Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 23. Bahagia Bisa Teleponan


__ADS_3

Dua hari saja mas devan perginya kini aku hanya bisa menunggu dia lagi, untuk melupakan hal-hal yang tidak aku inginkan aku ingin bekerja.


Aku sudah beritahu mama sama papa tapi mereka melarang aku, kata mereka untuk apa aku bekerja sementara suamiku sudah bekerja.


Kalau di pikir-pikir ucapan mereka ada benarnya, mas devan di sana sudah berkerja, tapi aku hanya ingin melupakan hal-hal buruk saja di pikiran ku ini!


Baiklah aku tidak jadi saja berkerja, kalau aku menentang mereka yang ada aku bisa di marahi!


Kini aku lagi duduk di meja makan sambil memotong wortel untuk makan siang alesha nanti.


"Nyonya muda bengong aja? ujar bik imah


Aku tersenyum kecil saja sambil memotong wortel ini, "bibik tau...pasti nyonya lagi mikirin tuan muda devan kan? ujar bik imah


"Ha? begitulah bik, baru dua hari dia pergi aku sudah kayak orang linglung aja! ujar ku


"Itu hal biasa nya, bibik dulu juga begitu, tapi lama-kelamaan jadi hal biasa saja! ujar bik imah


Yang bik imah bilang itu benar, mungkin aku terlalu menghawatirkan dirinya saja, baiklah aku akan memberi kepercayaan untuk nya di sana.


Ngomong-ngomong mas devan belum kasih kabar aku lho sudah dua hari ini!


"Tapi aku takut bik kalau dia tidak setia! ujar ku


Bik imah lalu mendekat ke tempatku, "tuan mah orangnya setia nya, bibik yakin tuan orangnya tidak seperti itu!


"Apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi, jadi nyonya jangan berpikir buruk tentang tuan! ujar bik imah


Astagfirullah kenapa aku berpikir buruk saja tentang mas devan, pokoknya pikiran buruk ini harus hilang! titik nggak pakai koma!.


"Astagfirullah...! aku mengucap istighfar


Lalu bik imah tersenyum, "jangan di inget mulu ya nya! ujar bik imah


Aku mengangguk kecil lalu aku melanjutkan memotong wortel itu.


Selesai sudah aku memasak bareng bik imah kini aku pergi dari dapur, aku menghampiri alesha yang sedang bermain dengan uncle nya.


"Mami boleh bergabung! ujarku


Aku duduk di samping alesha, kini reno sedikit menjauh dari aku, tumben sekali dia menghindar dari aku?


Kesambet apa dia?


"Alesha lagi main apa sama uncle nya? ujarku mengajak alesha bicara


Alesha hanya melanjutkan mainnya, lah ini putriku juga kesambet apa coba? tumben sekali dia tidak ngoceh saat aku ajak dia bicara.


"Kamu apain anak aku reno? tanya ku


Dia mengerutkan keningnya, "apa sih nggak jelas banget kamu! ujar nya sok jutek, padahal dia hanya pura-pura jutek, kelihatan sekali dari wajah nya.


Ya, sudah lah ngapain juga mikirin adik ipar yang sok jutek ini!, lebih baik ajak alesha bermain aja.


"Kita main puzzle yuk! ujar ku memegang puzzle itu lalu menunjukkan kepada alesha.


Tapi alesha mengabaikan aku ia lebih asik bermain boneka yang reno berikan tadi!


"Ya udah mami mau ke kamar dulu! ujar ku bangkit dari sana.


"Jaga anak aku reno, awas sampai lecet sedikit! ujar ku mengepalkan tangan ku ke reno.

__ADS_1


"Nggak kamu suruh sudah pasti aku jaga ponakan aku!


"Sok-sokan mau meninju aku, olahraga tinju aja nggak pernah lulus sama aku! ujar nya


Aku menatap tajam ke dia, dia mengingatkan aku waktu yang memalukan itu!


Aku memang tidak jago tinju, tapi aku jago masak dan beres-beres rumah!.


"Aaah...nggak usah inget hal yang memalukan itu! ujar ku


Reno ini termasuk guru olahraga tinju aku dulu, dia sering melatih aku untuk bela diri, tapi aku sering malas-malasan kalau bela diri.


Dasar mantan nggak ada akhlak, bisa-bisa nya menertawai aku!


