Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Serangan Lanjutan


__ADS_3

Matahari perlahan tenggelam, siang berganti malam.


Lampu lampu sorot mulai dinyalakan menerangi areal sekitar benteng.


Setelah pertempuran melelahkan siang tadi sebagian anggota kelompok beristirahat dan sebagian lagi masih tetap berjaga.


Wanita dan anak anak serta mereka yang tidak dapat bertempur telah keluar dari tempat perlindungan dibawah tanah sejak pertempuran selesai.


Sena masih berada di menara pengintai. Suasana hatinya terasa tidak enak. Meski pada pertempuran itu mereka berhasil menang tetapi monster yang menyerang juga tidaklah terlalu kuat. Dan untuk menghadapi serangan monster itu mereka harus mengeluarkan segenap kemampuan yang dimiliki benteng pertama.


Sena memutuskan untuk berkeliling sembari mengecek persenjataan dan kondisi anggotanya. Sena ingin memastikan semua senjata dalam kondisi baik saat digunakan dalam pertempuran.


Pertempuran siang tadi membuat empat belas anggota terluka. Enam orang diantaranya terluka cukup parah. Yang berarti kekuatan Benteng Kecil agak sedikit berkurang.


Malam semakin larut. Menjelang tengah malam terdengar suara suara aneh di kejauhan.


Sena segera kembali ke posnya dan meminta semua orang untuk waspada. Anggota kelompok yang tidur dibangunkan. Dengan segera mereka langsung menempati posisi masing masing.


Wanita dan anak anak dibangunkan dan segera menuju perlindungan dibawah tanah. Kembali protokol keselamatan dijalankan mereka dengan patuh dan tertib.


Lampu sorot diarahkan menerangi beberapa areal. Disalah satu titik lampu sorot berhenti, dan tampak disana ratusan monster berbaris dengan tatapan ganas seolah sedang menunggu perintah menyerang.


"Hmmmm" gumam Sena pelan melihat pemandangan itu.


Kelompok monster yang menyerang kali ini berjumlah tiga kali lipat dari jumlah monster yang menyerang sebelumnya. Monster Goblin yang pada serangan tadi siang tidak turun kini tampak mendominasi, lebih dari separuh monster yang terlibat dalam penyerangan kali ini adalah monster Goblin.


Monster goblin monster type humanoid yang beberapa diantaranya memiliki kecerdasan. Goblin juga dapat menggunakan peralatan selayaknya manusia.


Goblin memiliki tinggi tubuh sekitar satu meter dengan bentuk badan yang gemuk padat. Kulitnya berwarna kehijauan. Giginya tajam dengan dua taring pada barisan gigi atas dan bawah yang tumbuh sedikit lebih memanjang dari gigi lainnya. Sebagian besar monster goblin yang turut menyerang kali ini bersenjatakan panah dan sisanya menggunakan beraneka macam jenis senjata seperti gada, tombak dan lainnya.


Sepuluh ekor Beruang Baja juga terlihat. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah Beruang Baja yang menyerang siang tadi.


Dua puluhan ekor Banteng Tiga Tanduk dan seratusan lebih monster Serigala.


Juga terlihat empat Monster Troll. Monster type humanoid dengan ukuran tinggi tiga setengah meter. Troll tidak memiliki kecerdasan tapi termasuk monster dengan kekuatan fisik yang besar. Level Troll yang menyerang kali ini berada pada level B-UT.


"Ini akan jadi pertempuran yang sangat melelahkan" batin Sena setelah melihat jenis jenis monster yang berada dalam barisan penyerang.


"Saudara saudaraku siapkan senjata"


"Meriam isi amunisi"


"Bersiap menembak"


Aaaarrrghhhhhh


Suara raungan terdengar keras keluar dari salah satu monster Goblin. Monster Goblin ini memiliki tinggi dua meter, lebih tinggi dari tinggi tubuh monster goblin biasa. Memiliki level B-T yang berarti monster ini cukup kuat dan memiliki kecerdasan. Kekuatannya setara dengan kekuatan Monster Troll.


