Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 26. Takdir Berkata Lain


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Satu bulan saja dia pergi ke Belanda aku benar-benar tidak kuat menahan rindu ini lagi, sudah dua minggu ini kami tidak teleponan.


Dia sering aku telepon tapi dia tak pernah mengangkat telepon dari aku.


"Sebenarnya di sana kamu kerja apa sih?


Aku sudah satu bulan ini menangis dalam hati menahan rindu, cinta ku pergi sangat jauh sekali.


"Pulanglah mas!


Putri kita juga merindukan kamu, sudah beberapa kali alesha sakit karena merindukan kamu!


"Mami... mam-mi...!


Ternyata alesha sudah berdiri di hadapan ku saja, tadi alesha aku tinggal tidur eh dia sudah bangun saja.


"Kamu sudah bangun sayang mami! ujar ku mengikat rambut hitam lebat panjang alesha.


Dia mengangguk kecil seraya mencongkel hidung nya, sungguh imut sekali dia seperti ini.


"Mami...papi...pi ana pi? oceh alesha menanyakan papi nya.


Aku tersenyum lebar seraya mencium pipi nya, "papi masih kerja kita tunggu saja ya! ujar ku


"Pi...papi.. pap-pi...! oceh nya lagi


Dari kemaren malam alesha memanggil papi nya terus, kemaren malam saja alesha terus menangis.


Aku juga telah menelpon mas devan, tapi telepon nya tidak pernah aktif.


...


Sore ini aku sudah bersiap-siap pergi ke tempat mama dan papa ku, aku sudah berencana nginap di tempat mama selama satu minggu lama nya.


Waktu itu aku juga seperti ini bolak-balik ke rumah mama aku dan ke rumah mertua aku.


"Reno hari ini kamu antar kakak dan ponakan kamu ya! titah mama


"Kok aku ma? supir kakak kan ada! ujar reno membantah, aku tau Reno tidak ingin dekat dengan aku lagi.


Sudah satu bulan ini ia benar-benar menjaga jarak dengan aku, tapi tidak masalah toh dia kan sekarang adik ipar ku.


"Jangan membantah Reno! ujar mama


"Reno sibuk ma, Reno ada urusan di luar! ujar nya memberi alasan saja.


"Sesibuk apa sih kamu? tinggal anterin kakak sama ponakan aja kok pelit banget! ujar mama


"Iya, iya aku antar! ujar nya dengan wajah memelas


Aku menahan tawaku, senang liat Reno menderita karena mama, mungkin ini hari keberuntungan ku!


"Mama papa aku pergi dulu ya! pamit aku


"Iya, hati-hati ya! ujar mama memeluk aku


Sementara alesha sedang di gendong oleh kakek nya, putri kecilku itu sangat senang sekali kalau dia di gendong oleh kakek nya.


"Alesha ayo kita pergi nak! ujar ku ingin mengambil alesha.

__ADS_1


"Cucu kakek di sana baik-baik ya, nurut sama mami nya! ujar papa memberikan alesha ke aku.


Aku mengangguk kecil seraya tersenyum, semakin ke sini semakin baik pula sikap papa ke aku.


Mertua laki-laki aku ini sudah tidak suka marah-marah lagi semenjak mas devan pergi ke luar negeri.


Aku sangat senang karena papa mertua ku sudah menerima kehadiran aku di keluarga Wijaya ini!


"Papa, Siti berangkat dulu ya! ujar ku menjulurkan tanganku untuk meminta salam ke papa.


Papa meraih tanganku itu lalu aku mencium punggung tangan papa.


Hati aku sangat senang sekali akhirnya papa tidak menepis tangan aku, waktu itu aku sangat kecewa karena papa pernah menepis tangan ku.


"Hati-hati di jalan! ujar papa seraya tersenyum


Senyum papa mertuaku itu sama seperti senyum suamiku, mungkin inilah yang dinamakan anak kandung sungguhan.


Kini aku beralih ke mama, "mama aku berangkat dulu ya! ujar ku


"Iya nak, kamu hati-hati ya! ujar mama sekali lagi.


