
Seperti biasa pagi ini aku mengajak alesha ke taman bermain yang berada tidak jauh dari rumah.
Mas devan tidak ikut karena ia masih tidur selesai sholat subuh tadi.
Kini alesha sedang bermain dengan anak-anak tetangga yang waktu itu, aku salut melihat anak kecil yang berusia 5 tahun itu, anaknya ganteng, putih terlebih lagi ia sangat lincah dan mau menemani alesha bermain.
Kalau di lihat-lihat mereka cocok juga hihi...!
"Siapa anak itu ya? batinku bertanya
"Hai ketemu lagi kita! ujar seseorang
Aku menoleh ke belakang ternyata orang yang waktu itu, aarav...!
"Hai juga om aarav! ujar ku
Ia menyipitkan sebelah matanya, "emang saya kelihatan tua banget? sehingga kamu panggil saya dengan sebutan om! ujar nya
Aku tergelak seraya mengangguk, dia aja sudah seumuran mas devan.
"Maaf ya om, emang kelihatan om itu udah tua! ujar ku sedikit tergelak
Jujur saja emang dia sudah tua lho, aku nggak bohong sama sekali.
"Umur saya baru 35 lho! ujar nya
Nah tukan umur dia saja sudah melebihi umur mas devan, aku tersenyum kecil.
"Oke, kak aja! ujar ku
Ia sedikit berpikir sambil mengetuk getuk dagu nya, "hmm...oke nggak masalah, asalkan tidak om aja! ujar nya
Aku tersenyum kecil, alesha menghampiri aku ia menarik-narik tangan ku, "mam-mi... mam-mi...! oceh alesha
...
Yang aku dengar itu tidak salah kan? anak kecil ini memanggil siti dengan sebutan mami!
"Mam-mi... mam-mi...ain...mi...! oceh anak kecil itu
Oh ya ampun ternyata kuping aku tidak salah dengar, jadi memang betul anak kecil ini anak siti.
"Iya kita main sama abang itu! ujar siti menunjuk axel anak ku.
"Kamu sudah punya anak? tanya ku tidak percaya saja.
Ia mengangguk kecil melihat aku yang kebingungan, "kak aarav kenapa kelihatan bingung gitu? tanya nya
Aku menggeleng cepat, syok aku mendengar ucapan siti, "aah...tidak..tidak...! ujarku
Kini axel yang menghampiri aku, "adek ayok kita main lagi! ujar axel
"Papa ngapain di sini? kak akifah sudah menemani aku! ujar el
Kini siti yang melihat aku secara bergantian melihat axel, "jadi adek ini anak kak aarav? tanya siti
Aku mengangguk seraya membawa axel ke tempat ku.
...
Mereka sangat cocok sekali ya, andai saja aku berada di posisi mbak itu pasti aku akan sangat bahagia.
Tapi apalah aku hanya baby sister axel, tidak mungkin aku bisa menjadi ibu sambungan nya.
__ADS_1
"Astagfirullah akifah kamu ngomong apa? jelas-jelas mbak itu sudah bersuami!
Tapi mereka kelihatan sangat cocok jika berkumpul gitu, seperti keluarga kecil yang sedang bahagia.
"Kak akifah papa manggil! panggil axel
Aku menunjuk diriku, ia mengangguk seraya tersenyum.
"Alamak dasar anak membangong kan, siapa juga yang mau panggil akifah!
"Biar papa nggak genit-genitan sama kakak ini, kakak ini udah punya suami!
Aku sudah sampai di samping pak aarav, ia melihat aku tersenyum kikuk.
"Bapak manggil saya? tanyaku
Dia melihat axel yang lagi menertawai papa nya, aku mengerutkan keningku.
"Tidak saya hanya itu...! ujar nya tidak jelas
"Papa kangen sama kakak! ujar axel
Aku tersenyum kikuk karena axel, mana mungkin dia kangen dengan aku, jelas-jelas aku ada di samping nya.
"Anak membangongkan! umpat pak aarav gregetan dengan axel
Aku menghampiri axel lalu jongkok menyamai tingginya, "kita main lagi yuk, nggak usah ajak papa kamu bertengkar lagi!
"Oh iya, bapak jangan mengumpat anaknya gitu! ujarku membawa pergi axel.
Aku paling tidak suka kalau pak aarav mengumpati anaknya, bukanya aku mau ikut campur tapi aku tidak suka saja dengan cara bicara pak aarav.
