Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Putri setuju apapun keputusan ibu


__ADS_3

Ibu Jumaroh yang melihat Maya tertidur di kamar Putri, mengatakan kepada anaknya untuk membiarkan Maya tidur, tapi kalau sudah masuk waktu Asar Maya masih tertidur!! ibu Jumaroh menyuruh Putri untuk membangunkannya agar tidak ketinggalan sholat Asarnya.


Karen takut membuat bapaknya khawatir karena main ke rumah Putri belum ijin sama bapaknya, kini ibu Jumaroh mengabari Pak Dodi lewat telfon untuk memberitahukan kalau anaknya sedang berada di rumahnya.


Pak Dodi yang mendapat panggilan telfon dari ibu Jumaroh kegirangan dengan senyum bahagia di iringi khayalan, beranggapan ibu Jumaroh memberi jawaban tentang niatnya kemarin.tapi setelah mengangkat telfonnya cuma memberi kabar kalau anaknya sedang di rumah ibu Jumaroh sesudah memberi kabar ibu Jumaroh mencari alasan agar bisa cepat-cepat menutup telfonnya.


Karena pak Dodi tau, kalau Maya ke rumah ibu Jumaroh adalah bagian dari rencananya,pak Dodi pun membiarkan anaknya di rumah ibu Jumaroh walau sampai sore hari.


Dalam hati pak Dodi ingin berpura-pura menjemput anaknya agar bisa bertemu dan ngobrol dengan ibu Jumaroh!! tapi karena ini bagian dari rencana anaknya ,pak Dodi menahan diri untuk tidak kesana.


***


Benar saja! setelah masuk waktu Asar Maya masih tertidur nyenyak, Putri kini membangunkan Maya.


Setelah Maya terbangun dengan terpaksa mengambil wudhu untuk solat asar


Usai sholat asar Maya pamit untuk pulang karena sudah sore,putri menemani Maya menunggu ojek online Karan Maya sudah memesan ojek online untuk mengantarnya pulang kerumah.


Maya yang kini sudah menaiki ojek online untuk mengantar pulang!! putri masuk kembali ke dalam rumahnya.


Kini Putri sempatkan waktu untuk mengungkapkan perasaan melalui puisinya


Tentang Pak Dodi yang sedang menunggu jawaban kepada ibunya.


* Perjuangan Mu*


Engkau memang tak pandai mengucap cinta, tapi perjuangan mu sungguh luar bias....


Engkau jua tak pandai prihal romansa


Tapi tindakan mu kau lakukan demi anak mu...


Aku memang masih tak rela sosok ayah tergantikan, tapi aku juga tak ingin melihat ibu terus-terusan terjatuh demi menafkahi keluarga ku.....


Jika ini yang sudah di gariskan tuhan aku rela demi membuat ibu bahagia....


Jika ini jalan kebaikan untuk dua keluarga yang akan di satukan, aku siap untuk menerimanya...


Yang jelas ayah selalu di hatiku sampai kapan pun....


By.Putri


Usai bercerita lewat kata-katanya Putri belajar agar mendapat nilai bagus saat menghadapi ujian kenaikan kelasnya.


Malam yang begitu sepi, tak menyadarkan Putri kaalu pagi sudah diam-diam menghampirinya,

__ADS_1


Rasa kantuk tak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar sampai sepertiga malam kini menemaninya.


Dirasa sudah lebih dari cukup untuk belajar,Putri tertidur sejenak hingga kumandang Azan Subuh memaksanya untuk terbangun kembali.


Memang masih ngantuk karena tidur hanya dua jam, tapi Putri harus semangat agar tidak tertidur lagi karena aktifitas pagi sudah menyapanya.


Di saat berangkat sekolah, teman-temannya menanyakan tentang berita kalau ada kejadian yang mengharuskan Putri tidak masuk sekolah kemarin, Putri hanya menceritakan ke intinya saja, dan Putri Kini menanyakan Pelajaran kemarin kepada Siska untuk di pelajari agar tidak tertinggal materi,karena kemarin Putri tak masuk sekolah.


***


Satu Minggu telah berlalu, nanti sore waktunya ibu Jumaroh harus memberikan jawaban kepada pak Dodi tentang niatan untuk menikahinya.


Memang jawaban sudah ada di benak ibu Jumaroh,anaknya pun sudah menyerahkan semua keputusan kepada sang ibu!! hanya saja ibu Jumaroh perlu jujur dan terbuka tentang keadaan keluarganya.


Putri yang akan berangkat sekolah pun di beri pesan oleh ibu, agar selepas pulang sekolah langsung Pulang kerumah Karana nanti sore pak Dodi mau datang.


