
Setelah membicarakan masalah aku ke siti, ia jadi melamun mungkinkah dia juga memikirkan masalah aku?
Ini yang tidak aku inginkan, dia malah kepikiran juga masalah aku!
"Mami jangan mikirin masalah papi! ujar ku
Ia melihat aku dengan menaikkan sebelah alisnya, "nggak siapa juga yang mikirin masalah kamu! ujar nya
"Aku terpaksa berbohong mas, sebenarnya aku lagi memikirkan masalah kamu itu, aku kasihan aja sama kamu, kok ada ya orang sejahat itu ke kamu?
"Terus? tanya ku
"Mikirin makanan apa yang harus kita makan mas, tadi di rumah aku tidak sempat masak! ujar nya
"Kita order aja! ujar ku
"Hmm...boleh juga! ujar nya
Kami masih di kantor aku belum bisa pulang karena aku harus mengetahui siapa yang mencuri hasil kerja keras ku selama ini!
Aku butuh hacker untuk melacak keberadaan orang brengsek itu, aku yakin ini pasti kerjaan Rangga b*ji*gan itu.
"Oh iya, kalau masalah seperti itu apa kamu nggak butuh hacker? tanya nya
"Betul! jawabku
"Kamu ada kenalan tidak hacker yang hebatnya? tanya ku
"Reno kan ada mas! ujar nya
Aku mengerutkan keningku semenjak kapan Reno bisa menjadi hacker?, setau aku Reno tidak pernah jadi hacker!
"Kamu tau dari siapa kalau Reno bisa jadi hacker? tanya ku
Dia tersenyum, "kamu lupa kalau aku ini siapanya dulu? ujar nya dengan sengaja ia mengingatkan aku soal hubungan nya dulu dengan reno.
"Dulu dia pernah membobol akun orang yang sengaja cari masalah dengan aku, dia bantuin aku membobol akun itu! ujar nya
"Oh! ujar ku singkat
Aku paling muak kalau Siti membahas Reno mantan nya itu, apa hebatnya sih Reno itu di banding aku?
Padahal aku lebih hebat dari reno, ganteng juga gantengan ku dari dia!
"Kamu jangan salah paham dulu mas, aku cuma rekomendasi in Reno aja jadi hacker kamu! ujar nya
Aku buang muka aku kesel dengan Reno, kenapa harus Reno?
"Aku tidak jadi butuh hacker! ujar ku
"Ya udah kalau kamu tidak mau, berarti masalah kamu akan lama selesai nya! ujar nya
"Tapi nggak Reno juga bisa kan! ujar ku
"Cemburu? tanya nya
"Nggak! jawabku singkat
"Reno aja mas, dia selain bisa hacker dia juga adek kamu lho, kita bisa percaya dengan nya dari pada orang lain! ujar nya
Aku mengetuk-ngetuk daguku untuk mempertimbangkan nya, yang di bilang siti ada benarnya, kalau orang lain belum tentu mereka dapat di percaya, kalau sama adek sendiri sudah pasti dia dapat di percaya.
"Jangan keras kepala mas! ujar nya
"Oke! ujar ku singkat
"Gitu dong, jadi suami jangan suka cemburuan dan curigaan! ujar nya
__ADS_1
"Wajar aku cemburu dan curiga! ujar ku
"Iya deh! ujar nya memeluk aku seraya mengecup pipi ku.
"Pulang yuk! ujar nya
"Nggak bisa sekarang! ujar ku
"Terus kapan? tanya nya
"Nanti! ujar ku
...
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 wib aku masih di kantor, sementara alesha asik bermain.
Kenapa juga aku ikut lembur dengan mas devan?
Pengen pulang tapi tidak di bolehin sama dia, nunggu di sini bikin aku bosan juga, kami belum makan malam lagi!
"Kamu sudah pesan makanan? tanya nya
"Belum! ujar ku
"Oke, tunggu sebentar lagi! ujar nya
Kemungkinan dia sudah memesan makan malam, tidak berselang lama sekretaris mas devan datang.
"Permisi pak presdir!
