Pulanglah Mas

Pulanglah Mas
part 37. Benar Kalau Aku Ini Obat Bagi Suamiku


__ADS_3

Ada-ada saja karyawan mas devan ini, masa harus aku yang membujuk dia, apalah yang terjadi di kantor suamiku sekarang ini?


Kalau aku telepon dia sudah pasti dia tidak mau mengangkat telepon dari aku, kalau lagi marah-marah gitu bujuk nya dengan cara di manja atau yang lain!


"Alesha masih tidur! gumamku sambil memegang daguku


Aku kembali ke kamar untuk melihat alesha, sudah jam enam sore ini putriku itu masih nyenyak tidur nya.


"Eeh, iya putriku masih nyenyak tidur nya! gumamku menyibak rambutnya yang menutupi pipi nya itu.


Di bangunin malah kasihan, kalau tidak di bangunin tapi aku harus ke kantor mas devan.


Kalau tidak ke sana sudah pasti karyawan nya itu sangat ketakutan dengan amukan mas devan.


"Ada apalah suamiku ini?, tadi pagi dia baik-baik saja dan sekarang aku dapat kabar kalau dia sangat tempramen! lirihku


Lebih baik aku ke kantor saja untuk mengeceknya.


"Anak cantik mami bangun yuk! ujar ku mengelus pipi alesha


"Sayang bangun yuk, ini sudah sore lho! ujar ku


Putriku itu menggeliat perlahan-lahan ia membuka matanya, lalu menggosok matanya dengan tangan kecilnya itu.


Mengemaskan sekali putriku ini!


"Mami!


"Hooaamm...!


"Hooaamm...! ia menguap berkali-kali


"Anak cantik mami masih ngantuk? tanya ku


Ia menutup matanya lagi, benar-benar anak ku yang satu ini, "mau ikut mami nggak, kita ke kantor papi! ujar ku


"Papi? papi di mana? oceh nya


"Di kantor, maka nya kita ke sana! ujar ku


Sekarang aku menyiapkan baju untuk alesha, lalu aku memandikan alesha terlebih dahulu.


Selesai mandi aku memakaikan baju untuk nya.


"Kita beri kejutan untuk papi kamu! ujar ku


"Hole kejutan! oceh nya


Aku mengandeng tangan alesha untuk pergi ke luar rumah, aku ke kantor mas devan menggunakan motor kesayangan ku dulu.


Kemana-mana aku selalu mengandalkan motor ku ini.


Semoga saja suamiku itu belum pulang dari kantor.


Kami sudah sampai di tempat parkiran aku menurunkan alesha terlebih dahulu, aku membuka helm dan mengunci stang motor ku.


"Yuk sayang kita masuk! ajak ku ke alesha


Aku mengandeng tangan alesha untuk masuk ke kantor itu, satpam membukakan pintu untuk kami.


"Selamat datang nyonya dan nona muda! ujar nya membungkuk kan sedikit badan

__ADS_1


Aku tersenyum kecil seperti nya kehadiran ku sangat di tunggu-tunggu oleh mereka.


"Syukurlah nyonya datang tepat waktu! ujar satpam itu


"Silakan nyonya! ujar satpam itu mempersilahkan ku masuk.


Aku menuju lift untuk pergi ke lantai 20 dimana lantai itu tempat ruangan mas devan berada.


Kami masuk ke dalam lift itu sekarang ini aku lagi jongkok untuk menghibur alesha supaya dia tidak takut naik lift ini.


Biasalah alesha kalau naik lift pasti takut.


"Mami di sini kamu nggak usah takut ya! ujar ku


Dia mengangguk seraya memeluk ku, tidak lama akhirnya lift ini sampai juga ke lantai 20, aku bersama alesha keluar dari lift itu.


Aku melihat semua karyawan saling berpelukan, segitukah mereka ketakutan sama Presdir nya?


"Aaa... akhirnya nyonya datang juga! teriak bunga sekretaris mas devan


"Nyonya akhirnya nyonya datang juga, kami sudah menunggu kedatangan nyonya, mari silahkan masuk nyonya! ujar bunga


Dia mengantar ku ke depan pintu ruangan mas devan, dia melihat pintu itu seperti pintu kematian saja!


"Silahkan masuk nyonya! ujar nya mempersilahkan ku masuk.


