Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Tatapan Begitu Dekat


__ADS_3

"ibu Jumaroh ,semalem ada ibu Umaeroh datang kesini marah-marah dan mengatakan kalau ibu Jumaroh telah mencuri perhiasannya"ucap ibu Yanti


Putri yang baru datang di depan rumah ibu Yanti tak sengaja mendengarkan obrolannya


Dan langsung masuk untuk memastikan lagi yang di omongin ibu Yanti itu benar.


Ibu Jumaroh berniat ingin ke rumah ibu Umaeroh untuk menjelaskan kejadian sesungguhnya tapi karena Masih siang ibu Umaeroh belum pulang kerja dan ibu Jumaroh takut dengan pak Gunawan.


Putri kini menghubungi Gilang untuk membantu menyelamatkan ibunya dari fitnah


Gilang yang merasa di butuhkan oleh putri tanpa ragu langsung menyanggupi untuk datang membantu.


Tak butuh waktu lama Gilang sudah sampai di rumah putri ,putri mengajaknya berbicara di teras rumah agar ibunya tidak mendengar rencana mereka berdua


Awalnya putri menjelaskan kejadian ibunya di rumah ibu Umaeroh kepada Gilang dengan suara lirih.


Setelah mendengar cerita tentang ibunya Gilang berencana ingin menyelidiki kerumah ibu Umaeroh untuk mengungkap kebenaran.


Putri yang juga ingin ikut menyelidiki akhirnya putri pamit kepada ibunya dengan beralasan ingin main sebentar dengan Gilang


Walau putri telah membohongi ibunya tapi ini demi kebaikan untuk mengungkap kebenaran


Ibu Jumaroh yang merasa kebingungan karena dirinya yang sebenarnya jadi korban tapi kenapa kini ibu Jumaroh di kambing hitamkan


Setalah keduanya pergi kerumah ibu Umaeroh dan Pak Gunawan


Gilang yang selalu berada di depan bersembunyi di belakang pohon besar yang tepatnya berada di halaman depan rumah ibu Umaeroh


Karena takut ketahuan tak sengaja putri ikut bersembunyi dan bersandar di bahu Gilang.


Keduanya yang terkejut bukan karena ketahuan tapi karena tak sadar keduanya menempel tanpa jarak.


keduanya saling bertatapan...!!!!!

__ADS_1


Gilang yang baru memandang putri dengan jarak yang begitu dekat merasa begitu jelas kecantikan putri


Putri yang menatap Gilang merasakan kenyamanan karena selama ini Gilang yang selalu jadi pelindung dan yang selalu menemaninya


"Maaf ya aku tidak sengaja bersandar di pundak mu, karena aku takut ketahuan"ucap putri sambil menjauh dari Gilang


"Ngga papa put ,aku tidak keberatan kok jadi tempat bersandar buat kamu"ucap Gilang sembari menatap putri dengan rasa sayang


"Udah deh kak jangan mengarah kesitu dulu nanti kita jadi bucin,kita fokus ke tujuan awal kita kesini"ucap Putri


"Yaudah kita selidiki lagi rumah ini dengan memantau dari kejauhan, kali aja dapat informasi untuk mengungkap fakta ,tapi setelah ini kita bahas tentang kita"ucap Gilang sambil bersembunyi di balik pohon


Setelah 10 menit mereka berdua bersembunyi di balik pohon, ibu Umaeroh pulang bekerja dengan mengendarai motor,Gilang dan putri yang bersembunyi di balik pohon tak terlihat karena ibu Umaeroh fokus melihat ke jalan


Baru saja mematikan mesin dan ingin masuk kerumah


Ibu Kartika memanggil ibu Umaeroh karena ada yang ingin di bicarakan


Karena pembicaraannya tidak ingin di dengar oleh suami Ibu Umaeroh akhirnya ibu kartika mengajaknya berbicara di rumahnya.