Dia kini sedang tertawa mengejek aku, "ha-ha-ha...mami kamu liat nggak bisa bela diri sama meninju orang! ujar reno lagi ajak alesha bicara.


"Hahahihihaha....! alesha juga tertawa kecil


Nggak anak nggak ipar sama saja tertawa di atas penindasan aku!.


"Nyebelin banget kamu! ujar ku


Kini aku menaiki anak tangga sampai di kamar aku langsung merebahkan diri, enak saja dia ngomong aku tidak bisa bela diri.


"Huff... ngapain lagi ya? gumamku lalu duduk dan menyenderkan tubuhku ke kepala ranjang.


Aku mengambil hp aku ingin menelepon mas devan, siapa tau dia angkat telepon dari aku!.


Tut...Tut...Tut...


Handphone nya aktif, semoga saja dia tidak sibuk, tidak lama dia mengangkat telepon dari aku.


Suara bariton itu terdengar jelas di telinga ku, aku tersenyum lebar, akhirnya aku bisa mendengar suara suamiku.


"Kok diam?


Aku tersenyum saja sambil menikmati suara bariton yang menusuk jiwa ku.


"Baby kamu di sana kan?


Ingin aku teriak sejadi-jadinya.


"Baby kok diam sih? aku juga kangen sama suara kamu dan anak kita!


Hati aku dang ding dung rasanya sekarang, aduh kok mulut ini nggak bisa bicara sepatah kata pun sih! umpatku


"Wa--wa'alaikumussalam! ujar ku


Iiiih mulut kok grogi gini sih?


"Ma-mas...! ujar ku


Kali ini baru aku bisa mengeluarkan kata-kata dari mulut ku, ya walaupun masih grogi, heran aku masa sama suami sendiri grogi gini?


"Kamu sakit? kok ngomong nya terbata-bata gitu?


Aku mengigit jariku ingin aku tampar mulut aku sendiri, kenapa harus grogi gini sih! gerutu ku


"Grogi aja gitu mas, aku nggak sakit kok! ujar ku


"Syukurlah kalau kamu sehat-sehat saja, alesha mana kok dari tadi aku nggak dengar suara imut nya?

__ADS_1


"Dia lagi main sama reno, mau aku panggilin? tanya ku


"Boleh, alesha jangan terlalu sering main sama reno ya sayang, nanti alesha bisa terlalu dekat dengan nya!


"Takut ya putri kita berpaling dari kamu? tanya ku


"Ya iya lah, aku ini papi nya, reno hanya paman nya saja, aku bapak dari anak kita, aku yang nafkahi kalian, jadi aku tidak mau keluarga kecilku berpaling dari aku!


Aku tersenyum lebar seraya mengangguk, ia begitu sayang sama aku dan alesha, jadi makin cinta aku sama dia.


"Iya, sebentar aku ke bawah dulu, kamu jangan matiin telepon nya! ujar ku


"Oke baby!


Aku buru-buru ke bawah untuk membawa alesha ke kamar, sampai di bawah aku langsung saja mengendong tubuh alesha.


"Hey, alesha nya masih mau main! ujar reno bingung melihat aku yang langsung mengendong alesha tanpa memberi tahu alasannya.


"Nanti aja! ujar ku


Aku naik ke atas, sampai nya aku di kamar aku langsung mendudukkan alesha di atas kasur.


"Sayang, papi mau bicara sama kamu! ujar ku


Untung saja mas devan belum mematikan panggilan telepon dari aku.


"Pap-pi...papi... pap-pi..! oceh alesha mengambil hp dari tangan ku.


"Hallo...putri papi kamu baik-baik saja kan? papi kangen kalian!


Aku hanya diam dan mendengarkan mas devan bicara dan ocehan alesha.


"Pi.. pa-pi... pap-pi...! oceh alesha begitu gembira saat ia mendengar suara papi nya.


"Kalian baik-baik saja ya di sana, papi pasti akan sangat merindukan kalian!


"Janji ya mas kamu cepat pulang! ujar ku


"Pasti sayangku, ingat sama pesan aku tadi ya, alesha jangan terlalu sering main dengan Reno!


"Iya aku pasti akan mengingat nya! ujar ku


Selesai panggilan telepon itu berakhir aku jadi senyum-senyum sendiri, bahagia rasanya bisa telepon bareng suami tercinta!.


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2