Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Sudah Mengikhlaskan


__ADS_3

Mendengar suara obrolan dengan tangisan ibu Yanti terbangun


Setalah melihat ibu Jumaroh dan Putri sedang menangis ibu Yanti pun mencoba menenangkan dan mengajak nya untuk solat subuh dan berdoa untuk keselamatan ayah nya putri


Setalah sholat dan berdoa putri dan ibu nya sudah sedikit tenang


Ibu Jumaroh kini sudah bisa menerima kenyataan


Putri kini mencoba mengirim pesan singkat ke sahabat nya untuk minta ijin kalau hari ini dia tidak masuk sekolah.


"{Asalamualaikum sis ,saya minta tolong bilangin ke Guru ya kalau hari ini ngga bisa masuk sekolah karena lagi jagaain ibu aku yang lagi sakit}" Putri


"{Walaikum'salam ,ibu kamu sakit apa put ? Iya ntar aku bilangin ke Guru}" Siska


Siska yang menunggu pesan dari putri karena penasaran dengan sakit ibu nya tapi tak di balas-balas oleh putri padahal pesan nya sudah di baca


Siska pun mencoba menelfon putri tapi tak di angkat


Putri tak membalas pesan dari Siska dan sengaja tak mengangkat telfon nya karena tak sanggup lagi jika menceritakan kronologi kejadian dari awal tentang berita duka di keluarga nya.


Setalah sampai di sekolah Siska langsung menginformasikan kepada Guru dan teman-teman nya


Tapi informasi dari Siska langsung di tepis oleh Maya dengan berucap


"Putri ngga masuk paling males sekolah atau kesiangan jadi alesan nya jagain orang tua sakit "


"Saya percaya Dengan putri ,dia tidak pernah berbohong" ucap Siska


"Benar yang di katakan Siska ,saya percaya Putri" ucap ibu Guru Yeni


"Terus aja di puji-puji anak kesayangan" ucap Maya kepada ibu Guru


"Udah diem sekarang kita lanjut belajar ,setalah pulang sekolah kita jenguk orang tua Putri siapa yang mau ikut kita barengan kesana"ucap ibu Yeni


Setalah pulang sekolah ibu Guru pun berbicara di depan murid-murid nya "Anak-anak siapa yang mau ikut dengan ibu jenguk Ibu Putri "


Siska ,,,Gilang ,,,Anita,,,Doni,,,Jamilah,,,dan Dita


Mengacungkan tangan untuk ikut menjenguk ibu putri


Akhir nya ada 7 orang yang mau menjenguk ibu putri


Sambil di perjalanan ke rumah putri mereka membeli buah-buahan

__ADS_1


Setelah sampai di rumah nya Putri


"Asalamualaikum"ucap Ibu Guru


Putri dan ibu nya yang mendengar pun menjawab salamnya dan putri ingin keluar melihat siapa yang datang


Tapi karena ada ibu Yanti yang juga ada di dalam pun berkata "putri di sini aja temenin ibu mu , biar yang melihat ke depan ibu Yanti aja"


Setalah ibu Yanti keluar dan melihat


"Ini ibu Guru dan temena-temen sekolah nya putri ya? " Tanya ibu Yanti


Ibu Guru dan teman-temen nya serentak menjawab "IYA"


"Maaf ibu siapa ya ? .Apa benar ibu putri lagi sakit ?" Tanya ibu Guru


"Saya ibu Yanti tetangga nya Putri ,iya benar ibu putri sedang sakit" ucap ibu Yanti


"Ibu Putri sakit apa ya?" Tanya ibu Guru


"Ibu Putri kemarin pingsang dua kali akibat dengar berita kalau perahu yang di tumpangi bapak nya putri tenggelam ,sekarang ibu putri dan putri sedang berduka" ucap ibu Yanti


Ibu Guru dan teman-temam nya pun kaget dengar berita itu dan ada sebagian dari mereka yang meneteskan air mata.


