
Arya terlalu fokus dengan kesibukannya diperpustakaan. Pada siang hari dia akan menghabiskan waktunya berada diperpustakaan dan malam harinya dia akan kembali membaca satu buah buku yang dipinjamnya sebelum lanjut tidur menjelang tengah malam. Begitu terus berulang ulang rutinitas yang Arya lakukan setiap hari.
Arya pun sekarang jarang berkumpul bersama teman temannya selain pada waktu makan.
Teman temannya juga paham dengan apa yang dikerjakan Arya. Tidak ada satupun dari mereka yang protes atau keberatan, malahan mereka sangat mendukung dan seringkali meminta Arya untuk menceritakan hal hal yang baru dibacanya.
Arya pun dengan senang hati mengabulkan permintaan teman temannya.
Karena itu Arya tidak sadar kalau asrama ini semakin lama semakin ramai seiring kedatangan siswa baru maupun siswa lama yang kembali setelah masa liburan. Arya terlalu asyik dengan rutinitas barunya.
"Ya jangan lupa besok kita harus hadir di upacara pembukaan tahun ajaran baru" kata Ivan mengingatkan
"Ouh besok ya, aku hampir kelupaan" kata Arya
"Terima kasih ya sudah mengingatkan" lanjutnya
"Eh si Tio kemana" tanya Arya
"Tadi sih jalan sama si Andika, mungkin ada dikamar Andika" jawab Ivan
"Aku tidur duluan ya takut besok kesiangan" kata Ivan
"Iya deh, aku juga bentar lagi juga tidur kok" jawab Arya
"Van, kalau kamu besok bangun duluan jangan lupa bangunin aku ya" kata Arya memohon
"Aku gak janji ya, tapi kalau kamu yang bangun duluan kamu juga bangunin aku ya" kata Ivan
"Gak janji juga ya" kata Arya
Arya menutup buku yang dibacanya kemudian meletakkan buku itu diatas meja. Arya ke kamar mandi, dirinya terbiasa membersihkan badan terlebih dahulu sebelum tidur. Bukan mandi hanya cuci kaki dan muka juga menggosok gigi. Arya terbiasa karena sewaktu masih tinggal dirumah Ibu selalu mengingatkannya untuk mengerjakan hal itu.
Dan Arya pun merasakan tubuhnya lebih rileks dan tenang sehingga tidurnya nanti akan lebih nyaman dan nyenyak.
Saat selesai membersihkan diri dan bersiap untuk tidur terdengar suara ketukan pelan dipintu kamar.
Tok tok tok
Arya menghampiri pintu.
"Siapa" tanya Arya
"Aku Tio" jawab Tio dibalik pintu
Arya membukakan pintu yang ternyata terkunci dari dalam.
"Kok di kunci sih" kata Tio cemberut
"Ha ha ha enggak tahu tuh si Ivan" kata Arya menunjuk Ivan yang sudah terlelap
"Iya deh maaf ya" kata Arya meminta maaf
"Iya deh" jawab Tio
"Aku duluan tidur ya takut besok kesiangan" kata Arya yang langsung merebahkan diri diranjangnya
"Iya, aku juga mau tidur" jawab Tio
"Eit tunggu dulu" kata Arya
"Bersih bersih dulu sana" lanjutnya
"Ouh siap laksanakan komandan" kata Tio
"Ha ha ha" keduanya tertawa
"Sssssst jangan keras keras" kata Arya
Tio mengangguk setuju sambil menutup mulut dengan tangannya.
__ADS_1
"Ah sudahlah aku tidur dulu" kata Arya
***
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiing
Suara alarm jam weker milik Ivan berdering keras menjalankan tugasnya membangunkan sang pemilik dari tidur.
"Hooooah" Ivan menguap
"Oooouh sudah pagi" katanya sambil mematikan alarm
Baru saja dia akan bangun dari tempat tidurnya Ivan melihat Arya berdiri tegak dengan baju seragam sekte. Senyum terkembang dengan kedua tangan bersedekap didepan dada.
