Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster

Pringgodani Skuat Pasukan Elit Pemburu Monster
Guru Dira


__ADS_3

Tahun ini ada delapan puluh enam anak yang berhasil direkrut dari berbagai daerah. Jumlah ini sedikit lebih banyak dibandingkan tahun kemarin yang berjumlah tujuh puluh delapan anak.


Setelah upacara pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Akademi Garuda Sakti, Guru Besar Mahesa acara dilanjutkan dengan pembagian kelas untuk siswa tahun pertama.


Siswa tahun kedua dan ketiga berbaris rapi sesuai angkatannya. Untuk siswa tahun kedua dan ketiga tidak lagi ada pembagian kelas, karena sudah diatur sejak pertamakali mereka masuk akademi.


Setiap kelas akan didampingi oleh seorang wali kelas, dan setiap kelas akan didampingi oleh seorang asisten yang berasal dari siswa senior.


Setelah mendengarkan beberapa pengarahan siswa tahun kedua dan tahun ketiga dengan rapi membubarkan diri kembali ke kelas masing masing.


Siswa tahun pertama masih berada di halaman. Ada empat orang yang berdiri didepan mereka. Keempat orang itu adalah guru akademi. Mereka berempat adalah Guru Dira, Guru Noto, Guru Suryo dan Guru Marus.


"Selamat pagi anak anak" kata Guru Noto


"Selamat pagi tuan Guru" jawab semua siswa tahun pertama serempak


"Perkenalkan nama saya Guru Noto, tugas saya hari ini untuk membagi kalian dalam tiga kelas"


"Sebelum itu saya akan perkenalkan guru guru yang akan menjadi wali kelas"


"Guru Dira wali kelas I.1


Guru Suryo wali kelas I.2


Guru Marus wali kelas I.3"


"Bagi yang nama nya dipanggil segera berbaris sesuai dengan kelas yang disebutkan dibelakang wali kelas masing masing" lanjut Guru Noto


Selanjutnya satu persatu siswa tahun pertama dipanggil. Siswa yang dipanggil langsung membentuk barisan dibelakang wali kelas.


Arya dimasukkan kedalam kelas I.1. selain dirinya masih ada tiga orang lagi yang berasal dari Benteng Kecil yang satu kelas dengannya. Mereka adalah Ivan, Rendy dan Nila.


Setelah pembagian kelas selesai siswa siswa tahun pertama itu diarahkan menuju ruang kelas masing masing.


Setiap angkatan memiliki komplek gedung masing masing. Setiap komplek memiliki paling tidak tiga gedung. Ketiga gedung terdiri dari gedung utama berupa bangunan satu lantai yang berisi ruangan belajar, aula pelatihan dan wisma pertapaan.

__ADS_1


Arya dan yang lain sudah sampai diruangan kelas masing masing.


Didalam ruangan belajar tampak Arya dan siswa lain telah duduk dikursi siswa. Guru Dira berdiri didepan kelas dengan tenang. Ditatapnya wajah dari siswa siswanya satu persatu.


"Selamat pagi" sapa Guru Dira


"Selamat pagi tuan Guru" jawab Arya dan teman temannya satu kelas


"Perkenalkan nama saya Dira, tadi pada waktu pembagian kelas sudah diperkenalkan oleh tuan Guru Noto" kata Guru Dira


"Selama tiga tahun kedepan selama diakademi sayalah yang akan membimbing kalian semua, saya yang nantinya akan melatih bagaimana cara berkultivasi dan meningkatkan level" kata Guru Dira


"Pada tahun pertama ini kalian akan mempelajari beberapa konsep dasar kultivasi serta beberapa pengetahuan umum lainnya" lanjut Guru Dira


"Selanjutnya kalian juga akan berlatih beberapa teknik dan jurus dasar"


"Sebelum itu saya ingin bertanya kepada kalian apakah ada yang belum bisa baca tulis" tanya Guru Dira


Suasana menjadi hening.


Tidak ada seorang pun yang mengangkat tangannya yang berarti semua siswa kelas I.1 tahun ini melek huruf.


