
Arya menjadi siswa angkatan pertama yang mendapatkan misi, meskipun yang tahu hanyalah para guru saja. Siswa lain tidak ada seorangpun yang tahu akan hal ini.
Rutinitas harian Arya sebenarnya tidak berubah. Karena sebelum dirinya mendapat misi ini pun Arya sudah biasa ke perpustakaan setelah jam pelajaran di kelas selesai. Bedanya kali ini dia dibayar saat keperpustakaan. Dan Arya sangat menyukainya. Bagaimana tidak kalau dirinya dibayar untuk melakukan pekerjaan yang memang dia sukai dan pekerjaan itu sendiri bermanfaat buat dirinya.
(Untuk yang satu ini author benar benar iri sama Arya :-?).
Arya akan mendapatkan bayaran sampai 100 koin emas atau lebih perkitab kuno yang selesai diterjemahkannya tergantung jenis kitabnya.
Bayaran yang akan diterima Arya dalam menyelesaikan misi ini tergolong besar. Setiap misi memiliki bayaran berbeda beda tergantung tingkat kesulitannya.
Misi paling rendah di akademi bernilai 10 koin perak dan yang tertinggi untuk saat ini sebesar 1000 koin emas.
Misi menerjemahkan kitab kuno dimasukkan ke dalam misi kelas tinggi karena sulit sekali mencari orang yang menguasai akasara dan bahasa kuno. Selain itu jika kitab kuno tersebut berhasil diterjemahkan maka akan sangat berharga. Karena akan sangat membantu dalam memerangi monster.
Arya sekarang sedang berada di perpustakaan. Pihak akademi telah menyiapkan ruangan khusus untuknya. Meski ruangan itu tidak besar namun sangat nyaman.
Selain Arya ada dua orang lagi dalam ruangan itu. Salah satunya adalah Guru Rita dan seorang lainnya adalah staf perpustakaan wanita berusia tujuh belas tahun bernama Arini.
Arya hanya akan menerjemahkan kalimat yang tertulis dalam kitab dan kemudian Arini akan mencatat apa yang telah Arya terjemahkan. Sementara Guru Rita hanya mengawasi saja.
Kali ini Arya akan menerjemahkan Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara. Kitab ini menjelaskan tentang metode dan teknik pembuatan ramuan obat dari bahan bahan herbal dan alami. Kitab obat ini dibuat oleh seorang yang bergelar Raja Obat dari Tenggara seorang tokoh hebat ahli pengobatan dizaman kuno.
Ada alasan tersendiri mengapa Arya memilih Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara yang diterjemahkannya pertama kali.
Dalam perang tidak hanya faktor prajurit dan senjata saja yang penting. Ada banyak hal lainnya yang juga menentukan dalam peperangan seperti logistik dan obat obatan.
Sebagai contoh kekalahan pasukan Jerman oleh pasukan Rusia pada Operasi Barbarosa saat perang dunia kedua dikarenakan pasukan Jerman tidak memberikan pakaian seragam yang layak kepada pasukannya untuk menghadapi musim dingin.
Kegagalan serangan pasukan Sultan Agung dari mataram ke benteng Belanda di Batavia disebabkan karena gudang persediaan makanan pasukan berhasil dibakar oleh pasukan Belanda.
Arya memilih Kitab Warisan Raja Obat dari Tenggara untuk diterjemahkan pertama kali karena menurutnya teknik pembuatan ramuan obat ini sangat penting dalam peperangan melawan monster. Dengan bahan ramuan obat yang tepat akan menghasilkan pil obat yang dapat membantu peningkatan kultivasi.
Pil obat yang dibuat juga sangat membantu mereka yang terluka dalam peperangan.
Saat Arya mengungkapkan alasannya memilih Kitab Warisan Raja Obat dari Tenggara untuk diterjemahkan pertama kali, Guru Rita sebagai pengawas misi dengan segers menyetujuinya.
Saat Guru Rita melaporkan kepada ketiga Guru Besar, mereka pun langsung menyetujuinya terutama Guru Besar Isnu yang memang seorang Alchemist.
Guru Besar Isnu juga menguasai beberapa aksara dan bahasa kuno. Beberapa Kitab Obat Kuno telah berhasil dikuasainya yang membawa dirinya hingga keposisi sekarang.
Khusus Kitab Raja Obat, sejak ditemukan sampai sekarang belum dapat dikuasai oleh Guru Besar Isnu. Selain kesibukannya membuat obat obatan yang dibutuhkan oleh akademi juga cukup sulit untuk mempelajari aksara dan bahasa kuno. Perlu dilakukan penelitian dan kajian mendalam untuk mempelari satu jenis aksara kuno dan sudah barang tentu memakan waktu yang lama.
Jika nantinya Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara berhasil diterjemahkan seluruhnya tentu akan mempermudah untuk mempelajari teknik dan metode pembuatan obat warisan Raja Obat dari Tenggara.
__ADS_1
Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara ini sangat tebal. Berisi teknik dan metode pembuatan obat disertai dengan penjelasan nama obat fungsi dan kegunaan obat tersebut serta cara pemakaiannya. Juga dilengkapi penjelasan resep bahan bahan obat disertai gambar. Benar benar sebuah kitab yang luar biasa.
