Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Akademi Garuda Sakti


__ADS_3

Setelah selesai melapor dan mendapatkan kode akses di pos penjagaan pada area satu, rombongan Komandan Wira dengan lancar masuk ke benteng lapis kedua dan ketiga tanpa perlu membuat laporan lagi. Cukup dengan memasukan kode akses pada system yang terdapat dalam kendaraan komando maka secara otomatis pintu masuk benteng lapis kedua dan ketiga pun akan terbuka.


Setelah memasuki benteng lapis ketiga sampailah mereka di sebuah area yang cukup luas.


Ada jalan raya selebar enam belas meter yang membentang mulai dari pintu masuk benteng lapis ketiga sebelah utara sampai ke pintu masuk benteng lapis ketiga sisi selatan.


Jalan raya ini membagi area ketiga menjadi dua bagian area barat dan area timur.


Pada area barat terdapat Akademi Militer dan pada sisi area timur Akademi Garuda Sakti.


Pohon pohon peneduh dengan daun rindang tumbuh subur di kedua sisi jalan.


Akademi Militer dan Akademi Garuda Sakti dikelilingi pagar hidup setinggi pinggang orang dewasa.


Bangunan utama Akademi Militer terdiri dari tiga lantai menghadap ke timur dengan halaman luas yang diapit dua bangunan tiga lantai lain disisi kanan dan kirinya.


Tiang bendera tepat berada ditengah halaman dengan bendera dua warna berkibar gagah dipuncaknya. Ada beberapa patung prajurit dan senjata yang menghiasi halaman.


Ada pos jaga kecil dengan tiga orang prajurit bersenjata lengkap di pintu masuk.


Diseberang gedung Akademi Militer berdiri gedung utama Akademi Garuda Sakti.


Berbeda dengan Akademi Militer bangunan gedung utama Akademi Garuda Sakti terdiri dari dua lantai dan berukuran lebih kecil.


Ada patung burung Garuda dengan hiasan ornamen indah di halaman akademi seolah menyambut tamu yang datang.


Patung burung Garuda itu tampak gagah dengan tampilan seekor burung yang tengah membentangkan kedua sayap dan kedua kaki dengan cakar tajam mencengkeram batu. Pandangannya tajam menyorot kedepan.


Sama dengan Akademi Militer, pintu masuk Akademi Garuda Sakti juga dijaga oleh tiga orang petugas jaga didalam pos jaga.


Bedanya jika di Akademi Militer penjaga memakai seragam militer lengkap dengan senapan energi sebagai senjatanya, sementara petugas jaga Akademi Garuda Sakti memakai pakaian seperti seragam perguruan bela diri.


Seragam itu bewarna putih dengan corak merah di beberapa tempat. Emblem kepala Burung Garuda perak dalam lingkaran bewarna hijau dengan garis hitam tersulam rapi disisi dada sebelah kiri.


Sementara badge nama terdapat di sisi dada sebelah kanan. Diatas badge nama ada kotak dengan satu huruf kapital dan satu angka yang sepertinya menunjukan level kultivasi.


Kepala mereka menggunakan ikat kepala bewarna senada pakaian yang mereka kenakan, putih dengan corak merah. Ada lempengan logam berwarna keperakkan dengan ukiran kepala burung garuda.


Ikat kepala itu mirip dengan ikat kepala yang dikenakan tokoh tokoh karakter dari salah satu anime terkenal yang berkisah tentang kehidupan klan ninja.


Petugas jaga di Akademi Garuda Sakti tidak menyandang senjata.

__ADS_1


Melihat rombongan kendaraan APC Tank mendekat dan mengarah masuk ke Akademi Garuda Sakti dengan sigap petugas jaga langsung mengarahkan kendaraan itu untuk parkir.


Seorang petugas jaga lain segera melaporkan kedatangan mereka melalui alat komunikasi yang ada di dalam posnya.


Kendaraan APC Tank itu berbaris rapi di halaman akademi. Setelah mesin dimatikan, pintu kendaraan yang terletak di bagian belakang terbuka. Dengan teratur satu demi satu prajurit keluar disusul dengan anak anak yang mereka bawa.


Komandan Wira segera mengatur pasukannya dan anak anak untuk berbaris dengan rapi.


Dari dalam bangunan gedung akademi keluar beberapa orang. Satu diantara mereka adalah petugas jaga yang memberikan laporan kedatangan rombongan Komandan Wira. Petugas itu kembali ke pos penjagaan.


Ada enam orang dari akademi yang menyambut rombongan Komandan Wira. Mereka terdiri dari Kepala Akademi Garuda Sakti Guru Besar Mahesa. Ada juga dua orang wakil kepala yakni Guru Besar Isnu dan Guru Besar Tama.


Ketiga guru besar itu didampingi tiga orang lain yaitu Guru Ireng, Guru Wesi dan Guru Seta.


Guru Besar Mahesa sebelumnya adalah seorang atlet beladiri internasional. Banyak gelar juara beladiri yang diraihnya, tidak hanya level nasional bahkan internasional.


Guru Besar Mahesa menguasai banyak jenis beladiri dengan sempurna. Dari jenis beladiri yang umum dijumpai seperti karate, taekwondo, muay thai dan wushu sampai jenis beladiri yang jarang dijumpai seperti aikido, jujitsu, kempo dan wingchun mampu dikuasai dengan baik. Bahkan jenis beladiri khusus militer seperti kravmaga dan systema pun dapat dikuasainya.


