Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Memulai Bisnis


__ADS_3

Sudah satu bulan sejak Arya mulai berlatih menjadi alchemist dengan bimbingan Guru Besar Isnu. Meski belum dapat membuat pil obat namun kualitas potion yang dibuat oleh Arya cukup tinggi.


Ada aturan khusus didalam Akademi tentang pembagian hasil dari pil obat ataupun potion yang berhasil dibuat oleh siswa, guru maupun pegawai akademi. Jika proses pembuatan pil obat ataupun potion menggunakan bahan bahan dan peralatan milik akademi maka pihak akademi berhak mendapatkan tiga perempat bagian dari pil obat ataupun potion yang berhasil dibuat. Tapi jika bahan bahan milik alchemist sendiri dan hanya meminjam fasilitas peralatan milik akademi maka pihak akademi berhak mendapatkan lima puluh persen atau setengah dari jumlah pil obat ataupun potion yang berhasil dibuat.


Karena Arya menggunakan bahan bahan dan fasilitas peralatan milik akademi maka dia hanya mendapatkan seperempat bagian dari jumlah potion yang berhasil dibuatnya. Potion itu digunakan sendiri untuk meningkatkan basis kultivasinya.


Semakin tinggi level kultivasi maka akan semakin sulit menembus level berikutnya. Butuh usaha keras dan tentu saja sumberdaya kultivasi yang banyak.


Pada level F untuk naik level dari F-5 ke F-4 bahkan ke F-1 sekalipun dapat tercukupi dengan sumber daya tiga sampai empat buah kristal energi atau cukup dengan dua botol potion kualitas menengah. Bisa juga dengan melatih metode khusus untuk menyerap enerqi dialam seperti metode Sembilan Aji milik Arya.


Namun seiring naiknya level maka dantian pun akan ikut membesar yang artinya daya tampung energi qi nya pun bertambah. Maka untuk mengisi ruang dalam dantian yang membesar diperlukan sumber daya yang dapat mencukupi mengisi ruangan itu.


Saat ini Arya memiliki uang yang banyak dalam rekeningnya, setelah ia berhasil menyelesaikan menerjemahkan seluruh halaman Kitab Obat Warisan Raja Obat dari Tenggara. Untuk misi menerjemahkan kitab itu saja Arya mendapatkan total bayaran seratus lima belas koin emas.


Jumlah uang yang sangat banyak untuk siswa tahun pertama seperti dirinya.


Arya berencana membeli peralatan pembuatan obat berikut bahan bahannya. Dengan menggunakan peralatan dan bahan bahan obat miliknya sendiri maka potion yang dibuat seluruhnya akan menjadi miliknya.


Sebagian potion yang dibuat akan dikonsumsi untuknya sendiri dan sebagian lain akan dijualnya. Selain menjadi kuat dengan lebih cepat Arya juga ingin mengumpulkan uang yang banyak. Karena menurutnya perjuangan tidak hanya membutuhkan kekuatan semata tapi juga membutuhkan biaya.


Arya sadar meskipun dirinya dapat menjadi orang terkuat didunia tidaklah mungkin bagi dirinya untuk bertarung sendirian melawan monster. Arya perlu dukungan pasukan yang juga kuat yang tidak hanya kuat perseorangan tapi juga memiliki perlengkapan tempur yang hebat. Untuk membentuk pasukan seperti yang diimpikannya butuh biaya yang sangat besar.


Dan menjadi seorang alchemist adalah salah satu cara untuk mengumpulkan uang dengan cepat.


Arya berjalan menuju warung kultivator. Sesampainya disana Arya langsung menuju bagian penjualan dan bertanya dengan pegawai disana.


"Permisi senior apakah warung kultivator menjual set lengkap alat penyulingan obat" tanya Arya sopan kepada pegawai warung kultivator


"Oh ada, disini menyediakan peralatan yang yunior maksud, mari ikuti saya" kata pegawai itu dan meminta Arya mengikutinya


"Silahkan yunior lihat lihat dulu koleksi peralatan pembuatan obat milik kami" kata pegawai itu setelah sampai disebuah ruangan khusus yang menyediakan peralatan alchemist


Ada beraneka macam peralatan pembuatan obat yang tersedia disana. Arya mengamati peralatan itu satu persatu, dan membaca penjelasan peralatan tersebut. Setelah beberapa saat menimbang nimbang Arya memutuskan peralatan apa saja yang akan dibelinya.


