Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 45. (POV Reno) Acara Pernikahan


__ADS_3

3 bulan kemudian...


Hari ini dimana hari pernikahan Reno dan Alara, keluarga besar kami telah datang di hotel tempat pernikahan Reno.


Kami se keluarga memakai pakaian seragam batik untuk acara pernikahan ini, pernikahan reno sangat mewah dan megah sekali, aku sampai terpukau dengan kemewahan ini.


Bak istana hotel ini di hiasi dengan dekor khusus untuk acara pernikahan sekaligus resepsi pernikahan.


Aku jadi iri dengan pernikahan Reno ini, dulu saja aku menikah di rumah sakit, pernikahan kami sangat sederhana.


Kini aku duduk di kursi tamu undangan, sengaja saja duduk di sini untuk melihat-lihat saja.


Lagipula aku juga sangat capek dari tadi aku menyambut para tamu undangan, sekarang aku mau jadi undangan saja dulu.


"Sayang ngapain duduk di sini? ujar mas devan mencolek aku dari belakang


"Mau jadi tamu undangan dulu mas! ujar ku


Dia menggeleng-nggelengkan kepalanya, lalu ia menarik paksa tangan ku, ia membawa aku ke tempat sepi.


Mau ngapain ni suami bawa aku ke tempat sepi gini?


"Apa? tanya ku dengan kesal


Dia sudah menyenderkan ku ke dinding dan mengunci pergerakan ku. Dia langsung menyambar pipi ku.


Muach


Sekali lagi ia menyambar pipi ku, dasar devan emang dia pikir ini punya nenek moyang nya apa, tempat seramai ini bikin aku malu saja dengan sikap nya barusan.


"Kenapa? tanya nya


Sudah tau aku kesal dengan ulah nya malah bertanya lagi, pengen aku tabok tu mulut kamu mas!


"Kesel sama kamu! ujar ku


"Bukan kesel liat mantan nikah hari ini? tanya nya


Liat mantan nikah ya? hmm...kayak nya cukup sedikit iri aja gitu, soalnya aku nikah tidak semegah ini, kalau kesel liat mantan nikah?


Jawaban nya tidak kesal lah, yang ada aku malah senang liat mereka bersama, untuk apa kesal sedangkan suami sendiri sudah sempurna!


"Nggak lah, untuk apa aku kesal liat Reno nikah hari ini, aku gini-gini udah move on ya dari dia! ujar ku mendorong tubuh nya


Dia menaikan sebelah alisnya seraya menatap mataku dalam-dalam, "bener udah move on! kata dia


"Emang kamu, susah move on sama mantan kamu itu! ujar ku


Dia mencubit hidung ku secara gemes aku tidak melawan sedikit pun, "enak aja bilang suamimu susah move on sama mantan! ujar nya


"Sudah, kita tidak perlu bahas mantan, sekarang kita balik lagi ke depan untuk menyambut para tamu undangan! ujar nya

__ADS_1


Aku mengangguk kecil seraya beriringan dengan nya menuju depan gerbang masuk menunggu tamu.


Sebenarnya acara ijab kabul Reno sudah usai sejak kemaren Jum'at, kini hanya tinggal resepsi nya saja.


"Dekorasi pelaminan nya sangat indah ya, sayang kita tidak seperti ini dulu, impian ku dulu kalau menikah harus semegah ini, tapi beda cerita beda suasana, waktu itu kita nikah secara mendadak saja! gumamku


Tiba-tiba saja tangan mas devan merangkul pundak ku, lalu ia berbisik di telinga ku.


"Mau seperti ini juga? tanya nya


"Nanti kita buat juga resepsi pernikahan kita seperti ini, setelah ini baru kita menikah lagi, tapi nanti ya, kamu yang sabar dulu! ujar nya


Aku tersenyum bahagia tapi aku juga tidak pernah menuntut yang sesuatu ke mas devan.


