
Pagi ini mas devan sudah bersiap-siap untuk ke kantor nya, kini aku di dapur untuk memasak sarapan untuk kami berdua.
Sementara makanan alesha sudah aku sediakan dari tadi, makanan untuk alesha hanya nasi putih dan sayuran.
"Sarapan nya sudah selesai? tanya nya
Ternyata dia sudah berdiri di belakang ku sambil melihat aku masak.
"Sedikit lagi! ujar ku
"Sini biar aku yang masak! ujar nya mengambil alih spatula dari tangan ku
"Emang bisa? tanya ku
"Jangan remehin aku! ujar nya
Aku sih mau saja kalau dia bantuin aku masak, tapi nanti masakan yang sudah susah payah aku masak malah gosong lagi kalau dia yang lanjutin.
Masak telor aja gosong apalagi buat nasi goreng gini!
"Udah, kamu duduk aja ya! ujar ku mengambil spatula dari nya
"Kenapa?, dimana-mana setiap istri itu pasti pengen suaminya bantuin masak! ujar nya
"Aku beda dari istri orang-orang, aku tidak manja kayak mereka! ujar ku
"Dikit-dikit minta bantuan suami, dikit-dikit manggil suami, sampai-sampai para suami jadi ngeluh! ujar ku
Lalu ia melihat aku seraya tersenyum, "memang istri mandiri! puji nya
Ya, aku harus mandiri karena tidak akan selamanya aku bergantung dengan nya, aku juga pengen hidup mandiri!
"Memang harus mas, jika ada hal yang tidak di inginkan di antara kita bagaimana?
"Maka nya kita harus mandiri, dan tidak bergantung dengan orang terus! ujar ku
"Tapi jangan bilang gitu juga dong mami! pungkas nya
Aku mematikan kompor tersebut lalu ia membantu aku untuk memindahkan nasi goreng itu ke dalam wadah yang telah di siapkan.
Sudah di bilangin jangan bantu aku, malah di bantu juga, nanti baju nya bau bawah ntah gimana!
Bandel banget jadi orang!
"Kamu mau baju kamu bau bawang atau aroma tidak sedap lain nya? tanya ku
"Tidak! jawab nya
Aku mengangguk kecil saja sambil memindahkan nasi goreng itu ke piring nya, lalu aku menyiapkan juga segelas air putih.
"Alesha belum bangun juga mas? tanya ku
Soalnya aku meninggalkan alesha bersama mas devan tadi, kebetulan pula alesha tidak bangun terlalu pagi, jadinya aku bisa beberes rumah terlebih dahulu.
"Belum! jawab nya sembari menyuap nasi ke mulut nya
"Aku ke kamar dulu deh, liat alesha takutnya dia udah bangun! ujar ku
"Temani papi dulu lah mi...! ujar nya langsung memegang tangan ku
"Baiklah! ujar ku
Kami sarapan bareng sekali-kali ia menyuapi ku, pagi ini aku serasa ratu saja di buat oleh nya.
"Abisin aja makan kamu, aku bisa suap sendiri! ujar ku
"Nggak nafsu aku mi! ujar nya
Aku mengerutkan keningku, semenjak kapan dia tidak nafsu makan pagi?
Biasanya dia sering nambah kalau aku buat nasi goreng ini!
"Tumben? tanya ku heran
__ADS_1
"Entahlah, nggak enak badan gitu aja! ujar nya
"Kalau nggak enak badan istirahat aja, hari ini izin aja dulu ke kantor nya! ujar ku seraya memeriksa suhu tubuh nya
Keningnya sedikit panas!
"Nggak bisa izin mami, aku harus meeting pagi ini, tapi kalau aku benar nggak kuat pasti aku pulang! ujar nya
"Ya, sudah kalau begitu! ujar ku
Kini ia menyudahi sarapan nya ia bangkit dari duduk nya, seraya mengambil tas kerja nya di kursi yang lain.
"Aku berangkat dulu, kalau terjadi sesuatu jangan lupa telepon aku!
"Jaga alesha, jangan keluyuran, kalau emang ada hal penting ke luar rumah jangan lupa beri kabar aku! ujar nya
Sampai bosan aku mendengar ucapan nya itu, tiap pagi ia selalu ngomong gitu, sampai hafal oleh ku kata-kata nya itu.