Sudah satu jam Arya menerjemahkan isi Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara. Arya berhasil menerjemahkan sebanyak delapan halaman.
Setelah diterjemahkan hasilnya kemudian di periksa kembali apakah sudah sesuai dengan kalimat aslinya. Tidak disangka proses ini memakan waktu tambahan lebih dari satu jam. Karena diperlukan kehati hatian dan ketelitian.
Artinya Arya sudah bekerja selama dua jam, itu melebihi dari kesepakatan awal yang hanya satu jam.
"Arya ini sudah lebih dari dua jam kamu mengerjakannya" kata Guru Rita
"Tidak masalah Guru Rita, lagian aku juga menyukainya" jawab Arya
"Tapi tetap saja itu sudah melebihi apa yang telah disepakati" kata Guru Rita
"Aku pastikan kamu akan menerima sesuai dengan apa yang kamu kerjakan" lanjut Guru Rita
"Junior ini benar benar hebat, diusia segini dia sudah mampu menguasai aksara dan bahasa kuno dengan sempurna" kata Arini dalam hati mengagumi Arya
"Kapan dia belajar dan siapa gurunya"
"Baiklah sepertinya hari ini kita cukupkan dulu, kita akan lanjut lagi besok" kata Guru Rita
"Kalau begitu saya mohon undur diri Guru Rita dan kak Arini" kata Arya
"Ya sampai jumpa besok" balas Arini
Sementara Guru Rita hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Sudah kamu rapikan hasil pekerjaan hari ini" tanya Guru Rita kepada Arini
"Sudah Guru Rita" jawab Arini sambil menyerahkan dokumen hasil pekerjaannya hari ini.
"Guru Rita bolehkah saya belajar aksara kuno dengan junior Arya" tanya Arini
"He he he kamu boleh memintanya langsung, aku tidak tahu apakah Arya mau atau tidak" kata Guru Rita
"Kalau begitu akan aku tanyakan itu besok" kata Arini senang
Guru Rita pergi menuju ruangan Guru Besar Mahesa untuk melaporkan hasil pekerjaan mereka hari ini.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Masuk" kata Guru Besar Mahesa
Guru Rita membuka pintu dan masuk kedalam ruangan kerja Guru Besar Mahesa Didalam sudah menunggu Guru Besar Mahesa bersama dua orang guru besar lainnya.
"Kamu terlambat satu jam lebih" kata Guru Besar Mahesa
"Maafkan saya Guru Besar tapi saya punya alasan mengapa saya terlambat" kata Guru Rita
"Baiklah aku dengarkan" kata Guru Besar Mahesa
"Sebenarnya satu jam yang lalu kami sudah menerjemahkan sebanyak delapan halaman"
"Tapi Arya bersikeras untuk memeriksa kembali hasil terjemahan, dan itu memakan waktu tambahan satu jam"
"Dan ini hasil pekerjaan kami hari ini" kata Guru Rita sambil menyerahkan dokumen terjemahan kepada Guru Besar Mahesa.
Setelah melihatnya Guru Besar Mahesa menyerahkan dokumen itu kepada Guru Besar Isnu.
"Kalau aku tidak melihatnya sendiri mungkin aku tidak akan percaya kalau ini dikerjakan oleh anak sebelas tahun" kata Guru Besar Isnu
"Bocah itu tidak hanya sekedar menerjemahkan kata perkata tapi dia juga telah menyesuaikan dan menata kembali susunan kalimat hasil penerjemahan sehingga lebih mudah dipahami dengan bahasa kita" lanjut Guru Besar Isnu
"Ini seperti hasil pekerjaan seorang profesional ahli yang berpengalaman bertahun tahun" katanya memuji
"Aku benar benar tidak menyangka" lanjut Guru Besar Isnu tidak berhenti mengagumi Arya
"Dan ini adalah dua resep pembuatan obat kelas tinggi" kata Guru Besar Isnu
"Tolong buatkan aku salinannya, bukan hanya untuk hari ini tapi semua hasil penerjemahan Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara" kata Guru Besar Isnu dengan semangat
"Ya kami sudah menyiapkannya" kata Guru Rita
"Guru Besar Mahesa bocah itu benar benar sesuatu" kata Guru Besar Isnu
Guru Besar Mahesa menganggukkan kepala setuju.
"Sepertinya setelah bocah itu selesai menerjemahkan Kitab Obat aku akan memintanya menerjemahkan Kitab Penempa Bintang milikku" kata Guru Besar Tama
"Guru Besar aku sudah mengatakan kepada Arya karena jam kerjanya bertambah maka kompensasi yang akan diberikan pun bertambah" kata Guru Rita
"Tidak masalah Guru Rita, penuhi saja apa yang diminta anak itu, karena ini tidak ternilai harganya" kata Guru Besar Mahesa
"Sampaikan kepadanya kalau dia berhasil menyelesaikan menerjemahkan Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara aku akan memberinya hadiah khusus" kata Guru Isnu
__ADS_1
"Siap Guru Besar" kata Guru Rita