
Gilang yang membuat alarm di hpnya pukul jam 5.00.Wib , agar tidak kesiangan dan bisa menjemput putri pagi-pagi.
Malam yang begitu pegat memaksa Gilang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Dalam lelap tidurnya terketuk karena suara alarm berbunyi untuk membangunkannya.
"Tumben kamu bangun pagi-pagi nak?, biasanya juga harus di bangunkan dulu itu juga susah seringnya kamu tidur lagi" ucap Ibu Faridah
"Iya bu, aku pengen nyobain motor baru ke sekolah dan aku mau berangkat jam 6 pagi karena aku mau jemput Putri duku" ucap Gilang dengan raut wajah semangat
Gilang kini bergegas mandi dan siap-siap menyiapkan keperluan dan serangan sekolah nya.
Ibu Faridah sudah menyiapkan sarapan untuk anaknya, karena Gilang tidak mu membawa bekal makanan ke sekolah jadi Gilang hanya sarapan pagi di rumah.
Setalah selsai sarapan Gilang langsung mengeluarkan sepeda motornya untuk di panaskan .
***
Putri di rumah yang baru selsai mandi menghampiri ibunya untuk mengatakan kalau hari ini mau berangkat sekolah lebih awal.
Ibu Jumaroh menyuruh putri untuk sarapan dan menyiapkan bekal untuk makan siang putri di sekolah.
Baru saja selsai sarapan terdengar suara motor berhenti didepan rumah.
Ibu Jumaroh langsung keluar untuk melihat siap yang datang, setelah tau yang datang Gilang ibu Jumaroh mempersilahkan Gilang untuk duduk dan masuk untuk memanggil putri.
Setelah di beri tau ibunya kalau Gilang sudah datang untuk mengajak berangkat bareng ke sekolah mengendarai motor.
Putri bertanya-tanya karena yang putri tau Gilang tidak mempunyai motor
Putri keluar untuk menemui gilang, setelah keluar benar saja kalau Gilang bawa motor, putri menanyakan itu sepeda motor siapa?,
Tapi Gilang hanya menjawab nanti kita bicara di taman yang dekat sekolahan.
Putri masuk untuk mengambil tas dan sepatunya sekalian mau ijin ke ibunya kalau mau berangkat sekolah bersama Gilang.
Kini keduanya berangkat sekolah pagi-pagi tapi tidak langsung ke sekolahan, karena mau ada yang di bicarakan jadi Gilang mengajak Putri untuk berhenti di sebuah taman deket sekolahan nya.
Setelah sampai di lokasi itu putri menjelaskan ke Gilang alasannya kemarin bisa berangkat bareng Bagas, tapi baru setengah cerita yang Putri ceritakan gilang meminta Putri menghentikan ceritanya karena Gilang sudah muak denger kata bagas yang terus di ucapkan Putri
Gilang mengatakan kalau dia percaya dengan putri , kini Gilang meminta maaf kepada Putri atas perlakuannya kemarin membuat Putri panik dan kebingungan.
Tanpa adanya perdebatan dan saling menyalahkan,dengan kebesaran hati!! Putri memaafkan Gilang.
__ADS_1
***
Bagas berangkat dari rumah sengaja melewati sekolah nya hanya untuk bisa mengantarkan putri ke sekolah.
Kini Bagas menuju rumah putri dengan harapan bisa mengulang kejadian kemarin dengan membonceng Putri ke sekolah.
Setalah akan sampai Gilang sengaja berhenti di depan rumah bibi Yanti,baru saja menghentikan motornya bibi Yanti keluar setelah melihat ada keponakannya datang bibi Yanti menyuruhnya masuk dan menawarkan sarapan.
Karena Bagas takut kesiangan ke sekolah dan tujuan utamanya ingin mengajak putri , kini Bagas meminta tolong kepada bibi Yanti untuk memanggil putri untuk mengajaknya berangkat bareng.
Bibi Yanti tanpa keberatan langsung menghampiri rumah Putri untuk memanggil putri, tapi setelah menanyakan kepada ibu Jumaroh ternyata Putri sudah berangkat pagi-pagi.
Setalah mendengar itu Bagas sudah menduga kalau Putri sengaja menghindar darinya.tapi karena Bagas sudah terlanjur suka dengan putri pantang baginya untuk menyerah.
Setalah tau kalau putri sudah berangkat kini Bagas pamit pada bibi Yanti untuk langsung ke sekolah.
***
Gilang dan Putri yang baru saja sampai di kelas, temen-temennya mempertanyakan keadaan Gilang terutama Siska yang bisa di bilang temen baiknya Gilang langsung menghampiri untuk memastikan keadaannya kalau sudah baik-baik saja..
Di jam istirahat,Gilang mengajak Putri dan Siska untuk istirahat di taman sekolah agar Putri tidak di dekati Bagas lagi,
Baru saja mereka bertiga jalan keluar kelas, Asep ikut menghampirinya dan meminta maaf kepada Gilang atas kejadian kemarin, tanpa memperkeruh keadaan Gilang memaafkan Asep atas perbuatannya yang menjebak waktu lalu.
Kini mereka ber empat menghabiskan waktu istirahatnya di taman sekolah.
