
Arya maju menerjang kearah kumpulan monster. Empat belas anggota Pringgodani Skuat lain berlari dibelakangnya. Kelompok Pringgodani Skuat membentuk formasi seperti huruf V terbalik dengan Arya berada paling depan sebagai mata pedang.
Arya mengalirkan energi qi pada pedang di tangan kanannya. Menggunakan jurus langkah ajaib membuat kecepatan Arya meningkat jauh.
Slash Slash
Dua ayunan pedang membentuk dua siluet cahaya berbentuk sabit. Dua siluet cahaya tersebut adalah pancaran energi qi yang keluar dari pedang milik Arya.
Aaarrrrghhhh
Tiga monster tumbang setelah terkena sabetan energi pedang Arya. Tampak luka melintang yang cukup dalam pada tubuh monster itu menyebabkan kematiannya.
Arya terus mengayunkan pedangnya, setiap tebasan pedangnya menghantarkan beberapa monster ke kematian.
Tidak hanya Arya, anggota Pringgodani Skuat lainnya pun dengan semangat mengayunkan senjata mereka. Tidak ada keraguan dan ketakutan terlihat diwajah wajah mereka. Jika melihat cara anggota Pringgodani Skuat bertarung pasti akan mengira kalau kelompok ini sudah biasa bertempur. Tidak akan mengira kalau ini adalah pertempuran pertama bagi mereka.
Hanya dalam beberapa menit saja lebih dari seratus monster tumbang ditangan mereka.
Prajurit pengawalan dan para pengemudi dalam rombongan tidak menyangka kalau siswa akademi yang berada dalam kelompoknya ternyata adalah remaja yang luar biasa. Sebelum ini mereka hanya menganggap para remaja ini siswa akademi biasa saja seperti yang sebelumnya.
Komandan pengawalan benar benar sangat terkejut melihat aksi kelompok Pringgodani Skuat.
"Bagaimana bisa para remaja ini memiliki kekuatan seperti itu" kata Komandan heran
"Ambil alat perekam, dan kemudian rekam pertempuran ini" kata Komandan memerintahkan anggotanya untuk merekam pertempuran kelompok Arya
"Siapun tidak akan percaya jika tidak melihat langsung bagaimana mereka bertempur" gumam komandan
"Panggil Sersan Kepala Ratno dan Sersan Kepala Anto kemari" kata Komandan memerintahkan salah satu prajurit
"Siap laksanakan" jawab prajurit itu
Tidak berapa lama prajurit itu kembali bersama dengan dua orang prajurit lainnya.
"Hormat Komandan Sersan Kepala Ratno melapor"
"Hormat Komandan Sersan Kepala Anto melapor"
"Sersan Kepala Ratno bawa kelompokmu ke sisi kanan kelompok remaja siswa akademi itu, bantu dan lindungi sayap kanan mereka" kata Komandan
"Sersan Kepala Anto bawa kelompokmu kesisi kiri, bantu dan lindungi sayap kiri mereka" lanjutnya
"Siap laksanakan" kata Sersan Kepala Ratno dan Sersan Kepala Anto serempak
Setelah menerima perintah dari komandan kelompok segera dua orang Sersan Kepala itu langsung mengkonsolidasikan prajuritnya sesuai arahan komandan.
"Siswa kalian benar benar hebat" kata komandan pasukan memuji Guru pendamping
"Aku juga sebagai guru mereka tidak menyangka kalau anak anak itu bisa sedemikian hebatnya" jawab Guru pendamping
"Aku dan temanku akan membantu mereka" lanjutnya
"Bagaimanapun mereka adalah siswa siswa Akademi Garuda Sakti dan mereka adalah aset penting yang kami miliki"
__ADS_1
Guru pendamping langsung mengontak rekan pendamping lainnya. Mereka berbagi tugas melindungi dari sisi kanan dan kiri kelompok Arya.
Sementara itu pemimpin pasukan monster marah melihat kelompok Arya yang telah begitu banyak membunuh monster bawahannya.
AAARRRRRGGGHHHHH !!!
Pemimpin pasukan monster meraung marah.
"Hancurkan kelompok manusia itu" katanya dalam bahasa monster
Seketika pasukan monster memusatkan arah serangan mereka kearah kelompok Arya berada. Pasukan pemanah goblin melancarkan serangan panah kearah kelompok Arya.
Arya melihat gerakan yang dilakukan pasukan pemanah goblin. Meski dalam pertarungan Arya masih memjaga kewaspadaannya, sambil bertarung Arya juga terus mengamati medan pertempuran disekitarnya.
"Bersiap serangan panah" teriak Arya mengingatkan anggotanya
"Aktifkan perisai energi" perintah Arya
Segera setelah mendengar perintah Arya semua anggota Pringgodani Skuat mengaktifkan perisai energi yang merupakan salah satu fitur yang dimiliki armour tempur yang mereka kenakan. Dengan mengalirkan energi qi milik mereka ke armour tempur menambahkan kemampuan dan durasi waktu dari perisai energi.
Suiiing Suiiing Suiiing
Bunyi puluhan bahkan ratusan anak panah yang melesat membelah udara.
"Awas serangan panah" teriak komandan khawatir
Arya mengayunkan pedang membentuk putaran untuk menghalau anak panah yang datang menyasar dirinya. Beberapa anak panah berhasil di halau dengan ayunan pedang beberapa anak panah lainnya berhasil lolos tapi tidak mampu menembus perisai energi.