"Ibu suaminya lagi kerja, apa ada di rumah"tanya ibu Kartika sambil mengawasi rumah ibu Kartika karena takut suaminya dengar


"Suami saya sebenarnya liburnya kemarin tapi karna dia bilang sakit jadi liburnya nambah,


oh iya !!!! mumpung ada ibu Kartika saya mau minta tolong jagain anak saya lagi dong Bu ,kemarin saya sudah nyuruh orang dari komplek belakang yang namanya ibu Jumaroh dia baru beberapa hari kerja di rumah saya sudah mencuri perhiasan saya ,semalem saya datangi kerumahnya tapi orangnya ngga ada,kayanya si kabur" ucap ibu Umaeroh sambil emosi


"Maaf Bu ,bukannya saya ngga mau tapi saya juga lagi jagain ibu saya yang lagi sakit jadi saya lagi repot sendiri,..!!!!!perhiasan yang ibu maksud itu kalung dan cincin yang di dalam kotak berbentuk hati?" Ucap ibu Kartika


"Loh....????? kok ibu tau perhiasan saya yang ilang"ucap ibu Umaeroh dengan ekspresi terkejut


Tanpa menjawab pertanyaan ibu Umaeroh ,ibu Kartika masuk kedalam untuk mengambil sesuatu,setelah sesuatu itu di ambil dan di tunjukan kepada ibu Umaeroh begitu kagetnya ternyata perhiasan itu ada di tangan ibu Kartika


"Kemarin pas saya lagi jemur baju saya lihat pak Gunawan keluar rumah dengan penuh emosi membuang perhiasan ini ,saya pikir di rumah ada ibu dan lagi bertengkar makanya pak Gunawan sampai tak sadar membuang barang berharga,makanya saya menyimpan nya, tujuan saya tadi mengajak ibu berbicara di sini juga mau memberitahukan hal ini"ucap ibu Kartika sambil mengembalikan perhiasan milik ibu Umaeroh

__ADS_1


"Berarti yang suami saya katakan itu bohong dong"ucap ibu Umaeroh sambil kebingungan


"Emang suami kamu ngomong apa?"tanya ibu Kartika


"Suami saya kemarin bilangnya yang mencuri perhiasan itu ibu Jumaroh tapi faktanya suami saya yang buang sendiri" ucap ibu Umaeroh


Putri dan Gilang yang dari tadi bersembunyi di balik pohon ,mendengarkan semua obrolan antara Ibu Umaeroh dan ibu Kartika


Tak sadar putri meneteskan air mata karena ibunya telah di fitnah


Gilang yang melihat Putri meneteskan airmata langsung menghapus dengan menggunakan tangannya dan mengatakan jangan di tahan-tahan ,!!! menangislah jika itu bisa membuat mu mengurangi sedikit kesedihan


Putri yang tak sanggup lagi menahan kesedihan langsung memeluk Gilang dan menangis dengan derai airmata yang begitu deras hingga rasa kesedihan sedikit terobati


"Jika aku bisa jadi bagian darimu aku ingin menjadi airmata mu, karena airmata terlahir di hati mu,tumbuh di mata mu, mengalir di pipi mu dan mati di bibirmu"ucap Gilang dalam hati sambil memeluk putri


putri pun menghentikan tangisan dan mengajak segera pulang untuk memberitahukan kepada ibunya tentang fakta sesungguhnya yang baru ia dapatkan


Setelah sampai di rumah putri langsung mencari ibunya tapi tidak ada di rumah


Putri pun bertanya kepada ibu Yanti tapi juga tidak mengetahuinya karena terakhir ibu Yanti melihat ibunya pulang kerumah


Gilang yang masih berada di rumah putri


Memperhatikan rumah putri yang tidak di kunci kemungkinan ibu putri keluar sebentar entah ke warung atau ada keperluan sebentar buat keluar


Putri yang sedang merasa panik di tenangkan Gilang dan mengatakan


"kita tunggu sebentar di sini kalau sampai 10 atau 15 menit ibu kamu belum pulang kita cari kedepan" ucap Gilang


Di saat keduanya sedang menunggu ibu Jumaroh di depan rumah tiba-tiba pak Dodi dan Maya datang kerumah putri


Maya yang melihat Putri bersama Gilang cemburu ,tapi karena Maya ingin melihat papahnya menikah dengan ibu putri rasa cemburu itu ia tutupi

__ADS_1


"Awas saja kau putri kalau kau sudah jadi saudaraku akan aku balas perlakuan mu selama ini yang terus-terusan buatku kesal dan cemburu" ucap Maya dalam hati


__ADS_2