"Arya kamu sudah duluan" kata Ivan
Arya menganggukkan kepala.
"Baru saja aku akan membangunkan kamu sama Tio, tapi didahului oleh jam weker milikmu" kata Arya
"Ouh kalian berdua sudah bangun ya" kata Tio
"Ya sudah cepetan beresin tempat tidur dan langsung berkemas" kata Arya
"Ok bos" jawab Ivan dan Tio kompak
Arya tersenyum geli melihat tingkah dua orang itu.
Sembari menunggu Ivan dan Tio bersiap siap, Arya duduk dengan sikap lotus di tempat tidur miliknya. Arya berlatih pernafasan dengan sikap meditasi. Metode latihan ini dipelajarinya dari Bab pertama Kitab Sastrajendra.
Setelah beberapa kali melakukan teknik ini Arya merasakan tubuhnya menjadi lebih rileks dan tenang. Arya juga mendapati seperti ada aliran energi dalam jumlah besar yang memasuki tubuhnya saat melakukan teknik ini.
Setelah beberapa saat Ivan dan Tio selesai. Selanjutnya mereka bertiga pergi ke ruang makan untuk sarapan. Tidak lucu kalau mengikuti upacara dalam keadaan perut yang kosong.
Sesampainya di ruang makan, Arya agak terkejut melihat susana ramai yang tidak seperti biasanya. Hampir semua tempat duduk yang tersedia sudah ditempati oleh para siswa.
Siswa baru tahun pertama berbaur menjadi satu dengan senior mereka siswa tahun kedua dan ketiga. Saat ini sulit sekali jika ingin mencari seseorang. Karena mereka semua mengggunakan pakaian seragam yang sama.
Para siswa yang telah selesai sarapan dengan segera menuju ke halaman utama tempat upacara resmi dimulainya tahun ajaran baru akan dilaksanakan.
Begitu juga dengan Arya, setelah selesai sarapan segera bergegas menuju halaman utama.
Setibanya disana halaman utama sudah dipenuhi oleh siswa yang berkerumun dalam kelompok kelompok kecil.
Arya sendiri bergabung dengan kelompok teman temannya yang berasal dari Benteng Kecil.
Wuuuiiiiiiiiiiiiiiing
Bunyi sirine panjang terdengar yang artinya sebentar lagi upacara akan dimulai.
"Perhatian kepada para siswa agar segera membentuk barisan sesuai tahun angkatan" kata seorang guru, meski tidak menggunakan pengeras suara tapi dapat didengar oleh semua yang ada di halaman utama
"Siswa tahun pertama berbaris disini" kata seorang guru lainnya yang menjadi penanggung jawab siswa tahun pertama
Dengan segera semua siswa tahun pertama membentuk barisan di hadapan guru itu berdiri.
"Siswa tahun kedua berbaris disini" kata guru lainnya penanggung jawab siswa tahun kedua
Karena sudah terbiasa hanya butuh sedikit waktu saja bagi siswa tahun kedua membentuk barisan.
"Siswa tahun ketiga berbaris disini" kata guru penanggung jawab siswa tahun ketiga
Dan sama seperti siswa tahun kedua, siswa tahun ketiga pun tidak membutuhkan waktu lama untuk membentuk barisan
Sementara itu butuh waktu agak sedikit lama bagi siswa tahun pertama untuk membentuk barisan. Tapi ini masih merupakan sesuatu yang wajar mengingat mereka adalaj siswa baru.
Setelah semua siswa berbaris rapi guru guru penanggung jawab siswa perangkatan segera mengambil posisi dibelakang barisan siswa.
Tidak lama kemudian guru guru dan pegawai akademi lainnya datang memasuki halaman utama dalan barisan yang rapi. Mereka mengambil posisi dibelakang podium sederhana yang menghadap kearah siswa.