...
Aku memperhatikan wanita yang bernama akifah itu, wanita berpakaian gamis itu pikiran nya sangat dewasa sekali, berbeda dengan aku yang masih ke kanak-kanakan.
Dia langsung menggeleng cepat, "dia baby sister anak aku! ujar nya
"Oh maaf kak, istri kakak di rumah? ujarku
"Saya duda! ujar nya
Aku mengangguk kecil, pantesan saja dari tadi aku tidak melihat istrinya, jadi salah ngomong juga aku.
"Dia cantik ya kak, sangat di sayangkan lho kalau kakak tidak memperistri kan dia! ujarku iseng saja
Dia tertawa kecil sambil menggeleng, "wanita seperti dia tidak pantas untuk aku! duda seperti aku mana mau dia sama aku! ujar nya
"Aah masa sih? tadi saja aku melihat tatapan nya ke kak aarav sangat berbeda! ujar ku
Dia tersenyum saja.
...
Malah aku di tinggal lagi sama siti dan alesha, mereka ke taman bermain hanya berdua saja, aku malah di tinggal.
"Mereka dimana ya! gumamku sudah sampai di taman bermain itu, tumben sepi sekali taman ini?
Aku mencari siti ke tempat permainan anak-anak, aku melihat siti dengan seorang laki-laki yang lagi duduk di kursi taman.
"Siti sama siapa? lirihku menghampiri mereka
"Sayang! ujarku langsung duduk di tengah-tengah mereka, aku memunggungi pria yang tidak aku kenal itu.
__ADS_1
"Eeh mas! ujar siti
"Kamu ngapain di sini? dan laki-laki itu siapa? tanyaku langsung nyerocos saja.
"Saya aarav! saya baru pindah ke sini! ujar pria itu
"Saya nggak nanya sama situ! gumamku, siti tersenyum lalu mencubit perutku, aku langsung membesarkan bola mataku karena kesakitan akibat di cubit oleh siti.
Aku tidak menghiraukan dia, aku hanya menatap istri aku saja, "mas kamu nggak sopan banget sih, tuh kak aarav ajak kamu bicara! ujar siti
Aku tersenyum tidak suka ke siti, lalu aku baru menghadap ke pria itu, "saya devan suami siti! ujarku memperjelas kata suami.
Dia mengangguk kecil seperti tidak suka dengan kehadiran aku.
"Iya! ujar nya singkat
"Baguslah kalau sudah paham! ujar ku, siti kembali mencubit aku, "mass...! ujar siti geram.
Aku menggenggam tangan istriku dengan kuat-kuat sambil bermesraan dengan siti, biara laki-laki ini pergi dari tempat kami.
"Sayang...! ujarku bermanja di tangan nya
Aku melihat dengan ekor mataku ternyata laki-laki di samping kami merasa tidak nyaman.
"Apa sih kamu nggak malu apa di liatin kak aarav? ujar siti tersenyum kikuk ke pria itu
"Ngapain harus malu, yang malu itu ngangguin istri orang! ujarku menekankan kalimat terakhir ku.
Siti menabok pahaku aku melihat siti penuh tanya!
"Ayok kita pulang! ajak siti, lalu siti menghampiri alesha, aku masih duduk di bangku taman ini bersama pria ini.
Aku tidak menghiraukan pria ini lebih baik aku diam saja, dari pada ngajak orang bicara, apa lagi pria ini berusaha menganggu istri cantik aku.
"Mas buruan! ujar siti, aku langsung berlari mengejar istri dan anakku.
"Pap-pi...! oceh alesha merenggangkan kedua tangannya ingin minta di gendong dengan aku.
Siti memberikan alesha ke aku kini aku yang mengendong alesha, "muach...anak papi main apa saja tadi! ujarku mencium gemes pipi alesha.
"Lain kali jangan nuduh orang yang nggak-nggak! ujar siti
Aku tidak mendengarkan ucapan siti, kata siapa dia tidak menganggu istri aku, yang aku liat dari cara tatapan nya sangat berbeda sekali.
"Aku ngomong sesuai fakta yang ada, seorang CEO ternama Devan Wijaya tidak akan pernah salah!! ujarku.
"Terserah deh, yang aku tidak suka itu cara ngomong kamu ke kak aarav tidak sopan sekali! ujar siti
"Biarin, biar dia sadar kalau kamu sudah mempunyai suami! ujar ku
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π