Di saat mereka ber empat mengobrol,entah kenapa pandangan Asep selalu tertuju dengan Putri di tambah Asep Selalu ingin tau tentang putri.
Siska yang menyadari hal itu mencoba mengalikan pandangan Asep kepadanya, dan mengajak mengobrol Asep agar tidak berfokus pada Putri.
Di Tengah obrolannya Asep mengajak Siska untuk menjauh dari Putri dan Gilang karena ada hal yang mau di tanyakan tapi jangan sampai mereka berdua tau.
Dengan meminta ijin Putri dan Gilang kini Siska dan Asep menjauh darinya karena akan membicarakan hal penting.
Setelah menjauh dari mereka berdua, Asep langsung bertanya "sis,putri sudah punya pacar belum?, Kalau sama Gilang Putri cuman temenankan?" Tanya Asep kepada Siska
"Kamu nanya-naya kaya gitu ada maksud apa?"Tanya Siska
Tanpa basa-basi Asep dengan To the point mengatakan "Aku suka sama putri,kalau putri belum punya cowo aku mau mendekatinya"ucap Asep
Siska yang mendengar hal itu tanpa menjawab pertanyaan Asep tadi langsung menghampiri putri dan Gilang untuk mengatakan kalau Siska ingin masuk ke ke kelas duluan.
Asep yang tau Siska bertingkah ane setelah mendapatkan pertanyaan darinya langsung mengikuti Siska, tapi Siska tanpa sepatah kata pun menjawab pertanyaan Asep hanya raut wajah kesal yang di tunjukan padanya.
__ADS_1
Di sisi lain Bagas yang dari tadi istirahat di kantin berharap putri juga istirahat di kantin tapi sudah menunggu setengah jam belum datang. Akhirnya Bagas mencoba mendatangi Putri ke kelasnya, tapi di kelasnya juga tidak ada akhirnya Bagas kembali untuk ke kantin.
Baru saja Bagas pergi dari kelas,Siska yang di ikuti Asep masuk ke kelas,karena Asep beda kelas akhirnya tanpa dapat jawaban dari siksa mengenai putri dan tanpa tau Siska sifatnya langsung berubah akhirnya Asep membiarkan Siska masuk ke kelasnya dan dia kembali ke kelasnya sendiri.
Putri bersama Gilang masih di taman sekolah karena waktu sudah mendekati jam masuk kini keduanya memasuki kelas.
Sesampainya di kelas Putri baru menyadari kalau raut wajah Siska berbeda dari biasanya.
Putri mempertanyakan langsung kepada Siska tentang keadaannya.
"Sis,kamu kenapa kelihatan pucat wajahnya !! Apa kamu lagi sakit?" Tany putri
"Ngga kok put ,aku baik-baik saja !! Oh iya Put pulang sekolah aku main kerumah kamu boleh ngga ?,aku mau berbicara sesuatu sama kamu kalau di sini tempatnya kurang pas" ucap Siska
"Boleh dong,pintu rumah ku selalu terbuka buat kamu,aku juga siap jadi pendengar keluh kesah mu" ucap putri
Setalah Siska mengatakan itu putri menyadari nampaknya ada sesuatu yang mengganjal di hati Siska sampai raut wajahnya berbeda dari biasanya.
Di saat jam pulang,Putri menghampiri Gilang untuk mengatakan dia pulangnya jalan karena siska mau main ke rumahnya.
Gilang mencoba menawarkan Putri dan Siska untuk mengantarkan ke rumah putri dengan satu motor,tapi Putri lebih memilih jalan kaki.
Walau pulang bersama Siska gilang tetap waspada dengan Bagas ,karena bisa saja di tengah jalan Bagas memaksa mengantarkan nya naik motor.
Setalah putri dan siska berjalan pulang ke arah rumah putri!! Gilang mengikuti dari kejauhan,tiba-tiba Bagas menghentikan jalan putri dan siska untuk menawarkan mengantarkan pulang dengan menaiki motornya.
Putri penolaknya tapi Bagas terus memaksa,
Gilang yang menyaksikan hal itu langsung menghampiri dengan mengatakan
"Hai tukang ojek,kalau penumpang tidak mau naik ojek jangan di paksa,Sana ngojek di pasar aja" ejek Gilang kepada Bagas
"Apaan Luh datang-datang ikut campur aja?,tumben Luh naik motor,dapat minjem ya motornya" sindir Bagas kepada Gilang
"Jelas aku ikut campur,karena putri itu pacar aku" tegas Gilang
"Paling kamu aja yang ngaku-ngaku pacar putri tapi putri si ngga ngakuin,buktinya putri lebih memilih jalan di banding naik motor sama Luh" Ejek Bagas kepada Gilang
Karena perdebatan antara Bagas dan Gilang memanas Putri pun melerainya menyuruh Gilang dan Bagas untuk pulang duluan.
Karna putri yang meminta akhirnya keduanya terdiam hanya menunjukan tatapan emosi sambil pergi untuk pulang.
Setelah keduanya pulang dengan arah yang berbeda kini Siska dan Putri melanjutkan perjalanan menuju rumah putri
__ADS_1