Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Hubungan Diam-Diam


__ADS_3

*Curhat Sama Buku*


Hai sahabat putih ku.....


Ijinkan aku membuat coretan di atas lembar mu....


Aku yang kini kebingungan karena terjebak dalam permainan cinta....


Aku yang tak ingin Gilang terluka karena aku telah menaruh rasa padanya...


Aku juga tak ingin Bagas kecewa karena tak bisa mendapatkan cinta ku.....


Apa yang harus aku lakukan kalau sudah begini ?....


Menghindar sudah tidak bisa....


Menjadi penengah aku yang serba salah....


Ya Tuhan Berilah aku jalan keluar....


Agar aku bisa bijak dalam bersikap...


Ya Tuhan Berilah aku ketegasan....


Agar tidak banyak orang lagi yang menaruh harapan pada ku


By.Putri.


Baru saja putri curhat kepada bukunya tanpa memberi kabar Gilang datang ke rumah untuk mengajak putri jalan-jalan keluar.


"Ibu aku mau ijin mau keluar sama Gilang" ucap putri kepada sang ibu


"Iya nak,tapi pulangnya jangan sore-sore ya"ucap ibu Jumaroh


Setalah mendapat ijin dari ibu Jumaroh, kini Putri pergi bersama Gilang.


Gilang yang bermodalkan uang jajan sekolah yang ia simpan,mengajak Putri makan di warung lesehan!! Keduanya makan di warung lesehan sembari melakukan obrolan kecil tentang sekolah.


Seusai makan mereka sempatkan cari tempat untuk berduaan.


Putri yang ingin mengambil sikap tegas agar tidak terjadi pertikaian untuk memperebutkan dirinya akhirnya putri angkat bicara kepada Gilang

__ADS_1


"Ka ,aku mau ngomong sesuatu"ucap putri dengan wajah serius


"Ngomong aja sayang!! ngga usah malu" ucap Gilang


"Ka ,aku tidak mau ka Gilang terkena masalah!! Aku juga tidak mau memberi harapan kepada seseorang yang akhirnya terluka" ucap Putri


"Maksudnya apa Yank? aku ngga ngerti" tanya Gilang dengan wajah kebingungan


"Setalah kita menjalin hubungan,ka Gilang selalu bertikai dengan ka Bagas, karena ka bagas selalu mengejar-ngejar aku!! Aku tidak mau memberi harapan kepada ka Bagas yang akhirnya di terluka karena aku memilih ka Gilang" ucap Putri


"Biarin aja orang seperti itu tidak punya malu,udah jelas kamu sudah jadi milik aku,masih aja ngejar-ngejar kamu" tegas Gilang


"Iya ka ,tapi aku tidak mau melihat kalian makin hari makin memanas !! Dan yang aku takutkan kalian berdua sampai adu fisik"ucap Putri


"Terus harus gimana?" Tanya Gilang kepada Putri


"Ka Gimana kalau setatus kita di sembunyikan saja,kita di sekolah perlihatkan seperti teman saja kalaupun ka Bagas deketin aku ,nanti aku katakan sesuatu kaalu aku ingin fokus sekolah dan aku akan berusaha menghindar darinya tapi ka Gilang juga jangan deketin aku!! Kita seperti dulu aja waktu kita berteman,


Ka Gilang juga ngga usah jemput aku ke sekolah pulang pergi pake motor,aku jalan kaki aja nanti!! kalau ka Bagas maksa aku jemput atau antar sekolah pake motor aku juga menolaknya ,ini buat kebaikan bersama ka" ucap putri


Setelah mengatakan seperti itu awalnya Gilang menolak karena rasa cinta dia ke putri sudah begitu besar, jadi tidak bisa sembunyi-sembunyi lagi.


Gilang yang mendengar perkataan putri merasa ketakutan karena dia sudah terlanjur cinta dan sayang,dengan berat hati Gilang menyetujui keinginan putri untuk pacaran diam-diam .


Gilang yang kini sedikit kecewa dengan keputusan putri,tanpa menunjukan rasa kecewa nya!! kini mengantarkan putri untuk pulang ke rumah.