Tak tak tak
Tidak hanya Arya, anggota Pringgodani Skuat lainnya pun tidak ada yang terkena serangan anak panah pasukan goblin. Perisai energi milik mereka masih belum dapat ditembus anak panah itu.
"Apa......" kata Sersan Kepala Ratno melihat serangan anak panah yang berhasil dihalau oleh kelompok Arya
Kelompok Sersan Kepala Ratno berada cukup dekat dengan kelompok Arya. Meski dia dan kelompoknya tidak menjadi target dari serangan panah pasukan goblin tapi dirinya tetap merasa khawatir akan terjadi hal yang buruk dengan kelompok Arya. Tapi pada akhirnya dia merasa lega karena kekhawatirannya tidak terjadi.
"Apa....... bagaimana bisa" kata Komandan semakin terkejut dan sekaligus kagum melihat kelompok Arya yang berhasil menghalau serangan panah dari pasukan goblin
Suiiing Suiiing Suiiing
Kembali serangan panah datang dengan bergelombang. Tapi serangan panah itu sia sia saja. Pertahanan perisai energi milik kelompok Arya masih sangat kuat.
"Ayo maju kita basmi monster monster jelek itu" kata Arya sambil mengacungkan pedangnya kearah pasukan monster
"Siap komandan" kata anggota Pringgodani Skuat dengab lantang, suara keras mereka dipenuhi dengan semangat
"He he he aku benar benar dalam kondisi on fire" kata Andika
"Majuuuuuu !!!!" kata Arya berlari maju
"Majuuuuuu !!!!" jawab anggota Pringgidani serempak
Mereka pun maju dengan semangat, ayunan senjata senjata mereka menhantarkan satu persatu monster ke ke kematian.
__ADS_1
Seekor monster menyerang dari sisi kiri belakang Arya. Monster itu melompat terbang dan mengayunkan cakar tajam kearah bagian belakang kepala Arya. Saat ini Arya masih sibuk mengatasi serangan dua monster didepannya. Arya tidak menyadari adanya serangan monster dari arah titik buta karena perhatiannya masih tertuju pada dua monster dihadapannya.
Sesaat lagi serangan monster itu mengenai kepala Arya, sebuah pedang besar datang menghantam cakar monster yang menyerang.
Crass Aaarrrrrrrgggghhhhh
Cakar itu putus diiringi teriak kesakitan monster yang kehilangan cakarnya. Monster itu pun terjatuh, belum habis suara teriakannya sebuah bayangan pedang besar mengayun kearah lehernya.
Crassh
Leher monster itu putus dan langsung menghantarnya ke kematian.
Arya menoleh dan tersenyum melihat Andika yang menyelamatkannya barusan.
"Terima kasih kak" kata Arya tulus
"Its Oke" kata Andika sambil tertawa
Delapan monster beruang baja berlari mendekati kelompok Arya. Pada jarak sekitar tiga puluh meter monster Beruang Baja berhenti, sepertinya mereka akan melancarkan serangan jarak jauh. Tampak dari persiapan yang mereka buat.
"Teman teman bersiap serangan jarak jauh" kata Arya memgingatkan anggota kelompoknya setelah melihat kedatangan monster Beruang Baja.
"Aktifkan Perisai Energi" teriak Arya
Perisai energi kembali diaktifkan setelah sebelumnya dinon aktifkan. Perisai energi efektif menghadapi type serangan jarak jauh.
Delapan monster Beruang Baja meraung dahsyat. Inilah serangan jarak jauh andalan dari Beruang Baja, raungan beruang. Raungan Beruang adalah serangan jarak jauh berupa gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang juga dilambari energi qi didalamnya. Serangan ini memiliki daya rusak lumayan besar terutama pada organ pendengaran dan otak dari sasaran.
Suara juga adalah bentuk lain dari energi. Karena itu perisai energi mampu menghalau serangan itu jika kekuatannya masih dibawah dari kekuatan dari perisai energi.
Des Des Des
Terdengar suara dentuman pelan saat serangan gelombang suara bertemu dengan lapisan kasat mata dari perisai energi.
Meski perisai energi mampu menghalau sebagian besar kekuatan serangan gelombang suara berfrekuensi tinggi, tidak urung Arya dan teman temannya masih merasakan dampak dari serangan tersebut. Mereka merasakan kalau telinga mereka berdenging dan rongga dada mereka berdebar debar keras.
Setelah efek serangan yang mereka terima mereda, mereka mengambil potion penambah energi dan meminumnya segera untuk mengisi kembali energi yang sebelumnya telah terpakai.
"Gunakan Senjata Energi" kata Arya
"Berkumpul dan bentuk formasi" lanjut Arya
Segera kelompok Pringgodani Skuat berkumpul dan membentuk dua barisan setengah lingkaran. Barisan depan mengambil posisi lebih rendah dari barisan belakang dengan kaki kanan ditekuk kebelakang dan kaki kiri dibagian depan.
"Bidik monster Beruang Baja" kata Arya
"Tembak"
Belasan larik sinar melesat dari senapan energi menuju kearah Beruang Baja.
Duar Duar Duar
Terdengar suara ledakan berturut turut saat peluru energi qi menghantam telak tubuh Beruang Baja. Enam Beruang Baja langsung tewas terkena serangan peluru energi dan dua lainnya tumbang dengan kondisi terluka parah.
__ADS_1
"Bahkan kelompok mereka ini terkoordinasi dengan baik" kata Komandan dalam hati