
Pagi yang terik membangkitkan semangat Putri untuk sekolah
Ibu Jumaroh pun kini bersemangat karena hari ini adalah hari pertama jualan di warung sembakonya...
Putri pamit dengan sang ibu, ibu Jumaroh tak lupa memberikan bekal makanan dan uang jajan untuk Putri...
Putri yang kini sudah berangkat sekolah, ibu Jumaroh yang kini membuka warungnya!! tetangga berdatangan untuk melihat jualan Ibu Jumaroh,setelah datang banyak yang sekalian membeli jualnya
Ada juga yang baru melihat-lihat dan bertanya tentang harga-harganya
Dengan daftar list yang sudah di buat putri semalam, tentu memudahkan Ibu Jumaroh dalam memberikan harga, banyak yang tertarik membeli di warung Ibu Jumaroh karena harganya lebih murah dari warung-warung di sekitarnya.
Dalam 1 hari, jualan ibu Jumaroh sudah di ketahui dari penjuru komplek sekitar,karena setelah belanja di warung Ibu Jumaroh banyak ibu-ibu yang memberikan informasi dari mulut ke mulut.
Warung-warung yang berada sekitar komplek itu merasa tersaingi karena begitu murahnya harga yang ibu Jumaroh jual ke konsumen.
***
Pak Dodi yang langkahnya sempat terhenti untuk mendekati Ibu Jumaroh Karena tidak ada alasan buat main ke rumahnya, kini menyuruh orang buat menyelidiki rumah ibu Jumaroh
Untuk mengecek keadaan di sana
Dengan memberikan alamat lengkap ibu Jumaroh dan memberikan sebagian imbalan di awal ,orang suruhan pak Dodi langsung mendatangi rumah ibu Jumaroh
Setibanya di depan ibu Jumaroh orang suruhan pak Dodi memantau rumah ibu Jumaroh dan berpura-pura membeli di warungnya.
Setalah sudah cukup mendapat informasi orang suruhan pak Dodi kembali dan menghadap pak Dodi Untuk memberikan informasi,
Kalau sekarang ibu Jumaroh sedang berjualan sembako dan pembelinya lumayan rame.
Mendengar hal itu Pak Dodi merencanakan sesuatu agar ibu Jumaroh kehilangan usahanya .
***
Putri yang sedang berada di sekolah di waktu istirahat di tanya oleh Siska tentang acara Study Tournya, karena sudah tiga mingguan lagi, tapi karena sebelum ke acara Study Tour akan ada ujian kenaikan kelas putri lebih memilih fokus belajar agar nilainya bisa lebih baik.
__ADS_1
Putri yang kini tak di dekati Bagas lagi karena Bagas mendengarkan perkataan putri kemarin jadi Bagas memilih bergabung dengan tongkrongan satu angkatan kelasnya.
Gilang pun kini mengikuti dan mendengarkan perkataan putri sehingga kini Bagas memilih bergabung dengan teman laki-laki di kelasnya.
Hanya saja Siska masih belum bisa mengikuti jejak Putri, karena Siska dan Asep Masi menjalin hubungan bahkan pembicaraannya sudah mengarah tentang rencana masa depan dan pernikahan.
Usai memakan bekal dari sang ibu,Putri mengatakan kepada Siska dan Asep kalau ia akan masuk lebih dulu untuk melanjutkan istirahaat di kelas.
Dengan waktu istirahaat yang tersisa 20 menit lagi Putri manfaatkan buat belajar karena waktu ujian kenaikan kelas tinggal 2 Minggu lagi, putri harus mendapat nilai yang baik dari ujian-ujian sebelumnya
Di jam pulang sekolah Gilang yang biasanya pulang bareng putri tapi di kini menghampiri Putri dan mengatakan kalau ia akan main futsal bareng teman-temannya jadi tidak bisa pulang bareng Putri
Mendengar hal itu Putri merasa senang karena kini Gilang sudah benar-benar tak di kendalikan oleh perasaannya.
Putri kini pulang sendiri dengan berjalan kaki,usai sampai di rumah langsung mengganti pakaian dan langsung membantu ibunya untuk berjualan di depan rumahnya.
