Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Berangkat ke Akademi


__ADS_3

Semalaman penuh warga Benteng Kecil membuat acara makan bersama sebagai bentuk syukur karena berhasil mengalahkan monster yang menyerang tempat mereka. Juga atas keberhasilan beberapa orang anak yang lulus tes kebangkitan.


Warga Benteng Kecil berbaur bersama pasukan Komandan Wira dalam acara itu. Menghapus sejenak rasa duka kehilangan saudara saudara mereka yang gugur akibat serangan monster.


Meski dengan makanan seadanya tapi tidak mengurangi rasa kebahagiaan dari setiap warga. Mereka tahu meskipun kehidupan saat ini sulit, harapan tetap selalu ada.


Sebelas orang anak yang lulus tes kebangkitan hari ini adalah salah satu perwujudan harapan. Kepada mereka yang mendapat berkah kebangkitan harapan umat manusia ditumpukan untuk melenyapkan monster.


Dalam acara ini semuanya memanjatkan doa untuk mereka yang telah gugur. Tidak hanya itu mereka juga mendoakan sebelas anak yang lulus kebangkitan agar lancar dalam menjalani pelatihannya.


Hari ini saatnya Komandan Wira beserta pasukannya kembali dengan membawa sebelas anak yang lulus tes kabangkitan.


Semua warga penghuni Benteng Kecil hadir di pintu gerbang benteng pertama untuk melepas kepergian komandan Wira bersama pasukan dan anak anak mereka.


Tidak ada wajah sedih sebaliknya wajah wajah bahagia dan bangga terpancar dari setiap wajah warga Benteng Kecil. Mereka bangga karena ada diantara mereka yang mendapatkan berkah kebangkitan.


"Ayah Ibu Arya pamit" kata Arya setelah memeluk dan mencium tangan Sena dan istrinya bergantian


"Jaga dirimu nak" kata Sena sambil tersenyum


Sementara istri Sena hanya menganggukkan kepala dan tersenyum melepas kepergian anaknya. Tidak ada kata yang terucap dari mulutnya namun didalam hatinya rasa sedih haru sekaligus bahagia bercampur aduk.


Kendaraan APC berbaris rapi. Mesin mesin telah dinyalakan. Pasukan berbaris rapi dibelakang kendaraan APC dengan menghadap kearah warga. Didepan pasukan sebelas anak juga berbaris rapi.


Komandan Wira yang berdiri didepan sebelas anak menghadap kearah warga Benteng Kecil.


Sena sebagai pemimpin warga mengambil tempat sedikit lebih kedepan dari warga lainnya.


"Perhatian pasukan" Komandan Wira memberi aba aba


"Siaaap grak"


"Hormat senjataaaaa grak"


Serentak pasukan mengangkat senjata untuk memberi penghormatan.


Sena mengangkat tangan kanannya ke pelipis dengan sikap hormat menyambut penghormatan dari pasukan. Warga Benteng Kecil yang lain pun serentak mengikuti Sena mengangkat tangannya dalam sikap hormat.


Setelah beberapa saat Sena menurunkan tangannya dan menganggukan kepala.


'Tegaaaak Senjataaaaaa grak"


Serentak pasukan menurunkan senjatanya.


Komandan Wira membalikkan badannya menghadap kearah sebelas anak dan pasukannya.


"Kembali ke kendaraan masing masing dan bawa anak anak sesuai dengan yang telah ditentukan"


"Siap laksanakan" jawab pasukan serentak


"Balik kanan bubar jalan" Komandan Wira memberi aba aba pasukan untuk bubar dan memasuki kendaraan


Komandan Wira berjalan pelan kearah Sena, menjabat tangan Sena dan kemudian memeluknya dengan akrab. Sena menyambut Komandan Wira dengan sepenuh hati.


"Terima kasih komandan" kata Sena


"Terima kasih juga Pak" kata Komandan Wira

__ADS_1


Keduanya melepas pelukan dan sama sama menganggukan kepala sambil tersenyum tulus.


"Saya pamit" kata Komandan Wira singkat


"Hati hati dijalan Komandan" jawab Sena


Komandan Wira menyusul pasukannya masuk kedalam salah satu kendaraan APC dari pintu bagian belakang.


Anak anak juga telah masuk ke kendaraan APC. Ada dua sampai tiga anak dalam satu kendaraan.


Kendaraan APC yang ditumpangi Komandan Wira berjalan lebih dahulu didepan sebagai pemimpin rombongan disusul kendaraan APC lainnya.



gambar : contoh tank pengangkut personil.


Perlahan lahan rombongan kendaraan APC bergerak pergi meninggalkan Benteng Kecil. Sena beserta warga Benteng Kecil masih tetap berdiri di tempatnya sampai kemudian Kendaraan APC itu tidak terlihat lagi barulah mereka membubarkan diri.


Arya berada satu kendaraan dengan Komandan Wira bersama seorang anak lainnya yang berusia dua belas tahun bernama Bayu.


Selain mereka bertiga ada dua belas prajurit lain didalamnya. Satu orang prajurit bertugas sebagai pengemudi kendaraan, satu orang lainnya bertugas sebagai navigator yang terus memperhatikan layar monitor didepannya.


Ada empat buah monitor di sana, empat buah monitor itu terhubung dengan kamera yang terletak didepan belakang dan samping kanan serta kiri kendaraan. Satu monitor merupakan monitor utama yang lebih besar ukurannya dari empat monitor lain. Monitor utama itu terhubung dengan kamera depan yang menampilkan pemandangan pada area depan kendaraan APC.


Satu orang prajurit lagi bertugas mengawasi radar. Ada dua monitor dihadapannya dengan berbagai tampilan indikator. Radar itu dapat mendeteksi keberadaan monster hingga jarak dua kilometer dari posisi kendaraan ini. Juga mampu mendeteksi kendaraan bermesin lain dalam radius sepuluh kilometer.


