
Di saat pak Dodi dan Maya sedang berbincang dengan Putri
Ibu Jumaroh datang
"Asalamualaikum, Ehhh ada tamu rupahnya
Udah lama pak di sini" ucap ibu Jumaroh yang baru pulang bekerja dan langsung duduk di ruang tamu
"Saya baru aja kesini Bu, tujuan saya kesini untuk sekedar bersilahturahmi"ucap pak Dodi
"Iya Bu saya sekali lagi minta maaf kepada ibu Jumaroh dan Putri atas perbuatan saya kemarin"ucap maya sambil menunjukan raut wajah berpura-pura menyesal
"Iya de Maya udah ibu maafin"ucap ibu Jumaroh
Pak Dodi yang terus memandangi ibu Jumaroh menimbulkan tanda tanya ???
Pak Dodi pun memberi isarat kedipan terhadap maya
Maya yang sudah tau tujuan papahnya ke sini akhirnya Maya berbicara dengan putri dengan alasan ingin melihat koleksi buku puisi putri
Dengan kepolosannya putri pun mengajak Maya masuk ke kamarnya
langsung di hadapkan dengan lemari berukuran besar yang Maya kira itu lemari baju
Setelah putri membukanya ternyata berisi puluhan tumpukan buku yang sudah terisi
penuh dengan coretan puisi yang putri buat
Maya pun tercengang melihat begitu banyak nya buku seperti di perpustakaan
Sementara itu pak Dodi dan ibu Jumaroh masih ngobrol di ruang tamu
Awalnya pak Dodi mengobrol menanyakan tentang bekerjaan ibu Jumaroh
setelah Maya dan putri pergi ke kamar
Pak Dodi pun membicarakan keseriusannya kepada Ibu Jumaroh
pak Dodi yang kini bersetatus duda karena di tinggal istri menikah lagi dengan laki-laki lain
Dan ibu Jumaroh yang kini bersetatus janda karena suaminya di kabarkan menghilang
Pak Dodi mengajak ibu Jumaroh menikah dengan dalih untuk membuat anak-anak mereka kembali mendapatkan kasih sayang ayah dan ibu dengan seutuhnya
Kepiawaian pak Dodi untuk meluluhkan hati ibu Jumaroh agar menerima ajakannya untuk menikah tak di gubris nya
Karena Ibu Jumaroh sampai sekarang masih mencintai ayahnya putri walau kini di kabarkan sudah meninggal pun masih nggan untuk bisa menerima laki-laki lain di sisinya
Pak Dodi pun mencari cara lain dengen memberitaukan
harta kekayaannya dari rumah,tanah,
__ADS_1
sawah, dan kendaraan yang kini di milikinya
menjanjikan ibu Jumaroh tinggal duduk manis menerima nafkah dan tidak usah bekerja
Karena kini pak Dodi bekerja sebagai pembisnis jual beli tanah
Kata-kata seperti itupun tak bisa menggoyahkan pendirian ibu Jumaroh yang masih menginginkan tetap sendiri dulu
Pak Dodi pun kini mempromosikan keperkasaan nya dengan nada yang sedikit berbisik
memberi tau kepada Ibu Jumaroh kalau dia kuat untuk melakukan gerakan seperti*PushUp* di atas ranjang dengan durasi satu jam
Untuk memuaskan ibu Jumaroh
Ibu Jumaroh mendengar perkataan pak Dodi yang makin lama makin ngelatur pun mulai
ilfil dan ingin cepat menghentikan obrolan itu
Untuk menghidar secara halus ibu Jumaroh ke dapur untuk membuatkan pak Dodi teh manis
Karena pas pak Dodi dan Maya datang di sugukan air putih dan kue sama putri
Pak Dodi yang menolak di buatkan teh manis karena dia masih ingin berbicara tapi ibu Jumaroh mengatakan tamu adalah raja jadi harus di suguhkan dengan jamuan terbaik
Dengan Pedenya Pak Dodi merasa ibu Jumaroh yang sudah terhasut oleh rayuannya dan membuat teh manis beranggapan ingin belajar menjadi istri yang baik buatnya
Akhirnya mempersilahkan ibu Jumaroh pergi kedapur untuk membuatkan teh manis
