Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Jawaban Sesuai Harapan


__ADS_3

Maya yang berada di kamar sedang bermain hp, Pak Dodi menghampirinya dan berkata


“nak hari ini papah mau ke tokoh perhiasan untuk membeli cincin buat melamar ibu Jumaroh” ucap pak Dodi dengan pedenya walau ibu Jumaroh belum memberi jawaban apapun kepada dirinya.


“apa tidak terburu-buru pah?, papah sudah siap dengan segala kemungkinan tentang jawaban ibu Jumaroh?” Tanya maya kepada papahnya


“ tidak nak ! kalau papah sudah membawa cincin kesana jika ibu Jumaroh menerima papah untuk jadi suaminya, papah langsung melamarnya! Tapi jika ibu Jumaroh menolaknya papah akan memakaikan cincin di jari kamu!! di depan ibu Jumaroh biar tidak terlalu malu,” ucap pak Dodi


Usai berbicara dengan anaknya, pak Dodi mengajak anaknya mendatangi tokoh perhiasan dengan mengendarai mobil


Setelah sampai di toko perhiasan, pak Dodi dan Maya melihat-lihat beraneka ragam model perhiasan.


“selamat siang,bapa mau mencari perhiasan model apa?” Tanya penjual perhiasan kepada pak Dodi


“saya mencari perhiasan buat lamaran ,yang kualitasnya bagus dan tidak murahan” ucap pak Dodi dengan keyakinannya kalau niatnya untuk melamar ibu Jumaroh akan di terima.


Pelayan tokoh perhiasan menawarkan cincin 10 gram dengan di hiasi permata yang berkilau di atasnya ,pak Dodi yang melihatnya langsung tertarik dan ingin membeli perhiasan yang di tawarkan itu


Setalah membeli perhiasan itu,pak Dodi dan Maya langsung kerumah Ibu Jumaroh.


Dengan menempuh jarak selama 45 menit kini pak Dodi telah sampai di depan rumah ibu Jumaroh.


Putri dan Ibunya yang mendengar ada suara mobil yang berhenti di depan rumahnya langsung keluar.


Pak Dodi dan Maya pun di sambut dan di persilahkan masuk.


Setalah duduk di ruang tamu,belum ada obrolan mengenai jawaban yang di harapkan pak Dodi


Kini Ibu Jumaroh berkata


"Ayo pak Dodi dan Maya makan Dulu,ibu udah masak" ucap Ibu Jumaroh


"Saya jadi ngerepotin Bu,sampai di masakin segala" ucap pak Dodi dengan keadaan yang tegang karena belum mendapatkan jawaban dari ibu Jumaroh


Kini mereka ber 4 makan bareng di satu meja


Tapi pak Dodi dan ibu Jumaroh hanya tertunduk karena malu ,hanya Putri dan Maya yang berekspresi biasa.

__ADS_1


Setelah melihat orangtuanya seperti canggung di meja makan Maya pun berkata, "aku merasa seperti merasakan keluarga yang utuh,makan ada yang masak! Dan di mejamakan pun aku seperti merasakan kasih sayang ayah dan ibu"


"Maya,ngga boleh ngomong begitu" tegur pak Dodi kepada anaknya


"Iya ,aku juga seperti kamu Maya ,merasakan sosok ayah dan ibu yang sedang menemani ku makan" ucap Putri


pak Dodi dan Ibu Jumaroh saling bertatapan di satu meja,tatapan mereka malu-malu dan gerogi seperti dua anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta.


Setelah selsai makan ibu Jumaroh dn Putri merapikan bekas makannya


Dan kini Putri mengajak Maya mencari udara segar di depan teras rumahnya,Putri sengaja melakukan itu agar ibunya dan bapaknya Maya, bisa berbicara serius.


Ketika Putri dan Maya sudah berada di luar kini tinggal ibu Jumaroh dan pak Dodi yang masih berada di mejamakan.


Dari sebelum ada niatan serius keduanya bisa berbicara dengan leluasa, tapi kini ketika keduanya ada niatan serius untuk sebuah ikatan seperti berat untuk berkata-kata.


Karena pak Dodi yang ngebet ingin menikahi Ibu Jumaroh walau gerogi pak Dodi memberanikan diri dengan berkata "ibu Jumaroh,saya mau menanyakan tentang niatan saya untuk menikahi ibu ,ibu mengatakan di hari ini akan di jawab,saya ingin mendengar jawab dari ibu" ucap pak Dodi dengan nada terbata-batah


"Sebelum saya menjawab,saya ingin memberitahu dulu pak ,tentang keadaan keluarga saya biar pak Dodi bisa memikirkan lagi sebelum melanjutkan niatan pak Dodi " ucap Ibu Jumaroh


melihat respon dari Putri nampaknya mendukung agar ibunya menikah dengannya tapi setelah mendengar perkataan dari ibu Jumaroh pak Dodi beranggapan kalau ibu Jumaroh akan menolaknya atau akan meminta waktu lagi untuk menjawabnya


