
Sekarang sudah lewat tengah hari, Arya baru saja selesai makan siang di ruang makan akademi bersama teman temannya. Arya memisahkan diri dari rombongan karena mereka ingin beristirahat.
Arya mempersilahkan teman temannya kembali ke asrama untuk beristirahat dan sementara itu dirinya melanjutkan untuk mengeksplorasi akademi. Kali ini tujuannya adalah perpustakaan.
Sejak era monster banyak sekolah dan universitas yang hancur. Belum lagi sebagian besar guru dan pengajar banyak yang tewas ataupun hilang.
Dunia pendidikan benar benar mengalami masa masa paling sulit. Hanya ada beberapa sekolah formal yang dikelola pemerintah itupun berada di distrik distrik besar yang aman dan terlindungi.
Sementara pada distrik distrik kecil hampir tidak ada sekolah. Jika pun ada sekolah sekolah itu bersifat nonformal yang dikelola secara perseorangan atau swadaya sekelompok warga.
Materi pelajaran yang diajarkan kebanyakan adalah materi dasar seperti baca tulis dan berhitung. Sesekali diajarkan pengetahuan umum seperti sejarah dan kesenian. Sekolah sekolah itu tidak mengenal kelas seperti sekolah pada umumnya.
Beruntung bagi Arya dan anak anak sebayanya yang tinggal di Benteng Kecil. Disana ada sekolah yang dikelola oleh ibunya Arya. Untuk guru yang mengajar berasal dari beberapa orang warga.
Disekolah itu Arya dan anak anak lainnya tidak hanya diajarkan materi baca tulis dan berhitung saja. Ada tambahan materi lain yang dapat bermanfaat untuk dapat bertahan hidup di masa masa sulit.
Beberapa pelajaran bahasa asing diajarkan oleh salah seorang warga yang menguasai bahasa asing.
Pelajaran beladiri menjadi salah satu mata pelajaran wajib. Arya sudah terbiasa latihan fisik seperti lari, angkat beban, push up dan sebagainya.
Arya sudah akrab dengan beberapa senjata seperti pedang, tombak dan panah.
Arya juga belajar mengenal jenis tumbuhan yang aman dan berbahaya jika dimakan, serta beberapa jenis tumbuhan yang berkhasiat dan dapat dijadikan obat.
Arya sangat suka membaca, hampir semua koleksi buku yang ada di Benteng Kecil sudah pernah dia baca. Karena itu Arya sangat tertarik dengan perpustakaan akademi. Arya sangat penasaran dengan isi perpustakaan akademi.
Saat ini Arya sudah berada didepan pintu masuk perpustakaan yang terbuat dari panel kaca. Arya masuk kedalam dan menemukan seseorang wanita paruh baya berkacamata duduk sambil membaca sebuah buku.
"Permisi selamat siang" Arya menyapa sopan
Wanita itu menghentikan aktifitasnya, menurunkan buku dan meletakkannya diatas meja. Dia memandangi Arya dari atas sampai kebawah seolah sedang mengamati sesuatu yang penting.
"Hmmmm siswa baru" kata wanita itu
"Iya benar Bu, saya adalah siswa baru disini" kata Arya sopan
"Jarang jarang ada siswa baru yang mengunjungi perpustakaan" kata wanita itu
__ADS_1
"Bahkan siswa lama pun kebanyakan karena terpaksa" lanjutnya
"Sudah separah itukah literasi orang orang dimasa ini" kata wanita itu entah kepada siapa
"Maaf bu" kata Arya
"Ouh ya ya ada yang bisa saya bantu" kata wanita itu seolah baru tersadar kalau Arya ada dihadapannya
"Perkenalkan saya Arya, mmmm saya ingin masuk kedalam perpustakaan, mohon arahannya" kata Arya
"Ha sopan sekali kamu saya suka saya suka" kata wanita itu
"Ok saya Guru Rita yang bertanggung jawab di perpustakaan ini" kata wanita itu memperkenalkan diri
"Baiklah Arya, kamu tinggal dekatkan saja jam tanganmu pada alat disana agar bisa masuk kedalam" kata Guru Rita sambil menunjuk sebuah peralatan sensor disamping mejanya
"Kamu bebas membaca semua buku yang ada di lantai satu ini, sementara untuk buku buku yang ada di lantai dua kamu perlu izin khusus untuk dapat mengaksesnya" kata Guru Rita menjelaskan aturan didalam perpustakaan
"Perpustakaan buka dari pukul tujuh pagi sampai pukul sembilan malam" lanjutnya
"Kamu dapat meminjam satu buah buku selama lima hari untuk dibaca diluar dari perpustakaan"
"Apakah kamu paham" tanya Guru Rita
"Ya saya paham" jawab Arya
"Ya sudah kalau begitu silahkan kamu lanjutkan" kata Guru Rita yang kembali mengambil bukunya tadi dan lanjut membaca
Arya berjalan menuju alat sensor dan kemudian mendekatkan jam tangannya ke alat itu.
