
Matahari yang sudah keluar dari persembunyiannya menyapa Bagas dari balik jendela kamarnya.
Dengan semangat pagi yang begitu membara untuk bisa bertemu dan mengantarkan putri ke sekolah kini Bagas sudah bersiap mengenakan seragam sekolah
"Nak apa kamu suka dengan Putri" tanya Bibi Yati kepada Bagas yang sedang bersiap-siap untuk berangkat sekolah
"Iya bi,aku suka sama putri!! Aku di sini lagi berusaha deketin putri" jawab Bagas tanpa ragu
Bibi Yanti yang mendengar ponakannya Suka dengan Putri ,mengatakan akan membantunya untuk mendekati putri.
Baru saja bibi Yanti akan ke rumah putri agar mau berangkat bareng dengan bagas,
Gilang datang mengendarai sepeda motor untuk menjemput putri.
Bibi Yanti pun berbalik masuk ke rumahnya dan mengatakan kepada Bagas kalau putri sudah ada yang menjemputnya.
Dengan terus terang Bagas mengatakan kepada bibinya, kalau tujuan dia nginep di sini agar bisa lebih pagi menjemput putri !! Tapi karena ada pengganggu yang namanya Gilang kini Bagas merasa susah untuk bisa dekat dengan putri.
Karena Putri sudah di jemput Gilang ,perjuangan Bagas nampaknya belum berhasil walau rela menginap di rumah bibinya untuk bisa mendekati putri
***
Asep yang merasa salah telah menyia-nyiakan teman dari kecilnya kini datang ke rumah Siska untuk mengajaknya berangkat sekolah bareng.
Siska meras terkejut setelah Asep mendatangi rumahnya untuk berangkat bareng.
Karena selama ini biasanya Asep selalu berangkat lebih dulu daripada Siska.
Siska yang masih kesal dengan Asep tetap mengikuti ajakannya karena tidak enak juga kalau menolak !! karena rumahnya berdekatan,
Hanya saja setelah menuju tepian jalan raya untuk menunggu angkutan umum, Siska tak banyak berinteraksi seperti biasanya.
Setalah menaiki angkot, Siska hanya terdiam dan enggan menengok ke Arah Asep !! sampai angkot tiba di depan sekolahannya keduanya masih saling diam.
Di saat turun dari angkot Siska yang berniat langsung masuk ke sekolah tapi Asep ingin mengajaknya berbicara.
Siska yang beranggapan kalau Asep mengajaknya berbicara untuk menanyakan Putri,Siska pun menolaknya dan langsung berjalan menuju gerbang sekolah.
Tanpa Disangka Asep memegang tangannya dan mengatakan
"aku ingin berbicara dengan mu bukan tentang orang lain, tapi ini tentang kita" pungkas Asep untuk meyakinkan Siska
Setalah mendengar perkataannya di samping gerbang sekolah mereka berbicara
"Sis,aku meminta maaf atas kejadian kemarin" ucap Asep dengan raut wajah penyesalan
"Minta maaf atas hal apa?" Tanya Siska sembari menatap ke arah Asep
__ADS_1
"Aku kemarin sudah membuat mu sakit hati,karena aku menanyakan tentang orang lain untuk menaruh harapan kepadanya!!" Ucap Asep
"Kamu bukan siapa-siapa aku untuk apa aku sakit hati !!,aku juga tidak berhak melarang mu untuk tertarik dengan siapapun" sahut Siska
"Memang kamu bukan siapa-siapa aku !! tapi aku sudah mengenalmu dari sejak kecil, jadi ??di saat kamu sedih,bahagia marah dan kecewa aku sudah mengetahuinya !! Dan memang kamu tidak berhak melarang ku untuk menyukai siapa pun !! tapi aku merasa salah karena telah menyia-nyiakan orang yang selalu ada bersama ku dari dulu" ungkap Asep
"Maksud dari perkataan mu itu apa?" Tanya Siska
"Aku ingin menjadikan mu bukan sekedar temen,tapi aku ingin kau mengisi kekosongan hati ku"
Setalah mendengar ungkapan dari Asep
Dengan tanpa jawaban Siska merespon perasaan Asep ,kini keduanya berjalan berdampingan melangkah menuju sekolah dengan wajah merah merona
Setalah masuk kelas Siska menghampiri putri untuk mengatakan kejadian tadi, kaalu Asep telah mengungkapkan perasaan padanya.
Putri yang mendengar hal itu ikut senang karena bisa melihat sahabatnya bahagia.
Di saat jam belajar!! Siska nampaknya tak konsentrasi menyerap ilmu yang Guru terangkan karena di fikiran Siska masi terngiang ucapan Asep tadi pagi.