"Tidak perlu sayang... aku sudah menikah dengan kamu itu sudah cukup bagi ku, aku tidak menuntut kamu untuk mengadakan resepsi pernikahan seperti ini!


"Tidak usah membuang uang untuk pesta seperti ini, lebih baik gunakan uang itu untuk keperluan yang di butuhkan saja! ujar ku


Dia tersenyum lalu mengelus pundak ku, "istri yang bijak! ujar nya


...


Tamu undangan sudah memadati tempat ini, aku juga kewalahan karena para tamu memberi selamat atas pernikahan kami berdua.


Sekarang status ku sudah menjadi seorang suami untuk istriku yang baru saja menjadi pendamping hidup ku.


Dia baru ku persunting beberapa jam yang lalu, Alara wanita yang aku temui di sebuah kafe waktu itu, ternyata dia merupakan jodoh ku.


Ternyata jodoh itu tidak akan kemana, jodoh itu tidak akan pernah tertukar!


"Sedikit! ujar nya dengan tersenyum


"Kalau tidak kuat lagi bilang ya sama aku! ujar ku


"Iya mas! ujar nya


Aku tersenyum sambil memegangi tangan nya, baru sekali ini ia memanggil aku dengan sebutan mas, biasa nya dia memanggil aku dengan sebutan kakak.


Sama halnya yang di panggil Siti dulu, Siti juga memanggil aku dengan sebutan kakak pas zaman nya kita pacaran dulu.


Kok Siti tidak kelihatan ya!


Semakin sore semakin banyak saja tamu undangan yang berdatangan, apa lagi teman kak devan yang sudah banyak yang datang.


Aku hanya sedikit mengundang temanku, tapi mama, papa, kak Devan, kak Elsa banyak sekali ia mengundang teman-teman nya.


Tamu undangan kak Devan banyak orang penting saja, kak Elsa juga begitu tamu nya juga orang penting juga.


Apa lagi papaku tamu nya juga orang penting saja, tapi berbeda dengan mamaku, mama mengundang teman-teman sosialita nya bersama tetangga juga.


"Berapa sih tamu nya? gumamku

__ADS_1


"Lebih dari 2000 orang kayak nya mas! ujar Alara


Kalau tamu undangan sangat banyak gini yang ada aku bisa mati berdiri di sini, dari tadi orang-orang silih berganti mengucapkan selamat untuk kami.


"Wahhh, selamat ya anak bontot udah nikah! ujar salah satu teman papa


"Haha...iya! ujar ku tertawa kecil


"Hai bro, ciee udah nikah ya, selamat menempuh hidup baru ya! ujar teman geng motor ku


"Iya, terima kasih! ujar ku


"Hai, kak selamat ya! ujar teman-teman cewek ku yang lain


"Iya, terima kasih! ujar ku


Aku menarik nafas dalam-dalam sungguh melelahkan hari ini, kayak nya mereka mau membunuh aku!


Kini kak Devan bersama Siti yang menghampiri ku di atas pelaminan ini, mereka mau ngapain ke sini?


"Selamat ya adek bontot ku udah nikah sekarang, sikapnya jangan kekanak-kanakan lagi! ujar nya berdiri di hadapan ku sambil memegangi kedua pundak ku


"Iyaa...abang devan! ujar ku


"Alara kalau dia macam-macam bilang aja sama kakak! ujar kak Devan ke Alara


"Siap kak! ujar Alara


Kini siti yang memberi selamat ke aku, ia menyodorkan tangannya ke aku, lalu aku jabat tangan nya itu.


"Selamat ya, jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, jangan pernah menyakiti perasaan wanita! ujar siti


Lalu ia berpindah ke Alara, Siti memeluk Alara sambil berbisik aku juga tidak tau apa yang mereka bicarakan.


Tapi yang Siti bilang tadi, kalau aku tidak boleh menyakiti perasaan wanita, apa dia masih menyimpan rasa sakit hati nya dulu?


Maafkan aku Siti aku hanya bisa beri luka ke kamu waktu itu!


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2