Dan seorang prajurit yang memegang alat menyerupai konsol game tembak dan helm dengan perlengkapan virtual reality dibagian muka. Peralatan ini terhubung dengan meriam energi yang terletak dikubah yang dapat berputar pada bagian atas kendaraan. Meriam energi ini dilengkapi dengan kamera yang terhubung ke helm prajurit itu.


Prajurit ini dapat mengontrol meriam energi dengan konsol didepannya. Juga dapat melihat area yang searah moncong meriam energi menghadap.


Pada awalnya di distrik Magelang berdiri satu Akademi Militer milik pemerintah yang khusus melatih calon calon perwira militer.


Beberapa tahun yang lalu didirikan Akademi baru yang khusus melatih anak anak yang mendapatkan berkah kebangkitan menjadi prajurit khusus yang mampu berkultivasi.


Akademi ini diberi nama Akademi Garuda Sakti. Kesanalah rencananya Arya dan sepuluh anak lainnya akan diantar oleh Komandan Wira.


Sejauh ini perjalanan mereka cukup lancar. Dua kali rombongan ini berhenti di pos militer untuk melapor.


Menjelang sore rombongan sudah mendekati Distrik Magelang.


Distrik Magelang merupakan wilayah yang cukup luas. Dikelilingi oleh tiga lapis benteng yang dijaga dengan cukup ketat.


Ketiga lapis benteng ini membagi Distrik Magelang menjadi tiga area.


Area pertama berada dibalik benteng lapis pertama adalah area pertanian dan peternakan. Area ini memproduksi bahan pangan bagi warga Distrik Magelang.


Jarak antara benteng lapis pertama dengan benteng lapis kedua terpisah sejauh empat kilometer.


Setelah melewati area pertama terdapat benteng lapis kedua. Diantara benteng lapis kedua dan benteng lapis ketiga merupakan area pemukiman penduduk sipil dan juga pusat kantor pemerintahan.


Benteng lapis kedua dan lapis ketiga berjarak sekitar satu setengah kilometer.


Dan area ketiga yang merupakan area terakhir berada setelah benteng lapisan ketiga. Pada Area ketiga inilah Akademi Militer dan Akademi Garuda Sakti berada.


Pada jarak satu kilometer Komandan Wira menghubungi petugas yang berjaga di pintu masuk benteng lapisan pertama menggunakan peralatan komunikasi yang ada didalam kendaraan.


"Kendi kosong dua melapor ganti" kata Komandan Wira menyebut nama sandi pasukannya

__ADS_1


"Karang satu terima ganti" jawaban dari arah benteng lapis pertama


"Kendi kosong dua membawa air ganti"


"Karang satu terima ganti"


"Kendi kosong dua izin masuk ganti"


"Karang satu ketuk pintu ganti" petugas jaga menanyakan kata sandi


"Kendi kosong dua ketuk pintu tiga tiga sembilan enam ganti"


"Karang satu terima"


Setelah kata sandi yang berupa angka cocok dan benar rombongan Komandan Wira di izinkan memasuki benteng lapis pertama.


Distrik Magelang adalah daerah militer sehingga tidak sembarang orang dapat bebas keluar dan masuk daerah ini.


Pintu masuk benteng terbuat dari bahan khusus yang sangat kuat. Pintu ini memiliki ketebalan satu meter. Ada tiga pintu yang terdapat pada gerbang masuk benteng lapis pertama dengan letak yang bersusun tidak bersisian. Jarak antar pintu satu dengan pintu yang lain sejauh tiga meter.


Daun pintu pertama masuk kedalam tanah yang kemudian diikuti pintu kedua dan pintu ketiga setelah pintu pertama sepenuhnya masuk kedalam tanah.


Saat ketiga pintu sepenuhnya masuk kedalam tanah terbukalah gerbang masuk benteng lapis pertama.


Komandan Wira memimpin rombongan memasuki benteng lapisan pertama.


Setelah kendaraan APC terakhir dari rombongan komandan Wira, pintu masuk perlahan muncul kembali dari dalam tanah dimulai dari pintu pertama. Setelah beberapa saat ketiga pintu itu menutup sempurna.


Kendaraan APC pasukan Komandan Wira berhenti di pos penjagaan. Komandan Wira turun dari kendaraan untuk memberikan laporan.


Setelah saling memberikan hormat ala militer Komandan Wira menyapa temannya.


"Selamat sore komandan Janu" sapa Komandan Wira pada petugas yang ternyata adalah salah satu temannya


"Ah kau ini masih formal gitu, santai sajalah" jawab Komandan Janu


"Inikan masih dalam kondisi tugas" kata Komandan Wira


"Ah sudahlah terserah kau sajalah" jawab Komandan Janu sambil tersenyum


"Bagaimana apakah kau berhasil menemukan anak anak berbakat" tanya Komandan Janu


"Ya ada sebelas anak kali ini" jawab Komandan Wira


"Wah panen besar itu" kata Komandan Janu


"Ya nanti saja ceritanya, mana akses masuk ke benteng lapis duanya" kata Komandan Wira


"Tak sabar sekali kau ini" kata Komandan Janu


Kemudian Komandan Janu memencet beberapa kali tombol angka pada alat yang berbentuk seperti remot dengan layar seven segmen.


"Sudah aku kirim ke system kendaraan komandomu Kendi Kosong Dua" kata Komandan Janu mencandai Komandan Wira dengan menyebut kode sandi miliknya.


"Ha ha ha terima kasih Karang Satu" balas Komandan Wira


Komandan Wira kembali masuk kedalam kendaraannya dan memimpin rombongan melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2