Puisi Adalah HatiKu

Puisi Adalah HatiKu
Membuat Laporan kejadian Di Warung


__ADS_3

Ibu Jumaroh dan Putri hanya bisa menangis histeris menyaksikan kejadian itu!! berharap warga yang sedang membantu, biasa segera menghentikan dan memadamkan kobaran itu.


Sudah 15 menit berlalu api yang tak kunjung padam, malah makin membesar takut rumah-rumah di sekelilingnya ikut terkena dampak kobaran, pak RT setempat mencoba menghubungi dinas kebakaran untuk meminta bantuan memadamkan kobaran api itu.


Hanya butuh beberapa menit mobil pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan kobaran api itu,kini api itu telah padam, hanya saja warung ibu Jumaroh beserta isinya tak tersisa sedikitpun.


Warga sekitar saling bertanya tentang kronologi kejadian itu,karena tidak ada saksi yang melihatnya? RT setempat mengatakan untuk sementara kejadian itu mungkin karena konseling listrik dan akan di laporkan ke pihak berwajib untuk di usut.


Ibu Jumaroh dan Putri yang masih menangis di tenangkan tetangga-tetangga sekitarnya, untuk sabar dan tabah menerima kejadian ini.


Dari semenjak kejadian itu sampai pagi ibu jumaroh terus meratapi kesedihan karan dari hasil menggadaikan sertifikat rumahnya untuk usaha, tapi baru saja 1 hari usahanya sudah terbakar ludes oleh api, Putri yang sebenarnya merasakan hal yang sama seperti ibunya, tapi karena dia ingin menenangkan ibunya Putri coba menguatkan diri agar tidak terus-terusan terhanyut oleh kesedihan.


Di pagi hari RT setempat datang kerumah Ibu Jumaroh untuk membuat laporan ke pihak berwajib agar kejadian semalam bisa secepatnya di usut untuk menemukan titik terang .


Putri kini menghubungi Siska untuk ijin kalau hari ini tidak masuk sekolah, dan sempat menjelaskan secara singkat tentang keadaannya sekarang.


Usai menghubungi Siska ,putri menemani ibunya yang di dampingi RT setempat untuk membuat laporan kepada pihak ber berwajib


Dengan menaiki mobil pak RT Ibu Jumaroh dan Putri melakukan perjalanan ke kantor polisi.


17 menit perjalanan kini telah sampai di kantor polisi


"Silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pak Polisi dengan nada Tegas


"Ini pak,warga saya yang bernama ibu Jumaroh dan ini anaknya yang bernama Putri, kalaau saya sendiri RT di lingkungannya,mau melaporkan kejadian semalam tentang kebakaran di warung ibu Jumaroh" ucap Pak RT


" yang di komplek itu ya pak? ,saya juga semalam dapat laporan dari tim saya yang sedang patroli !! mengatakan ada kejadian kebakaran di komplek itu, dan sudah berhasil di padamkan setelah mendatangkan pemadam kebakaran!! , seharusnya setiap ada kejadian apapun baik siang atau malam itu segera di laporkan ya pak jangan nunggu pagi" tegur pak polisi kepada pak RT


"Iya pak,saya mohon maaf atas keterlambatan saya untuk melapor" ucap pak RT

__ADS_1


"Baik,laporan saya terima silahkan kembali ke rumah,nanti tim saya cek tempat kejadian perkara" ucap pak Polisi sambil mempersilahkan pulang karena laporan sudah di terima.


Disaat pak RT mengantar ibu Jumaroh dan Putri pulang ,warga sekitar berinisiatif merapikan bekas pung-puing warung Jumaroh


Setibanya di rumah


"Tolong hentikan" ucap pak RT


"Saya sedang membantu merapikan puing-puing warung ibu Jumaroh" ucap salah satu warga


"Niat kamu bagus berinisiatif membersihkan tapi tim kepolisan belum melakukan investigasi" ucap pak RT


Kini warga menghentikan sementara untuk merapikan puing-puing yang baru setengahnya di bersihkan


Tak lama tim kepolisan datang untuk melakukan identifikasi dan langsung memasang garis polisi agar seluruh warga tidak ada yang berada di dalam garis itu