"Siap laksanakan mas suami! ujar ku
"Alesha jangan di gigit! ujar nya memperingati aku
"Iya...iya...! jawabku dengan kesal
"Aku berangkat dulu! ujar nya mencium kening ku
"Hati-hati di jalan! ujar ku sambil mencium punggung tangan nya.
Kini ia berangkat ke kantor, jadinya aku hanya tinggal berdua lagi dengan alesha, seperti itulah hari-hari ku.
...
Siang harinya aku sudah selesai masak sekalian juga aku masak untuk makan malam.
"Assalamualaikum! sahut mas devan di pintu rumah
Bener itu suara mas devan, kenapa dia pulang siang?
Aku bergegas membuka pintu utama itu, ternyata dia sedang duduk di teras rumah seraya memegangi kepala nya.
"Lho kamu tumben pulang cepat? tanya ku
"Kepala papi sakit mi! ujar nya
Aku memapah nya ke dalam kamar, tubuh nya terasa sangat panas.
"Mau aku buatin apa? tanya ku
"Nggak mi, papi istirahat aja! ujar nya dengan suara lemas
"Kamu udah makan siang? tanya ku
"Nggak nafsu mi...! ujar nya
"Makan sedikit aja, baru minum obat! ujar ku
"Nggak mi! ujar nya menyelimuti seluruh tubuhnya
Aku bisa apa? si empunya saja tidak mau, aku juga tidak bisa memaksa nya!
Aku menyibak selimut nya lalu aku membantu membuka jas yang masih ia pakai, dasi nya juga belum di buka.
"Duduk dulu! titah ku
"Nggak mau! ujar nya lemas
"Iya, sebentar saja mas, ini buka dulu jas sama dasi nya! ujar ku
"Nggak mau...! ujar nya dengan suara manja
Aku menggeleng-nggelengkan kepalaku, susah banget di suruh duduk sebentar.
Dengan susah payah aku membuka dasi nya dulu, biarlah dia istirahat dulu.
__ADS_1
Aku tidak menemani ia untuk istirahat, kini aku kembali ke bawah untuk menemui alesha lagi.
"Ya.... Allah....alesha! ujar ku geleng-geleng kepala
Mulut nya sudah cemong karena ia makan coklat ku yang ku tinggal di atas meja tadi.
"Ceroboh sekali aku, kalau mas devan tau anaknya makan coklat bisa habis aku di omelin nya! gumamku
Mas devan pernah berpesan ke aku kalau alesha jangan di beri coklat, karena tidak baik untuk pertumbuhan gigi nya.
"Aduh...kamu mau bikin mami di marahi sama papi? ujar ku
"Papi...papi! oceh nya
"Sudah jangan panggil papi, papi lagi istirahat! ujar ku
Lalu aku bawa alesha ke wastafel untuk mencuci mulut nya yang cemong itu.
"Mami...mami...mamam! ujar nya
"Mau mamam? tanya ku
"Oke mami ambilin dulu! ujar ku
Kini aku mengambilkan alesha nasi putih bersama daging ayam dan hati ayam, dan juga sayuran.
Aku menyuapi alesha makan siang, aku sangat gemes dengan putriku ini, makan nya cemong di mana-mana.
"Gemes banget! ujarku menyuapi nya lagi
Selesai makan siang kini aku melihat mas devan di kamar, aku membawakan nya roti dan juga susu.
"Mas! panggil ku
Dia tidak menyahut panggilan ku, apa dia tidur?
Aku meraba keningnya untuk merasakan suhu tubuh nya, ternyata masih sama suhu tubuh nya masih panas seperti tadi.
"Makan sedikit aja ya mas! ujar ku
Dia menggeliat lalu membuka matanya sedikit seraya melihat aku.
"Jam berapa mami? tanya nya
"Setengah satu mas! jawab ku
"Papi sholat dulu! ujar nya
Lalu ia bangkit dari tidurnya jas nya masih dia kenakan, ia masih memakai baju kerja nya.
Kasihan aku sama kamu mas!
"Ganti dululah baju nya! ujar ku
"Nanti aja mi...! sahut nya
Lalu ia membuka jas nya dan dia masih memakai baju formal.
Tidak tega aku melihat nya demam gitu, lebih baik ku ajak dia ke rumah sakit untuk memeriksa nya.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π