Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 44. Merawat Devan


__ADS_3

Selesai sholat aku kembali ke kasur di sana masih ada Siti yang duduk lagi menunggu aku selesai sholat.


Di nakas sudah ada roti dan susu yang ia bawakan untuk ku.


"Ke rumah sakit kamu mau? tanya nya


Aku langsung menggeleng-nggelengkan kepalaku, ogah banget aku ke rumah sakit, aku paling malas kalau ke rumah sakit segala!


"Papi istirahat aja mi...! ujarku


"Ke rumah sakit aja pi...biar tau penyakit kamu apa! ujar nya


"Papi hanya demam biasa! ujar ku


"Hmm...ya sudahlah pi..., papi kalau tidak mau ya gimana lagi, mami nggak bisa maksa! ujar nya


Kini aku mengambil roti yang Siti bawakan untuk ku, sayang juga kalau tidak di makan, istri tercinta sudah susah payah membawakan untuk ku.


"Makasih sayang roti nya! ujar ku menyuap roti itu ke mulut.


Walaupun tidak berasa sama sekali aku harus mengganjal perutku juga.


"Pasti tidak berasa! ujar nya


Aku tersenyum saja menanggapi nya, biar bagaimanapun ini merupakan kali pertamanya aku demam di manja oleh istriku.


"Selesai makan roti sama minum susu, kamu harus minum obat penurun panas ya! ujar nya


"Iya mami! ujar nya


Kini ia meninggalkan aku sendiri di kamar ini, ia kebawah untuk menemani alesha yang sedang bermain.


Selesai makan roti dan minum susu nya aku mengambil obat yang sudah di sediakan oleh siti.


"Pahit banget rasa obat nya!


Aku memuntahkan obat itu tidak jadi aku telan, obat sepahit ini bikin aku tambah sakit!


Kini aku berbaring di tempat tidur kepalaku rasanya nyut-nyutan sekali, mungkin ini efek dari kurang tidur, aku sering bergadang karena harus menyelesaikan masalah kantor.


"Siti...! panggil ku dengan suara lemas


"Mami...! panggil ku


Tapi tidak menyahut sama sekali, apa suara ku kurang keras?


"Sayang!


"Mami!


"Siti!


"Hony!


"Help me!


Aku panggil dia dengan banyak panggilan tapi ia tidak menjawab nya sama sekali, entah kemana dia?


"Siti cepat ke sini! panggil ku sekali lagi


Aku ingin dia yang menemani ku saat sakit gini, tapi ia malah sibuk dengan alesha.


Cklekk


Sayup-sayup aku mendengar suara orang yang membuka pintu, aku membuka mata perlahan, ternyata siti sudah duduk di samping ku.


"Kamu manggil aku tadi? tanya nya


"Hmm...!


"Alesha mana? tanya ku


"Tu tidur! ujar nya menunjuk alesha menggunakan mulut nya.

__ADS_1


Ternyata alesha sudah tidur saja di samping ku, lalu siti memijit-mijit kepala ku, aku memindahkan kepalaku di paha nya.


Ini yang aku inginkan dimanja oleh istri saat sakit gini.


"Obatnya sudah di minum kan? tanya nya


"Nggak, belum aku telan malah keluar lagi! ujar ku


"Kapan sembuh nya kalau gitu? ujar nya


"Nggak tau! ujar ku


Ia terus memijit-mijit kepalaku, seneng juga di manja oleh istriku, "makan mau nggak? tanya nya


"Nggak juga, pahit! ujar ku


"Terus kamu mau apa lagi, kamu belum makan nasi sedikit pun lho, tadi pagi kamu juga makan sedikit! ujar nya


"Nggak enak mami, kalau enak mah sudah pasti aku makan! ujar ku


"Ya sudahlah, mungkin kamu mau sakit nya lama! ujar nya


Mana mau orang sakit nya lama, aku mah kalau sakit pengennya cepat sembuh!


Aku menutup mataku kembali rasanya aku ngantuk lagi saat Siti memijit kepalaku.


...


Malam hari nya mas devan sangat gelisah tidurnya, aku mengecek suhu tubuh nya ternyata panas nya semakin naik.


