
Pagi harinya aku sudah menyiapkan sarapan buat mas devan, mama sama papa pagi ini sudah pergi ke luar saja, kata nya sih mereka ada urusan.
"Kakak ipar lagi masak apa? tanya reno mengangetkan aku saja.
"Eeh reno, ini aku lagi masak nasi goreng! jawab ku
Sedikit canggung juga saat aku panggil kak reno dengan sebutan reno saja, dia berdiri di samping ku sambil memangku tangannya ke dada.
Di lihat masak gini sama mantan dulu jadi sedikit risih dan canggung juga, mas devan mana lagi?
"Masak kok gemetaran gitu sih? tanya nya
Ya, saat dia datang dan melihat aku masak aku jadi gemetaran karena grogi, kenapa juga sih adik ipar aku ini melihat aku masak?
Aku tidak menjawabnya biar saja lah, toh dia pasti juga tau kalau aku lagi grogi.
"Sini, sini biar aku saja yang masak! ujar nya mengambil alih spatula dari tangan ku, tangan kami tidak sengaja saling bersentuhan.
"Hekhem...
Aku menoleh ke belakang ternyata mas devan yang lagi berkacak pinggang melihat tajam ke arah ku.
"Mas! ujar ku menepis tangan reno yang masih memegang tangan ku.
Buru-buru aku menghampiri suamiku yang kelihatan nya cemburu, "ngapain di sini? tanya ku
Dia menarik tanganku keluar dari dapur, sudah kelihatan dari wajahnya kalau ia sedang cemburu.
Ia menyenderkan aku ke dinding, lalu tangannya mengunci aku, ia menatap aku dalam-dalam.
"Ngapain kata kamu? dia balik bertanya
Aku mengerutkan keningku tanpa menjawab pertanyaan nya, "kamu ngapain berduaan dengan adik aku? tanya nya
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil menundukkan kepalaku ke bawah.
"Jawab siti! ujar mas devan memukul tangannya ke dinding.
Aku terlonjak kaget, "nggak ngapain kok! jawabku
"Kalau nggak ngapa-ngapain sama reno, terus tangan kamu ngapain aja tadi, pegang-pegang lagi! ujar nya
Aku senyum-senyum saja saat mas devan cemburu gini senang juga aku liatnya, berarti rasa cinta dan sayang nya sangatlah dalam untuk aku.
"Cemburu banget sih! ujarku
"Iya aku cemburu gimana? berdua-duaan sama adik ipar itu tidak boleh, awas aja kamu berduaan lagi, nggak ada ampun buat kamu! ujar mas devan menatap mata aku.
Baru kali ini aku liat mas devan cemburu nya keterlaluan, "iya besok akan aku ulang lagi! ujar ku senyum tanpa dosa
"Apa? tolong ulang lagi! titah mas devan mendekatkan telinganya ke arah ku.
"I love you baby! ujar membisikkan pas di telinga nya, ia melihat aku sambil menyipitkan matanya.
"I love you more baby! ujar mas devan tersenyum ke aku, senang juga lihat wajah senangnya itu.
"Nggak marah lagi kan? tanya ku
__ADS_1
"Masih lah! ujar nya memangku tangannya ke dada.
Aku menaikan sebelah alis bagian kananku seraya tersenyum tipis, "oh I see! ujarku
Ia merentangkan kedua tangannya seperti orang bingung.
"Hekhem...!
Kami saling melihat ke arah deheman itu, ternyata reno yang berdehem sambil menautkan kedua alisnya, "sarapan! ujar nya
Lalu reno berbalik menuju dapur, aku juga mengikuti reno, sementara mas devan masih berdiri mematung di sana.
Dasar patung pajangan!
"Mas sarapan! ujarku memanggil dia yang lagi mengerucutkan bibirnya, jelek banget dia kalau seperti itu.
"Kamu jelek kalau gitu! ujarku menarik tangan nya.
