
Tak Terasa waktu sudah menjelang pagi! Gilang yang sedang kasmaran,sampai lupa ia tidak tertidur semalaman. Karena takut kesiangan berangkat sekolah
Akhirnya Gilang memaksa untuk tidak tidur
***
"Putri pamit ya Bu, mau berangkat sekolah" ucap putri sambil pamit dan mencium tangan sang ibu
Dengan rasa semangat dan penuh kesungguhan putri berjalan ke sekolah untuk menimba ilmu
"Selamat pagi sayang" sapa Gilang yang dari tadi menunggu di persimpangan jalan, untuk mengajak putri berangkat bareng ke sekolah
"Jangan panggil sayang deh kak!, aku malu"ungkap putri sambil sambil menunjukan senyum tipis di wajahnya
"Kitakan udah jadian, masa manggil sayang aja ngga boleh?" Sahut Gilang sambil menggandeng tangan Putri
"Kita mau sekolah kak! Kita fokus belajar dulu, nanti sepulang sekolah baru kita sayang-sayangan lagi,yang terpenting jangan kelewat batas ya kak" ungkap putri sambil berjalan dan melepaskan pegangan tangan gilang.
Setelah sampai di sekolah keduanya belajar dengan sungguh-sungguh,putri kini mulai di sanjung oleh guru-gurunya karena sekarang rata-rata nilai pelajarannya sudah bagus di bandingkan sebelum-sebelumnya.
Di jam istirahaat Gilang mengajak putri untuk istirahaat di taman sekolah karena di kelas rame apalagi di kantin jadi Gilang memilih untuk istirahaat di taman.
Sambil membawa bekal makanan dari sang ibu putri bersama Gilang duduk di bangku taman sekolah,walau ada beberapa siswa yang lain di sekitar itu tapi setidaknya di situ tempatnya nyaman kalau untuk ngobrol santai.
"Ka, matamu kenapa? merah sekali"tanya putri sambil menatap Gilang dengan rasa ke khawatiran
"Semalam aku tidak tidur!" Jawab Gilang
"Kenapa Ka Gilang tidak tidur semalam?" tanya putri
"Setelah aku tau perasaan mu,Lewat tuliskan di puisi yang kamu kirimkan semalam,aku merasa bahagia!! Sampai aku tidak bisa tidur" ucap Gilang
"jangan mengabaikan kesehatan mu,apalagi hanya sebuah Puisi yang ku kirimkan" ucap Putri
"tapi Puisi yang kau buat bukan sekedar syair yang indah, itu bentuk ungkapan dari sebuah perasaan mu kan?" tanya Gilang
Putri hanya menjawab "iya" dan tertunduk tersimpu malu, Gilang pun langsung menggenggam kedua tangan Putri dan menatapnya.
***
Setelah makan di kantin, Siska berniat istirahaat di kelas
"Kamu lihat putri ngga ?" Tanya Siska kepada teman yang ada di kelas
"Aku lihat tadi si , putri keluar bareng Gilang! " ucap temen sekelas nya
__ADS_1
Siska pun bertanya-tanya ? Dimana putri dan Gilang beristirahat.
Siska pun berfikir mungkin istirahaat di taman sekolah??
Untuk memastikan, siska langsung ke taman sekolah untuk mengecek keberadaan putri dan Gilang.
Benar saja setalah Siska ke taman sekolah melihat putri dan Gilang sedang mengobrol di bangku taman.
tapi Siska melihat Putri dan Gilang nampaknya duduk tanpa jarak dan keduanya saling bertatapan. Siska pun bertanya-tanya tentang kedekatan mereka berdua tapi Sisak ingin mengagetkan mereka berdua dengan berjalan secara berlahan mendekati mereka dari belakang dan berkata.
"Hey!!!!Gludugg doang ngga Hujan" cetus Siska sambil mengagetkan putri dan Gilang, dengan candaan
"Maksudnya?????" Ucap Gilang dan putri yang bertanya-tanya maksud perkataan Siska
"Maksudnya, kalian duduk doang ! Ngga jajan?" Ucap Siska sambil tersenyum nada candaan
Putri dan Gilang yang mendengar penjelasan dari Siska ikut tersenyum.
Setelah jam pulang Gilang mengajak putri untuk mampir di kafe
Setalah sampai rumah putri yang baru mengganti seragamnya, di panggil oleh ibu
Putri pun mendatangi ibunya .