Monster Goblin ini mengenakan zirah logam pada tubuhnya, kepalanya juga ditutupi helm pelindung dari logam. Monster Goblin ini membawa gada berduri yang terbuat dari material logam sebagai senjatanya.


Suara raungan itu seperti komado perintah untuk monster monster menyerang. Segera monster monster berlarian menyerbu Benteng Kecil.


Setelah monster memasuki jarak tembak meriam, Sena memberi perintah tembak.


"Meriam tembak !!!" kata Sena


Slllash


Empat meriam menembak bersamaan.


Duar duar duar duar


Empat kali suara ledakan saat peluru energi meriam menghantam sasaran. Belasan monster tumbang.


"Isi ulang"

__ADS_1


"Bidik"


"Tembak"


Slashhh


Kembali meriam menembakan peluru energi.


Duar duar duar duar.


Kembali belasan monster tumbang terkena ledakan.


"Pemanah bersiap"


"Bidik"


"Tembak"


Puluhan anak panah melesat terbang menuju sasaran.


Jleb jleb


Sebagian anak panah berhasil tepat mengenai sasaran. Belasan monster kembali tumbang karena anak panah yang tepat mengenai titik lemahnya. Sementara beberapa monster lain meski terkena anak panah namun masih tetap dapat bergerak. Anak panah itu menancap di tubuh monster tapi tidak membuat monster itu tumbang.


Berulang kali pemanah membidik monster dan beberapa diantaranya berhasil membunuh monster.


"Senapan bersiap"


"Bidik"


"Tembak"


Monster monster terus bergerak maju tidak peduli rekan mereka yang mati. Para monster itu menuju ke satu arah, pintu masuk benteng.


Pintu Benteng Kecil terbuat dari baja khusus. Namun sekuat apapun pintu masih lebih kuat dinding tembok benteng.


Menyadari arah gerakan monster menuju pintu masuk benteng, Sena segera memerintahkan meriam diarahkan ke areal depan pintu masuk.


Dua ekor Banteng TigaTanduk tiba terlebih dahulu di depan pintu dan langsung menyerang dengan tandukan.


Bam bam


Bunyi pintu besi yang terkena serangan Banteng Tiga Tanduk. Datang lagi tiga ekor Banteng Tiga Tanduk. Monster Banteng mengambil jarak beberapa meter dari pintu masuk. Tanduk dikepala mereka mulai memancarkan kilatan kilatan kecil yang perlahan membentuk bola petir ditengah tengahnya.


Melihat monster Banteng Tiga Tanduk sedang bersiap melakukan serangan bola petir Sena segera memerintahkan penembak meriam menembak kearah posisi Banteng Tiga Tanduk berada.


"Tembak"


Dua larik sinar keluar dari moncong meriam kearah Banteng Tiga Tanduk berada.


Duar duar duar


Tiga ledakan terdengar dari arah pintu masuk. Ternyata tiga ekor monster Banteng Tiga Tanduk berhasil lebih dahulu meluncurkan serangan bola petir sebelum peluru energi tiba.


Duar duar


Dua ledakan kembali terdengar. Ledakan kali ini berasal dari peluru energi yang tepat menghantam sasaran. Empat ekor monster Banteng Tiga Tanduk tumbang dan mati seketika dengan sebagian tubuh hancur. Yang satu ekor lagi terluka parah namun belum mati.


Pasukan goblin yang belum sebelumnya masih berbaris diam, sekarang mulai memasuki gelanggang pertempuran.


Pasukan goblin yang bersenjatakan panah mulai menembakkan panah kearah benteng.


Beberapa orang terkena panah pasukan globin, enam orang diantaranya langsung tewas.


Serangan panah pasukan globin berhasil memecah fokus anggota kelompok Sena yang konsentrasi pada monster yang menyerang pintu masuk benteng.

__ADS_1


"Semua pemanah serang para goblin" kata Sena


"Semua penembak tembak monster terdekat"


"Man tempatkan beberapa orang pemanah untuk melindungi meriam" kata Sena memerintahkan Suman


"Siap ketua" jawab Suman


"Meriam tembak banteng banteng itu" kata Sena


Pertempuran semakin sengit. Tujuh belas orang anggota kelompok Sena tewas. Sebagian besar tewas karena terkena panah dari pasukan goblin.