Di saat anaknya sudah menunggu jualan di warungnya, ibu Jumaroh sempatkan untuk beristirahat siang sejenak.
Menunggu warung sambil membaca buku Puisi yang baru ia beli kemarin tentu tak membuat Putri bosan walau menunggu berjam-jam.
Saat matahari tenggelam ibu Jumaroh menutup warung jualannya dan akan di lanjutkan berjualan besok.
Karena lelah dari pagi sampai sore ibu Jumaroh berjualan kini langsung istirahat untuk melepas lelah dengan tertidur.
Putri yang sudah selsai membantu ibunya memanfaatkan untuk belajar, membuat cerita dan kini membuat Puisi
*Pada Malam Ku*
Pada malam purnama yang indah terpancar di jendela kamar ku....
Pada cahaya lampu-lampu jalanan yang menerangi kegelapan ku....
Pada suara jangkrik yang terus terdengar di telinga ku....
Ku titipkan salam untuk yang tidak bisa tergapai namun keindahan bisa hadir di depan ku.....
__ADS_1
Ku titipkan rindu untuk yang selalu jadi penerang di kegelapan ku....
Dan ku titipkan doa untuk yang selalu membisik di telinga ku...
By.Putri
Selsai membuat Puisi ,putri merapikan buku nya dan membuat alarm kemudian berdoa putri langsung tidur.
***
Pak Dodi yang sudah berencana membuat api unggun dari warung Ibu Jumaroh,agar ibu Jumaroh kehilangan usahanya dan bisa tergantung pada Pak Dodi, kini menyuruh orang suruhannya untuk membeli cairan yang mudah menyala dan membawa alat untuk menyalakannya
Dengan bayaran yang lumayan besar tanpa ragu orang suruhannya menyanggupi,
Di malam hari di saat orang-orang sudah tertidur lelap
Pak Andre yang berprofesi sebagai pak Ogah yang mengatur kendaraan menyebrang dan berbalik Arah dan tak lain adalah orang yang kini di suruh pak Dodi untuk membuat api unggun di warung ibu Jumaroh.
Dengan mengendarai motor yang membawa 1 derigen cairan yang mudah menyala dan sudah mengantongi alat untuk menyalakannya kini pak Andre memantau situasi di sekitarnya.
Dirasa sudah aman dan tidak ada yang melihatnya ,pak Andre langsung menuangkan 1 derigen ke warung ibu Jumaroh dan langsung menyalakannya.
Dirasa sudah aman tidak ada yang melihat karena aksinya di malam hari,kini pak Andre berhenti tepat di depan warung ibu Jumaroh.
Dengan rasa was-was dan pandangan selalu memperhatikan lingkungan sekitar kini Pak Andre menuangkan cairan yang ada di dirigen sampai habis tak tersisa.
Tanpa menunggu lama,langsung menyalakan cairan itu,api unggun tercipta di warung ibu Jumaroh dengan kobaran yang merambat cepat.
Pak Andre langsung kabur dari tempat itu sebelum orang lain melihat aksinya.
Hanya hitungan menit kepulan asap membumbung tinggi, tercipta kobaran yang meluas dan meluluh lantahkan warung ibu Jumaroh.
Ibu Jumaroh dan Putri yang sedang tertidur lelap terbangun karena mencium bau asap yang menyengat, sontak terkejut dan bergegas mengecek sumber asap itu, dengan berlari keluar rumah ibu Jumaroh dan Putri menyaksikan aoi unggun di warungnya.
"Tolong...tolong..tolong" teriak ibu Jumaroh ban putri dengan ekspresi kepanikan yang tinggi
__ADS_1
Warga sekitar yang mendengar dan mencium kepulan asap itu langsung berhamburan keluar rumah untuk mengecek keadaan yang terjadi.
Warga yang menyaksikan itu langsung berlarian mengambil air terdekat untuk memadamkan api unggun itu, walau puluhan warga sudah mencoba membantu memadamkan menggunakan air seadanya tapi kobaran itu Masi belum bisa di padam kan.