
Setelah selesai sarapan dan ngobrol ngalor ngidul Bayu berencana mengajak teman teman barunya ke warung kultivator. Warung kultivator adalah tempat jual beli aneka kebutuhan seorang kultivator.
Warung kultivator ini disediakan oleh akademi. Siswa maupun guru di akademi dapat membeli kebutuhan kultivasi mereka disini. Tidak hanya itu mereka juga dapat menjual benda benda yang dibutuhkan untuk berkultivasi disini.
Warung kultivator menyediakan beraneka macam benda yang dibutuhkan seorang kultivator. Ada batu kristal energi dari tingkat rendah sampai tingkat super. Kristal inti monster dan bagian bagian tubuh monster juga dijual disini.
Belum lagi berbagai jenis senjata dalam berbagai tingkat. Aneka perlengkapan tempur seperti armour atau zirah, alat alat komunikasi dan masih banyak lagi. Juga obat obatan dan poison pengisi energi. Singkat kata barang yang dijual warung kultivator sangat lengkap.
Untuk bertransaksi disini digunakan mata uang internasional yang berlaku saat ini.
Perlu diketahui sejak era monster tidak ada lagi mata uang masing masing negara. Seluruh negara yang tersisa sepakat untuk menggunakan emas sebagai mata uang mereka. Ini dilakukan untuk mempermudah transaksi antar negara yang akan menjadi sulit dan repot jika harus menggunakan mata uang masing masing negara.
Untuk itu seluruh negara sepakat membentuk Universal Bank sebagai satu satunya bank yang dipercaya untuk mengatur penggunaan mata uang internasional tersebut.
Universal Bank adalah hasil penyatuan bank bank sentral dari setiap negara. Universal Bank mendirikan perwakilan disetiap negara dan membuka cabang hampir disetiap distrik.
Berikut satuan mata uang yang digunakan di dunia saat ini.
1 koin emas setara dengan berat 4,25 gram emas yang berkadar 22 karat.
1 koin perak setara dengan 3 gram perak murni.
1 koin platinum setara dengan 6,8 gram platina murni.
Ini merupakan standar acuan dasar.
1 koin platina setara dengan 100 koin emas
1 koin emas setara dengan 100 koin perak
Meskipun transaksi keuangan menggunakan ketiga koin tersebut sebagai pengganti uang namun jarang sekali menggunakan ketiga koin tersebut secara fisik.
Universal Bank telah menemukan sebuah metode yang lebih praktis dengan menggunakan verifikasi sidik jari dan DNA manusia. Setiap orang akan mendapatkan kartu identitas yang juga berfungsi sebagai alat melakukan pembayaran.
Bayangkan saja kartu tersebut mirip toll card atau kredit card debit card saat ini, yang didalamnya berisi saldo yang nominalnya dapat bertambah ataupun berkurang saat kita melakukan transaksi.
__ADS_1
Begitu seseorang mendapatkan kartu identitas maka secara otomatis orang tersebut akan memiliki rekening di Universal Bank. Setelah melapor pada cabang Universal Bank dimanapun didunia maka rekening tersebut akan aktif dan baru bisa digunakan dalam transaksi.
Setiap orang akan mendapatkan nomor identitas universal yang berlaku diseluruh dunia. Tidak dikenal lagi pasport apalagi Vissa sebagai syarat kunjungan memasuki sebuah negara. Meski negara negara masih ada saat ini semua negara sudah sepakat menyatukan diri menghapus batasan batasan yang sebelumnya ada demi menghadapi monster.
Memang jaringan internet dunia sudah tidak dapat digunakan lagi. Sebagian besar backbone pendukung jaringan internet yang menyatukan dunia hancur. Kerusakan itu tidak hanya disebabkan ulah monster tapi juga akibat ledakan senjata nuklir.
Tetapi manusia masih memiliki teknologi lain meskipun dapat dikatakan teknologi itu jauh lebih kuno dibanding teknologi digital dan internet.
Teknologi yang dimaksud adalah teknologi analog yang menggunakan gelombang radio sebagai transmisi data. Untuk sekarang teknologi ini masih dapat digunakan.
Kartu Identitas baru akan diberikan saat seseorang minimal berusia lima belas tahun.
Arya dan siswa akademi lainnya belum memiliki kartu identitas. Meski begitu mereka masih dapat melakukan transaksi dengan menggunakan jam tangan yang diberikan oleh pihak akademi.
