
Aku tidak percaya dengan apa yang aku liat pagi ini, ternyata mas devan benar-benar pulang, aku masih memeluk tubuh mas devan itu.
"Kapan kamu pulang? tanyaku mendongakkan kepalaku ke atas melihat mas devan, ia menutup matanya, kelihatan dari wajah mas devan yang masih lelah.
"Tadi malam! ujar mas devan dengan suara khas baru bangun tidur, aku masih memeluk tubuh mas devan, rasanya nyaman sekali saat aku memeluk nya.
"Sholat subuh dulu gih, nanti kesiangan! ujar mas devan melepaskan pelukan nya.
Tapi aku masih memeluk dia erat-erat, aku tidak mau dia pergi lagi, pokoknya mas devan tidak boleh pergi lagi!
"Nanti aja kangen-kangenan nya kita sholat dulu, jangan gara-gara ini kita lupa sholat! ujar mas devan.
Aku tersenyum dalam pelukan nya, ternyata dia tidak pernah berubah, dari dulu selalu ia mementingkan urusan sama Allah ketimbang yang lain, aku sangat beruntung mempunyai suami seperti dia.
Udah rajin sholat, baik, bertanggung jawab, pokoknya semuanya ada di dirinya!
"Ayok, mau aku gendong juga ke kamar mandinya? tanya mas devan
Aku tersenyum seraya menganggukkan kepalaku, kapan lagi di gendong sama mas devan, ya kan!
"Nggak ah, kamu berat! ujar mas devan
Aku cemberut di bilang berat oleh mas devan, emang aku gendutan apa?, perasaan aku masih kurus!
"Ayok! ujar mas devan, ia sudah berdiri sementara aku masih duduk, dengan berat hati aku juga ikut berdiri, lalu mas devan langsung mengendong aku ala-ala bridal style, aku langsung tersenyum kembali.
"Katanya berat! ujarku
"Nggak kok, kamu masih seperti dulu masih bisa aku gendong! ujar mas devan
Setelah mengambil wudhu kami berdua melaksanakan shalat subuh berjamaah, mas devan jadi imamku.
Selesai sudah melaksanakan perintah dari Allah, seperti biasa aku menyalami punggung tangan mas devan.
...
"Kangen aku seperti ini mas, kamu nggak akan balik lagi kan? tanya siti
Aku menatap siti seraya tersenyum dan mengelus pipinya, tidak tega juga meninggalkan dia lagi, tapi pekerjaan aku di belanda masih belum selesai juga.
"Hmm...! aku melihat ke lain arah tidak sanggup melihat wajah sedih istriku, kalau tau aku akan balik lagi besok.
"Hmm... apa mas? tanya siti memegang tangan ku.
"Besok mas balik lagi sayang! ujarku lirih, sungguh aku tidak sanggup bilang nya.
__ADS_1
Siti melepaskan tangan nya dari tangan aku, ada raut wajah kecewa yang aku lihat dari wajah istri kecilku itu.
Siti bangkit dari duduknya lalu ia melipat mukenah yang ia pakai tadi, kini ia duduk di tepi ranjang.
Aku mendekati nya, ia menundukkan kepalanya saat aku tiba di samping nya, mungkin ia kecewa dengan aku, baru saja aku pulang, terus pergi lagi.
Kalau aku di posisinya pasti aku kecewa juga, lalu aku bersandar di pundaknya, "marah ya? atau kecewa? tanya ku
Dia menggeleng-nggelengkan kepalanya, aku tau dia pasti sangat kecewa dengan aku, "kalau kamu diam pasti kamu marah! ujarku
"Nggak marah tapi kecewa aja gitu, kamu baru pulang terus pergi lagi, baru aja hati aku senang tapi sedih lagi! ujar siti
Aku mendongakkan kepalaku melihat siti, ternyata sudut matanya sudah berair, aku langsung menghapus air mata itu.
"Kenapa harus pergi lagi sih mas? aku sudah lama menunggu kamu pulang, sekali pulang ternyata hanya sebentar saja! ujar siti mengeluarkan keluh kesahnya selama ini
"Kamu pergi waktu itu alesha masih kecil, dan sekarang kamu pulang umur anak kita sudah satu tahun lebih!, kamu pergi dari rumah sudah lama mas!