Pintu benteng pertama sudah rusak parah meski belum dapat terbuka. Tapi satu serangan lagi pintu benteng tidak akan mampu bertahan.


Monster Troll berlari kearah pintu benteng dan dengan sekuat tenaga menabrakkan dirinya.


Belegar !!!!


Pintu benteng hancur. Segera monster monster itu berebut untuk memasuki benteng. Sesampainya didalam mereka langsung menhancurkan apa saja yang mereka temui.


Dengan menggunakan Handy Talky Sena memerintahkan anggota yang berada di benteng kedua agar bersiap.


"Benteng pertama telah tembus" kata Sena menginformasikan


"Serang dengan seluruh kekuatan yang kita miliki" perintah Sena


Sementara itu di benteng pertama beberapa monster goblin berhasil naik keatas benteng dengan bantuan monster Troll. Terjadi pertarungan jarak dekat yang sengit diatas benteng.


'Jatuhkan monster Troll itu" teriak Sena sambil melepas panah kearah Monster Troll.


Tubuh empat monster Troll sudah dipenuhi anak panah tetapi itu belum cukup untuk membuatnya tumbang.


Meriam sudah tidak dapat digunakan lagi karena pertempuran sudah dilakukan dalam jarak dekat. Serangan panah dari pasukan goblin benar benar membuat repot. Banyak korban yang jatuh akibat serangan panah pasukan goblin baik luka luka maupun tewas.


"Amankan meriam, bawa ketempat yang lebih aman" kata Sena


Beberapa ekor monster serigala ada yang berhasil naik keatas benteng pertama memanfaatkan reruntuhan pintu dan dinding tembok yang runtuh sebagai pijakan untuk mereka melompat keatas.


Sena terus menyerang dengan panahnya. Sembari memanah Sena terus memberi perintah.


Kelompok monster telah mendekati benteng kedua. Dengan segera monster monster itu disambut serangan berbagai senjata.


Duar duar duar


Suara ledakan terdengar. Ledakan ini berasal dari tembakan meriam energi dan meriam dengan amunisi.


Belasan ekor monster mati terkena ledakan termasuk dua Monster Troll.


Satu satunya senapan mesin yang dimiliki benteng kedua menyalak ganas menembaki monster. Namun peluru biasa hanya menimbulkan damage luka saja. Butuh beberapa tembakan tepat sasaran untuk dapat membunuh monster. Atau menembak monster tepat pada titik lemahnya.


Sementara senapan mesin otomatis dengan kaliber besar dalam kondisi rusak dan tidak dapat digunakan.


Puluhan anak panah beterbangan menyasar target. Beberapa anak panah tepat mengenai sasaran tapi hanya sedikit membuat damage.


Mata anak panah yang digunakan kelompok Sena terbuat dari logam khusus yang lebih kuat dan keras dari baja, sehingga mampu menembus lapisan kulit monster yang terkenal tebal dan keras. Namun itu saja belum cukup, untuk membunuh monster harus mengenai tepat pada titik lemah monster atau beberapa bidikan dengan luka yang parah.


Titik lemah monster merupakan bagian tubuh monster yang memiliki ketebalan kulit lebih tipis sehingga anak panah dan peluru biasa dapat menembus tubuh monster jauh lebih dalam.


Dua monster Troll yang tersisa terus berlari kearah pintu benteng kedua. Keduanya pun menjadi target serangan warga yang bertahan diatas benteng.


Setelah belasan anak panah menancap ditubuhnya dan beberapa luka akibat tembakan peluru energi, kedua monster Troll itu tumbang pada jarak beberapa meter dari pintu benteng.


Sementara itu diatas benteng pertama sudah terjadi pertempuran jarak dekat. Sena dan kelompoknya dibenteng pertama dalam kondisi terjepit.


Selain harus menghadapi serangan monster goblin dan serigala dalam jarak dekat mereka juga harus menghadapi serangan panah dari monster Goblin pemanah.

__ADS_1


__ADS_2