Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 21. Sindiran Dari Papa


__ADS_3

Alesha menangis saat papi nya telah naik ke pesawat dan tidak kelihatan lagi.


Tangan kecilnya itu melambai-lambai seakan tidak ingin papi nya pergi.


"Huuaa... pa-pi...huuuaa... pap-pi...! tangis alesha menjulurkan tangannya ke depan, ia ingin bersama papi nya


Aku menghapus air mata putri kecilku itu, sambil memeluk nya, "papi cuma sebentar perginya nanti papi balik lagi! lirihku mengelus punggung alesha.


"Biar aku aja yang gendong alesha! ujar reno


Aku memberikan alesha ke reno, "pap-pi... pap-pi...! oceh alesha memanggil papi nya


"Ponakan uncle jangan nangis lagi ya, papi alesha akan balik lagi! ujar reno menenangkan alesha.


Bulir bening dan panas itu mengalir di pipi aku, aku sangat kasihan melihat putriku nangis seperti ini.


Baru saja ia mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah, tapi kini ia tidak akan mendapatkan nya lagi.


Putriku kita akan menunggu papi untuk beberapa bulan ini ya, kamu yang sabar ya sayang!.


Kini kami balik ke rumah aku hanya sendiri duduk di jok belakang mobil, sementara yang lain menggunakan mobil yang lain.


"Mang kita ke taman mekar melati dulu ya! titahku


Aku mau menenangkan hati dan pikiran ku dulu, stres rasanya kehilangan orang yang aku sayang.


"Ngapain nyonya devan ke sana? tanya mang Ujang


Aku hanya tersenyum kecil saja, "ikuti saja perintah saya mang! ujar ku


Mang Ujang membelokkan arah mobil ke arah taman mekar melati, aku menatap ke luar jendela mobil.


Aku sering ke taman mekar melati ini dengan mas devan dulu nya waktu kita masih pacaran dulu.


Sesampai nya di taman ini aku menyuruh mang Ujang untuk tidak mengikuti kemana aku pergi.


"Mang Ujang kalau mau ngopi, ngopi aja dulu, saya hanya duduk di taman saja! ujar ku


"Baik nyonya!


Aku melangkah memasuki taman ini, taman yang banyak bunga melati yang bermekaran di sepanjang aku berjalan.


Taman ini merupakan taman yang paling aku sukai karena di sinilah banyak kenangan dengan nya.


Bunga melati di sebelah kanan ku sangat cantik waktu bermekaran seperti itu, dan di sebelah kiri aku bunga anggrek putih yang juga bermekaran.


"Hmm..bunga anggrek putih! gumamku memetik bunga anggrek itu.


Keinget sama reno yang memberikan aku bunga anggrek waktu ia mau berangkat ke Hong Kong dulu.


Bey the way bunga anggrek putih itu sudah tumbuh lho di halaman belakang rumah ku.


"Huff...mas devan pernah juga beri aku bunga mawar warna kuning dengan aksen merah, bunga itu sudah hidup dan berkembang berdampingan dengan bunga anggrek putih yang di berikan reno! gumamku


Aku berjalan-jalan mengelilingi taman bunga ini, hati aku sedikit terobati saat melihat bunga-bunga yang indah ini.


"Baru satu jam kamu tidak ada di samping ku, aku sudah seperti orang linglung saja! lirihku


Aku kembali duduk di bangku taman sambil mencium bau aroma bunga yang kembang ini.

__ADS_1


"Sedikit lebih sempurna! gumamku menghirup dalam-dalam udara di taman bunga ini.


...


Entah sengaja atau tidak sengaja aku bertemu Siti di taman bunga ini, sedang apa dia di sini?


Dan suaminya mana?


Aku menghampiri siti yang sedang menghirup udara di taman bunga ini.


"Hai ketemu lagi kita! ujar ku langsung duduk di sebelah nya, ia membuka matanya dan melihat ke arah ku.


