Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
PDKT Pak Dodi


__ADS_3

Di saat pak Dodi dan Maya sedang berbincang dengan Putri


Ibu Jumaroh datang


"Asalamualaikum, Ehhh ada tamu rupahnya


Udah lama pak di sini" ucap ibu Jumaroh yang baru pulang bekerja dan langsung duduk di ruang tamu


"Saya baru aja kesini Bu, tujuan saya kesini untuk sekedar bersilahturahmi"ucap pak Dodi


"Iya Bu saya sekali lagi minta maaf kepada ibu Jumaroh dan Putri atas perbuatan saya kemarin"ucap maya sambil menunjukan raut wajah berpura-pura menyesal


"Iya de Maya udah ibu maafin"ucap ibu Jumaroh


Pak Dodi yang terus memandangi ibu Jumaroh menimbulkan tanda tanya ???


Pak Dodi pun memberi isarat kedipan terhadap maya


Maya yang sudah tau tujuan papahnya ke sini akhirnya Maya berbicara dengan putri dengan alasan ingin melihat koleksi buku puisi putri


Dengan kepolosannya putri pun mengajak Maya masuk ke kamarnya


langsung di hadapkan dengan lemari berukuran besar yang Maya kira itu lemari baju


Setelah putri membukanya ternyata berisi puluhan tumpukan buku yang sudah terisi


penuh dengan coretan puisi yang putri buat


Maya pun tercengang melihat begitu banyak nya buku seperti di perpustakaan


Sementara itu pak Dodi dan ibu Jumaroh masih ngobrol di ruang tamu


Awalnya pak Dodi mengobrol menanyakan tentang bekerjaan ibu Jumaroh


setelah Maya dan putri pergi ke kamar


Pak Dodi pun membicarakan keseriusannya kepada Ibu Jumaroh


pak Dodi yang kini bersetatus duda karena di tinggal istri menikah lagi dengan laki-laki lain


Dan ibu Jumaroh yang kini bersetatus janda karena suaminya di kabarkan menghilang


Pak Dodi mengajak ibu Jumaroh menikah dengan dalih untuk membuat anak-anak mereka kembali mendapatkan kasih sayang ayah dan ibu dengan seutuhnya


Kepiawaian pak Dodi untuk meluluhkan hati ibu Jumaroh agar menerima ajakannya untuk menikah tak di gubris nya


Karena Ibu Jumaroh sampai sekarang masih mencintai ayahnya putri walau kini di kabarkan sudah meninggal pun masih nggan untuk bisa menerima laki-laki lain di sisinya


Pak Dodi pun mencari cara lain dengen memberitaukan


harta kekayaannya dari rumah,tanah,

__ADS_1


sawah, dan kendaraan yang kini di milikinya


menjanjikan ibu Jumaroh tinggal duduk manis menerima nafkah dan tidak usah bekerja


Karena kini pak Dodi bekerja sebagai pembisnis jual beli tanah


Kata-kata seperti itupun tak bisa menggoyahkan pendirian ibu Jumaroh yang masih menginginkan tetap sendiri dulu


Pak Dodi pun kini mempromosikan keperkasaan nya dengan nada yang sedikit berbisik


memberi tau kepada Ibu Jumaroh kalau dia kuat untuk melakukan gerakan seperti*PushUp* di atas ranjang dengan durasi satu jam


Untuk memuaskan ibu Jumaroh


Ibu Jumaroh mendengar perkataan pak Dodi yang makin lama makin ngelatur pun mulai


ilfil dan ingin cepat menghentikan obrolan itu


Untuk menghidar secara halus ibu Jumaroh ke dapur untuk membuatkan pak Dodi teh manis


Karena pas pak Dodi dan Maya datang di sugukan air putih dan kue sama putri


Pak Dodi yang menolak di buatkan teh manis karena dia masih ingin berbicara tapi ibu Jumaroh mengatakan tamu adalah raja jadi harus di suguhkan dengan jamuan terbaik


Dengan Pedenya Pak Dodi merasa ibu Jumaroh yang sudah terhasut oleh rayuannya dan membuat teh manis beranggapan ingin belajar menjadi istri yang baik buatnya