***


Esok hari Bagas yang masih belum menyerah untuk mendekati putri dan punya rasa benci terhadap Gilang kini punya rencana agar Gilang tidak bisa mengantar putri ke sekolah, sehingga putri bisa di antarkan oleh Bagas ke sekolah.


Dengan bermodalkan segenggam paku,pagi-pagi Bagas datang ke arah rumah putri!! tapi hanya menunggu di pertigaan komplek gang rumah Putri.


Bagas sudah memprediksi jam kedatangan Gilang untuk lewat kesitu, setelah sudah mendekati waktu yang di prediksi,Bagas menebar paku itu di jalanan berharap Gilang lewat kesitu dan mengenai paku itu sehingga ban motor Gilang bocor yang menyebabkan harus di bawa ke bengkel sehingga terlambat untuk menjemput putri.


***


Gilang yang sudah sarapan dan memakai seragam sekolah langsung pamit sama ibunya.


Ibunya bertanya kepada Gilang


"Nak ,emang kamu tidak bawa motor ke sekolahnya?" Tanya ibu Faridah

__ADS_1


"Ngga Bu, Gilang lagi pengen jalan kaki!! Lagi ngirit bensin juga Bu" jawab Gilang


"Anak jaman sekarang aneh,kemarin ngamuk-ngamuk pengen beli motor!! Giliran udah di belikan baru beberapa hari saja sudah ngga mau make lagi" ucap ibu Faridah dalam hati


Gilang pun berangkat dari rumah,niatnya ingin langsung ke rumah putri tapi karena teringat dengan pesan dari putri kemarin Gilang pun hanya menunggu di jalan arah sekolahan.


***


Sudah setengah jam Bagas menunggu di gang itu tapi Gilang tak kunjung datang,malah yang di temui warga sekitar yang lewat sehingga ban motornya bocor.


Bagas yang merasa takut karena salah sasaran akhirnya memilih kabur dari tempat itu.


Dengan tergesa-gesa Bagas mengendarai motor untuk pergi dari tempat itu.


Baru sampai Di depan jalan yang ke arah sekolah!! ternyata Gilang menunggu di situ,Bagas yang keheranan karena Gilang tidak menjemput putri dan tidak melihat membawa motornya?


keduanya hanya saling tatap penuh kebencian


Tapi karena Bagas masih takut karena dia sudah menebar paku di gang arah putri dan mengenai warga Bagas pun Tanjab gas ke arah sekolah.


***


Putri yang sudah keluar rumah untuk berjalan ke sekolah,baru melewati gang rumahnya mendengar obrolan warga situ dengan mengatakan "tadi ada anak pakaian sekolah menebar paku di sini,setelah mengenai warga sini dia langsung pergi pakai motor" ucap warga yang sedang mengobrol


Putri yang sambil lewat tak sengaja mendengar obrolan itu, langsung teringat Gilang dan Bagas


Apakah yang di maksud pakaian anak sekolah itu Gilang atau Bagas ucap putri dalam hati.


Tapi putri yang tak ingin berburuk sangka kepada keduanya tidak berani mengambil kesimpulan,nanti kalau ketemu dengan keduanya ingin di tanyakan langsung biar jelas.


Putri yang kini sudah berjalan ke arah sekolahan tenyata sudah di tunggu Gilang.


Putri yang bertanya kepada Gilang kenapa menunggunya. dan kenapa? tidak membawa motornya?.


Gilang menjawab "kamu kan ingin hubungan kita secara diam-diam ! Kalau saat sekolah kita berteman seperti dulu? ,waktu dulu kita berteman kan sepert ini ,berjalan kaki bersama ke sekolah" jawab Gilang


Karena jawaban Gilang memang benar putri pun hanya diam dan berjalan bersama ke sekolah.


Gilang yang mengikuti putri tapi putri ingin menanyakan kepada Gilang mengenai kejadian di gang rumahnya! Baru saja putri ingin bertanya tapi Gilang memberi tau kepada putri kalau tadi Bagas lewat dari arah rumah putri dengan membawa motor panik dan terburu-buru.


Putri yang percaya dengan omongan Gilang akhirnya tak jadi menanyakan ke Gilang mengenai kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2