"Nak,Ibu mau menggadaikan sertifikat rumah, untuk modal usaha dan membayar utang ke pak Dodi? Gimana menurutmu?" tanya ibu Jumaroh kepada anaknya
"Di depan halaman rumah kitakan masih luas,ibu mau mendirikan bangunan buat usaha agen sembako!! ,iya nak ibu pengen tenang tanpa di datangi terus oleh pak Dodi" ucap sang ibu
Putri yang ingin melihat ibunya tidak kebingungan mencari nafkah dan tak ingin melihat ibunya tertekan oleh pak Dodi akhirnya putri menyetujui ibunya untuk menggadaikan sertifikat rumah.
Setalah putri menyetujui,ibu Jumaroh langsung menelfon pihak Bank! untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah
Sesudah menelfon pihak Bank,ibu Jumaroh langsung menyiapkan persyaratan untuk pengajuan
karena besok pihak bank akan datang untuk survei lokasi rumah ibu Jumaroh
***
Setalah berbicara dengan ibunya.terdengar nada dering panggilan di hp putri,putri pun langsung ke kamar untuk melihat siapa yang menelfon,setelah di lihat ternyata Gilang yang menelfon nya
Putri pun mengangkat telfon dan berbicara dengan gilang ,mereka berdua berbicara yang dari awal membahas mengenai pelajaran dan sekolah, sampai tentang perasaan mereka utarakan
Ibu Jumaroh yang melihat Putri sudah telfon dengan lelaki merasa sedih ,karena bisa saja sewaktu-waktu putri menghabiskan waktu di luar rumah yang membuat ibu Jumaroh semakin merasa kesepian.
Sambil menelfon dengan Gilang putri telah sadar kalau ibunya sedang memperhatikannya putri pun meminta Gilang untuk mematikan telfonnya.
__ADS_1
Setalah telfon sama Gilang putri pun kembali menghampiri ibunya dan berkata
"Ibu kenapa terlihat sedih seperti itu?"tanya putri sambil menghampiri ibunya
"Ibu ta-takut nak" gumam sang ibu
"Takut kenapa Bu? Tanya putri
"Takut,kedepannya kamu banyak menghabiskan waktu di luar,nanti ibu semakin kesepian" ucap sang ibu sambil meneteskan cairan bening di pelipis matanya
"Tenang saja Bu ! Putri bakalan banyakin waktu di rumah buat temani ibu biar tidak meras kesepian" ucap putri sambil memeluk ibunya.
Keesokan harinya di saat putri sekolah
Pihak bank, datang untuk survei rumah ibu Jumaroh dan melihat persyaratan-persyaratan yang sudah ibu Jumaroh persiapkan .
Setalah survei dan melihat sertifikat rumah pihak bank berani meminjamkan uang sebesar 100 juta rupiah dengan jaminan sertifikat yang akan di pegang oleh pihak bank.
Ibu Jumaroh pun menyetujui persyaratan yang di berikan oleh pihak bank dengan pinjaman 100 juta dengan tempo pembayaran selama 5 tahun .
Pihak bank mengatakan untuk pencairan dananya ibu Jumaroh di haruskan datang ke kantor bank untuk perifikasi dan tandatangan sebelum pencairan.
Di hari itu juga ibu Jumaroh mendatangi bank untuk melakukan perifikasi dan penandatanganan,dengan proses waktu selama 2 jam langsung mendapat pencairan dana pinjaman sebesar 100 juta.
Ibu Jumaroh meminta yang 20 juta di bayar kes dan 80 juta di transferkan ke rekening ibu Jumaroh.
Setalah dapat uang itu ibu Jumaroh langsung mendatangi rumah pak Dodi untuk membayar utang sebesar 20 juta
Setalah kedatangan ibu Jumaroh di rumahnya
pak Dodi mempersilahkan masuk dan menanyakan maksud kedatangan ibu Jumroh kerumahnya
Ibu Jumaroh mengatakan kepada pak Dodi ingin membayar utangnya
Pak Dodi yang mempertanyakan uang itu darimana tapi tak di jawab oleh ibu Jumaroh.
Setalah membayar utang,
tanpa basa-basi langsung pamit pulang dan meminta pak Dodi untuk jangan sering-sering main ke rumahnya, karena ibu Jumaroh malu dengan tetangga. kalau sering-sering di datangi tamu laki-laki,apalagi sekarang ibu Jumaroh bersetatus janda.
Setalah sampai rumah uang di tangan ibu Jumaroh tersisa 80 juta.
Ibu Jumaroh pun menanyakan kepada tukang bangunan yang tinggal di sekitar rumahnya, untuk membuatkan bangunan buat usaha sembakonya.
Setalah menanyakan kepada tukang bangunan ,untuk membuat bangunan membutuhkan waktu selama 1 Minggu dan bisa menghabiskan dana kurang lebih 30 juta.
__ADS_1
ibu Jumaroh pun menyetujuinya.
Kalau di hitung-hitung perkiraan uang yang tersisa buat usaha adalah 50 juta.