Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Gilang Dan Bagas Berdamai


__ADS_3

Setibanya di sekolah Putri berbicara kepada Siska mengenai hubungannya dengan Gilang Putri ingin merahasiakan tentang hubungannya di lingkungan sekolah agar hubungan Gilang dan Bagas tidak semakin memanas


Di pelajaran pertama di mulai dengan pelajaran bahasa Indonesia.


Di sela-sela belajarnya l!! ibu Yeni mengatakan kepada Murid-muridnya kalau akan ada perlombaan membuat puisi antar sekolah tingkat kabupaten.


Putri yang mendengar hal itu tak ragu langsung mengacungkan tangan untuk segera mendaftar


Temen-temen satu kelasnya memberi tepuk tangan untuk dukungan kepada Putri agar bisa membawa nama sekolahnya menjadi Juara


Putri mendapat tantangan baru!! karena perlombaan kali ini harus membuat dua puisi yaitu puisi bertemakan sekolah dan membuat tema bebas!!


Tapi itu tidak jadi Maslah bagi putri karena akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru.


Di jam istirahaat Siska mengajak Putri untuk ke kantin,sebelum ke kantin Putri mengatakan kepada Gilang kalau akan berbicara kepada Bagas untuk tidak terus-terusan mengejarnya.


Gilang yang mendengar perkataan putri tak membiarkan Putri dan Bagas bicara begitu saja


Setelah Siska dan Putri ke kantin Gilang mengikuti dari kejauhan.


Setibanya di kantin Asep menghampiri Siska dan tak lama Bagas pun datang menghampiri putri.


Bagas yang belum sempat duduk di bangku kantin,putri mengajaknya untuk berbicara berdua.


Putri yang belum sempat memakan bekal makanan dan memesan minuman kini mengajak Bagas berbicara di samping kantin agar tempatnya lebih kondusif untuk bicara berdua.


Gilang yang tak rela putri berduaan dengan Bagas terus mengikuti dan membantu dari kejauhan.


Keduanya kini sudah berada di samping kantin,tanpa basa-basi Putri mengatakan


"Sebelumnya aku meminta maaf ka,aku minta tolong jangan dekati aku lagi!! Aku lagi fokus sekolah buat masa depan,ini buat kebaikan bersama ka"ucap Putri dengan suara tegas


"Dari info yang saya dengar, dan dari gilang sendiri mengatakan, kalau kamu sama dia pacaran!! Apa itu yang kamu sebut fokus buat masa depan?, aku mengejar-ngejar kamu karena aku suka padamu" ucap Bagas


"Memang kemarin kita sempat pacaran, tapi demi kebaikan bersama! aku dan Gilang kini memilih berteman, karena kita sama-sama berbenah buat masa depan, untuk masalah urusan hati, aku tidak bisa melarangnya!! Tapi kita itu masih pelajar ka, kalau kita pacaran juga emang langsung menikah?? Kan ngga" ucap putri


"Setidaknya kalaau aku bisa dapatkan kamu itu sebuah tantangan tersendiri,jadi aku harus berjuang untuk orang yang ku sayang" ucap Bagas


"Perjuangan dalam cinta tidak seperti itu ka,tapi perjuangan cinta adalah membiarkan orang yang kita sayang memperbaiki diri buat masa depannya dan kita juga harus berbenah untuk memperbaiki diri kita sebelum tuhan menyatukan cinta dalam ikatan yang sah" ucap Putri

__ADS_1


Setelah putri bicara seperti itu Bagas sudah tidak bisa berkata-kata lagi untuk menimpali perkataan putri.


Pola pikir Bagas pun mulai terbuka setelah mendengarkan perkataan itu,setalah pembicaraan itu keduanya kembali ke kantin.


Gilang yang tau putri dan Bagas akan ke kantin kini dengan sigap dan langkah cepat Gilang mendahului keduanya untuk ke kantin.


Siska yang sedang berduaan dengan Asep tiba-tiba Gilang menghampirinya dan meminum air yang ada di meja


"Kalau mau persen aja,air minum saya main minum-minum aja"ucap Asep


"Sory,aku haus!! Soalnya habis lari-lari" ucap Gilang sambil tersenyum kepada keduanya


"Emang habis darimana ka" tanya Siska


"Aku habis dari kelas mau nyoba tes fisik lari dari kelas kesini" ucap Gilang dengan nada candaan


Tak berselang lama Putri dan Bagas datang menghampirinya.