Dari tadi reno menunggu aku di luar rumah, ia lebih dulu ke mobilnya.


Kini ia sudah berdiri di samping aku, mengagetkan aku saja adik ipar ini!.


"Lelet banget sih? cuma nginap seminggu aja, pamitan sama nyokap bokap lama banget, kek mau pergi lama aja! ujar reno mengambil alesha dari aku.


"Biarin emang kamu datang tak di undang pulang tak di antar! ujar ku menginjak kaki nya.


"Gue bukan hantu yang lo maksud ya! ujar reno


Aku terkekeh saja.


"Ribut di depan orang tua! ujar mama


"Salah-in aja menantu mama tuh! ujar reno


"Udah deh Reno kamu jangan banyak ngoceh, kamu antar saja Siti sampai tujuannya!


"Dan jangan banyak protes! ujar mama


Benar hari ini merupakan hari keberuntungan ku, kasihan kamu Reno selalu kena ngedumel mama, emang enak!


Kini aku sudah masuk ke dalam mobil alesha aku pangku.


"Sudah puas kamu bikin aku menderita! ujar reno


"Belum! ujar ku


Semenjak reno menjauhi aku, aku lebih sering menganggu dia, senang saja menganggu dia, apa lagi dia tidak terlalu marah sama aku.


Dalam beberapa hari ini aku emang sering menjahili dia, hehe sekali-kali tidak apa-apa lah ya!.


...


Rasanya ingin aku pites-pites Siti ini dari kemaren aku sering di jahili nya.


Kemaren saja aku hampir di marahi oleh mama karena ulah kakak ipar nggak ngotak ini!.


Dia tidak berpikir panjang dulu sebelum dia menjahili aku, sungguh aku sangat bete oleh Siti ini.

__ADS_1


Mantan nggak ada akhlak ini memang bikin aku pusing saja sama tingkah ke kanak-kanakan nya itu!.


"Reno singgah dulu ya di supermarket! ujar nya main memerintahkan aku saja.


Padahal mobil sudah melewati supermarket eh baru di kasih tau, lama-lama gue jitak juga tuh kepala nya!


"Kenapa? kamu nggak mau? tanya nya melotot


"Sabar Reno sabar, orang sabar pasti ganteng! ujar ku


"Wahahahaha...!


Siti langsung menyemburkan tawanya yang kayak kuntilanak itu!


Aku geleng-geleng kepala di buat oleh Siti ini, emang dasar kakak ipar tidak tau malu sama adek iparnya.


Kini mobil yang aku bawa sudah tiba di depan supermarket, Siti menyuruh aku untuk memegang alesha.


"Ales kamu sama uncle Reno dulu ya! ujar nya memberikan alesha ke aku.


Kini alesha duduk di pangkuan ku, seperti biasa alesha memainkan jam yang melingkar di tangan ku.


"Pa-pi...papi... pap-pi...! oceh alesha sambil mengigit jam tangan ku.


Kasihan aku sama keponakan aku ini, ia pasti sangat merindukan kak devan, ngomong-ngomong aku sangat jarang menghubungi kak devan.


"Kamu mau nggak kita telepon papi kamu! ujar ku mengambil hp ku di dashboard mobil.


Aku menghubungi nomor kak devan, panggilan nya masuk hp nya juga aktif.


"Lama banget sih! ujar ku


"Ada apa sih nelepon aku? aku sibuk lho, kalau istri aku yang telepon ya nggak papa, lah ini kamu, nggak penting!


Bukanya bicara baik-baik eh malah marah-marah nggak nentu, pusing gue sama kakak gue!


"Anak mu kangen, emang lo nggak kangen apa? tanya ku


"Kangen lah, emang lo masih jomblo!


Sindiran dia sangat menusuk hati aku banget, salah lo kak siapa suruh rebut calon gue, andai kata lo nggak pernah bertemu dengan Siti, mungkin Siti masih jadi milik gue.


Tapi takdir berkata lain.


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2