"Senior aku akan mengambil peralatan yang ini ..... ini ...... ini dan ini juga" kata Arya sambil menunjuk beberapa peralatan yang akan dibelinya


"Ya baiklah aku akan meminta pegawai lain untuk mengemasnya" kata pegawai itu yang lalu memanggil rekannya untuk membantu mengemas peralatan yang dibeli Arya


"Jadi total semuanya adalah tujuh puluh empat koin emas" kata pegawai itu menyebut total harga yang harus dibayarkan


"Mmmmm kemana barang barang ini harus kami antarkan" tanya pegawai itu


"Oh ya itu, kirim ke kamar 105 asrama siswa laki laki" jawab Arya


"Oh ya baiklah segera akan kami kirim kesana" kata pegawai itu


Arya pun menyelesaikan pembayaran dengan cara mentransfer koin emas menggunakan jam tangan miliknya.


Ding ..... ding


Dua suara notifikasi terdengar yang menandakan transaksi berhasil.


"Mmmm maaf senior apakah disini juga menjual bahan bahan obat" tanya Arya


"Ya tentu kami juga menyediakan bahan bahan obat juga pil obat dan potion" jawab pegawai


"Apa disini juga menerima potion" tanya Arya lagi


"Ya kami juga menerima potion" jawab pegawai


"Semua pil obat dan potion yang dibuat oleh Paviliun Obat menjadi kewenangan kami untuk memasarkannya, pil obat hanya bertugas untuk membuat pil obat dan potion saja sementara untuk penjualan menjadi tugas dan tanggung jawab warung kultivator" jelas pegawai itu


"Tentunya tidak seluruh pil obat dan potion yang dibuat Paviliun Obat itu dijual, sebagian besar digunakan untuk keperluan akademi sendiri, setelah kebutuhan akademi tercukupi barulah sisanya dijual"

__ADS_1


"Barang barang yang dijual disini termasuk pil obat dan potion tidak hanya berasal dari dalam akademi saja, tapi juga berasal dari luar akademi"


"Dan untuk masalah pembelian potion itu ada pegawai khusus yang berwenang untuk menilai diterima atau tidak sekaligus menentukan harga dari potion tersebut"


Arya mengagguk anggukan kepala memahami penjelasan pegawai yang sangat mendetil.


"Terima kasih senior sudah merepotkan anda" kata Arya


"Ah tidak masalah ini sudah menjadi tugas saya" kata pegawai itu ramah


"Oh ya ini catatan beberapa bahan yang yunior butuhkan" kata Arya sambil menyerahkan kertas catatan yang berisi bahan bahan obat


"Aku akan segera menyiapkannya, tapi ini mungkin butuh waktu sedikit agak lama, bagaimana kalau yunior menunggu diruang tunggu saja" kata pegawai


"Baiklah kalau begitu aku setuju" kata Arya


"Mari ikuti saya" kata pegawai itu sambil tersenyum ramah dan meminta Arya untuk mengikutinya


"Yunior ini benar benar banyak uang, apakah dia ini anak dari seorang yang kaya raya" kata pegawai itu dalam hati


"Silahkan yunior menunggu disini" kata pegawai mempersilahkan Arya sesampainya diruangan tunggu


Ruangan tunggu memang dipersiapkan untuk pelanggan warung kultivator menunggu dengan nyaman sementara barang yang mereka beli dipersiapkan. Pada ruangan tunggu terdapat dua set sofa lengkap dengan mejanya.


Pegawai warung kultivator yang mengantarnya tadi kembali lagi dengan membawa satu set poci berisi teh berikut dengan sepiring camilan.


"Sambil menunggu silahkan yunior cicipi" katanya


"Terima kasih senior" jawab Arya dengan sopan


Setelah kurang lebih setengah jam kemudian, tiga orang pegawai datang menemui Arya dengan membawa beberapa barang yang telah dibungkus dengan rapi.


"Ini adalah barang barang yang dibeli yunior" kata pegawai yang sebelumnya mengantar


"Terima kasih senior, maaf sudah merepotkan" kata Arya


"Dan ini buat senior semua sebagai tanda terima kasih" kata Arya sambil mendekatkan jam tangan miliknya ke jam tangan milik pegawai


Ding ding


Bunyi notifikasi menandakan transaksi berhasil.