Maya yang sedang di kamar putri kini sedang membaca buku buatan putri sambil berbincang-bincang
Kalau hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-ap ibu Jumaroh merasa jenuh juga karena sudah hampir setengah jam berada di dapur
Pak Dodi yang awalnya mengira ibu Jumaroh ingin belajar berbakti padanya kini meras ibu Jumaroh sedang menghindar darinya karena sudah hampir setengah jam menunggu ibu Jumaroh tak kunjung kembali ke ruang tamu
Akhirnya ibu Jumaroh membuatkan teh manis 4 gelas, setelah teh manis sudah jadi
Ibu Jumaroh yang enggan ke ruang tamu tanpa ada putri dan Maya
"Putri sini dulu nak bentar"ucap ibu Jumaroh yang berada di dapur dengan putri yang berada di kamar
"Iya Bu ,ada apa ?" Sahut putri sambil keluar kamar untuk menghampiri sang ibu yang berada di dapur
"Nak antarkan minuman ini keruang tamu,terus ajak Maya keluar kamar kita minum teh manis"ucap ibu
Putri pun mengantarkan teh manis ke meja ruang tamu dan kembali ke kamarnya untuk mengajak Maya meminum teh manis
Setelah Maya dan putri kembali ke ruang tamu ibu Jumaroh yang masih berada di dapur akhirnya ikut kembali ke ruang tamu
Kesempatan pak Dodi pun Hilang buaat bisa mengobrol dua mulut dengan ibu Jumaroh
Setelah menikmati teh manis pak Dodi dan Maya memutuskan untuk pamit pulang karena waktu juga sudah terlalu sore dan mengatakan besok akan datang kembali
__ADS_1
Setelah mereka pulang ibu Jumaroh merasa tenang
Di saat malam putri yang sedang belajar
ibu Jumaroh masuk ke kamar putri
Putri yang melihat ibunya ingin mengatakan sesuatu akhirnya memutuskan untuk menghentikan belajarnya Dan
mengajak ibu nya duduk dan mendekatiya
Putri pun bertanya kepada ibunya karena melihat ibunya ingin mengatakan sesuatu tapi bingung harus memulainya darimana
Karena sudah tidak ada lagi tempat curhat selain anaknya, ibu Jumaroh pun akhirnya angkat berbicara menceritakan perlakuan pak Dodi sore tadi kepada putri
Putri yang mendengarkan hal itu merasa
kasian terhadap ibu nya ,dan putri ingin menjadi pelindung buat ibu nya
Setelah ibu Jumaroh merasa tenang karena sudah mengatakan kepada anaknya ibu Jumaroh pun meninggalkan kamar putri untuk istirahat
Setelah mendengar cerita ibunya ,putri tak melanjutkan belajarnya kini dia ingin mengatakan sesuatu di buku lewat penanya
*Tak Ada lagi perlindungan dari mu Ayah*
_______________________________________
Ku kira sore berganti petang akan menghalau rindu terhadap ayah ku
Tapi kini ku mengingatmu saat ngkau membelaku disaat ibu memarahi kebiasaan ku
Ku kira kesendiran ku adalah waktu yang tepat untuk aku bisa berdialog sajak indah dengan buku
Tapi mengapa kini ku merasa rindu pada sosok yang tak akan bisa lagi ku temui
Setelah tanpa mu kini ibu seperti buah yang matang di taman kota
Yang sewaktu-waktu siapa saja bisa mencoba mencicipinya
---------------------------------------
By.Putri
Setelah membuat puisi putri sudah mulai ngantuk dan memutuskan tidur
Baru saja memejamkan mata putri teringat hari ini belum update bab di novelnya
Putri pun terbangun kembali mengambil hp yang di letakan di bawah bantalnya
Dengan mata yang mengantuk namun di paksa karena putri ingin menceritakan kisah hidup di novelnya
Setelah mendapat dua bab satu bab pun di update nya dan satu bab lagi di tabung buat besok takut banyak kesibukan yang mengharuskan rangkaian kata dalam ceritanya terlupakan
__ADS_1