Aku jadi bingung dengan karyawan mas devan ini, mereka sungguh ketakutan dengan presdir nya itu!


"Suamiku tidak makan orang, kok kalian pada ketakutan sih?


"Seperti di kejar hantu saja! ujar ku


"Kami benar-benar takut nyonya!


"Nasib kami berada di tangan nyonya!


Ucapan mereka sangat berharap banget dengan ku, ada-ada saja mereka ini!


"Ya sudah saya akan bantu kalian! ujar ku


Wajah mereka langsung sumringah saat aku mau membantu mereka, kini aku membuka pintu itu.


Brakk


Baru saja aku masuk dan menutup pintu itu, suara meja yang di pukul sudah aku dengar.


"Beginikah cara kamu menyambut istri dan anak kamu? ujar ku


Dia langsung menoleh dan langsung berdiri, telinga alesha sengaja aku tutup supaya ia tidak mendengar suara meja di pukul tadi.


"Sayang! ujar nya


Wajah nya yang semula memerah karena emosi sekarang sudah berubah menjadi bahagia dan senang.


"Kenapa gini? tanya ku


"Nggak! ujar nya singkat


Lalu ia mengambil alesha dari gendongan ku, "putri papi kaget ya! ujar nya


"Maafin papi ya sudah bikin alesha kaget! ujar nya

__ADS_1


Seperti nya ada masalah yang di tutupi oleh mas devan dari ku!, dia sengaja mengalihkan pembicaraan kita.


"Kenapa marah-marah sama karyawan, mereka tidak salah lho? tanya ku baik-baik sambil mengelus tangan nya


Dia tidak menjawab pertanyaan ku ia lebih asik main dengan alesha.


"Kalau tidak mau jawab aku balik lagi lho! ujar ku


"Aku tidak punya masalah sayang! ujar nya mengecup keningku.


Aku mengerutkan keningku, sebentar, sebentar, padahal aku tidak menanyakan masalah dia lho, kok dia bilang kalau dia tidak punya masalah!


"Aku tidak nanya masalah lho, aku cuma tanya kenapa kamu marah-marah sama karyawan kamu? ujar ku


Lalu ia menurunkan alesha ia mengajak aku duduk di sofa, alesha kami biarkan dulu main di kolong meja papi nya.


Dia menggenggam tangan ku lalu ia menarik nafas dalam-dalam.


"Aku ada masalah sedikit, tapi kamu tidak usah khawatir, masalah ini sudah aku tangani, cepat atau lambat orangnya pasti akan tertangkap! ujar nya


"Masalah? ada apa sebenarnya mas? tanya ku


Dia tersenyum lalu mengelus pipi ku, "masalah kantor, ada orang yang mencuri ide dan konsep kerjaku! ujar nya


Aku mengangguk sebagai jawaban nya, kasihan juga sama mas devan, ia telah lama memikirkan ide dan konsep kerja nya ini, tapi orang yang tidak bertanggung jawab malah mencuri nya.


"Orang itu jahat banget sih sama kamu, kalau aku jadi kamu sudah pasti aku bunuh dia, enak banget dia ambil konsep kerja kita! ujar ku juga ikut gregetan sambil memukul paha mas devan saking geramnya.


"Sabar aja ya mas!


"Eh iya tapi kamu jangan marahi mereka yang tidak tau apa-apa, masa kamu meluapkan emosi kamu ke karyawan kamu sendiri yang tidak tau apa-apa! ujar ku


Dia tersenyum lalu mengaruk-garuk kepalanya, "gimana nggak emosi aku, tapi aku tidak bisa kontrol emosi aku! ujar nya


"Terus kamu tau aku marah-marah dari siapa? tanya nya


"Bunga, sekretaris kamu, mereka pada minta bantuan aku untuk membujuk kamu supaya tidak marah lagi! ujar ku


"Lain kali kalau ada masalah sebesar ini, kamu jangan memarahi mereka yang tidak tau apa-apa! ujar ku


"Iya sayang!


"Untung kamu ke sini, kalau nggak mungkin mereka sudah kena amukan aku! ujar nya tersenyum.


Benar kata mereka kalau aku ini obat bagi mas devan, buktinya ia tidak marah-marah lagi!


...


bersambung...


.......


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2