Ding
Suara notifikasi terdengar dari alat itu yang menandakan berhasil mengenali jam tangan milik Arya.
"Selamat datang Arya, silahkan masuk" kata suara otomatis yang keluar dari peralatan itu
Setelah terdengar suara otomatis yang berupa suara perempuan, palang otomatis yang tadinya menghalangi jalan masuk sekarang terangkat keatas.
__ADS_1
Arya pun masuk melewati palang pintu masuk. Setelah berjalan beberapa langkah mengikuti petunjuk dilantai sampailah Arya pada sebuah ruangan yang cukup luas. Puluhan rak buku berjajar rapi. Ada ribuan koleksi buku dengan berbagai macam jenis.
Arya merasa kagum dan terpana. Ini adalah pengalaman pertamanya melihat buku sebanyak ini. Beberapa saat Arya hanya diam terpaku ditempatnya berdiri.
Arya berjalan perlahan menyusuri satu persatu rak rak buku. Tangannya menyentuh buku buku didalam rak dengan lembut penuh perasaan.
Melihat buku yang sedemikian banyaknya, Arya merasa seperti berada diruangan yang dipenuhi harta karun.
Arya mengambil sebuah buku berjudul Sejarah Nusantara. Buku ini menceritakan sejarah masa lampau nusantara yang dulunya banyak berdiri kerajaan kerajaan besar. Beberapa kerajaan besar yang terkenal seperti kerajaan Kutai Kertanegara, Singasari, Sriwijaya, Majapahit, Padjajaran, Mataram, Goa, Tidore, Ternate, Demak, Samudra Pasai dan masih banyak lagi.
Jejak kemajuan peradaban nusantara yang sangat maju dizamannya sebagian masih dapat dilihat hingga saat ini. Borobudur, Prambanan hanyalah sedikit contoh dari sekian banyak peninggalan sejarah masa lalu.
Tidak hanya kemajuan dibidang konstruksi dibidang lainpun ada banyak yang nenek moyang wariskan. Teknik metalurgi pengolahan mineral logam menghasilkan senjata keris yang merupakan perpaduan indah antara teknik dan seni.
Di bidang pengobatan nenek moyang menggunakan bahan bahan alami yang berasal dari tumbuh tumbuhan dan hewan. Olahan bahan alami untuk pengobatan ini disebut dengan jamu yang kalau dimasa ini disebut obat herbal.
Urusan beladiri pun ada banyak jenis dan aliran. Nenek moyang nusantara sudah mengenal yang namanya olah tubuh yang sering disebut kanuragan. Mereka juga sudah mampu mengolah energi yang disebut tenaga dalam.
Dengan kemampuan beladiri yang tinggi mereka mampu menaklukkan alam nusantara.
Sayang sekali banyak dari warisan berharga itu sebagian besar hilang tanpa jejak.
Semenjak era monster dimulai beberapa orang mulai menyadari akan pentingnya warisan berharga itu. Mereka pun mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit pengetahuan dari peradaban kuno tersebut.
Meski hanya sebagian kecil saja pengetahuan itu yang didapat tapi itu saja sudah mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan manusia saat ini.
Dipadukan dengan sisa sisa teknologi canggih yang dimiliki saat ini menciptakan sesuatu yang baru. Sebagai contoh dengan mempelajari teknik metalurgi pengolahan bahan mineral logam dalam pembuatan keris dan dipadukan dengan pengetahuan modern metalurgi logam menghasilkan bahan logam baru yang mampu mengalirkan energi qi.
Bahan logam baru ini nantinya dapat diaplikasilan untuk membuat armour tempur yang bahkan lebih kuat dari bahan polimer kevlar maupun serat karbon. Juga menjadi bahan utama pembuatan aneka jenis senjata dari pedang sampai senapan.
Olah kanuragan dan aji aji kesaktian serta tenaga dalam dipelajari lebih dalam dan kemudian dipadukan dengan teknik beladiri dari seluruh dunia maka terciptalah teknik teknik baru untuk mengolah energi qi.
Pengetahuan masa lalu dan pengetahuan masa kini ternyata dapat saling melengkapi, saling menutupi celah dan kelemahan yang ada dikeduanya.
Era monster mengajarkan manusia untuk tidak terlalu bergantung pada pengetahuan dan teknologi masa ini. Pengetahuan masa lalu yang dibilang kuno dan ketinggalan pun ternyata masih dapat bermanfaat.
Bukankah keberadaan kita sekarang adalah hasil dari masa lalu.
__ADS_1
Anak anak sekarang tidak akan bisa memakan buah durian jika orang tua dahulu tidak menanam pohonnya.