Jam tangan itu seperti yang pernah diceritakan pada bab sebelumnya memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah sebagai alat melakukan pembayaran selayaknya kartu pembayaran.
Setiap siswa Akademi Garuda Sakti akan menerima uang setiap bulannya tergantung tingkatan.
Untuk siswa tahun pertama akan mendapatkan lima puluh koin perak setiap bulan. Siswa tahun kedua mendapatkan satu koin emas atau setara seratus koin perak setiap bulan. Dan siswa tingkat ketiga mendapatkan dua koin emas atau setara dua ratus perak setiap bulan.
Selain uang tersebut siswa juga dapat menambah pendapatan mereka dengan menjalankan misi yang diatur akademi. Namun hanya siswa tahun kedua dan ketiga saja yang diizinkan menjalankan misi.
Darimana Akademi mendapatkan uang untuk membiayai semua kegiatannya. Sumber keuangan Akademi yang terbesar berasal dari transaksi perdagangan. Akademi menjual aneka jenis senjata dan perlengkapan tempur serta poison dan obat obatan yang di buatnya.
Arya benar benar kagum setelah melihat barang barang yang dipajang didalam warung kultivator. Saat ini Arya berada diruang khusus persenjataan. Ada banyak jenis senjata terpajang dietalase. Dari mulai senjata klasik seperti pedang, tombak, kapak dan panah sampai ke senjata modern seperti senapan dan pistol. Bedanya senapan dan pistol disini menggunakan energi qi sebagai amunisinya.
Contoh senjata yang di jual di warung kultivator.
Harga yang ditawarkan oleh warung kultivator lebih murah dibanding harga yang ditawarkan diluar sana. Dan kualitas dari barangnya pun tidak perlu diragukan lagi.
__ADS_1
Namun tidak sembarang orang yang boleh berbelanja di warung kultivator. Hanya guru dan siswa serta beberapa orang lain yang dizinkan yang dapat berbelanja disini.
Arya tertarik pada sebuah pedang berwarna ungu (gambar paling atas). Dari deskripsinya pedang tersebut terbuat dari beberapa macam bahan seperti Admantium, baja putih, perak, magnesium dan kristal ungu. Pembuatan pedang tersebut sudah memanfaatkan teknologi nano seperti pembuatan pedang damaskus.
Pedang tersebut tidak memiliki nama. Selain memiliki tampilan yang indah pedang ini juga sangat tajam dan keras.
Batu kristal ungu pada pangkal pedang mampu menaikan serangan sampai dua kali lipat jika dialirkan energi qi pada pedang tersebut. Pedang ungu itu dijual dengan harga dua puluh empat koin emas.
Harga itu terasa sangat mahal bagi Arya. Tapi sebenarnya harga pedang ungu itu sangat murah. Jika diluar akademi pedang ungu ditawarkan pada harga minimal delapan puluh koin emas.
"Ha ha ha ha apa apaan aku ini aku kan baru saja masuk" kata Arya dalam hati
"Aku akan mencari cara mengumpulkan uang"
"Aku akan jadi kultivator terkuat yang akan melenyapkan monster monster itu" Arya membulatkan tekadnya
Arya dan teman temannya menghabiskan banyak waktu di warung kultivator. Untuk saat ini tidak ada satupun dari mereka yang membeli barang di warung kultivator. Tapi paling tidak wawasan mereka bertambah setelah melihat aneka jenis barang yang dipajang disini.
"Bagaimana Ka, senjata jenis apa yang kamu sukai" tanya Arya kepada Andika
"Aku sejak lama suka dengan tombak, apalagi setelah melihat tombak tombak yang dipajang disini aku jadi ingin memiliki salah satunya" jawab Andika
"Suatu saat nanti kita pasti akan mendapatkan salah satu dari senjata senjata hebat itu" kata Arya optimis
"Ya suatu saat nanti" kata Andika mengulang perkataan Arya
"Kalau kamu sendiri bagaimana, senjata jenis apa yang kamu sukai" tanya Andika
"Pedang" kata Arya singkat
"Eh aku baru ingat, bagaimana kabar gadis gadis itu" kata Arya setelah mengingat kalau hari ini mereka belum bertemu dengan empat gadis teman mereka
"Waktu sarapan tadi pagi kita tidak bertemu mereka" lanjut Arya
Andika yang ditanya Arya hanya menggeleng bingung.
__ADS_1
"Ah sudahlah, ayo kita temui teman teman yang lain" kata Arya sambil menarik lengan Andika.
Andika hanya menurut saja saat Arya menariknya.