Di saat jam istirahat Asep ke kelas untuk mengajak Siska ke kantin untuk merayakan hari jadinya,Siska yang tak ingin melewatkan momen bahagia berdua akhirnya mengajak putri dan Gilang ke kantin untuk mentraktirnya.
Di saat mereka ber 4 baru saja pesan makanan Bagas datang untuk menghampiri putri. Gilang yang tak rela putri di dekati akhirnya buka suara untuk menyuruh Bagas pergi.
Perpaduan adu suara nada tinggi antara Bagas dan Gilang tak bisa di elakan
Putri terpaksa mengeluarkan suara untuk menghentikan mereka berdua.
Putri yang merasa makin hari makin memanas antar Gilang dan Bagas karena memperebutkan dirinya, kini harus berfikir dan mencari cara agar bisa mencairkan suasana.
Setalah mereka ber 4 kembali ke kelas untuk memulai belajar ,putri menghampiri Siska dan mengatakan ingin menelfon di saat sudah ada di rumah Siska yang bertanya kepada putri ingin menelfon untuk membahas apa ,putri pun belum bisa menjawabnya hanya mengatakan nanti aja setelah di rumah karena di sini tempatnya kurang pas untuk di bicarakan.
Setalah jam pulang sekolah putri pulang di antarkan Gilang memakai motornya.
Asep yang masih bucin dengan Siska karena baru saja jadian ingin mengajak Siska mampir cari tempat tongkrongan agar bisa menghabiskan waktu berlama-lama berdua.
Siska pun sebenarnya sama sedang di puncak bucin-bucinnya.
tapi karena sahabatnya yaitu putri ingin menelfon untuk mengatakan sesuatu nampaknya penting,Siska memilih untuk langsung pulang ke rumahnya.
Dengan mengatakan "kita pacarannya di depan rumah aja kan rumah kita dekat" ucap Siska kepada Asep
***
Putri yang sudah smpai rumah dan sudah mengganti pakaian sekolahnya kini di kamarnya ingin menghubungi Siska,tapi karena takut Siska masih sibuk akhirnya putri mencoba mengirimkan pesan singkat terlebih dahulu
"{Asalamualaikum Sis,lagi sibuk ngga?}" Tanya putri melalui pesan singkat yang di kirim melalui hpnya
__ADS_1
Hanya butuh waktu beberapa detik Siska langsung membalasnya
"{Walaikum'salam Put,aku lagi ngga sibuk kok,malah aku lagi nungguin kamu telfon aku}" jawab Siska
Setelah mendapat jawaban dari Siska putri langsung menelfon Siska
"~{Hallo sis,maaf mengganggu aku hanya ingin curhat sama kamu,mengenai Gilang dan Bagas yang makin hari makin memanas,aku bingung menyikapinya bagaimana?,Aku harus berbuat apa?, Kamu ada solusi ngga sis}~" ucap Putri
"~{aku tidak merasa terganggu put,jadi kamu jangan sungkan bicara apa aja sama aku !! Iya put aku juga merasa seperti itu karena Gilang dan Bagas memperebutkan mu mereka berdua semakin memanas, kaalu dalam hal percintaan aku kurang pandai menyikapinya, karena aku belum begitu pengalaman !! Aku juga belum ada solusi mengenai konflik percintaanmu}~" ucap Siska
"~{yaudah sis aku cuma curhat dn menanyakan itu aja si,kalau kamu ada saran dan solusi kabari aku ya!! Karna aku bingung harus berbuat apa,kaalu di biarin makin hari makin memanas}~" ucap putri
Setalah mengatakan itu putri menutup telfonnya kini putri harus berfikir sendiri karena sahabatnya belum bisa memberi saran.
Putri pun curhat kepada bukunya dengan membuat Puisi dengan berjudul
*Harus secepatnya mengambil keputusan*
Di atas lapisan keraguan, aku berdiri tegak,
Menghadapi keputusan sulit yang memilukan hati.
Dua pilihan hidup, begitu berarti dan berat,
Aku merenung dan merenung, mencari jalan keluar yang benar.
Pilihan pertama, kenyamanan yang sudah dikenal,
Namun pilihan kedua, petualangan yang memanggil.
Dalam setiap pilihan, ada harga yang harus ku bayar,
Mengorbankan yang satu, mungkin berarti menemukan yang lain.
Aku sadar bahwa hidup tak selalu hitam dan putih,
Kadang-kadang kita harus menavigasi abu-abu yang tak pasti.
Tetapi dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih,
Aku akan menemukan jalan, mengikuti intuisi dan keyakinan diri.
Mungkin suatu hari, ketika semua berakhir,
Aku akan tahu bahwa pilihan yang ku buat tak sia-sia.
Terjebak dalam dilema ini, kuatkan hatiku, aku tau,
__ADS_1
Dalam hidup ini, kita harus membuat pilihan, dan itulah yang akan kujalani.
.....By.Putri..........