Setalah Putri berangkat sekolah,ibu Jumaroh masuk ke kamarnya untuk mengambil foto almarhum ayahnya Putri, sambil duduk dan memandangi foto suaminya!!


ibu Jumaroh berkata" maafkan aku yang harus mengambil keputusan ini demi masa depan anak kita,kalau aku terus-terusan bertahan dalam kesendirian dan mencari nafkah untuk anak kita aku takut Putri tak merasakan kebahagiaan seperti dulu" tanpa sadar ibu Jumaroh meneteskan airmata dan jatuh tepat di atas foto suaminya yang kini telah tiada.


Memang berkata di depan foto tak akan mendapat respon jawaban dari ucapannya,setidaknya ibu Jumaroh sudah mengurangi sedikit beban karena yang ia lakukan untuk kebahagiaan anaknya dan sampai kapan pun ayah Putri tak terlupakan di hatinya.


Karena teringat dengan perkataan Maya kemarin, kini ibu Jumaroh berencana membuat masakan sepesial buat menyambut pak Dodi dan berharap Maya ikut datang kerumah nanti sore, karena Setok persediaan buat masak sudah habis,ibu Jumaroh membeli di warung sayur terdekat untuk di masak siang hari agar pas mereka datang masakan sudah di sajikan dan masih hangat.


***


Di saat Putri sudah sampai di rumah, ibu Jumaroh mengajak bicara anaknya


"Nak ,ibu ingin menanyakan sekali lagi kepadamu sebelum pak Dodi datang kesini dan ibu memberikan jawaban!! Apakah Kamu benar bisa menerima pak Dodi sebagai ayahmu dan Maya sebagai sodara mu jika ibu menjawab iya tentang niatan pak Dodi"


"Iya Bu, aku bisa menerimanya" jawab Putri untuk meyakinkan ibunya agar yakin dengan keputusan yang akan di ambil


Setelah mendapat jawaban dari anaknya ibu Jumaroh menyuruh anaknya untuk makan siang sedangkan Ibu Jumaroh menyiapkan bahan masakan yang akan segera di masak untuk menyambut tamu nanti sore


Putri yang melihat ibunya menyiapkan masakan untuk porsi 4 orang pun keheranan dan langsung bertanya kepada ibunya, ibu Jumaroh langsung menjelaskan kepada anaknya.


Setelah selsai makan Putri duduk di teras rumah untuk mencari inspirasi membuat puisi bertemakan sekolah yang akan di perlombaan di sekolahnya, sambil membawa buku dan penanya.l kini Putri menulis Puisi


*Sekolah Adalah Gudang Ilmu*


Selama dua tahun ku gali, Engkau tak pernah habis ...


Yang ada, semakin merasa bodoh karena banyak hal-hal yang belum ku tau....


Entah, engkau dari sumber yang tak terbatas? ataukah engkau ingin terus ku gali....

__ADS_1


Yang jelas, kau adalah sumber manfaat karena kau adalah gudang ilmu...


Untuk mendapatkan mu, aku harus datang ke rumah ke dua ku...


Rumah yang setiap pagi sampai siang ku habiskan waktuku di sana, untuk menuntut ilmu...


Bahkan tak jarang orang rela menyeberangi lautan dan berpindah benua, hanya untuk mempelajari mu...


Karena Kaulah ilmu, yang bisa membuat orang berfikir maju...


By.Putri


Di peradaban ilmu dan pengetahuan yang terang,


Sekolah adalah ladang, tempat kita berjuang.


Di bawah langit biru yang cerah berseri,


Kita belajar, berkreasi, dan bermimpi seperti peri.


Guru-guru bijak, sebagai pemandu kita,


Membimbing dengan sabar, ilmu dibuka pintu.


Buku-buku adalah jendela dunia yang terbuka,


Di sana kita menjelajah, tak terbatas waktu.


Teman-teman sekelas, sahabat sejati,


Bersama-sama kita tumbuh, seperti bunga di taman.


Kisah-kisah kenangan di halaman sekolah,


Akan terus bersinar, meskipun waktu berjalan.


Sekolah adalah tempat kita bertransformasi,


Menjadi pribadi yang lebih baik, tanpa batasan.


Di sini kita mengejar mimpi dan cita-cita,


Sekolah, tempat cinta ilmu tumbuh berkembang, abadi dalam sejarah.


Bay.Putri

__ADS_1


Setelah selsai mencoba membuat puisi bertemakan sekolah, kini Putri masuk ke kamarnya.


__ADS_2