"Maksud kamu apa? mau deket-deket sama mantan lagi? tanya nya
"Udah deh, aku nggak akan mau lagi sama mantan, mantan ya mantan, sekarang prioritas utama aku itu kamu dan alesha! ujarku menutup mulutnya dengan tangan saat ia mau protes
Kini kami menyantap sarapan yang aku buat bareng reno tadi, dari tadi reno hanya diam saja.
Sikap nya sangat berubah sekarang ini, dulu ia orang nya ceria kini dia malah pendiam, seperti ada yang ia tutupi dari kami, tapi apa?
"Aku sudah selesai! ujar reno meninggalkan kami, aku melihat panjang reno sampai ia benar-benar menghilang dari sebalik dinding.
Kluntang
Aku melihat mas devan yang menjatuhkan sendok nya ke piring, sehingga menimbulkan bunyi.
Ia tidak menjawabnya kini mas devan melanjutkan makannya lagi, "aaak...mas..! ujarku menyuruhnya untuk membuka mulut.
Aku menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut nya, "ayok buka mulut kamu! ujarku
Dia membuka mulutnya lalu aku memasukkan sesendok nasi goreng itu ke mulut nya, ia mengunyah makanan itu seraya mengangguk-angguk kecil.
"Enak nggak? tanya ku
"Enak! ujar nya
"Ya jelas enak lah yang buat kan aku bersama mantan! ujarku tersenyum puas mengerjai nya pagi-pagi gini.
Ia menelan makanan yang ia kunyah tadi, buru-buru ia meminum air yang tersedia di depan nya.
"Hueek...nggak enak, asin gini bukan makanan namanya! ujar nya memuntahkan makanan tadi katanya, tapi tidak keluar-keluar, alah pura-pura muntah.
"Kalian nggak berbakat masak! ujar nya memberi aku cemen menggunakan jempol nya.
Hueek... boro-boro kamu bilang kami tidak pandai memasak, kamu aja tidak pernah pegang yang namanya spatula!
"Kalau bisa masak lah mas baa caro e masak yang lamak tu! ujarku pakai bahasa padang
(Kalau bisa masaklah mas gimana cara nya masak yang enak tuh?)
Ia menautkan kedua alisnya mendengar ucapan ku yang tidak ia ngerti.
__ADS_1
"Jangan bawa bahasa padang ke aku, aku nggak ngerti! ujar nya
Aku tertawa kecil, "maka nya jangan banyak ngoceh! ujar ku
...
Malah siti bawa-bawa bahasa padang lagi, mentang-mentang orang padang dia malah bicara bahasa padang.
"Hmm... artinya apa sayang? tanya ku
Pengen juga aku belajar bahasa Minang, kayaknya enak ya jadi orang Minang!
"Kalau bisa masaklah mas gimana cara nya masak yang enak tuh? ujar nya
Aku mengangguk kecil, "di Minang itu seperti nya enak ya kita tinggal di sana, apa lagi orang nya ramah-ramah! ujar ku
"Kapan-kapan kita jalan-jalan ke padang, tempat kampung asli aku! ujar nya
Aku tersenyum lebar, nggak sabar pergi ke Ranah Minang!
Selesai sarapan aku duduk di sofa ruang tv bareng siti, kami kini sedang menonton siaran tv.
"Mas kalau kamu pergi ke Belanda lagi, aku harap kamu bisa di hubungi ya! ujar siti menyenderkan kepalanya di bahu aku
Ya, kalau aku di luar negeri pasti aku akan sangat susah di hubungi, karena aku sangat sibuk sekali di sana!
"Aku tidak janji ya sayang! ujar ku
"Kenapa? tanya nya
"Ya... aku di sana sangat sibuk, aku juga jarang pegang hp! ujar ku
"Setidaknya sekali seminggu kamu hubungi aku! ujar nya
"Iya sayang...aku akan usahakan itu! ujar ku
Ia mengangguk kecil seraya menggenggam tanganku kuat-kuat, aku mengelus kepalanya yang di tutupi oleh jilbab itu.
"Jadi kita kapan ke Padang nya? tanya ku
"Hmm...nggak tau, kamu hari minggu akan pergi ke Belanda, mungkin setelah kamu pulang dari Belanda kita bisa jalan-jalan ke padang! ujar siti.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π