dimulai dua minggu lagi.
__ADS_1