Akhirnya mempersilahkan ibu Jumaroh pergi kedapur untuk membuatkan teh manis


Maya yang sedang di kamar putri kini sedang membaca buku buatan putri sambil berbincang-bincang


Kalau hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-ap ibu Jumaroh merasa jenuh juga karena sudah hampir setengah jam berada di dapur


Pak Dodi yang awalnya mengira ibu Jumaroh ingin belajar berbakti padanya kini meras ibu Jumaroh sedang menghindar darinya karena sudah hampir setengah jam menunggu ibu Jumaroh tak kunjung kembali ke ruang tamu


Akhirnya ibu Jumaroh membuatkan teh manis 4 gelas, setelah teh manis sudah jadi


Ibu Jumaroh yang enggan ke ruang tamu tanpa ada putri dan Maya


"Putri sini dulu nak bentar"ucap ibu Jumaroh yang berada di dapur dengan putri yang berada di kamar


"Iya Bu ,ada apa ?" Sahut putri sambil keluar kamar untuk menghampiri sang ibu yang berada di dapur


"Nak antarkan minuman ini keruang tamu,terus ajak Maya keluar kamar kita minum teh manis"ucap ibu


Putri pun mengantarkan teh manis ke meja ruang tamu dan kembali ke kamarnya untuk mengajak Maya meminum teh manis


Setelah Maya dan putri kembali ke ruang tamu ibu Jumaroh yang masih berada di dapur akhirnya ikut kembali ke ruang tamu


Kesempatan pak Dodi pun Hilang buaat bisa mengobrol dua mulut dengan ibu Jumaroh


Setelah menikmati teh manis pak Dodi dan Maya memutuskan untuk pamit pulang karena waktu juga sudah terlalu sore dan mengatakan besok akan datang kembali

__ADS_1


Setelah mereka pulang ibu Jumaroh merasa tenang


Di saat malam putri yang sedang belajar


ibu Jumaroh masuk ke kamar putri


Putri yang melihat ibunya ingin mengatakan sesuatu akhirnya memutuskan untuk menghentikan belajarnya Dan


mengajak ibu nya duduk dan mendekatiya


Putri pun bertanya kepada ibunya karena melihat ibunya ingin mengatakan sesuatu tapi bingung harus memulainya darimana


Karena sudah tidak ada lagi tempat curhat selain anaknya, ibu Jumaroh pun akhirnya angkat berbicara menceritakan perlakuan pak Dodi sore tadi kepada putri


Putri yang mendengarkan hal itu merasa


kasian terhadap ibu nya ,dan putri ingin menjadi pelindung buat ibu nya


Setelah ibu Jumaroh merasa tenang karena sudah mengatakan kepada anaknya ibu Jumaroh pun meninggalkan kamar putri untuk istirahat


Setelah mendengar cerita ibunya ,putri tak melanjutkan belajarnya kini dia ingin mengatakan sesuatu di buku lewat penanya


*Tak Ada lagi perlindungan dari mu Ayah*


_______________________________________


Ku kira sore berganti petang akan menghalau rindu terhadap ayah ku


Tapi kini ku mengingatmu saat ngkau membelaku disaat ibu memarahi kebiasaan ku


Ku kira kesendiran ku adalah waktu yang tepat untuk aku bisa berdialog sajak indah dengan buku


Tapi mengapa kini ku merasa rindu pada sosok yang tak akan bisa lagi ku temui


Setelah tanpa mu kini ibu seperti buah yang matang di taman kota


Yang sewaktu-waktu siapa saja bisa mencoba mencicipinya


---------------------------------------


By.Putri


Setelah membuat puisi putri sudah mulai ngantuk dan memutuskan tidur


Baru saja memejamkan mata putri teringat hari ini belum update bab di novelnya


Putri pun terbangun kembali mengambil hp yang di letakan di bawah bantalnya


Dengan mata yang mengantuk namun di paksa karena putri ingin menceritakan kisah hidup di novelnya


Setelah mendapat dua bab satu bab pun di update nya dan satu bab lagi di tabung buat besok takut banyak kesibukan yang mengharuskan rangkaian kata dalam ceritanya terlupakan

__ADS_1


__ADS_2