Ibu Jumaroh yang menunggu ucapan pak Dodi untuk menimpali pembicaraannya tapi menunggu responnya lama akhirnya ibu Jumaroh mengatakan sekali lagi


"Maaf pak Dodi ,sebelum saya menjawab apakah saya bisa menceritakan tentang keluarga saya dulu?" tanah ibu Jumaroh kepada pak Dodi


"Ooh iya Bu,ceritakan saja!! saya siap mendapat jawaban apapun dari ibu jumaroh" ucap pak Dodi sambil terkejut


***


"Put,saya mau kedalam dulu di panggil papah" ucap Maya kepada Putri


Setelah Maya masuk Putri pun ikut masuk bersama Maya. Baru saja Maya dan Purei masuk untuk menghampiri mereka berdua


Ibu Jumaroh bercerita "sebelum saya menjawab niatan pak Dodi, saya akan ceritakan dulu tentang keluarga saya takutnya jika kita sudah menikah nantinya ada kekecewaan atau kesalahpahaman makanya saya ceritakan dulu agar pak Dodi bisa berfikir ulang.


Jadi, setalah almarhum bapak nya Putri meninggal!! saya sudah berusaha untuk jualan dan usaha,karena jualan dan kerja saya gagal saya ingin membuka agen sembako tapi tidak punya modal di tambah saya juga punya sangkutan utang sama pak Dodi.

__ADS_1


Karena saya tidak punya modal dan ingin membayar utang ke pak Dodi biar tidak ada beban,saya menggadaikan sertifikat rumah sebesar 100 juta.


20 juta saya pakai untuk membayar utang kepada pak Dodi, 30 juta saya pakai buat membangun warung di depan rumah saya dan sisanya buat modal belanja sembako,saya minjam ke bank dengan tenor 3 tahun dan belum masuk 1 pun angsuran.


Tapi usaha saya menggadaikan sertifikat sia-sia karena warung yang saya harapkan untuk jadi sumber menafkahi keluarga dan membayar cicilan kini terlahap si jago merah.


Saya kini kebingungan buat membayar angsuran bulanan pinjaman ke bank karena saya tidak punya kerjaan.


Saya sudah jelaskan tentang keluarga saya ,dan saya harap pak Dodi bisa berfikir ulang tentang niatan untuk menikahi saya karena saya mempunyai hutang di bank sebesar 100 juta dengan jaminan sertifikat rumah." Ucap Ibu Jumaroh


Selain pak Dodi yang mendengar cerita itu Maya Dan Putri pun mendengarnya karena mereka berdua sudah berada di dalam tanpa ibu Jumaroh dan pak Dodi sadari.


Kini pak Dodi pun menjawab yang tadi di ceritakan " saya tidak jadi masalah ibu Jumaroh Punya utang di Bank juga,kaalu ibu Jumaroh menerima saya jadi suami ibu!! saya siap bayarin angsurannya sampai lunas agar rumah ini tidak di sita Bank" ucap Pak Dodi untuk menimpali cerita dari ibu Jumaroh.


"Bapak bisa menerimanya ,tapi anak bapak belum tentu bisa menerima tentang keluarga saya yang memiliki hutang di bank sebesar 100 juta ,makanya lebih baik bapak berfikir lagi niatan bapak untuk menikahi saya" ucap Ibu Jumaroh


"Aku juga bisa menerima tentang keluarga ibu" ucap Maya yang mengagetkan Ibu Jumaroh dan pak Dodi


"Anak Saya juga bisa menerimanya Bu,jadi sudah tidak ada masalah lagi kan? ayo Bu jawab niatan saya untuk menikahi ibu di depan anak-anak kita agar mereka tau langsung dari perkataan ibu" ucap Pak Dodi


"Baik Saya akan menjawabnya,saya siap di nikahi oleh pak Dodi" jawab Ibu Jumaroh


Setalah mendengar jawaban ibu Jumaroh, Maya Dan Putri langsung berlari kegirangan menghampiri ibu Jumaroh dan memeluknya.


"Ibu sebentar lagi menjadi orangtuaku" ucap Maya sambil memeluk ibu Jumaroh


"Aku harap ini awal dari kebahagiaan keluarga kita" ucap Putri yang juga sambil memeluk ibunya


Di saat Putri dan Maya sedang memeluk ibu Jumaroh karena mengekspresikan momen bahagianya ,pak Dodi mengeluarkan sesuatu di sakunya.


Setelah di keluarkan ternyata cincin dan langsung di hadapkan kepada ibu Jumaroh dengan mengatakan "hari ini saya akan melamar ibu Jumaroh" ucap pak Dodi sambil memegang cincin


"Ayo Bu terima" ucap Putri dan Maya berbarengan


Karena rasa campur aduk dari tegang,gerogi haru bahagia ibu Jumaroh hanya berkata "iya"


Pak Dodi pun langsung memakaikan Cincin di jari ibu Jumaroh .

__ADS_1


Setelah cincin di pakaikan Putri dan Maya memeluk Pak Dodi dan ibu Jumaroh.


__ADS_2