"Mas, panas badan kamu makin tinggi lho! ujar ku


"Kepala aku sakit banget! lirih nya


"Kita ke rumah sakit aja ya! ujar ku


Aku sangat khawatir dengan keadaan mas devan sekarang ini, aku takut terjadi sesuatu dengan nya.


Aku menyelimuti nya dengan selimut tebal, lalu aku juga ikut memeluk nya, "ke rumah sakit ya! ajak ku


Tapi ia hanya menggelengkan kepalanya, ia sangat susah sekali kalau di ajak ke rumah sakit, alih-alih ia takut di suntik kata nya.


Sudah gede gini masih saja takut suntik, kadang ia bikin ngakak aja, badan besar gini tapi malah takut sama jarum suntik!


"Takut di suntik ya sayang? tanya ku


"Jangan di perjelas mi! ujar nya


"Nggak akan di suntik juga mas! ujar ku


"Ogah, pokoknya aku nggak mau! ujar nya


"Iya, nggak akan maksa! ujar ku


Esok paginya panas badan nya belum kunjung juga turun, aku mengompres kepalanya, dari semalam aku terus terbangun karena merawat suamiku ini!


Dia meraba kompresan yang berada di jidatnya, lalu ia membuang kompresan itu.


"Jangan di buang mas! ujar ku


"Ini untuk apa sih? tanya nya


"Untuk diginiin kepala kamu lah, supaya kepala kamu sakitnya bisa reda! ujar ku


Lalu ia meletakkan kembali kompresan itu ke atas kepala nya lagi.


"Jaga alesha dulu ya mas, aku belanja ke luar dulu! ujar ku


"Jangan lama ya! ujar nya


Aku mengangguk kini aku ke luar rumah untuk membeli bahan masakan di tempat tukang sayur yang biasa mangkal di ujung jalan.


Dengan buru-buru ku ke tempat tukang sayur itu, takut nya alesha rewel dan mas devan tidak bisa mengurusnya.

__ADS_1


"Kang saya mau beli yang seperti biasa ya! ujar ku


"Siap mbak Siti! ujar nya


"Semuanya jadi 150 mbak! ujar nya


Aku menyodorkan uang pas ke kang sayur itu, selesai belanja aku buru-buru balik ke rumah, entah alesha rewel entah tidak!


"Huuuaaa...mami...huuu...mami...!


Dari gerbang rumah aku sudah dengar suara alesha yang sudah menangis, tukan apa yang aku bilang alesha pasti rewel.


"Iya, sebentar lagi mami akan pulang! ujar mas devan


Mereka sudah berdiri di teras rumah, alesha di gendong oleh mas devan, aku menghampiri mereka berdua.


"Alesha ini mami sayang! ujar ku merentangkan tangan ku ingin mengendong nya


"Lama bangat sih mi? ujar mas devan


"Padahal cepat lho mas! ujar ku


"Hiks....mami...hiks...mami...huuu...mami...!


"Ini mami sayang! ujar ku


Kami masuk ke dalam rumah kini aku sedang membuat makanan untuk mas devan, sementara alesha tadi sudah bisa aku tinggal.


Selesai membuat bubur untuk mas devan aku mengantar nya ke tempat nya, dari kemaren dia tidak makan, maka nya hari ini aku mau membuatkan nya makanan.


Semoga saja dia mau makan hari ini!


"Mas makan dulu ya! ujar ku membawakan nya bubur buatan ku


Dia yang sedang tiduran di sofa lalu ia duduk saat aku tiba membawakan bubur.


"Masih nggak enak dan nggak ada rasa mi! ujar nya


"Tapi kamu dari kemaren lho mas nggak makan! ujar ku


"Sedikit aja ya! ujar nya nego


Dia kira aku jualan bisa nego segala, "aku nggak jualan mas, jadi kamu nggak perlu nego! ujar ku


Dia tersenyum lalu mengambil bubur itu, aku memegang mangkuk itu lalu ia yang menyendok bubur itu ke tangannya.


Kasihan aku lihat kamu mas, bibir kamu pucat banget apa lagi wajah kamu, tatapan kami saling beradu.


"Ngapain liatin papi begitu banget? tanya nya


"Kasihan sama kamu! ujar ku


Dia tersenyum saja sambil mengelus pipi ku, tangan nya masih panas saat tangan nya itu memegang pipi ku.


Aku akan rawat kamu mas sampai kamu sembuh!


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2