"Ini .... tidakkah terlalu banyak" seru pegawai itu kaget saat melihat Arya telah mentransfer uang sebanyak tiga koin emas untuk mereka bertiga


"Terima kasih yunior" kata ketiga pegawai serempak


Setelah itu dua pegawai pergi untuk mengantarkan barang yang sudah dibeli Arya ke asrama siswa tempat dimana kamar Arya berada.


"Mmmm senior sebenarnya ada satu hal lagi yang aku inginkan, apakah senior dapat membantuku" kata Arya sambil menyerahkan sebotol potion kepada pegawai


"Ini contoh potion yang yunior buat" lanjut Arya


"Oh ya sebelumnya perkenalkan nama saya Arya" kata Arya memperkenalkan diri


"Saya Adi" jawab pegawai itu


"Terima kasih kak Adi" kata Arya


"Dik Arya mari ikuti kakak" kata Adi meminta Arya mengikutinya


Keduanya berjalan menuju ruangan kerja seseorang yang bertanggung jawab untuk menilai obat.


Tok tok tok

__ADS_1


Adi mengetuk pintu ruangan kerja.


"Ya masuk" terdengar suara dari dalam ruangan mengizinkan mereka masuk


Adi membuka pintu dan masuk kedalam. Sementara Arya masih menunggu diluar.


"Permisi pak, ada seseorang yang ingin menawarkan potion, ini contoh potion yang dibuatnya" kata Adi langsung ke poinnya sambil menyerahkan botol potion


Potion itu diterima dan kemudian dicek dengan teliti.


"Ini adalah potion pengisi energi kualitas tinggi" kata orang itu


"Siapa yang membuatnya" lanjutnya


"Sebentar pak saya akan panggil masuk pembuatnya" kata Adi


Adi kemudian berjalan keluar ruangan kerja dan menjemput Arya yang berada diluar lalu mengajaknya masuk.


"Ini orang yang membuat potion itu pak" kata Adi


"Kamu seorang alchemist" tanya orang itu seakan ragu setelah melihat orang yang membuat potion masih sangat muda


"Ya pak saya yang membuatnya" jawab Arya


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Arya siswa tahun pertama akademi sekaligus murid langsung dari Guru Besar Isnu" kata Arya memperkenalkan identitasnya dan membawa nama Guru Besar Isnu untuk lebih meyakinkan


"Kamu murid langsung Guru Besar Isnu" kata orang itu hampir tak percaya


"Ya ya baiklah saya Deri manajer penilaian warung kultivator" kata orang itu memperkenalkan dirinya


"Silahkan dik Arya jelaskan maksud dan tujuanmu" kata pak Deri


"Begini pak saya ingin menjual potion buatan saya sendiri, ada beberapa jenis potion yang dapat saya buat, yang anda pegang itu adalah salah satunya" kata Arya


"Untuk saat ini saya baru hanya dapat membuat potion tapi kedepannya saya juga akan membuat pil obat" lanjut Arya


"Bapak tidak perlu khawatir, semua bahan dan peralatan pembuatannya adalah milikku sendiri" jelas Arya


Pak Deri mengangguk angguk memdengar penjelasan Arya.


"Berapa potion yang dapat kamu buat" tanyanya


"Itu tergantung dari bahan dan jenis potionnya, kalau bahannya cukup saya dapat membuat sekitar lima puluh hingga enam puluh botol perminggu" kata Arya


"Baiklah kalau begitu saya setuju" kata pak Deri


"Mengenai harga kami akan mengambil keuntungan lima koin perak dari setiap botol potionnya, bagaimana dengan itu" lanjut pak Deri


"Dan harga yang akan kami bayar tergantung dari kualitas potion itu sendiri, untuk kualitas rendah akan kami hargai sepuluh perak kualitas menengah tiga puluh perak dan kualitas tinggi tujuh puluh lima perak"


"Saya setuju" kata Arya


Keduanya bersalaman tanda sepakat.


"Nanti dik Arya bisa menghubungi Adi, nanti Adi lah yang akan mengurus segala sesuatunya" kata Pak Deri


Arya mengangguk setuju.


"Kalau begitu saya permisi dulu" kata Arya


"Silahkan, Adi tolong dampingi" kata Pak Deri dan meminta Adi untuk mendampingi Arya


Setelah Arya dan Adi keluar dari ruangan Pak Deri kembali duduk, dia masih penasaran dengan Arya.

__ADS_1


"Apa benar dia masih anak anak" gumamnya


__ADS_2