"Kak aarav! ujar nya


Aku tersenyum saja aku juga ikut-ikutan menghirup udara di taman bunga ini.


"Sedang apa kamu di sini? tanya ku


"Kakak di sini sedang apa juga? dia balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan ku tadi.


"Cuma lewat sini aja, terus singgah di sini! ujar ku


Dia mengangguk pelan aku melihat di sekitar sini, tidak ada tanda-tanda suaminya berada di sini!


Kalau tidak ada suaminya, aku bisa lebih tenang dan leluasa berbicara dengan nya.


"Hmm...suami kamu nggak ikut? tanya ku ingin memastikan.


Dia menggeleng pelan, "dia jauh mana mungkin dia ada di sini! ujar nya


Maksud dia apa? dia jauh, apa suaminya meninggalkan nya!


Kalau bertanya takut tersinggung juga perasaan nya, lebih baik tidak usah bertanya.


...


Tidak baik aku berduaan dengan laki-laki yang bukan mahrom.


"Aku balik duluan ya! ujar ku langsung meninggalkan nya.


"Tunggu Siti! ujar nya


Aku berhenti dan berbalik menghadap nya, mungkin aku kurang sopan cara berpamitan dengan nya, tapi aku tidak mau ada fitnah di antara kita berdua.


"Maaf kak aku buru-buru, anakku mungkin nangis sekarang! ujar ku bergegas pergi dari sana.


Aku sudah berdiri di dekat mobil, sepertinya mang Ujang belum selesai ngopi!


"Siti kenapa kamu buru-buru? tanya nya


Dia mengejar aku sampai sini? sebenarnya dia mau apa?


"Maaf kak aku buru-buru anak ku nangis di rumah! ujar ku memberi alasan saja.


Mang Ujang masih lama nggak sih? aku malas kak aarav ada di sini!


"Maaf menunggu lama nyonya muda devan! ujar mang Ujang membungkukkan badannya.


Lalu mang Ujang membukakan pintu mobil untuk aku, aku langsung masuk tanpa menoleh ke kak aarav.

__ADS_1


"Saya duluan ya den!


Kini mang Ujang masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Laki-laki tadi siapa nyonya? tanya mang Ujang


"Tetangga baru kita mang! ujar ku


Mang Ujang mengangguk-angguk, tidak lama setelah itu aku sudah sampai di rumah, ternyata alesha benaran rewel.


"Huuuaaa....aaaa...huuu....aaa...!


Tangisan alesha sampai terdengar ke luar rumah, aku buru-buru masuk ke dalam rumah, ternyata alesha menangis dalam gendongan reno.


"Ponakan uncle kok nangis sih! ujar nya menghapus air matanya


"Alesha, nak mami di sini sayang! ujar ku mengambil alesha dari gendongan reno.


"Kamu dari mana saja Siti? tanya mama


"Aku singgah di taman dulu ma! ujar ku


Sementara papa menatap aku dengan tatapan sulit diartikan, "punya anak itu di jaga, ini nggak malah keluyuran nggak jelas! sindir papa


Aku tidak memasukkan ke dalam hati semua sindiran papa, biarlah papa bicara seperti itu, aku tidak apa-apa juga, yang salah aku juga.


"Papa kok bicara seperti itu sih? mungkin Siti mau menenangkan hati dan pikiran nya di taman itu! ujar mama


Tidak mau tambah ribut dan bikin kepala aku tambah pusing lebih baik aku bawa alesha ke kamar saja.


"Ma pa, Siti ke kamar dulu! pamit ku


Aku melangkah menaiki anak tangga, sampai di kamar aku langsung menyusui alesha.


"Maaf ya mami tadi tinggalin kamu! gumamku menghapus jejak air mata alesha.


Kita sekarang berdua lagi sayang, papi sudah pergi lagi, jadi kita LDR an lagi sama papi, semoga papi di sana baik-baik saja.


"Muach!


"Mami sayang alesha! gumamku mencubit kecil pipi gembul alesha.


visual alesha 😘



...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2