"Ini pesanan bapak tadi! ujar bunga
"Terima kasih, by the way kalian sudah pada makan? tanya mas devan
"Kami belum makan pak! ujar bunga
Wajah bunga jadi sumringah dan senang saat mas devan memberitahu nya kalau mas devan akan mentraktir karyawan nya.
"Siap pak, rezeki tidak akan kami tolak!
"Terima kasih pak presdir dan nyonya siti, saya permisi dulu! ujar bunga sangat senang
Kini sekretaris mas devan itu berlari ke tempat teman-teman nya, aku tersenyum karena mas devan masih peduli dengan karyawan nya!
"Aku senang kamu masih peduli dengan karyawan kamu! ujar ku
"Sebagai permintaan maaf aku, tadi aku memarahi mereka, jadi ini kompensasi nya! ujar nya
Aku mengangguk kecil seraya tersenyum, "mari kita makan! ujar nya
"Ya! ujar ku singkat
Aku menyiapkan makanan tadi di atas meja, menu makanan kita hari ini tidak jauh berbeda nya dengan masakan ku.
"Selesai makan baru kita pulang! ujar nya
Aku mengangguk sebagai jawaban nya, kami menyantap makan malam kami, sementara alesha menganggu papi nya yang sedang makan.
"Alesha jangan ganggu papi! ujar ku
Tapi putriku itu tidak mau mendengar kan ku, ia semakin lengket dengan papi nya.
"Biar ajalah mi! ujar nya
"Tapi kamu susah lho menyuap makanan ke mulut kamu! ujar ku
Ia melihat aku seraya tersenyum lalu ia mendorong kotak makanan itu ke aku.
__ADS_1
"Iya, aku paham maksud kamu! ujar ku
Lalu aku menyuapi mas devan makan, sementara alesha duduk di pangkuan papi nya.
Selesai kami makan kini mas devan menjauh dari aku untuk mengangkat telepon dari anak buah nya.
Mungkin dia tidak ingin aku tau tentang masalah nya ini.
"Jadi bener dia pelakunya?
"Sesuai instruksi dari saya, lakukan apa yang harus dilakukan, jangan beri ampun brengsek itu!
Aku mendengar samar-samar suara mas devan yang lagi marah itu, apa mereka telah mengetahui nya?
Aku sedikit mendekat tapi tidak terlalu dekat juga, aku mengintip mas devan yang sedang menggenggam hp nya kuat-kuat itu, seperti nya dia emosi lagi.
"Mati kamu kali ini! ujar nya
Siapa yang harus mati?, aku memegang dadaku kok dada aku terasa sesak ya?, kenapa suamiku kelihatan kejam?
"Kamu kejam mas! lirih ku
Dia mendengar suara ku, padahal aku sudah mengecilkan suara ku!
"Sayang, semenjak kapan kamu di sana? tanya nya
Aku tidak menjawabnya aku mundur selangkah untuk menghindari nya, aku benci orang yang sifatnya kejam seperti dia, selama ini aku hanya melihat sisi baiknya.
Dan tidak menyangka ternyata suamiku memiliki sisi gelap nya, aku baru tau sekarang ini, ternyata dia lebih berandalan lagi dari Reno, ternyata dia lebih sadis lagi, ternyata dia mempunyai markas untuk menyiksa orang.
Aku mendengarkan ucapan nya itu, aku tidak menyangka sama sekali!
Semenjak kapan dia mempunyai markas untuk menyiksa orang?
Dan sudah berapa banyak dia menyiksa bahkan membunuh orang?
"Kamu lebih kejam lagi dari iblis mas! ujar ku sudah berurai air mata
Dia tersenyum smirk lalu menyenderkan tubuhku ke dinding, kedua tangannya mengunci tubuhku.
"Kenapa? kamu benci melihat sifat asli suami kamu?
"Inilah sifat asli aku sayang! ujar nya
"Minggir Devan Wijaya! ujar ku mendorong tubuh nya
"Aku benci kamu! ujar ku
Aku pergi dari nya lalu aku mengendong alesha, aku beringin pergi dari sini, karena aku tidak mau berdekatan dengan dia.
....
bersambung...
.....
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1