"Aku tidak ingin menjalani hubungan jarak jauh lagi, aku hanya ingin dekat dengan kamu, hanya satu itu aja aku minta sama kamu, tidak ada yang lain! ujar siti
Aku tau ini berat untuk kita sayang, tapi aku juga tidak bisa melepas tanggung jawab ku sebagai pemimpin perusahaan di Amsterdam itu!
"Aku tau ini berat untuk kita, tapi aku tidak bisa melepas tanggung jawab aku begitu saja sayang! ujarku
"Tapi aku tidak ingin berpisah lagi! untuk apa kamu pulang kalau hanya memberi aku harap saja, aku pengen kamu pulang tapi tidak kembali lagi!
"Hiks...hiks...hiks... mam-mi...! tangis alesha putri kami, siti tidak jadi pergi keluar, ia pergi ke tempat alesha, lalu siti mengendong alesha.
"Haus ya? ujar siti, lalu siti duduk di tepi ranjang, ia membelakangi aku karena ia sedang menyusui alesha.
Aku menghampiri mereka aku juga ikut duduk di sebelah siti, ia melihat aku, aku tersenyum kecil.
"Alesha ini papi nak! ujarku saat alesha sudah selesai menyusu.
Alesha terpana melihat aku, lalu ia memeluk siti, "sayang anak papi, ini papi, papi sudah pulang! ujarku merenggangkan kedua tanganku ingin memeluk alesha.
Ia menyembunyikan wajahnya ke dada siti, "alesha! ujarku mencolek-colek tangan nya
"Alesha itu papi! ujar siti lalu alesha melihat siti lalu alesha melihat aku.
"Pap-pi...! oceh alesha sekali, aku mengangguk kecil, "iya ini papi! ujarku menunjuk diriku.
"Iya itu papi, tapi alesha kangen papi! ujar siti
"Pi...papi...! oceh alesha sekali lagi, aku mengangguk kecil seraya tersenyum
__ADS_1
"Ayok peluk papinya! ujar siti, tapi alesha masih duduk di pangkuan siti.
"Papi...! ocehan alesha aku mengangguk lagi kini alesha pindah duduk di pangkuan aku, hati aku sangat senang sekali saat putri kecilku duduk di pangkuan ku.
"Mami...papi...! oceh alesha bergantian menatap aku dengan siti.
"Putri papi tambah cantik ya! ujarku mencium pipi nya.
"Pap-pi... pap-pi...! ocehan alesha membentur- benturkan kepala nya ke dada aku, aku tertawa kecil.
"Betapa rindunya alesha dengan kamu mas! ujar siti menghapus air matanya.
Aku mengangguk saja, yang di bilang siti itu benar, alesha sangat merindukan aku, sampai-sampai ia tidak mengenal papinya sendiri, begitu lamanya aku meninggalkan putri kecilku.
"Papi tidak akan meninggalkan kamu lagi nak! ujarku, lalu siti menyandar di pundak aku.
"Jangan beri janji sama alesha mas, besok kamu akan pergi lagi! ujar siti
Kini siti memeluk aku dengan putri nya juga, pelukan nya sangat hangat, seperti dulu, aku juga merindukan pelukan ini, pelukan kasih sayang dari istri kecil tercinta ku.
...
Pagi aku ini sangat bahagia sekali, saat mas devan ada di samping aku, ya walaupun hanya sebentar saja kebahagiaan itu, besok ia akan kembali lagi ke Amsterdam.
Aku tidak bisa juga mengekang mas devan, biar bagaimanapun aku harus mensuport dia juga, walau hati aku juga tidak mau dia pergi lagi.
"Senang rasanya bisa berkumpul dengan kalian! ujar mas devan
Aku tersenyum kecil sambil mencium pipi mas devan, "apa lagi aku sangat senang, walaupun senang ini akan berubah jadi sedih lagi besok harinya! ujarku.
Mas devan menatap aku dalam-dalam, tatapan nya itu seperti tatapan sedih, aku tau ia juga sedih, tidak ada seorang suami yang ingin berpisah dengan anak dan istrinya.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π