Setelah selsai melakukan investigasi kepolisian pun hanya menyimpulkan dugaan sementara adalah korsleting listrik


***


Sore hari setalah kejadian itu pak Dodi berpenampilan rapih dengan membawa mobil datang ke rumah ibu Jumaroh


Ibu Jumaroh yang sedang duduk di teras di temani putri sedang memandangi warungnya yang sudah tak berdiri lagi


Di kejutkan dengan suara klakson mobil


Yang langsung berhenti di depan rumahnya


Ibu Jumaroh dan Putri bertanya-tanya tentang siapa yang datang

__ADS_1


Setelah keluar dari mobil ternyata yang datang Pak Dodi, dengan ekspresi yang berpura-pura kaget pak Dodi langsung menghampiri ibu Jumaroh dengan berkata


"Ibu Jumaroh,ini warungnya kenapa ya? ,perasaan pas saya kesini lagi di bangun!!tapi sekarang seperti luluh lanta termakan si jago merah?" Tanya pak Dodi dengan berpura-pura berekspresi kebingungan


"Semalam warung saya di lalap si jago merah pak" jawab ibu Jumaroh


Pak Dodi langsung mengatakan "saya ikut prihatin dengan kejadian ini,ibu Jumaroh dan Putri yang sabar ya ,semua pasti ada hikmahnya" ucap pak Dodi


Di saat situasi seperti ini pak Dodi mengambil kesempatan untuk melakukan obrolan agar mengarah ke tujuannya untuk bisa menikah dengan ibu Jumaroh


"Ibu Jumaroh ,saya perhatikan ibu sudah usaha dan berjuang keras untuk keluarga, dari beberapakali jualan dan bekerja sudah ibu lakukan,sebenarnya kodrat wanita itu bukan bekerja Bu tapi menjaga anak-anaknya!!" ucap Pak Dodi


"Kalau saya hanya menjaga anak saya tanpa usaha dan bekerja,buat makan sehari-hari dari mana pak?" tanya Ibu Jumaroh


"Jika ibu bisa buka hati buat saya, saya siap jadi tulang punggung keluarga ibu ,biar ibu tidak memikirkan kerjaan lagi tinggal jagain anak-anak kita saja" ucap pak Dodi


Putri yang berada di samping ibunya bertanya-tanya tentang ucapan pak Dodi ibu Jumaroh pun sama kebingungan dari ucapan pad Dodi yang baru saja di lontarkan


" maksudnya apa ya pak ,ngomong kaya gitu?" Tanya ibu Jumaroh


"Saya kan bersetatus Dudu Bu ,karena ibu Maya dari dia umur 3 tahun pergi meninggal kita,ibu Juga bersetatus janda karena di tinggal pergi oleh ayahnya Putri, agar anak-anak kita yaitu Maya dan Putri tidak kehilangan Kasih Sayang seorang ayah dan seorang ibu, bagaimana kalau kita menikah Bu" ucap Pak Dodi dengan Nanda serius


Ibu Jumaroh sempat tersentuh oleh perkataan pak Dodi,putri yang mendengar langsung kini hanya memasrahkan terhadap ibunya untuk menentukan sebuah jawaban.


"Maaf ya pak ,untuk saat ini saya belum bisa menjawabnya!! Saya Perlu pikirkan matang-matang dan meminta pendapat anak saya dulu" ucap ibu Jumaroh


"Iya Bu ,ngga papa !! Saya mengerti dengan kondisi ibu sekarang, tapi saya juga berharap ibu setuju dengan keinginan saya, karena saya lakukan ini demi anak saya yang dari umur 3 tahun kehilangan Kasih Sayang dari seorang ibu,saya tidak jadi masalah jika ibu belum bisa melupakan almarhum suami ibu dan belum bisa mencintai saya tapi saya berharapnya ibu segerah mengambil keputusan demi kebahagiaan anak-anak kita" ucap pak Dodi


Ibu Jumaroh makin tersentuh dengan ucapan pak Dodi, karena menceritakan tentang anaknya, yang di lakukan ibu Jumaroh untuk berjuang sekeras tenaga mencari nafkah juga demi anaknya.

__ADS_1


__ADS_2