Ibu Yeni pun mencoba menenangkan ibu Jumaroh dan Putri untuk kuat dan mengikhlaskan kejadian itu di susul dengan teman-teman yang ikut menyemangati


Setalah teman-teman dan Guru nya pulang


Taklama ibu Yanti ikut pamit pulang dan berkata "ibu Jumaroh , de putri saya pamit dulu ya kalau ada apa-apa panggil saya aja walaupun malam hari juga ngga papa"


Ibu Jumaroh dan Putri mulai bisa mengikhlaskan dengan terus-terusan berdoa akan adanya keajaiban kalau bapak nya putri masih bisa di beri keselamatan.


Tiga hari berlalu tim SAR yang mencari kapal tenggelam pun mengabarkan kalau sebagian besar ABK sudah di temukan dalam keadaan tak bernyawa dengan jasad yang sudah tidak bisa di kenali nya lagi


Ibu Jumaroh dan Putri pun bergegas mendatangi rumah sakit tempat para jenajah ABK untuk melakukan tes DNA untuk mencocokan bahwa salahsatu diantara puluhan jenajah adalah ayah nya putri tapi tidak ada yang cocok DNA itu.


Tim SAR yang memutuskan untuk menghentikan pencarian kapal tenggelam


akhir nya ibu Jumaroh dan Putri pun sudah benar-benar mengikhlaskan pak Zulkifli pergi


Ibu Jumaroh dan Putri pulang dan mengabarkan ke tetangga sekitar rumah atas berita itu dan melakukan sholat Goib untuk mendoakan kepergian ayah putri


Setelah satu Minggu dari semenjak benar-benar mengikhlaskan kepergian ayah

__ADS_1


Putri kini mulai masuk sekolah lagi


Namun langkah nya tak semangat dulu


Di saat dia masih punya harapan kerinduan menantikan ayah nya pulang dengan membawa segenggam harapan


Sesampai nya di sekolah putri tak banyak berinteraksi dengan teman-teman sekolah


Ia habiskan hanya duduk termenung di meja kelas nya


banyak temen-teman yang menghibur nya tapi kesedihan itu nampak nya masih teramat dalam yang tak bisa di timbun hanya dengan kias perkataan.


Siska yang sahabat nya putri kini mencoba mengembalikan senyuman walau dia tau senyum ketulusan belum mampu putri tampak kan.


Di saat putri sekolah ibu Jumaroh pun masih tak semangat dulu , di rumah dia habiskan waktu dengan terus memandangi foto suami nya dengan tatapan rindu yang tak pernah bisa lagi terobati.


"Asalamualaikum.....ibu Jumaroh ,permisi "


Setelah beberapa panggilan ibu Jumaroh baru mendengar panggilan dari luar


"Walaikum'salam ,iya bentar " ucap Ibu Jumaroh


Setalah keluar dan membuka pintu ternyata


Yang datang pak Dodi


Ibu Jumaroh yang takut dengan pak Dodi hanya mempersilahkan pak Dodi duduk di depan teras rumah untuk menanyakan tujuan nya datang


"Ibu saya ikut berduka cita atas kepergian pak Zulkifli"ucap pak Dodi


"Iya terimakasih pak ,kalau masalah utang nanti ya pak , saya bakalan bayar tapi tidak bisa sekarang-sekarang" ucap Ibu Jumaroh


"Ngga papa bu saya memahami kodisi Ibu sekarang " ucap pak Dodi


"Terimakasih ya pak atas pengertian nya " ucap ibu Jumaroh


"Iya Bu sama-sama , apakah ibu Jumaroh dalam waktu dekat berniat nyari pengganti pak Zulkifli" pak Dodi


"Maksud bapak apa ya nanya-nanya kaya gitu ke saya ,baru aja saya berduka kok bapa tega nanya sperti itu kepada saya"ucap ibu Jumaroh


"Maksud saya kalau ibu berniat mencari pengganti aku siap untuk mendaftar" ucap pak Dodi


"Udah deh pak jangan di lanjut lagi obrolan ini , aku lagi berduka bapak jangan nambah-nambah kesedihan aku aja ,silahkan bapak pulang aja kalau masalah utang pasti saya bayar" ucap ibu Jumaroh

__ADS_1


"Yaudah saya pamit pulang ,ibu fikirin lagi ya tawaran saya ,karena saya serius dengan pembicaraan tadi" ucap pak Dodi sambil pamit pulang


__ADS_2