Dan sudah pasti Guru Besar Mahesa juga sangat jago beladiri silat asli nusantara. Guru Besar Mahesa menguasai silat dari berbagai aliran.


Selain teknik beladiri Guru Besar Mahesa juga menguasai teknik olah pernafasan dan teknik olah tenaga dalam.


Sebelum keberadaan qi di bumi menjadi lebih melimpah seperti saat ini beberapa orang sudah mengenal dan menggunakan tenaga dalam dalam beladiri.


Qi adalah bentuk energi alam sementara tenaga dalam adalah bentuk energi yang dihasilkan dalam tubuh seseorang.


Karena merupakan energi murni yang dihasilkan oleh tubuh sehingga jumlah tenaga dalam yang dimiliki seseorang sangat terbatas. Dan untuk membentuk atau mengisi kembali tenaga dalam membutuhkan waktu yang cukup lama.


Kemampuan tubuh memproduksi qi sangat terbatas bahkan jauh lebih sedikit dibanding tenaga dalam yang dihasilkan tubuh. Tapi dengan keberadaan qi di bumi yang melimpah seseorang dapat menyerap energi qi dari alam tersebut dan kemudian menyimpannya kedalam tubuh.


Seseorang dapat menyerap qi sebesar besarnya sesuai kemampuan daya tampung dantian dalam tubuhnya. Dan waktu yang digunakan untuk mengisi kembali qi yang terpakai lebih singkat dibanding tenaga dalam. Ini yang membedakan qi dengan tenaga dalam.


Guru Besar Isnu juga seorang praktisi bela diri yang hebat. Namun Guru Besar Isnu lebih tertarik pada pengobatan tradisional yang menggunakan bahan bahan alami yang disediakan alam.


Guru Besar Isnu banyak meneliti tanaman herbal yang berkhasiat. Saat ini Guru Besar Isnu salah satu alchemist terbaik yang dimiliki dunia.


Guru Besar Tama sama seperti dua guru besar lain yang ahli beladiri. Guru Besar Tama menguasai banyak teknik senjata. Teknik pedang, teknik tombak dan teknik panah adalah sebagian contoh teknik senjata yang di kuasai Guru Besar Tama dari banyak teknik senjata lainnya yang dia kuasai.


Selain kemampuan itu Guru Besar Tama merupakan seorang penempa yang sangat ahli. Guru Besar Tama menguasai teknik metalurgi modern dan teknik penempaan logam kuno.


Guru Besar Tama bisa membuat aneka jenis senjata dengan memadukan teknik modern dan teknik kuno yang dikuasainya.

__ADS_1


Sebagian besar senjata energi dan perlengkapan tempur yang digunakan pasukan militer Indonesia adalah hasil rancangannya.


Guru Ireng, Guru Wesi dan Guru Seta ketiganya adalah guru guru yang mengajar di Akademi Garuda Sakti. Selain mereka bertiga masih ada delapan orang lagi guru yang mengajar di akademi.


Guru Ireng selain sebagai pengajar juga bertanggung jawab dalam urusan administrasi dan keuangan akademi.


Guru Wesi bertanggung jawab sebagai kepala asrama yang mengurusi semua kebutuhan siswa akademi. Guru Seta bertanggung jawab sebagai kepala divisi hukum dan pengawasan.


"Siap grak" Komandan Wira memberi aba aba


"Hormat grak" Komandan Wira memimpin memberi hormat


"Tegak grak" aba aba Komandan Wira setelah melihat Guru Besar Mahesa menganggukan kepala sebagai isyarat telah menerima hormat


"Kamu masih tidak berubah Komandan Wira" kata Guru Besar Mahesa sambil tersenyum ramah


"Sangat disiplin dan berintegritas, benar benar prajurit sejati" lanjut Guru Besar Mahesa lanjut memuji Komandan Wira


"Terima kasih Guru Besar" jawab Komandan Wira


"Disini berbeda dengan diseberang, tidak perlu tata cara militer" kata Guru Besar Mahesa


"Tapi saya tetaplah seorang prajurit, Guru Besar" jawab Komandan Wira


"Ha ha ha ha ya ya kamu benar Komandan" kata Guru Besar Mahesa


"Ah sudahlah kenapa juga kita bahas sesuatu yang tidak penting" lanjutnya


"Apakah Komandan membawa oleh oleh untuk kami" tanya Guru Besar Mahesa sembari melihat kearah sebelas anak di dalam barisan


"Oh ya tentu" jawab Komandan Wira mengerti maksud dari Guru Besar Mahesa


Oleh oleh yang dimaksud Guru Besar Mahesa adalah sebelas anak yang Komandan Wira bawa.


"Ini data data dari anak anak itu" kata Komandan Wira sambil menyerahkan berkas dokumen kepada Guru Besar Mahesa


"Darimana asal mereka" tanya Guru Besar Mahesa


"Mereka semua berasal dari satu tempat, Benteng Kecil di distrik Wonosobo" jawab Komandan Wira


"Tempat itu ya, Benteng Kecil" kata Guru Besar sambil menganggukan kepala

__ADS_1


__ADS_2