__ADS_1
Antara mereka dan siswa berdiri tegak sebuah tiang bendera terbuat dari beton dengan bendera dwi warna berkibar dengan gagah dipuncaknya.
Tidak berapa lama rombongan Guru Besar yang dipimpin Guru Besar Mahesa memasuki halaman utama. Dan langsung menuju podium yang telah disediakan.
Guru Besar Mahesa mengambil tempat sedikit lebih kedepan dari barisan Guru Besar.
Guru Besar Mahesa tampak berwibawa dan tenang. Aura pemimpin yang disegani terlihat memancar dari dirinya.
"Selamat pagi" kata Guru Besar Mahesa membuka sambutannya dengan sapaan
Meski tidak menggunakan pengeras suara, suara Guru Besar Mahesa terdengar sangat jelas. Karena saat berbicara Guru Besar Mahesa melambarinya dengan mengerahkan sedikit qi miliknya.
"Selamat pagi Ketua" jawab semua siswa dan guru serempak
"Semoga kita selalu senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa"
"Selamat datang di Akademi Garuda Sakti terutama bagi kalian siswa baru yang baru pertama kali ada disini"
"Selamat juga kepada kalian semua yang telah beruntung mendapatkan berkah kebangkitan"
"Sudah selayaknya kalian semua bersyukur atas keberuntungan itu"
"Bersama keberuntungan yang kalian dapatkan melekat juga sebuah kewajiban"
"Kewajiban untuk mempertahankan eksistensi keberadaan manusia untuk hidup dibumi ini"
"Kalian akan menjadi tumpuan harapan bagi kelangsungan hidup umat manusia"
"Ada begitu banyak pengorbanan yang dilakukan untuk bisa membawa kalian dengan selamat sampai disini"
"Ada banyak orang orang yang gugur demi melindungi kalian"
Sejenak Guru Besar Mahesa mengambil nafas lalu kemudian melanjutkan perkataannya.
"Tidak hanya prajurit tapi juga warga biasa, kalian tahu mengapa"
"Karena mereka yakin kalianlah jaminan kelangsungan hidup umat manusia"
"Hari ini kalian dilindungi tapi nanti kalianlah yang akan melindungi" kata Guru Besar Mahesa dengan lantang
"Apakah kalian semua siap untuk itu"
"YA KAMI SIAP" jawab seluruh siswa serempak dengan semangat
"Siap untuk melindungi keluarga kalian, saudara kalian, sahabat kalian"
"YA KAMI SIAP"
"Melindungi rumah kalian, tanah air kalian dan bumi ini"
"YA KAMI SIAP"
"Dan untuk itulah Akademi Garuda Sakti ini didirikan"
"Untuk alasan itulah kita semua ada disini"
"Agar kita semua bisa menjadi lebih kuat supaya kita mampu melindungi semuanya dari keganasan monster monster itu"
"Itulah arti kekuatan dan untuk itulah mengapa kalian menjadi orang orang yang terpilih"
"Dan marilah kita menundukan kepala sejenak mendoakan semua yang tiada karena menjadi korban keganasan monster, mendoakan agar kita mampu mewujudkan harapan semua manusia dan mendoakan diri kita sendiri supaya selalu diberi kekuatan dalam memikul tanggung jawab ini"
"Berdoa mulai"
Serempak semua orang yang ada di halaman upacara menundukkan kepala memanjatkan doa sesuai keyakinan masing masing.
"Selesai"
"Dan dengan ini secara resmi tahun ajaran baru Akademi Garuda Sakti dimulai" kata Guru Besar Mahesa mengakhiri pidato panjang nan hebat dan secara resmi memulai tahun ajaran baru
__ADS_1
Begitu Guru Besar Mahesa selesai mengucapkan kata terakhir dalam pidatonya segera saja disambut tepuk tangan meriah dan teriakan yel yel penuh semangat dari peserta upacara.
Benar benar upacara pembukaan yang mengesankan.