"Jadi tidak ada diantara kalian satu orangpun yang tidak bisa baca tulis" kata Dira


"Syukurlah kalau begitu" lanjut Guru Dira


Selanjutnya Guru Dira mengabsen siswanya satu persatu. Siswa yang disebut namanya oleh Guru Dira diminta untuk berdiri dan memperkenalkan diri.


Setelah sesi perkenalan Guru Dira menjelaskan jadwal dan materi pembelajaran selama beberapa bulan kedepan.


Guru Dira berusia tiga puluh tahunan. Sebelum menjadi seorang Guru di Akademi Garuda Sakti, Guru Dira berprofesi sebagai praktisi beladiri. Guru Dira adalah seorang atlet beladiri internasional. Banyak sudah penghargaan dan kejuaraan beladiri yang dia menangkan.


Awalnya Guru Dira hanya berlatih jurus dan teknik beladiri secara fisik saja. Kemudian Guru Dira mengenal konsep tenaga dalam dan mulai mempelajarinya.


Tidak lama kemudian era monster pun dimulai. Guru Dira mendaftarkan diri sebagai relawan untuk ikut maju digaris depan untuk melawan monster.

__ADS_1


Puluhan peperangan melawan monster sudah dia jalani. Berbekal kemampuan beladirinya Guru Dira berhasil membunuh banyak sekali monster.


Dari peperangan melawan monster Guru Dira menyimpulkan bahwa manusia tidak bisa hanya selalu bergantung pada kekuatan senjata modern dan peralatan canggih. Seharusnya manusia juga memaksimalkan kekuatan asli dari dalam diri mereka sendiri.


Guru Dira mengetahui kalau secara fisik tubuh monster sangat kuat. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan unik.


Guru Dira adalah salah satu pemburu terkuat yang dimiliki nusantara. Dia adalah pemimpin dari organisasi pemburu monster yang beranggotakan sekitar lebih dari tiga ribu orang yang tersebar dihampir semua daerah di nusantara.


"Sekarang dengarkan baik baik" kata Guru Dira


"Kalian termasuk orang orang yang sangat beruntung karena mendapatkan berkah kebangkitan"


"Perlu kalian ketahui sampai saat ini bagaimana dan mengapa seseorang mendapat berkah kebangkitan masih misterius"


"Mengenai konsep energi qi itu sendiri sebenarnya sejak jaman kuno sudah dikenal oleh manusia"


"Energi qi hanyalah salah satu dari sekian banyak jenis energi yang ada di alam"


"Energi jenis ini berbeda dengan jenis energi yang dipelajari dalam ilmu science modern seperti energi listrik, energi magnet, energi nuklir dan lainnya"


"Meskipun seolah berbeda pada dasarnya semua itu sama, sama sama energi"


"Manusia menyebut energi jenis ini cakra, mana, chi, tenaga dalam dan beberapa nama lain"


"Dari catatan yang tertulis dalam kitab kitab kuno, manusia telah menemukan cara atau metode agar dapat menggunakan energi jenis ini sebagai sumber kekuatan"


"Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia makin meninggalkan pengetahuan kuno tersebut, karena dirasa sulit dan tidak praktis"


"Tapi kedatangan monster itu ke bumi membuat manusia tersadar kalau mereka tidak boleh bergantung sepenuhnya dengan teknologi modern saja"


"Justru dengan menggabungkan dan memadukan teknologi modern dengan pengetahuan kuno akan mencipatakan sesuatu yang luar biasa"


"Sebagai contoh dengan teknologi modern kita mampu membuat senjata berupa senapan dengan amunisi peluru logam dan bahan peledak, memadukan pembuatan senjata modern dengan pengetahuan kuno kita berhasil membuat senjata baru yaitu senapan energi yang tidak perlu amunisi peluru logam"


"Seperti itulah kira kira gambaran pemanfaatan energi qi, untuk bagaimana cara dan metodenya kita akan pelajari bersama sama" Guru Dira mengakhiri penjelasannya yang panjang lebar

__ADS_1


__ADS_2