"Gaes,dari mana?" Tanya Gilang kepada Putri dan Bagas


"Habis bicara sebentar dengan Putri" ucap Bagas


Bagas yang mendengar ucapan dari Gilang akhirnya meminta maaf kepada Gilang karena kemarin sempat memanas karena bersaing memperebutkan putri.


Usai meminta maaf Bagas pergi dari kantin untuk menghampiri teman-teman satu angkatannya.


Hubungan mereka kini membaik tidak ada persaingan lagi,putri pun merasa lega dan bisa fokus sekolah.


Putri pulang sekolah kini berjalan kaki seperti biasa tanpa di ganggu Bagas,hanya saja Gilang yang selalu menemani putri berjalan baik berangkat ataupun pulang sekolah


***


Satu Minggu berlalu kini warung Ibu Jumaroh telah selsai di bangun, tinggal belanja ke pusat agen sembako untuk bisa segera berjualan.


Di hari Minggu putri yang sedang libur sekolah di ajak ibunya pergi belanja untuk jualan di warungnya.


Sebelum ke pusat agen sembako ibu Jumaroh tak lupa membuat catatan untuk di belinya


Dengan menaiki dua kali angkutan umum kini putri dan ibunya telah sampai di pusar agen sembako

__ADS_1


Bermodalkan 26 juta ibu Jumaroh sudah membeli bermacam-macam produk sembako untuk di jualnya.


Dengan di antarkan mobil yang sudah di sediakan oleh Pusat agen sembako barang pesanan ibu Jumaroh akan di kirimkan langsung kerumahnya.


Usai belanja di pusat agen sembako ibu Jumaroh dan Putri akan kembali pulang!! baru saja ingin menaiki angkot,putri yang melihat ada toko buku di pinggir jalan mengatakan kepada ibunya, kalau ia ingin membeli buku


Ibu Jumaroh pun langsung menuruti keinginan anaknya dan langsung mengantarnya untuk membelikannya buku.


Di dalam toko buku putri melihat banyak macam-macam jenis buku tapi pandangan putri tertuju dengan buku puisi dari penyair terkenal.


Putri ingin memilikinya tapi karena harganya lumayan mahal putri pun bertanya dulu kepada ibunya,


"Bu,aku pengen beli buku puisi dari penyair terkenal tapi harganya 150ribu, boleh ngga Bu?"tanya putri kepada sang ibu


"Boleh nak, ambil aja!! Selagi ibu ada uang si,ibu pasti bolehin* ucap ibu Jumaroh kepada putri


Setelah ibu Jumaroh memperbolehkan, putri pun membeli buku puisi dari penyair terkenal.


Putri yang tak sabar ingin membacanya kini mengajak ibunya cepat-cepat pulang.


Tapi karena Setok persediaan sayuran buat di masak sudah habis,ibu Jumaroh menyempatkan untuk mampir ke pasar.


Putri yang tak bisa memaksa ibunya akhirnya menurutinya untuk mampir dulu kepasar sebelum pulang ke rumah.


Untuk mengobati rasa penasarannya di dalam angkot yang sedang perjalanan ke pasar putri mengeluarkan buku puisi yang baru di beli untuk di baca.


Memang kata-kata penyair yang berpengalaman jauh lebih indah dari puisi yang selama ini di buatnya.


Putri yang baru membaca puisi dua halaman saja sudah minder dengan kata-kata yang menakjubkan, putri berharap suatu saat nanti dia berkeinginan puisi-puisi yang ia buat bisa di jadikan buku dan di jual di pasaran.


Tapi keinginan itu sangatlah jauh untuk di kejar perlu belajar dengan kesungguhan dan tekad yang kuat untuk meraih hal itu.


Setidaknya kalau berkeinginan dan ada usaha untuk menggapainya akan ada peluang untuk mencapai kesana walau peluang itu kecil


.daripada hanya ber khayal tanpa melakukan apa-apa tentunya sudah di pastikan akan gagal mendapatkannya.


Usai belanja di pasar kini ibu Jumaroh dan Putri perlu menaiki angkot sekali lagi agar bisa sampai ke rumahnya.


Walau sudah menaiki angkot tapi harus menunggu selama 15 menit karena angkot sedang ngetem di pasar,walau belum ke isi penuh penumpangnya, tapi waktu tunggu sudah 15 menit berlalu!! dengan terpaksa supir Tanjab gas untuk memulai perjalanan arah pulang.

__ADS_1


__ADS_2